Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#85


__ADS_3

"Riko,cepat kau cari tahu penyebab Sherly dan Kirana kecelakaan kemarin",ucap Fahri ketika sudah kembali ke rumah sakit dan bertemu dengan Riko.


"Siap boss",jawab Riko.


"dari penuturan Kirana tadi... aku rasa ada yang janggal",ujar Fahri.


"Sebenernya polisi sudah melakukan penyelidikan bos..",


"Aku tidak mau menunggu terlalu lama.. cepat cari tau sendiri!! aku mau dalam 1x24 jam harus sudah ada hasil!!",Fahri berlalu meninggalkan Riko.


Terlihat Riko mendapat telepon dari seseorang yang memang sudah ia tugaskan untuk menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa Sherly dan Kirana.


tidak lama kemudian,ia mendapat kiriman rekaman cctv yang berada di tempat kejadian perkara waktu itu.


"Ini benar-benar seperti disengaja!!",ucap Riko geram ketika melihat rekaman cctv itu.


Riko segera mencari fahri di ruangan Sherly,ia memberikan ponselnya yang berisi rekaman video cctv tersebut.terlihat Fahri mengepalkan tangannya ketika melihat kejadian itu.


"Keterlaluan!!",ucap Fahri geram.


"Cepat kau cari tahu pemilik plat mobil yang ada di vidio ini",Fahri menekan tombol pause yang memperlihatkan jelas plat mobil itu.


Riko mencatat plat mobil yang dimaksud Fahri,ia segera menelepon seseorang untuk melacak pemilik plat mobil tersebut dan mencari keberadaan mobil tersebut.


"Sherly.. sebentar lagi kita akan mengetahui siapa yang menyebabkan kamu sampai seperti ini",ucap Fahri sembari mennggenggam tangan Sherly.


🍁🍁🍁


Sementara di koridor rumah sakit terlihat Claudia menerima telepon dari seseorang.


"hallo.. mau apa lagi kalian??",tanya Claudia.


"Santai saja nyonya.. kami hanya meminta sisa bayaran kami".


"sisa bayaran apa??kalian saja tidak becus melaksanakan tugas kalian",ucap Claudia geram.


"tapi kami sudah menabrak orang yang nyonya maksud".


"Kau salah sasaran!!yang kau tabrak itu anak ku bukan wanita yang aku maksud!!".


"cepat, transfer uang yang sudah kau janjikan untuk kami,atau aku akan melaporkan tindakan kejahatanmu ini ke polisi!!aku kasih waktu 1x24 jam!!".


"hallo..hallo.. sialan mereka sudah menutup teleponnya",ucap Claudia geram.


"ehemmm....",Riko berdehem ketika melihat Claudia yang tampak kesal.


"kau.. sejak kapan kau ada disitu",tanta Claudia.


"Sejak kau mendapatkan telepon dari orang suruhanmu untuk mencelakai Sherly dan Kirana".


"Kauuu.. benar-benar sok tau",jawab Claudia geram.

__ADS_1


"Aku bukan sok tau,tapi aku memang tau.. orang licik seperti mu itu pasti akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan".


"Kau.. jangan menuduhku tanpa bukti.. ma..mana mungkin aku tega mencelakai anakku sendiri".


"aku tidak menuduhmu tanpa bukti!!sebentar lagi aku akan mendapatkan bukti itu dan memberi tahu semua tentang kebenarannya".


"ohh..yaa.. persiapkan dirimu baik-baik untuk merasakan dinginnya lantai hotel prodeo",Riko tertawa mengejek.


🍁🍁🍁


Fahri yang baru saja pulang melihat Kirana meringkuk dibawah selimutnya.Ia membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum ia ikut bergabung dengan istrinya.


"Mas Fahri...",Kirana terbangun ketika merasakan tangan Fahri melingkar di perutnya dan memeluknya dari belakang.


"sstt.. tidurlah sayang",Fahri mencium tengkuk leher Kirana,dan mengeratkan pelukannya.


Kirana memejamkan matanya kembali.


Keesokan harinya Kirana membuka matanya terlebih dahulu,ia melihat wajah lelah Fahri yang tidur dalam kedamaian.wajah ini yang ia rindukan berhari-hari,ia mengelus pipi fahri,membuat yang empunya terbangun.


"Maafkan aku mas.. aku tak berniat membangunkanmu",ucap Kirana yang melihat Fahri membuka matanya.


Kirana berniat bangun,tapi Fahri menahannya,ia menarik Kirana ke dalam pelukannya.


"Mass..",lirih Kirana.


"Sebentar.. sebentar saja Kirana,biarkan seperti ini",ucap Fahri.


Kirana membelai rambut Fahri,mencoba memberikan kenyamanan,Fahri semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas.. jika kamu mau,kamu boleh berbagi kesedihan denganku.. ",ucap Kirana.


Terlihat pundak Fahri bergetar,Kirana baru pertama kali ini melihat Fahri menangis.


"Kirana.. aku takut.. beberapa hari ini kondisi Sherly semakin menurun,aku takut Kirana",ucap Fahri dalam isaknya.


"Mas.. Sherly anak yang kuat.. aku yakin Sherly akan sembuh",ucap Kirana yang kini sudah ikut menangis dalam pelukannya.


🍁🍁🍁


Orang suruhan Riko sudah menemukan tempat persembunyian dua orang yang mengemudikan mobil yang menabrak Kirana dan Sherly.


Riko bekerja sama dengan polisi untuk meringkus kedua orang tersebut,pukul 02.00 dini hari mereka melakukan penggrebekan ketika mereka sedang terlelap tidur,sehingga mereka tidak ada waktu untuk kabur.


Riko menelepon Fahri untuk memberitahukan bahwa kedua tersangka sudah diamankan di kantor polisi,Fahri yang mendengar kabar itu segera menyusul Riko ke kantor polisi.Ia ingin tahu siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini.


Setelah tiba di kantor polisi Fahri bergegas menghampiri Riko yang sudah berada di dalam.


"boss",Riko memanggil Fahri yang baru saja datang.


"Dimana mereka Riko?",tanya Fahri

__ADS_1


Polisi membawa kedua tersangka itu dengan tangan diborgol,Fahri yang emosi menarik kerah baju salah satu tersangka tersebut.


"katakan kenapa kau sampai hati mencelakai putri dan istriku!!!",ucap Fahri emosi.


"bahkan aku tidak kenal dengan kalian,apa sebenarnya motif kalian",Fahri melayangkan tinjunya ke salah satu tersangka.


"tuan..mohon dengan sangat jangan membuat keributan,ini kantor polisi",ujar salah satu polisi di ruangan itu.


"ampun..ampun tuan..kami hanya disuruh",jawab salah satu korban yang sudah ketakutan.


"tolong jangan hukum kami tuan, ampuni kami".


"Siapa yang menyuruhmu hahh,katakan!!!",Fahri sudah bersiap melayangkan tinjunya.


Namun Riko mencoba menenangkan Fahri,"boss,,tenang.. jangan terbawa emosi".


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu!!!",Fahri mengulangi pertanyaannya.


"Nyo.. nyonya clau.. Claudia.. tuan",ucap mereka bersamaan.


Fahri mengepalkan tangannya,ia tidak habis fikir kenapa Claudia begitu tega,bahkan dengan putri kandungnya sendiri.


"Bos.. kita jangan gegabah,biarkan besok polisi yang menjemput Claudia",ucap Riko


"Sekarang biar ku antar kau pulang", lanjutnya.


Riko mengantarkan Fahri pulang ke rumahnya Sampai di rumah ia tidak langsung ke kamarnya.Ia mengurung diri di ruang kerjanya.Fahri merasa kecewa, bagaimana seorang ibu kandung begitu tega mencelakai anaknya??Ditambah lagi keadaan Sherly yang semakin hari semakin buruk


🍁🍁🍁


Keesokan harinya,Kirana terkejut mendapati Fahri yang keluar dari ruang kerjanya,setau Kirana semalam Fahri izin keluar ada sesuatu yang dibahas dengan Riko.


"Mas.."


"Kirana,aku mau jenguk Sherly.. kamu mau ikut??",tanya Fahri.


"Iyaa mass.. aku ikut",jawab Kirana.


"bersiap-siaplah..aku akan membersihkan badanku sebentar", ucapnya singkat.


Kirana segera bersiap-siap saat Fahri mandi,setelah Fahri turun dan juga sudah siap,mereka berdua berangkat ke rumah sakit.


TBC dears..


Mohon maaf yaa.. kalau kalian kecewa dengan karya author,Fahri yang plin-plan,Fahri yang egois,Tokoh Fahri itu sebenarnya baik dears.. ia bukan plin-plan sih tapi karena fikirannya yang sedih dan kalut jadi ia tidak bisa berfikir secara jernih.


Selalu dukung karya author yaa..


Mohon maaf kalau jalan ceritanya tidak sesuai ekspektasi kalian


terima kasih sudah selalu setia dengan karya author.

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2