Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#44


__ADS_3

Hari ini hari pertama Kirana sekolah setelah liburan sekolanya.Pagi ini kirana tidak bersemangat seperti biasanya,biasanya Kirana pagi-pagi sudah sibuk di dapur,tapi kali ini Kirana hanya bermalas-malasan dan turun ketika sudah rapi berpakaian seragam sekolahnya.Kirana menuruni anak tangga dengan langkah malasnya.


"Non,Kirana sudah ditunggu tuan Fahri untuk sarapan",ucap mbok Darmi seketika membuyarkan lamunan Kirana.


"Memangnya mas Fahri sudah pulang mbok",tanya Kirana.


"Tuan sudah pulang dari tadi malam non,tapi emang sihh agak larut pulangnya,mungkin non Kirana sudah tidur",jawab mbok Darmi.


"Berarti yang semalam itu nyata, bukan mimpi?",batin Kirana.


Semalam Kirana merasa Fahri datang dan mencium keningnya setelah itu tidur disamping kirana dan memeluknya Sepanjang malam,Kirana merasa nyaman dalam pelukan Fahri.Tapi keesokannya Kirana tak menemukan Fahri berada disampingnya sehingga Kirana mengira apa yang dirasakan semalam hanyalah mimpi belaka.


Kirana melihat Fahri sudah duduk di meja makan,dan memainkan ponselnya.


"Sayang.. semalam kamu pulang,aku fikir kamu tidur di apartemen mas Riko",Kirana membuka obrolan pagi itu.


Tapi Fahri hanya tersenyum dan masih sibuk dengan ponselnya.


"Sabar Kirana..",batin Kirana


"Sayang.. maaf ya hari ini aku tidak memasak sarapan untukmu",ucap Kirana.


"Tidak apa-apa kan kalau hari ini kita sarapan roti dengan selai",lanjut Kirana.


"Tidak masalah Kirana.. cepat habiskan roti dan susumu,pagi ini aku ada meeting dengan klien dan kau juga harus sekolah kan?",ujar Fahri.


"Menyebalkan..kenapa mas Fahri jadi dingin lagi sihh,Ya Tuhan.. aku harus apa sekarang?",batin Kirana.


Setelah sarapan Fahri mengantarkan Kirana ke sekolahnya sebelum berangkat ke kantor.Sepanjamg jalan Fahri terlihat fokus mengemudikan mobilnya,sesekali dia melihat ponselnya.Sementara Kirana,dia hanya sibuk menerka-nerka isi fikiran Fahri.


"Aku harus apa coba.. kenapa dia jadi cuek seperti ini sih?",batin Kirana kesal.


Kirana menghela nafas kasar,sambil memanyunkan bibirnya, sepertinya dia berfikir keras bagaimana caranya agar Fahri kembali memperhatikan dia kembali.Sikap Kirana seperti itu berhasil mengalihkan perhatian Fahri kepadanya.


"Ada apa?",tanya Fahri.


"Hah..tidak..tidak ada apa-apa",ucap Kirana gugup.


"Sudah sampai..",ucap Fahri ketika mobil yang ia tumpangi dengan Kirana berhenti di depan gerbang sekolah.


"Ohh..yaa.. sudah sampai ya",ucap Kirana sambil meringis.


Kirana menyalami Fahri ,dan mencium tangan Fahri,setelah itu Kirana membuka pintu mobilnya tapi ia urungkan,dia ke


Bali melihat ke arah Fahri.


"Ada apa?",tanya Fahri.

__ADS_1


Tiba-tiba Kirana mendekatkan kepalanya ke arah Fahri dan memberikan ciuman singkat dibibir Fahri.


"I Love You,honey",ucap kirana dan setelah itu membuka pintu mobil dan berlari ke arah sekolahnya.


Fahri yang mendapat ciuman secara mendadak itu masih tidak percaya Kirana berani melakukannya,sebenarnya dia senang istri kecil kesayangannya menjadi agresif dan semakin berani kepadanya,tapi dia dilema dengan perkataan Claudia semalam.


Fahri mengemudikan mobilnya ke arah kantor.Di loby kantor,Fahri sudah disambut oleh Claudia.Fahri berjalan bersamaan dengan Claudia memasuki ruang kerjanya.


Dan didalam ruang kerja Fahri sudah ada Riko yang menatap tajam Claudia dengan perasaan tak suka.


"Fahri,tolong kamu kasih tahu sekertaris sekaligus asisten pribadimu itu agar sedikit sopan kepadaku",bisik Claudia kepada Fahri.


"Ehemm.. Bos pagi ini kita ada meeting dengan klien",ucap Riko sembari berdehem.


"Okee.. sudah kau siapkan semuanya",tanya Fahri.


"Sudah bos",jawab Riko.


"Oke kita berangkat sekarang",ujar Fahri sambil melangkahkan kakinya keluar.


Riko mengacungkan jari tengahnya ke arah Claudia dengan senyum seringai penuh mengejek ke arah Claudia.


"Sialan", Claudia berdecak kesal.


*****


Di sekolah semua siswa terlihat antusias bercerita tentang liburan sekolahnya,mereka menceritakan apa saja yang mereka lakukan selama liburan terkecuali Kirana,Kirana benar-benar tidak bersemangat untuk mendengarkan cerita teman-temannya,yang ia pikirkan saat ini hanya suaminya,Fahri.


"Cihh.. Vita,gak lucu banget tahu nggak?",Kirana berdecak kesal.


"Ehhh.. tumben-tumbenan Kirana marah,kenapa kamu,lagi dapet yaa",ledek Vita.


"Tahu ahh.. aku kesel banget",ucap Kirana .


"Kesel??"


"Iyaa.. aku kesel banget sama mas Fahri",Kirana menutup mulutnya yang keceplosan menyebut nama Fahri.


"Whattt.. tunggu-tunggu sebenarnya kamu sama mas ganteng ada hubungan apa sih?aku jadi makin curiga, sebenarnya dia bukan saudaramu kan?",Vita mencerca Kirana dengan pertanyaannya.


"Apa ini saatnya aku harus cerita semuanya ke Vita yaa.. lagian cepat atau lambat Vita juga kan bakalan tahu,mending dia tahu dari mulutku sendiri daripada dari mulut orang lain",batin Kirana.


"Kii.. kami denger aku gak sihhh?aku ini sahabatmu,tapi kamu masih main rahasia-rahasiaan sama aku",ujar Vita.


"Emmm.. tapi janji dulu jangan bilang siapa-siapa",ucap Kirana.


"Iyaa.. nggak percaya amat sama aku",tukas Vita.

__ADS_1


"Aku dan mas Fahri sebenarnya sudah menikah",kata Kirana pelan-pelan.


"Apaaa",teriak Vita dan Kirana langsung membungkam mulut sahabatnya itu dengan tangannya.


"kamu apa-apaan sih Vita teriak-teriak, kamu mau kita jadi pusat perhatian satu kelas",Kirana mengomel.


"Sorry Kii,habis aku kagett.. hehehe",ucap Vita sambil nyengir.


"Bisa-bisanya kami sembunyiin rahasia seperti itu ke aku, kamu anggep apa aku selama ini Kii",oceh Vita.


"Mulai deh lebay nya",sahut Kirana.


"Gimana ceritanya kamu bisa menikah sama mas ganteng?".


"Ceritanya panjang Vita.."


"Ya sudah sihh aku mau denger semuanya".


"Okee,jadii....",kirana menceritakan awal mulanya ia bertemu dengan Fahri sampai ia terpaksa harus menikah dengan Fahri,hingga Fahri yang ternyata sudah mempunyai anak yang hanya berbeda beberapa tahun usianya dengan Kirana..


"Jadi begitu ceritanya,tapi syukurlah sekarang kalian sudah bahagia,dan anak sambungmu juga bisa menerimamu sebagai ibu sambungnya", ujar Vita.


"Tapi masalahnya mantan istrinya sepertinya masih cinta sama mas Fahri,dan sepertinya dia ingin mas Fahri kembali sama dia dengan menggunakan Sherly sebagai alat untuk melancarkan niatnya",ucap Kirana sedih.


"Nah terus,mas Fahri gimana?"


"Entahlah Vita, sepertinya mas Fahri juga dilema".


"Yang sabar Kii.. kalau mas Fahri benar-benar mencintai kamu,mas Fahri nggak akan ninggalin kamu dan berpaling ke mantan istrinya itu",ucap Vita .


"Iya Vita.. terima kasih sudah mau mendengarkan curahan hatiku, setidaknya beban dihatiku sedikit berkurang",ucap Kirana .


"Santai saja Kii.. kamu boleh curhat sama aku kapanpun kamu mau, kapanpun kamu butuh teman untuk mengobrol aku siap 24 jam untukmu",jawab vita


"Vita..kamu baik banget sihh,makasih yaa",ucap Kirana sambil memeluk Vita.


TBC dears..


Maaf readers belum bisa crazy up🙏


hari ini author up 2x yaaa...


semoga lain hari bisa crazy up


tetap dukung karya-karya author.


please like, Coment dan vote yang banyak yaaa... jangan lupa berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


dan favoritkan juga yaa agar tidak ketinggalan up selanjutnya..


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2