Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#63


__ADS_3

keesokan paginya Kirana terlihat sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk suami dan anak sambungnya di bantu oleh mbok Darmi.Setelah selesai menata masakannya diatas meja ia pun segera pergi ke kamar nya untuk menyiapkan bajubkerja suaminya.Dilihatnya Fahri masih asyik dengan dunia mimpinya, akhirnya Kirana memutuskan untuk mandi terlebih dahulu,dan bersiap-siap untuk ke sekolah.


Kirana sudah memakai seragam sekolahnya dan menakai bedak dan lip gloss tipis-tipis untuk riasan wajahnya agar terlihat tidak pucat.


Fahri menggeliatkan tubuhnya,ia melihat Kirana yang sudah siap dan rapi di depan meja riasnya.


"Sudah bangun,sayang?",tanya kirana yang melihat pergerakan Fahri lewat cermin di depannya.


Tidak langsung menjawab,Fahri malah langsung berjalan ke arah Kirana dan memeluknya dari belakang sambil menciumi leher belakang Kirana.


"Sayang.. sudah,mandi dulu sana,biar segerr",ucap Kirana tapi diacuhkan Fahri dan masih asyik dengan kegiatannya tadi.


"sayang.. ",belum selesainya Kirana melanjutkan kata-katanya terdengar pintu di ketuk dari luar.


tok..tok..tok..


"sayang.. aku mau buka pintu dulu",ucap Kirana sambil berusa melepaskan diri dari Fahri tapi tidak ditanggapi oleh Fahri.


"sayang... ",Kirana memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Fahri.


"Sebentar saja.. aku mau buka pintunya",bujuk Kirana dan berhasil melepaskan diri dari Fahri dan meninggalkan Fahri terduduk di depan meja riasnya.


Kirana membuka pintu kamarnya, ternyata Sherly yang mengetuk pintunya dan sudah siap dengan seragam sekolahnya.


"let's go mommy.. sudah siap?",tanya Sherly.


"Mommy sih sudah siap.. tapi lihat papa mu",jawab Kirana sambil melihat kearah Fahri dengan senyum jahilnya.


Sherly melihat kedalam kamar dan menemukan Fahri yang baru bangun tidur dan duduk malas-malasan.


"Papa.. ayooo,nanti Sherly sama mommy terlambat ke sekolah,lagian papa juga nanti terlambat ke kantor", Sherly masuk ke dalam kamar dan menghampiri Fahri.


"Pa.. ayo.. cepetan mandi", Sherly menarik lengan fahri.


"Auhh.. Sherly.. iyaa.. papa mandi sekarang",ucap Fahri sembari berdiri.


"okey.. Sherly tunggu di bawah yaa..",ucap sambil berlalu meninggalkan kamar Fahri dan Kirana.


"Sayang,bajumu aku taruh disini yaa,aku kebawah dulu",ucap Kirana lembut dan dijawab dengan anggukan oleh Fahri.


*****

__ADS_1


Kirana dan Sherly sudah berada di meja makan, mereka menunggu Fahri turun untuk makan bersama.


"Selamat pagiii semuanya",seru Riko yang baru masuk dan bergabung di meja bersama Kirana dan Sherly.


"Selamat pagi mas Riko",balas kirana.


"Om Riko.. pagi-pagi sudah kesini,emang nggak ada kerjaan lain apa",seru Sherly.


"Heeyy bocil.. aku ini sekretaris sekaligus asisten pribadi papamu ya wajar lahh kalau tiap hari aku kesini,ini juga bagian dari pekerjaan ku",jawab Riko.


"Tapi,kalau tiap hari ketemu om Riko bosan tauu".


"Wuiihhh.. nggak bisa dibiarin nihh bocah,orang ganteng gini dibilang ngebosenin,ehh, Sherly kalau kamu tiap hari ketemu saya,bukannya bosan takutnya lama-lama kamu tuh bisa kesengsem sama saya,hahaha",goda Riko.


"hahh.. kesengsem??apaan tuhh..hahaha",Sherly geli sendiri mendengar kata-kata Riko.


"Kesengsem itu..".


"Ehemmm...", terdengar deheman Fahri yang berjalan menuju ke arah meja makan.


"Pagi boss..",sapa Riko.


"Kamu pagi-pagi sudah meracuni pikiran putri semata wayang ku",ucap Fahri.


" Iya nihh pa,masak om Riko bilang kalau Sherly sering ketemu om Riko, Sherly bakal kesengsem,emang kesengsem apaan",tanya Sherly polos.


Fahri menatap tajam ke arah Riko dengan tatapan intimidasi.


"hehe.. bercanda boss,lagian masak iya saya suka sama bocil.. ehh,maksud saya Sherly",jawab Riko dengan cengengesan.


"Bisa kita mulai sarapannya?",tanya Fahri.


Mereka memulai sarapannya,setelah itu mereka berangkat satu mobil, pertama mereka mengantarkan Sherly ke sekolahnya kemudian mengantarkan Kirana ke sekolahnya.dan tujuan terakhir mereka ke kantor Fahri.


*****


Sesampainya di kantor Fahri langsung menuju ke ruangannya,dan betapa kagetnya ia ketika melihat Claudia sudah ada di dalam ruangannya.


"Fahri.. aku minta maaf soal yang kemarin",Claudia menghampiri Fahri dan memegang tangan Fahri,memohon untuk dimaafkan perbuatannya yang kemarin ia lakukan.


"Sungguh aku hanya merasa cemburu melihat Sherly begitu dekat dengan istri barumu,aku hanya ketakutan kalau nanti Sherly akan melupakan aku sebagai ibu kandungnya",lanjut Claudia.

__ADS_1


"cihh.. dia mulai bersandiwara",gumam Riko.


"Fahri.. kau pasti bisa merasakan ketakutan ku sebagai ibu kandung Sherly yang posisinya mungkin akan tergantikan dengan ibu sambungnya,sungguh aku tak bermaksud melukai istrimu,aku hanya takut kehilangan perhatian dari Sherly,aku takut.. ahhh", Claudia mulai berakting menangis tersedu-sedu dan tidak bisa melanjutkan ucapannya.


Sementara Fahri masih mematung,menatap ke depan entah apa yang difikirkannya.


"Bos,jangan terjebak dengan sandiwaranya.. bos,kan tau dia wanita ular",bisik Riko dan terdengar oleh Claudia.


"Fahri,aku memang jahat,aku pernah melakukan kesalahan dulu.. tapi aku tidak mungkin mempertaruhkan Sherly untuk kejahatan,sungguh aku minta maaf,aku diluar kontrol kemarinn", Claudia berlutut di depan Fahri.


"Maafkan akuu fahrii.. maafkan akuu..",lanjut Claudia sembari menangis histeris.


"Heii,apa yang kau lakukan cepat berdiri.. ",ucap Fahri ketika melihat Claudia berlutut dihadapannya.


"Aku tidak akan berdiri sebelum kamu memaafkanku",ucap claudia lagi.


"Bos,apa perlu aku panggil security untuk menyeret wanita ini keluar",tanya Riko.


"Tidak usah Riko.. kau.. bangunlah.. aku memaafkanmu karena kau ibu kandung Sherly,aku menghargai perasaan Sherly,tapi sekali lagi kau berbuat macam-macam dengan Kirana,aku tidak akan tinggal diam",ucap Fahri.


"Terima kasih Fahri.. terima kasih karena telah memaafkanku",ucap claudia.


"kali ini aku harus bermain cantik,Kirana tunggu pembalasanku,kau sudah bermain-main denganku,lihat saja kau atau aku yang akan menang",batin Claudia.


"Sekarang kau bisa keluar dari ruangan ku",ucap Fahri.


"Baik Fahri..sekali lagi terima kasih telah memaafkanku",ucap Claudia dan berlalu pergi meninggalkan ruangan Fahri.


"Bos kenapa,dimaafkan lagi sihh.. wanita itu sudah berkali-kali membuat kesalahan,bahkan yang terakhir ia hampir saja menyelakai Kirana",tanya Riko protes.


"Ini terlalu rumit,tapi aku hanya menjaga perasaan Sherly",jawab Fahri tenang.


"Tapi.. sampai kapan boss??bagaimana kalau wanita itu melakukan kesalahan yang sama atau mungkin dia menjahati Kirana lagi,dia itu wanita licik memanfaatkan posisinya sebagai ibu kandung Sherly agar bos merasa iba, karena dia tahu bos sangat menyayangi Sherly,bos tidak akan tega kalau sudah berhubungan dengan Sherly",ucap riko


" Aku pastikan kalau dia berani macam-macam lagi aku sendiri yang akan turun tangan",seru Fahri sambil mengepalkan tangannya.


TBC..


Author kembali lagi ni readers..


mau cek readers yang masih setia dengan novel author, walaupun sudah author tinggalin ceritanya hampir 1 tahunan dan ngegantung begitu saja😭

__ADS_1


kalau masih banyak yang baca, author up lagi..


terima kasih buat kalian yang sudah setia dengan cerita author.


__ADS_2