
Selepas menikmati pemandangan matahari terbenam,mereka berwisata kuliner disekitar pantai.mereka mencoba makan di rumah makan lesehan.
Fahri dan Riko merasa heran melihat Kirana dan Sherly yang memesan begitu banyak makanan.
"Sayang..kenapa kamu memesan begitu banyak makanan,siapa yang akan menghabiskan semua ini",Fahri merasa perutnya tidak mampu untuk menampung semua makanan yang ada didepannya.
"Papa ihh.. aku sama mommy yang akan menghabiskan ini semua",jawab Sherly enteng.
"Gue gk ikut-ikutan yaaa.. gue cuma makan semampu perut gue ajaa",ucap riko antisipasi takut dijadikan tumbal.
Fahri yang melihat Kirana sangat lahap memakan makanannya dibuat heran,tidak biasanya istrinya makan sebanyak itu.
"Uhukk..uhukk..",Kirana tersedak.
"Sayang makannya pelan-pelan..",Fahri mengambilkan air untuk Kirana.
"Sayang kamu nggak pernah lho makan sebanyak ini",Fahri memperingatkan Kirana sekali lagi.
"Sayang.. ini makanannya enak sekali dan entah kenapa aku jadi ***** banget pengen makan semuanya",ucap Kirana sambil menguyah makanannya.
"Sudah yaa..nggak usah bicara dulu,kamu makan dulu nanti tersedak",ucap Fahri.
Riko dan Fahri melongoh menyaksikan dua wanita bar-bar dihadapannya selesai menghabiskan semua makanannya.
Dua wanita itu kekenyangan sampai tak mampu untuk berjalan sendiri, alhasil mereka berdua menggendong keduanya sampai villa tempat mereka menginap.
"hee..bocil,badanmu memang kecil tapi kenapa berat sekali,huhhh..",Riko menghempaskan tubuh Sherly ke atas kasurnya,
"Ehhh.. ni bocil tidurnya pules bangett dehh,remuk.. remuk..dehh punggung guee",Riko menggerutu sambil keluar dari kamar Sherly.
Diperjalanan pulang ke villa tadi Sherly dan Kirana yang kekenyangan setelah menghabiskan banyak makanan tertidur pulas digendongan Riko dan Fahri.
Dengan hati-hati Fahri meletakkan tubuh Kirana di ranjangnya.ia tak mau membangunkan istri kecilnya yang sedanft tertidur pulas,Fahri berniat untuk menutup pintu kamarnya yang tidak sempat ia tutup ketika masuk tadi.
"Jangan tinggalkan aku sendiri mas",Kirana menarik tangan Fahri.
Fahri menoleh ke arah Kirana dan kembali duduk disamping kirana.ia mengelus pucuk kepala Kirana.
"Sebentar yaa.. aku tutup pintu dulu",ucap Fahri lembut dan diangguki oleh Kirana.
Fahri lekas menutup pintu kamarnya dan kembali bergabung dengab Kirana.Ia memeluk Kirana dan mencium pucuk kepala Kirana
"sayang.. ada apa denganmu?',tanya Fahri masih dalam posisi yang sama.
"Entahlah..aku hanya tidak ingin jauh-jauh dari mas Fahri untuk saat ini",jawab Kirana.
"Tenanglah..aku ada disini sekarang",Fahri menenangkan Kirana dengan mengelus halus punggungnya.
Kirana merasa tenang dan mood nya seketika berubah menjadi lebih baik.tiba-tiba ia mencium bibir Fahri sekilas,"I Love You".
seharian ini Fahri dibuat kaget dengan perlakuan Kirana,tidak biasanya istrinya bersikap agresif seperti itu.
Kirana mencium bibir Fahri sekali lagi,melihat Fahri yang masih bengong Kirana menciumnya sekali lagi sambil tersenyum.
__ADS_1
setelah sadar dengan perlakuan istrinya Fahri mulai menggoda Kirana.
"Sayang jangan membangunkan singa yang kelaparan yaaa",ucap Fahri penuh intimidasi.
tapi Kirana malah menciumnya sekali lagi.
"sayang..kamu menggodaku ",Fahri memposisikan Kirana dibawah tubuhnya dan mulai mengungkung kirana.mata mereka bertemu satu sama lain.Entah siapa yang memulai duluan tapi kedua insan itu sudah saling mencumbu satu sama lain.
terdengar ******* dan deruhan nafas mereka.tangan Fahri mulai terampil bergerilya mengabsen setiap inci tubuh istri kecilnya itu.
Bahkan sekarang Kirana tidak malu-malu lagi,dia lebih dominan dalam memimpin pertempuran malam itu.Hal itu malah membuat Fahri semakin tertantang dan berg*irah.
Kirana bermain sangat liar,dan Fahri sangat menikmati permainan Kirana.Kali ini ia membiarkan istrinya menguasai jalannya permainan,ia hanya mengimbanginya saja.berkali-kali Kirana melepaskan pencapaiannya.
Dan sekarang gantian Fahri sang misionaris,ia memposisikan istrinya sedemikian,ia mulai menggoyangkan pinggulnya,dan menghentak-hentakkannya.Kirana sangat menikmati permainan Fahri,erang** dan ******* tak hentinya keluar dari bibir mungilnya,membuat Fahri lebih semangat menggoyangkan pinggulnya.
Dan akhirnya mereka terkulai lemas karena sama-sama mencapai puncak kenikmatannya.fahri ambruk menindih tubuh Kirana,rasanya ia enggan untuk mengakhiri penyatuan mereka.tapi melihat Kirana yang terkulai lemas ia tidak tega melanjutkan permainannya.
Fahri menyingkirkan rambut Kirana yang menutupi wajahnya,ia mengelap peluh istrinya itu.dan mengecup kening istrinya.
"pasti dia kecapekan,tidak biasanya dia bersemangat seperti ini",batin Fahri.
Ia masih saja memandangi wajah istri kecilnya itu,dan tersenyum sendiri,entah apa yang difikirkannya.
*****
Keesokan paginya Kirana sudah tidak menemukan Fahri ketika membuka matanya.Ia mencari kesetiap sudut ruangan tak ditemukannya suaminya itu.Akhirnya ia memutuskan untuk mandi dan turun kebawah,ia fikir mungkin suaminya berada dibawah.
"cihh...terus..terus.. serasa dunia milik berdua,woiii hargaiiii gueee.. ada orang disini woiii",sindir Riko.
"kenapa??",Fahri membalas pelukan Kirana dan mengelus rambutnya.
"Kirana takut mas Fahri ninggalin Kirana",jawab Kirana,entahh kenapa beberapa hari ini dia seperti agak sentimen.
"mulaii lebayy.. baru juga ditinggal ke bawah ni nyiapin sarapan nihhh",seru Riko.
"heii.. lemes banget dehhh,mau potong gajii",delik Fahri.
"Waduh.. kalau sudah main ancam kayak gituu, rasa-rasanya diam lebih baik,heheh", jawab Riko cengengesan.
"Sayang duduk dulu kita sarapan,aku sudah nyiapin semuanya",ujar Fahri membawa Kirana untuk duduk.
terlihat Sherly yang baru bangun tidur langsung menuju meja makan.
"ini lagi bocil.. jam segini baru bangun belum mandi pula,anak perawan sekarang ihhh..",seru Riko.
"Apa sihh om Riko.. masih pagi nihh, Sherly malas berdebat tauu..",seru Sherly kesal.
"Ayo kita mulai sarapan",ucap Fahri.
Terlihat Kirana yang tidak bersemangat dengan sarapannya,ia hanya mengaduk-aduk makanan dipiringnya.
"Kenapa sayang makanannya nggak enak",tanya Fahri.
__ADS_1
Kirana menggeleng.
"Lantas kenapa??",tanya Fahri lagi.
"Kirana mau disuapin mas Fahri",jawab Kirana.
Fahri merasa aneh dengan gelagat Kirana akhir-akhir ini yang mendadak manja padanya.Akhirnya Fahri menyuapi Kirana.
"Haduhhhh... masih pagi udah disuguhin ginian,ehh, Sherly kamu mau nggak aku suapin", Riko mengalihkan dengan menggoda Sherly.
"Ihh.. apa sihh om Riko,nggak jelas", Sherly memutar bola matanya jengah.
"Coba dehhh akkkk... jarang-jarang ni gue nyuapin cewek",Riko mengarahkan sendoknya ke mulut Sherly.
"ya iyalah.. kan om Riko jomblo abadi,wekkk.. hahahah", Sherly menjulurkan lidah nya ke arah Riko.
"waduuhh.. makin nglunjak ni bocah,awas aja nanti jatuh cinta beneran sama gue baru tau rasa",cibir Riko.
"Papaaa..", Sherly meminta pembelaan kepada Fahri.
Fahri mengangkat tangannya,dia tidak mau ikut-ikutan dengan keributan yang diciptakan Riko dan Sherly.
"Ihh.. papa kok gitu sihh",rengekj Sherly.
"Papa malas ngladenin kalian,tiap hari ribut terus,udah kayak tom and Jerry,jangan-jangan benar kata Riko kalian ini berjodoh",Fahri malah menggoda Sherly.
"papa ihh...", Sherly berdecak kesal.
"restui aku papa mertua",Riko semakin jahil menggoda Sherly.
"om Riko... ihhh.. mommy..lihat mereka berdua menggodaku", Sherly meminta pembelaan ke Kirana.
"Kalian ini apa-apaan sihh,jahil bangett sama Sherly..",Kirana membela Sherly.
"tuh kan memang cuma mommy yang mengerti Sherly",ucap Sherly.
"Sudah Sherly.. kamu mandi gihh,habis ini kita jalan-jalan lagii,sebelum kita kembali ke rumah aku pengen beli oleh-oleh buat kak Laras,kak Doni dan Arka", ucap Kirana.
"iyaa.. Sherly juga pengen beli oleh-oleh buat mama",kata Sherly.
seketika senyum di wajah Kirana hilang, mendengar Sherly mengucapkan kata mama,Kirana ingat perlakuan Claudia ke dirinya.
"Kenapa sayang??",tanya Fahri yang melihat istrinya bengong.
"Ahh tidakk..aku bereskan dulu ini, Sherly kamu mandi ya",ucap Kirana sambil membereskan meja makannya.
tbc dears..
dukung terus author dengan like,komen dan jangan lupa favoritkan karya author yaa..
dukungan kalian sangat berat untuk author.
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1