
Kirana mengerjapkan matanya,ia mengedarkan pandangannya,terlihat ia mencari sesuatu.
ceklekk..
Fahri keluar dari kamar mandi,hanya dengan menggunakan handuk sebatas pinggangnya, menampilkan dadanya yang bidang dan rambutnya yang basah menambah kesan seksi.
"Mas Fahri...",panggil Kirana.
"Kamu terbangun sayang??",Fahri menghampiri Kirana dan duduk ditepi ranjang.
Fahri membantu Kirana untuk duduk dan menyenderkan tubuhnya dikepala ranjang.Kirana yang melihat penampilan Fahri seperti ada dorongan dari dalam tubuhnya,ia menginginkan sesuatu.Apalagi Fahri yang menatapnya dalam membuat Kirana semakin salah tingkah.
"Mas Fahri.. jangan menatapku seperti itu",Kirana menunduk sambil memilih ujung selimutnya.
"kenapa sayang..",ucap Fahri lembut.
Fahri mendekati Kirana,ia mengangkat dagu Kirana sehingga mata mereka kembali bertemu,Kirana semakin salah tingkah,datanya berdetak lebih kencang.
"Mas... Fahri..".
"Hmmm...katakan sayang",Fahri semakin mendekat dan aroma segar dari tubuhnya menyeruak ke indera penciuman Kirana,dan rasanya sangat menenangkan.
"Mass... akuu.. ingin.. kamu",sudah kepalang tanggung,persetan dengan rasa malunya,sungguh saat ini ia benar-benar menginginkannya.
Fahri menyeringai nakal,ia menyentuh halus bibir Kirana dengan ibu jarinya.kirana seakan terlena dengan belaian Fahri,Iapun memberanikan diri, mendekatkan wajahnya ke wajah Fahri,dan iapun mulai mencium bibir Fahri.
Fahripun menyambut ciuman Kirana,awalnya begitu lembut tapi semakin lama semakin menuntut dan menjadi liar,saling meny*sap dan memainkan lidahnya.
Entah sejak kapan Kirana sudah berpindah diatas pangkuan Fahri.Fahripun sudah menyenderkan tubuhnya dikepala ranjang,dan bibit keduanya masih bertautan
Fahri mulai membuka kancing baju Kirana satu persatu,ya,Kirana masih menggunakan seragam sekolahnya tadi.setelah berhasil membuka baju Kirana ia membuang ke sembarang arah.
Ciuman Fahri turun ke leher Kirana,ia menyusuri leher jenjangnya dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana.Kirana mendongakkan kepalanya sekujur tubuhnya mengejang seperti dialiri aliran listrik.
Fahri membuka kaitan cup bra yang masih menempel di dada Kirana, sehingga sekarang telah terpampang nyata kedua bukit kembar seakan menantangnya untuk segera dieksekusi.
Tanpa menunggu lama Fahri langsung melahap kedua gundukan itu,ia seperti anak bayi yang kelaparan,menyesap dan memainkan lidahnya di bagian intinya.tangannya pun tak tinggal diam iapun meremas gundukan itu,serta memilin pusat intiKirana
"uhh... ",Kirana Melenguh.
__ADS_1
Dan itu sukses membuat Fahri semakin bersemangat,tangan satunya ia gunakan untuk membuka kaitan rok Kirana,menurunkan resleting nya dan Kirana mengangkat sedikit bumper nya sehingga memudahkan Fahri untuk menarik rok nya dan membuangnya entah kemana.Dan iapun melepaskan segitiga Bermuda satu-satunya masih menempel dibagian sensitif Kirana.
Fahri masih betah bermain-main dibenda kenyal yang sekarang menjadi favoritnya.tangannya pun masih setia memainkan yang satunya.dan tangan satunya lagi mulai aktif di goa pertahanan kirana.jari telunjuknya mulai memainkan perannya menyeruak masuk kedalamnya.
"uhh... ", lagi-lagi Kirana Melenguh panjang bersamaan dengan jari telunjuk Fahri yang membobol masuk ke goa pertahanannya.
Sungguh Kirana merasakan sekarang ia berada di awang-awang,matanya terpejam seakan menikmati semuanya.dan ketika ia ingin mencapai puncaknya,ia berharap Fahri mempercepat permainannya,tetapi Fahri sengaja mengulur-ulurnya.
"mas.. aku..mau..keluar..ahh..",ucap Kirana dalam desahannya.
Tetapi Fahri malah mengeluarkan jarinya,ia sengaja mengerjai istrinya.
"Sayang.. cepat lakukan...",kata Kirana tapi Fahri malah menghentikan aktivitasnya.
Kirana yang sudah berada diujung, akhirnya menarik paksa handuk Fahri dan nampaklah senjata Laras panjang Fahri yang berdiri tegak dan siap tempur.Tanpa aba-aba Kirana langsung membenamkan milik Fahri kedalam miliknya.
slupp...
"ngghhh...",Kirana Mengerang bersamaan dengan senjata Fahri yang masuk sempurna ke dalam goa pertahanan Kirana.
Perlahan namun pasti Kirana menaik turunkan tubuhnya dengan lembut,semakin lama ia tidak bisa mengontrolnya,iapun bergerak dengan cepat.
Kirana semakin liar menggoyangkan pinggulnya.sehingga membuat kedua bukit kembarnya bergerak bebas,Fahri langsung meraupnya secara bergantian.
"Sayang... aku mauu sampaiii..uhhh",Kirana meracau.
Dan akhirnya ia mencapai puncaknya dan tubuhnya terkulai lemas menindih tubuh Fahri.Fahri yang masih belum tertuntaskan akhirnya membalik tubuh Kirana dan mengungkungnya dibawah tubuh kekarnya.
Fahri melebarkan kedua paha Kirana dan langsung menyerangnya,memompanya dengan lembut, bibirnya mengulum lembut bibir Kirana.Kirana mulai terlena dan terbakar gairahnya.Iapun membalas ciuman Fahri.
Fahri merasa milik Kirana berdenyut,membuat milik Fahri terasa seperti dihisap dan dipijat.Ia pun semakin mempercepat serangannya.
"Sayang... punya mu nikmat sekali,hmm..",Fahri mulai meracau.
Kirana merasa ada yang ingin meledak dibawahnya,rasa itu menjalar keseluruh tubuhnya,sungguh Fahri benar-benar telah membawanya ke taman surgawi.
"Sayang.. aku.. mau... sampai..ahhh",Kirana berucap dalam desahannya.
"bersama sayangg... aku juga mau sampai",ucap Fahri lirih
__ADS_1
pakk..pakk..pakk..
Fahri mempercepat permainannya,ia menghentak-hentakkan senjatanya ke benteng pertahanan Kirana sehingga menciptakan suara,tapi suara itu terdengar seperti irama yang semakin memabukkan keduanya.
"Uhhhh...ngghhhh",keduanya melenguh panjang.
Tubuh keduanya bergetar,Kirana merasakan sesuatu sudah meledak dibawah,dan Fahri sudah menyemburkan lahar nya.Nafas mereka tersengal-sengal,mereka saling menatap dan akhirnya Kirana memejamkan matanya menikmati sisa-sisa percintaannya.
Fahri mengelap peluh yang memenuhi wajah Kirana,ia mencium kedua kelopak matanya,kedua pipinya dan keningnya, terakhir ia ******* lembut bibir Kirana.
"terima kasih sayang..",bisik Fahri lirih.
Kirana membuka matanya,ia menatap manik mata Fahri,posisinya saat ini masih dibawah Fahri,ia mengalungkan tangannya dileher Fahri.
"one more baby...",ucap Kirana sembari menatap mata Fahri penuh harap.
"Whattt??",mata Fahri terbelalak.
Kirana mengangguk pasti.
"are you really,baby..",tanya Fahri.
"one more please... ",wajah Kirana yang penuh harap terasa sangat lucu membuat Fahri semakin gemas.
"Kau mulai nakal,hmm..",goda Fahri.
Bukannya menjawab Kirana malah langsung mengecup bibir Fahri,gairahnya bangkit lagi.Fahri tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,iapun membalas ciuman Kirana.
Fahri menuntun tubuh Kirana untuk duduk,tapi tidak melepaskan pagutan mereka.Setelah itu Fahri mengajaknya berdiri dari ranjangnya.
"Kita coba gaya baru,hmm...",Fahri melepaskan ciumannya.
Ia menuntun satu kaki Kirana, bertumpu diatas ranjang sementara satu nya lagi berpijak dilantai.Fahri bersimpuh di depan goa pertahanan Kirana,ia bermain-main disana, memainkan lidahnya memaksanya menyeruak masuk kedalamnya,ia menyesap benda bulat pipih yang ada di bagian sensitif kirana.dan sukses membuat Kirana menjerit merasakan kenikmatannya.
"Uhhh.. nghhh...",Kirana menjambak rambut Fahri menekannya dan membenamkannya semakin dalan di bagian sensitifnya.
TBC dears..
yuhuuu akhirnya butuh perjuangan untuk update bagian ini, berkali-kali direvisi dan akhirnya lolos review.
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘