Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#93


__ADS_3

hari sudah semakin malam,dan hujanpun tak kunjung reda.sudah hampir 2 Jam mereka berada di halte, kendaraan pun sudah mulai lenggang.


"Vita.. apartemenku ada di seberang sana,kalau kamu mau kita bisa lari kesana",ucap Riko


"ta.. tapi mas..".


"ini sudah sangat larut,dan hujan juga belum juga berhenti,terserah kamu kalau mau disini sampai besok pagi.."


Vita terlihat berfikir,melihat Vita yang masih diam tanpa kata,Riko akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemennya.


"heii . kamu mau ikut nggak,bisa mati kedinginan aku disini", Riko berdiri hendak menyeberang ke arah apartemennya.


Tiba-tiba Vita menarik tangan Riko.


"tunggu mas... a..aku ikutt.. aku takut disini sendirian",ucap Vita


Riko merangkul pundak Vita,mereka menyeberang jalan menuju apartemen Riko,sesampai disana Riko masuk ke lift memencet lantai 8.Terlihat badan mereka basah kuyup.


tring..


mereka sudah sampai di lantai 8,Riko membawa Vita ke dalam apartemennya.setelah menutup pintu terlihat vita masih mematung disana, sementara Riko segera melepaskan baju yang dipakainya.


"auhh.."Vita berteriak melihat Riko bertel@nj@ng dada.


"eh sorry maaf Vita..",Riko yang tersadar segera berlari ke kamar.


Ia segera membersihkan diri,mengganti pakaiannya dan segera menghampiri Vita dengan membawa handuk untuk Vita mengeringkan badannya.


"ini keringkan badanmu..",Riko menyerahkan handuk kepada Vita.


"bajumu basah kuyup..",ucap Riko.


Vita hanya tersenyum sedikit,ia merasa tidak nyaman dengan bajunya yang basah.


"ohh.. bentar..",Riko berlalu ke kamar.


"ini pakai..",Riko menyerahkan kemejanya ke Vita.


"a..apa ini??",tanya Vita.


"aku nggak punya baju cewek.. kamu pakai kemejaku saja,lagian bajumu basah kan nanti kamu masuk angin",jawab Riko.


"kamu bisa ganti baju di kamarku.. oh yaa.. setelah itu kamu bisa cuci bajumu disana,sekalian kamu keringkan,biar besok bisa dipakai",lanjut Riko dan Vita hanya mengangguk.


Vita memakai kemeja milik Riko yang kebesaran di tubuhnya.

__ADS_1


"huft.. ini mah udah kayak orang-orangan sawah",Vita berlenggak-lenggok di depan cermin.


"haduhh.. mana baju dalamku basah semua lagi,masak iya aku cuma pakai ini doang",Vita menutup wajahnya.


"huhh.. bodo amat ahh.. ", gumamnya.


ia segera mencuci bajunya yang basah dan mengeringkannya di mesin cuci,kemudian ia menggantung bajunya berharap besok sudah bisa dipakai.


"selesai...", ucapnya senang.


"nah.. terus gimana dong sama aku,masak iya gini doang aku malu ihhh",Vita masih berkutat di kamar Riko.


Tiba-tiba Riko membuka pintu kamarnya.


"Vita.. kamu lama banget sihh",ucap Riko


"ihh.. mas Riko sana jangan dekat-dekat"ucap Vita yang melihat Riko masuk ke kamar.


"Diam.. diam disitu",Vita mencoba menghentikan langkah Riko


"kamu apaan sihh nggak jelas",Riko malah mendekati Vita.


"Mas Riko aku bilang stop... diam disitu!!",ucap Vita penuh penegasan.


Vita lari ke tempat tidur Riko dan mengambil selimut untuk menutupi dirinya.Riko keheranan melihat tingkah Vita


"mas Riko tuh yang aneh..",sungut Vita.


"lha kamu ngapain,,bada dililit selimut kayak gitu,udah kayak lontong aja,haha",Riko terkekeh.


"hihh.. mas Riko!!",Vita mengeram,ia tak sadar sudah membuang selimutnya dan berjalan ke arah Riko.


Riko terperangah melihat puncak gunung Semeru yang terpampang jelas didepan matanya,ia menelan salivanya kasar.Vita berjalan sudah semakin dekat,ia naik kepangkuan Riko dan menjambak-jambak rambut Riko.


"dasar rese.. kanebo kering.. sembarangan enak aja aku dibilang mirip lontong",Vita masih menjambak Jambak rambut Riko dengan gemas.


tak sengaja mata Riko menatap kedua gundukan itu bergoyang lepas mengikuti pergerakan vita ke kanan dan ke ke kiri, sementara akibat pergerakan vita diatas pangkuan Riko membuat yang berada dibawah ikut menegang.


"sialan.. kenapa junior gue ikut menegang",batin Riko.


Vita masih menjambak-jambak rambut Riko, sesekali ia mencubit gemas kedua pipi Riko ia tak terima dia mirip lontong.


"Vita tunggu...",Riko menghentikan aksi Vita.


Namun Vita sudah terlalu kesal,ia tak menghiraukan Riko,ia masih melanjutkan aksinya.

__ADS_1


"Vita stop..",Riko yang sudah tidak kuat takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Ia memegang tangan Vita yang sedari tadi menjambaknya.mata mereka beradu pandang, sepersekian detik Vita mulai menyadari kalau saat ini dia sedang berada dipangkuan Riko,dan juga ia hanya menggunakan kemeja Riko yang kebesaran dan tak memakai apapun lagi.


"hah.. mas Riko kau melihatnya",Vita segera menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


Riko hanya diam tak menjawab,Vita kemudian melihat posisinya yang masih duduk dipangkuan Riko dan merasakan sesuatu yang mengeras disana,ia segera ingin melompat dari pangkuan Riko,tapi tangan Riko mencegahnya.


"mas.. Riko... lepas...",Vita menggerakkan tangannya yang masih dicekal oleh Riko


Riko semakin menggila ketika mendengar suara Vita yang merengek meminta dilepaskan tangannya.


"Mass...".


cup..


Riko membungkam bibir Vita dengan bibirnya.Vita membelalakkan matanya sekita ketika mendapat serangan dadakan dari riko,ia meronta seakan ingi menolaknya,tapi tak dihiraukan oleh riko.


Riko m3ngEcupnya dengan lembut,perlahan dan sangat hati-hati,ia kemudian menggigit kecil bibir Vita,sehingga Vita membuka bibirnya sedikit yang tidak disia-siakan oleh Riko.Riko menelusuri rongga mulut Vita.


Vita yang awalnya melakukan penolakan tak kuasa menerima perlakuan lembut dari Riko. entah dari kapan Vita sudah mulai membalas ciuman riko.keduanya saling membelitkan lidah dan bertukar Saliva.


Riko membopong tubuh Vita dengan posisi yang masih sama ke atas tempat tidurnya.Ia merebahkan tubuh Vita tanpa melepaskan p@gut@n mereka.tangan Riko melepaskan kancing baju Vita.


Kring...kring..


suara ponsel Riko berdering,Riko yang tersadar apa yang sudah dilakukannya segera melepaskan ciumannya,ia memandang wajah Vita sejenak kemudian menghapus sisa salivanya dibibir Vita.Riko mengambil selimut dan menutupi tubuh Vita.


"tidurlah..",ucap Riko sebelum ia berlalu keluar,ia mengambil ponselnya yang sedari tadi berdering.


Vita menghela nafas panjang ketika Riko sudah keluar dari kamarnya,ia merutuki kebodohannya.


"apa yang aku lakukan tadi.. ohh.. jangan sampai mas Riko memanggilku wanita penggoda?"gumam Vita.


"ahh...",Vita menutup wajahnya dengan selimut ketika mengingat apa yang dilakukannya tadi dengan Riko.


"bahkan dia sudah mengambil ciuman pertamaku, huhu...",Vita bermonolog lagi.


"apa yang harus aku katakan besok,ahh.. rasanya malu sekali.. ingin rasanya terjun dari lantai 8 ini,tuhan",cicit Vita.


ketika terdengar suara pintu dibuka,Vita langsung memejamkan matanya,ia berpura-pura tidur.Riko yang masuk ke kamar melihat sekilas ke arah Vita sebelum ia merebahkan dirinya di sofa yang berada di kamarnya.


"dasar wanita penggoda..",lirih Riko sebelum ia memejamkan matanya juga.


TBC dears..

__ADS_1


padahal ini harusnya siang sudah up,tapi entah kenapa belum lolos review dan harus direvisi lagi.


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2