
Fahri,Kirana dan Riko memutuskan untuk pulang setelah mengunjungi Claudia.Mereka mampir ke sebuah restauran untuk mengisi perut mereka.Setelah makanan yang mereka pesan sudah terhidang di meja, mereka segera menyantapnya.Mereka menyantap makanannya sambil melakukan obrolan ringan.
"Ihh.. enak banget nihh makanannya,lain waktu kita mesti kesini lagi nihh..",ucap riko sambil mengunyah makanannya.
"Iyaa mas Riko benerr.. tau nggak.. ini tuh makanan kesukaan Vita,Vita suka banget sama masakan Jepang, kapan-kapan aku mau ngajak Vita kesini ahh...",sahut Kirana.
"uhuk-uhuk..",Riko tersedak mendengar Kirana menyebut nama Vita.
"hati-hati ko.. pelan-pelan makannya ,kayak anak kecil saja..",cibir Fahri.
"heheh.. iya boss",jawab Riko sambil nyengir kuda.
"Vita.. sedang apa bocah itu,apa dia sudah pulang dari apartemenku??",mendadak Riko sangat ingin bertemu dengan Vita.
"Bos,habis ini kita mau kemana?? langsung pulang kan??",tanya Riko.
"Hmm.. emangnya kau mau kemana lagi??",tanya Fahri kembali.
"Nggak kemana-mana boss.. aku pengen pulang saja,he..",jawb Riko.
"sumpah demi apa ini.. kenapa mendadak gue pengen banget ketemu sama bocah bar-bar itu,gue pengen buru-buru pulang..semoga dia masih ada di apartemen gue",batin Riko.
"Mas Riko,mas Fahri sebentar yaa.. Kirana pengen ke toilet sebentar",ucap Kirana.
"jangan lama-lama sayang...",ucap Fahri dan diangguki oleh Kirana dan berlalu meninggalkannya.
Setelah keluar dari toilet Kirana bergegas ke tempat Fahri dan Riko duduk,karena ia tak mau membuat mereka menunggunya terlalu lama.
bruukkk!!
Karena ia buru-buru sehingga ia tak melihat sekitarnya.Kirana menabrak seseorang yang ada didepannya.
"auhhh..",kirana kaget karena minuman yang dibawa oleh orang tersebut mengenai bajunya.
"upshh.. sorry..sorry.. aku nggak sengaja",ucap orang itu yang menyadari ia telah menumpahkan minuman ke baju Kirana dan melihat baju Kirana basah.
"nggak apa-apa.. aku yang salah..",ucap Kirana yang masih sibuk dengan bajunya yang basah.
"Kirana...",ucap seseorang tersebut setelah melihat wajah Kirana.
Kirana mendongakkan wajahnya melihat seseorang yang memanggilnya tersebut.
"Kakk.. Kevin...",ucap Kirana.
"kamu benar Kirana kann??",ucap Kevin.
__ADS_1
"iya kakk..kak Kevin kapan ke Indonesia,katanya kak Kevin kuliah di ausy?", tanya Kirana.
"aku sedang liburan Kirana.. makanya aku pulang ke Indonesia..kamu apa kabar??ohh yaa nggak nyangka yaa kita ketemu disini",
"iya kakk.. aku baik",Kirana tersenyum.
(Nostalgia dikit ya dears..Kevin adalah kakak kelas Kirana yang waktu itu pernah suka sama Kirana dan yang pernah ngundang Kirana dan Vita ke pesta perpisahan dan memberikan mereka minuman keras hingga membuat mereka mabuk).
Netra Fahri menangkap Kirana sedang berbicara dengan seorang laki-laki.Ia melihat Kirana tampak asyik mengobrol dan tertawa dengan laki-laki tersebut.
"Siapa laki-laki itu??",batin Fahri
Riko juga melihat Kirana yang terlihat sangat akrab dengan laki-laki tersebut,ia melirik sekilas ke arah Fahri.
"busyeett.. Rasa-rasanya bom atom mau meledak nihh",ledek Riko
"kau meledekku,hah..",sungut Fahri.
"Heheh.. mana berani aku ngledek si bos.. emang si boss cemburu yaa",goda Riko.
"hah..Ngapain aku cemburu",fari terkekeh tapi setelah itu ia terdiam.
"sudahlah boss.. kalau cemburu mah bilang aja kalii...",Goda Riko.
" Kamu ini udah kayakk ABG aja.. lagian masak iya aku cemburu sama bocah",Fahri melihat ke arah Kevin yang memang usianya hanya berbeda 1 tahun dengan Kirana.
"ehemm..",Fahri berdehem.
Dan seketika keadaan yang semula mencair berubah menjadi begitu canggung untuk kirana.
"Ayo kita pulang..",ucap Fahri datar .
"Dia siapa Kii..",tanya Kevin
"emm... itu..".
"Dia om kamu??",tanya Kevin lagi.
Terlihat Fahri menggerakkan giginya dan mengepalkan tangannya,Ia menghela nafas kasar.
"Iyaa.. aku om nyaa!!",jawab Fahri lantang setelah itu pergi meninggalkan mereka disana.
"waduh bahaya.. boss.. tunggu",Riko berlari mengejar Fahri
"Lhoo... kok.. emm.. kakk Kevin aku pulang dulu yaa",Kirana pun ikut berlari mengejar Fahri
__ADS_1
"Kirana kapan-kapan kita jalan bareng yaa",teriak Kevin tapi hanya disenyumi oleh Kirana.
Fahri dan riko sudah berada di dalam mobil, terlihat Kirana nafasnya ngos-ngosan,ia membuka pintu mobilnya.Ia mengatur nafasnya supaya lebih teratur.
"Ayo jalan..",ucap Fahri.
"Siap boss..",jawab Riko.
Hening.. itulah yang nampak saat ini,tidak ada yang bersuara saat itu.Fahri semakin emosi ketika melihat baju Kirana yang basah tepat di bagian dadanya.
"Apa yang dia lakukan",Fahri mengeram dalam batinnya.
Riko yang sedari tadi sudah bisa menebak apa yang difikirkan Fahri,ia melihat sekilas ke arah Kirana melalui kaca spion depan.Ia segera menetralkan suasana.
"Kii.. Minggu depan kamu sudah ujian ya??",tanya Riko .
"Iya mas.. duh,aku jadi deg-degan takut nggak bisa",jawab Kirana
"nyantai aja Kii.. masak belum apa-apa kok sudah takut,itu kan sama saja kalah sebelum perang.. iya nggak boss",
tapi Fahri diam saja,ia sama sekali tidak tertarik untuk menjawabnya,Sedari tadipun ia juga mengabaikan Kirana.Tak dipungkiri ia memang cemburu hanya saha ia gengsi mengakuinya.
"Mas.. fahrii... kenapa dari tadi diam saja?",tanya Kirana.
Tapi Fahri tidak berniat menjawab pertanyaan Kirana, tatapannya lurus ke depan.
"kok mas Fahri dari tadi diam saja, kenapa",tangan Kirana akan menyentuh lengan Fahri tapi ditepis oleh Fahri.
"Emm..Kii.. sepertinya si boss sedang tidak enak badan,iyaa.. tidak enak badan..",ucap Riko asal karena melihat kekecewaan Kirana mendapat penolakan dari Fahri
"Lho.. kok aku nggak tahu mas Fahri nggak enak badan.. kita ke rumah sakit yuukk",ucap Kirana panik sendiri,ia memegang wajah Fahri memeeiksa suhu tubuh Fahri.
"Akuu tidak apa-apa.. hentikan!!",Fahri memegang tangan Kirana dan menatapnya tajam.
"Mas Fahri..",kirana sedih Fahri membentaknya seperti itu.
"Kirana.. mungkin si bos banyak fikiran,ia tak bermaksud bicara kasar kepadamu",ucap Riko menghiburnya.
"Sudah hentikan ocehanmu Riko!!Kau fokus saja menyetir!!",bentak Fahri
Riko segera menutup rapat mulutnya,ia tidak mau jadi sasaran kemarahan bos nya,Riko tahu saat ini Fahri benar-benar sedang marah, sementara Kirana,ia masih tidak mengerti kenapa Fahri tiba-tiba bersikap seperti itu,padahal tadi dia masih biasa saja.
Kirana menundukkan kepalanya,air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya tapi sebisa mungkin ia tahan.Mungkin setelah tiba di rumah nanti ia akan menanyakan kepada Fahri kenapa dia bersikap seperti itu.
TBC dears..
__ADS_1
nyicil satu bab dulu,siangan dikit aku up lagi yaa..
happy reading dears 🤗😘