Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#120


__ADS_3

Fahri menghentikan langkahnya ketika melihat Kirana yang sedang memangku Arka dan Laras yang duduk disebelahnya sedang tertawa.


"Ehemm...",Fahri berdehem dan menghampiri Kirana dan Laras yang masih saja tertawa.


"Lho,mas Fahri sudah pulang..",ucap Kirana yang melihat suaminya sudah berdiri di sampingnya.


"hai Fahri...",sapa Laras dan dibalas dengan senyuman oleh Fahri


"Lagi ngobrolin apa sih kayaknya asyikk banget.. sampai ketawa-ketawa gitu",tanya Fahri mulai penasaran.


"lagi ngobrolin duren sawit,eh..",jawab Laras keceplosan.


"kakak ihh... husstt!!",Kirana menepuk pelan paha Laras dan memberikan kode lewat mata.


"duren sawit??apaan sihh...",tanya Fahri tak mengerti.


"Ya sudahlah yaa.. ini urusan wanita,mas Fahri bersih-bersih dulu gihh,aku sudah siapin baju semuanya di atas tempat tidur.. setelah mandi kita makan bareng sama kak Laras",ucap Kirana.


"Ya sudah aku ke atas dulu yaa.. haii ganteng...om Fahri ke atas dulu yaa",sebelum melangkahkan kakinya Fahri mencubit gemas pipi Arka.


"Ehh.. Fahri jadi humble kayak gitu ya dekk.. tidak dingin lagi kayak dulu",ucap Laras mulai kepo.


"iyaa.. sama orang-orang tertentu aja sihh kalau sama yang nggak dikenal sama aja,masih kayak kulkas,hihihi",jawab Kirana sembari melirihkan suaranya takut terdengar suaminya.


beberapa menit kemudian Fahri kembali mengahampiri mereka dengan wajah yang lebih fresh karena selesai mandi.Ia duduk di samping istrinya sembari bercengkrama dengan arka.


Kirana lalu mengajak suaminya dan Laras untuk makan malam bersama.Nampak mbok Darmi sedang mengambil alih Arka dari gendongan Laras dan mengajaknya bermain sehingga Laras,Kirana dan Fahri bisa leluasa menikmati makan malamnya.


Setelah acara makan malam mereka selesai,Laras mengungkapkan tujuannya kepada Fahri,ia ingin menitipkan Arka untuk tiga hari ke depan karena ia harus meninjau lokasi untuk cabang kedua restoran nya di luar kota.Fahri tidak keberatan jika Arka harus tinggal bersamanya dan Kirana malah ia terlihat sangat bahagia,karena rumah mereka akan terasa lebih ramai.


"Tidak masalah.. aku malah senang kalau Arka tinggal bersama kami,iya kan sayang..",ucap Fahri kepada Kirana dengan senyum manisnya.


"Iyaa kakk.. kakak nggak usah khawatir",sahut Kirana meyakinkan kakaknya


"Sebenarnya aku nggak tega sih ninggalin Arka karena ini pertama kalinya kami akan berjauhan dan juga aku takut Arka membuat kalian repot..",


"haishh.. Kakak jangan berfikiran seperti itu.. udah pokoknya kakak tenang aja,Arka aman bersama kami..",jawab Kirana.


Beberapa saat kemudian terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah.Mbok Darmi segera membukakan pintu dan ternyata Doni yang menyusul Laras ke rumah Fahri.


"Hai bro...",sapa Fahri,ia menyalami Doni.


"Gimana-gimana dengar-dengar kalian mau buka cabang baru di luar kota yaa..",ucap Fahri antusias.

__ADS_1


"Iya bro.. besok kami akan meninjau lokasinya terlebih dahulu, pastinya Laras sudah cerita kan ke kalian",jawab Doni dan diangguki oleh Fahri.


"Wahh.. aku doain semoga usaha kalian semakin sukses ya dan bisa buka cabang lebih banyak lagi di seluruh kota di Indonesia,aamiin",ucap Fahri dan diaamiini juga oleh mereka.


"Ehh.. sayang kok Doni dianggurin sih,nggak dikasih minum atau apa gitu".


"oh iya Kirana lupa...",


"nggak usah Ki.. lagian mas Doni kesini mau jemput kak Laras,oh ya.. Mas Doni sama kak Laras titip Arka yaa selama kita pergi..",ucap Doni.


"Sayang.. papa sama Mama pulang dulu yaa... kamu jangan nakal-nakal ya ikut aunty...",ucap Doni.


"iya pa..pa..",cicit Arka,bocah berusia kurang lebih 3 tahun itu berbicara dengan lidahnya yang cadel.


"anak pintar",Doni mengelus rambut Arka dan mencium pipi chubby nya.


"Sayang mama.. yang pintar ya.. ingat kata mama,nggak boleh.."


"nakal..",sahut Arka.


"ihh.. pinter banget sih.. jangan bikin aunty kerepotan yan sayang.. mama janji mama nggak akan lama kok".


"janji...",Arka mengacungkan kelingkingnya ke depan wajah Laras.


Setelah berpamitan Laras dan Doni meninggalkan rumah Kirana.Arka,Kirana dan Fahri masih setia menunggu di depan rumahnya sambil melambaikan tangannya hingga mobil Doni tak terlihat lagi.


"Arka sayang.. karena sudah malam bagaimana kalau kita bobo,tapi sebelum bobo.. Arka minum susu dulu ya.. nanti setelah itu aunty bacain dongeng buat Arka",ucap Kirana dan diangguki oleh Arka.


"Oke.. Arka ke kamar digendong om Fahri yaa.. biar aunty bikin susu dulu buat Arka..",timpal Fahri.


"ehemm..",Arka menganngguk dan mengarahkam kedua tangannya ke arah Fahri,meminta untuk digendong.


"oke.. kita ke kamar dulu ya aunty.. jangan lupa bikin susu yang enak buat Arka..",ucap Fahri sembari menggendong Arka berjalan menuju kamarnya


Kirana tersenyum melihat pemandangan itu, kira-kira seperti ini lah bayangannya ketika mereka mempunyai anak kelak,terasa sangat hangat dan harmonis.


Setelah selesai membuatkan susu untuk Arka,Kirana menyusul Fahri dan Arka ke kamar dengan membawa segelas susu untuk Arka.


"Hallo lagi pada ngapain...",tanya Kirana yang melihat Fahri dan Arka sedang memilih beberapa buku cerita dongeng yang sudah dipersiapkan Laras dari rumah.


"wah... Arka lihat aunty bawa apa tuhh",Fahri menunjuk susu yang dibawa Kirana.


"cu..cu..",jawab Arka.

__ADS_1


"ihh pinter.. Arka minum susunya dulu yaa...",Kirana memberikan segelas susu yang dibawanya kepada Arka.


Arka meminum susu itu perlahan-lahan hingga tersisa setengah bagian gelasnya.


"om.. ayii.. mauu...",Arka menyodorkan susunya ke arah Fahri.


"ehh.. jangan.. ini buat Arka aja,habisin yaa... om Fahri sudah punya susu sendiri bahkan lebih enak daripada punya Arka..",ucap Fahri sembari mengidapkan satu matanya ke arah Kirana.


"ihh.. mas fahrii..",Kirana memukul pelan lengan Fahri,ia terlihat salah tingkah ketika Fahri menggodanya.


"Aku kan juga mau nyusu...",bisik Fahri tepat disamping telinga Kirana.


"mas...",wajah Kirana sudah merah merona karena malu.


Ketika Arka sedang asyik meminum susunya,Fahri menyentuh bendal kenyal favoritnya itu dan sedikit meremasnya,membuat kirana sedikit tersentak.


"Mas Fahri..",pekik Kirana dengan suara tertahan.


"Sayang.. pokok nya nanti aku mau bagianku"ucap Fahri lirih.


"ihh.. nggak boleh.. ada Arka..",jawab Kirana dengan suara lirih.


"nanti kalau Arka sudah tidur sayang... yaaa...",bujuk Fahri.


"Tapi Arka masih belum tidur..",elak Kirana.


"Ya udah kamu tidurin dong.. kalau nggak mau malah kamu yang aku tidurin,hmmm..",Fahri menaik turunkan alisnya menggoda Kirana.


"ihh mas...".


"aunty cama om ayii kenapa ngomongnya bicik-bicik",cicit Arka dan seketika membuat Fahri dan Kirana terkejut dan melongoh memandang ke arah Arka.


TBC dears..


hallo readers.. author ucapkan selamat tahun baru 2022 buat readers semuanya... semoga di tahun yang baru ini kedepannya jauh lebih baik, diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah,aamiin.


kira-kira kalian pada liburan tahun baru kemana nihh??


maaf yaa baru bisa up, author usahakan nanti double up dehh


terima kasih sudah selalu mendukung karya author.


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2