
Riko dan Vita tidak langsung pulang ke rumah selesai acara pernikahan mereka.Mereka menginap di hotel tempat resepsi pernikahan mereka di gelar.Saat ini Vita tengah membersihkan riasan wajahnya tadi,sementara Riko ia sedang membersihkan dirinya di kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Riko keluar dengan bert3L@nj@ng dada,ia hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggulnya.Rambutnya yang basah menambah kesan s3xs1 pada dirinya.
"Ahhh ..",Vita menutup wajahnya,terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapannya itu.
"Heii.. kenapa berteriak",tanya Fahri dan mendekat ke arah Vita.
"Stop.. jangan mendekat,mas Riko jangan macam-macam ya..",ucap Vita panik.
Tapi Riko tak menghiraukan ucapan Vita,Ia malah semakin mendekatinya hingga tidak ada jarak antara keduanya.
"Kenapa kau menutup wajahmu.. kau lupa kita sudah menikah,sekarang kita sudah sah menjadi sepasang suami istri,dan kau harus terbiasa dengan pemandangan seperti ini.. karena ini semua akan kamu lihat setiap harinya..",Riko menyingkirkan tangan Vita yang ada diwajahnya.
Sekarang keduanya sudah berhadapan,saling memandang dan terlihat wajah Vita yang sangat gugup.
"A..aku..mau mandi dulu...",ucap Vita gugup dan bergegas berlari ke kamar mandi.
Riko tertawa melihat tingkah gadis bar-bar yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu.tiga puluh menit sudah Vita berada di kamar mandi tapi ia tak kunjung kembali.
"Sayang... kamu lama sekali di kamar mandinya.. kamu baik-baik saja kan?"tanya Riko dari balik pintu kamar mandi.
"a..aku.. nggak apa-apa mas.. cuma tadi.. aku lupa nggak bawa baju ganti",jawab Vita.
"disitu ada bathrobe sayang.. kamu bisa pakai itu kan..",ucap Riko.
"hah.. iya.. tapi..."
"sudah pakai saja atau kamu mau aku ambilkan baju gantimu..",ucap Riko.
"Ng..nggakk.. nggak usah mas..",jawab Vita cepat.
beberapa menit kemudian Vita keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bathrobe yang sudah disediakan oleh hotel.Ia nampak tidak nyaman sekali.Riko nampak sumringah melihat istrinya yang baru muncul dengan wajah yang lebih fresh karena habis mandi.Ia pun bergegas menghampiri istrinya tersebut.
"mas.. a..aku ganti baju dulu..",ucap Vita gugup.
__ADS_1
"nggak usah sayang..kamu tahu aku sudah menunggu mu lama sekali,hmm...", Riko membenamkan wajah nya diceruk leher belakang Vita.
"mm.. mas...",Vita semakin gugup karena tangan Riko mulai melingkar di perutnya sementara yang satu lagi sudah *******-***** gundukan kenyal yang berukuran besar itu.
"Sayang.. boleh??",bisik Riko,sembari tangannya menelusup masuk ke dalam rawa-rawa lubang buaya yang ada dibagian bawah Vita.
Vita memejamkan matanya, tubuhnya menegang merasakan sentuhan-sentuhan lembut Riko.
"Sayang... aku mau kamu.. boleh",ucap Riko dengan suara paraunya.
Vita mengangguk ragu, sebenarnya ia gugup tapi nalurinya juga menginginkan lebih, ia sangat penasaran.Setelaj mendapat lampu hijau Riko segera menggendong tubuh Vita ke tempat tidur,ia merebahkan tubuh istrinya itu dengan hati-hati.
Riko menarik tali bathrobe yang digunakan Vita,sehingga memperlihatkan tubuh Vita yang sint@l itu.kedua gundukan itu yang membuat Riko selalu penasaran karena ukurannya yang besar sekarang terpampang nyata di depannya.Seolah terhipnotis dengan benda kenyal itu Riko langsung melahap habis keduanya secara bergantian.Ia menyesap,memilinnya dan sesekali menggigitnya membuat Vita merasakan sensasi aneh yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Puas dengan benda kenyal berukuran besar itu, Riko menc1um bibir Vita dengan penuh gair@h,mereka saling *****@* dan menyesap satu sama lain.Vita yang sudah mulai mahir berc1uman itu pun tak mau kalah,ia membalas tak kalah agresif.Ya,c1uman mereka sangat panas,dan semakin menuntut,
Tak sadar tangan Vita saat ini sudah mulai meraba dada bidang suaminya itu,dan berhasil membuat Riko semakin terbakar bir@hinya.tangannya kembari bergerilya di tengah rawa-rawa,ia menyibak mencari dimana letak lubang buaya itu,setelah menemukannya,Riko melepas p@gutan mereka.
Riko menempatkan wajahnya tepat didepan liang kenikmatan tersebut.memandang
"Ahhh mass.... ahhhh..",Vita mend3s@h,ia menjambak rambut Riko untuk menyalurkan kenikmatan yang ia rasakan.
Riko semakin terbakar h@sratnya,ia semakin liar bermain di liang kenikmatan Vita.Lidahnya semakin lincah menari-nari di dalam sana,hingga membuat Vita menjerit berkali-kali,dan beruntung nya Riko memilih kamar hotel kedap suara, sehingga walaupun Vita berteriak tak akan ada yang mendengarnya.
Riko menyudahi permainan lidahnya di liang kenikmatan itu,kini jarinya yang mulai aktif mengoyak disana.
"ngg... mas.. hentikan.. aku pengen pipis...uhhh",Vita merasakan sesuatu akan keluar dari bawah sana.
Riko semakin mempercepat pergerakan jarinya, seolah tahu istrinya akan segera menuju puncak kenikmatan.
"Ahhh..masss... aku... ahhhhhhh",des@han dan l3nguhan yang panjang dari bibir Vita menandakan ia sudah mencapai puncaknya.
Riko memberikan jeda pada permainannya,ia membiarkan Vita yang masih menikmati sisa-sisa pelepasannya.
Vita memejamkan matanya,nafasnya masih memburu,dirinya seperti terbang ke awang-awang,belum pernah ia merasakan sensasi aneh seperti ini sebelumnya,rasanya sungguh nikmat,oh.. bukan,sangat nikmat hingga tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
__ADS_1
Sepersekian detik kemudian,ia teringat sesuatu,tunggu.. ia segera membuka matanya,menyadari ada sesuatu aneh yang keluar dari bawah sana tadi.
"Mas.. apa aku tadi mengompol?",tanya Vita sedikit malu dengan nafas yang sudah mulai teratur.
"Hah.. kau ini lucu sekali sayang.. mana ada kamu mengompol?",Riko tergelak mendengar ucapan Vita.
"Emm..Aku seperti merasakan ada yang keluar di bawah sana",ucap Vita polos.
"Apa kau merasa bahagia ketika cairan itu keluar dari bawah sana,hmm...",tanya Riko menggoda.
"I..iya.. aku seperti merasa seperti terbang ke awang-awang",jawab Vita sedikit malu.
"Apak kau merasa nikmat sayang,hmm...",tanya Riko.
Vita mengangguk malu,rona wajahnya bersemu merah.Riko tersenyum,ia memeluk Vita sembari mencium keningnya.
"Sayang.. ini baru permulaan.. aku akan membawamu ke taman surga yang sebenarnya,kamu pasti menyukainya..",bisik Riko tepat di telinga Vita.
Vita mendongakkan wajahnya melihat ke arah Riko,ia melihat senyum smirk dari bibir Riko.Vita bergidik ngeri,nampak jelas diwajahnya ia sedang merasa ketakutan.
"Tenang sayang.. aku akan melakukannya pelan..",bisik Riko sekali lagi.
"Apa kau siap.. apa aku boleh meminta hak ku malam ini juga?",tanya Riko hati-hati.
Nampak Vita tengah berfikir sebenarnya ia takut,tapi ketakutannya masih kalah dengan rasa penasarannya.
"Aku milikmu mas.. lakukanlah sesuka hatimu..",ucap Vita.
TBC dears..
holla readers... dibtempat author lagi hujan nihh.. dan WiFi seharian mati baru hidup lagi,maafkeun yaa baru bisa up lagi..
jangan lupa jempol dan komennya yaa.. minta hadiahnya boleh dong yaa.. vote juga boleh..
terima kasih atas dukungan readers semua.
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘