Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#125


__ADS_3

"Kak Laras kenapa pagi-pagi udah kesini,katanya tiga hari..",tanya Kirana yang pagi-pagi sudah bertamu ke rumahnya.


"iyaa, rencananya tiga hari tapi ternyata urusan disana sudah selesai jadi tadi malem kakak langsung pulang,subuh sampai rumah dan pagi-pagi kakak kesini,kakak sudah kangen banget sama Arka..Arka nggak nakal kan,dia nggak rewel kan?".


"Siapa sayang..",tanya Fahri yang baru datang dari belakang.


"ehh Laras.. kok nggak disuruh masuk sih.. masuk ras..",Fahri mempersilahkan Laras masuk.


"Maaf Fahri pagi-pagi sudah mengganggu kalian..",ucap Laras tak enak hati.


"ohh..nggak apa-apa.. kok sudah pulang, harusnya kan besok yaa",tanya Fahri.


"iyaa.. alhamdulilah urusan disana sudah selesai jadi kami langsung pulang",jawab Laras.


"Sayang kamu kenapa sihh diem aja.."tanya Fahri.


"kak Laras ihh.. padahal aku kan masih mau main sama Arka malah dijemput arkanya..",ucap Kirana kesal.


"ih kirain kenapa.. kakak juga kangen sama Arka dek.. takut ngrepotin kalian kalau Arka disini",ucap Laras.


"Sama sekali nggak ngrepotin kok.. ya sudah, besok-besok kita kan bisa main ke tempat Arka",ucap Fahri menenangkan Kirana.


"mama....",panggil Arka yang baru saja datang bersama Vita dan Riko.


"haii anak mama.. kok bareng sama aunty Vita sama om Riko,kalian darimana?",tanya Laras yang langsung menggendong Arka


"aka abis jalan pagi cama om iko cama aunty ita",cicit Arka


"ohh habis olahraga ya anak mama...selama mama nggak ada Arka nakal nggak?",tanya Laras.


"aka Ndak nakal..aka kemalin diajak jalan-jalan cama aunty cama om ayii,om ikoo cama aunty iya uga"


"Oh ya.. jalan-jalan kemana?pasti seru..".


"selu banget..buanyakk binatangnya,ada japah,onyet,banyak banget,sampe segin nih..",Arka memperlihatkan semua jarinya.


"ohh..banyak ya..",Laras dan yang lainnya tergelak tawa dengan tingkah lucu Arka.


"ohh.. ya kita pulang yukk Arka,papa sudah nunggu di rumah..",ajak Laras.


"Mas Doni nggak ikut kesini kak..",tanya Vita.


"Tadi pas aku kesini mas Doni masih tidur,mungkin kecapean soalnya kita nyampai rumah pas banget adzan Subuh..".jawab Laras


"ya sudah dekk,kakak pulang dulu yaa.. makasih lho sudah mau direpotkan,sudah mau dititipin Arka",ucap Laras.

__ADS_1


"onty aka Puyang duyu.. onty becok main tempat aka ya",Arka berpamitan kepada Kirana dan mencium pipi Kirana.


"iya sayang.. besok-besok aunty main kesana sama om Fahri",jawab Kirana.


Terlihat gurat kekecewaan diwajah Kirana, sebenarnya ia masih belum rela berpisah dengan arka,mau gimana lagi Laras kan ibunya,ia berhak membawa Arka pulang.


"sudahlah sayang.. nanti kita main ke tempat Laras yaa",Fahri memeluk Kirana,mencoba menenangkan istrinya.


"oh yaa boss.. kita sekalian mau pamit pulang juga yaa..",ucap Riko.


"Lho nggak nunggu sarapan dulu..",tanya Kirana.


"nggak usah Kii.. ini Vita minta mampir ke tempat ayah sama ibu",ucap Riko.


"iya Kii .semenjak menikah aku belum sempat berkunjung ke rumah lagi..",timpal Vita.


"Ohh..ya sudah, hati-hati dijalan ya kalian..",ucap Kirana


Akhirnya Riko dan Vita berpamitan dan meninggalkan rumah Fahri dan Kirana


"kan.. sepi lagi dehh",ucap kirana sedih.


"kita jalan-jalan ya biar kamu nggak bosen..",ajak Fahri


"ya sudah kamu mau ngapain hari ini.. kita nyari kesibukan apa,biar nggak jenuh..",bujuk Fahri.


Kirana merebahkan dirinya,ia tidur membelakangi Fahri.


"aku mau kita mengapdosi anak mas..",ucap Kirana tiba-tiba membuat Fahri terkejut.


"sayang..kenapa harus mengadopsi anak.kita bisa membuatnya sendiri,anak kita,darah daging kita..",seru Fahri.


"Tapi sampai sekarang aku belum bisa ngasih kamu anak mas..",ucap Kirana sembari menangis tersedu-sedu.


"apa mungkin aku yaa..yang bermasalah..",lanjut Kirana.


"Sayang..kenapa jadi seperti ini sih..aku bahkan nggak pernah mempermasalahkan soal anak,kalaupun nanti kita hanya hidup berdua tanpa kehadiran anak aku rela asal itu sama kamu..",ucap Fahri mencoba menenangkan.


Kirana masih saja terus menangis,entah kenapa ia terbawa perasaan sampai segitunya.Fahri akhirnya keluar dari kamarnya,ia tak mau Kirana makin terbawa emosi, setidaknya ia memberi ruang untuk Kirana agar istrinya itu bisa lebih tenang.


"Mbok.. aku pergi dulu yaa..",pamit Fahri kepada mbok Darmi.


"Lho..tuan nggak sarapan dulu..",tanya mbok Darmi.


"Nggak usah mbok.. oh ya,tolong bawakan sarapan untuk istri saya ya mbok..",ucap Fahri lagi.

__ADS_1


"baik tuan..",jawab mbok Darmi.


Mbok Darmi sedikit heran melihat wajah majikannya terlihat sangat sedih.


"Tuan Fahri kenapa yaa.. apa sedang berantem sama non Kirana..tapi perasaan mereka nggak pernah berantem,bahkan tadi pagi masih peluk-pelukan..",gumam mbok Darmi.


"semoga saja nggak terjadi apa-apa sama non Kirana sama tuan..mungkin hanya perasaanku saja..",ucap mbok Darmi.


Mbok Darmi segera menyiapkan sarapan untuk Kirana,dan ia mengantarkannya ke kamarnya.


tok..tok..tok..


Kirana segera mengusap air matanya ketika mendengar pintu diketuk dari luar.Ia menutup tubuhnya dan wajahnya dengan selimut.


"Non,ini tadi tuan menyuruh simbok buat Anter sarapan non Kirana..",ucap mbok darmi.


"taruh diatas meja saja mbok..nanti Kirana makan..",sahut Kirana dengan suara serak karena habis menangis.


"Simbkk taruh diatas meja ya non..",ucap mbok Darmi.


"Non..non Kirana baik-baik saja kan??",tanya mbok Darmi khawatir.


"Kirana nggak apa-apa mbok..hanya saja sedikit kurang enak badan mbok..",jawab Kirana berbohong.


"Simbok panggilkan dokter ya non..",ucap mbok Darmi


"nggak usah mbok.. nanti buat tidur sebentar juga sembuh",tolak Kirana.


"ya sudah non Kirana sarapan dulu yaa.. habis itu istirahat lagi,simbok keluar dulu..",ucap mbok Darmi.


Setelah mbok Darmi keluar Kirana membuka selimut yang menutupi wajahnya,ia menatap sarapan yang dibawakan mbok Darmi tanpa minat.ia kembali memejamkan matanya mencoba menenangkan suasana hatinya yang sedang kacau.


Sementara Fahri sudah mengendarai mobilnya, sebenarnya ia tak tahu mau kemana,hanya saja ia butuh menjernihkan otaknya agar tidak terbawa emosi.Di jalan ia melihat toko bunga dan segera ia menepikan mobilnya.


Fahri membeli satu bucket bunga mawar putih,kemudian ia menaruhnya di kursi belakang.Ia mengemudikan mobilnya ke sebuah tempat yang bisa membuat hatinya jauh lebih tenang


Sesampainya di tempat tersebut,Fahri mengambil bucket bunga yang dibelinya tadi.Ia berjalan dengan tergesa-gesa sampai di depan pusara Sherly ia bersimpuh.


TBC dears..


haii readerss... author mau nanya nihh menurut kalian cerita ini baiknya lanjut atau ditamatin yaa.. takutnya kalau terlalu banyak bab nya kalian akan bosan,tapi semoga aja nggak yaa..


terima kasih yaa sudah mendukung author..jangan lupa jempol dan komentar kalian sangat berarti buat author,apalagi bunga dan vote nyaa.. author doain yang ngasih hadiah dan vote dimurahkan rezekinya,aamiin.


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2