
keesokan harinya,sesuai schedulle yang mereka buat,mereka akan ke pantai Parangtritis.Tapi mereka berangkat agak kesiangan karena menunggu Fahri dan Kirana yang masih molor tak kunjung bangun.
Jangan ditanya yaa mereka ngapain saja semalam.
Flashback on
Ditengah candle light dinner mereka,Fahri tiba-tiba bersimpuh didepan Kirana dengan membawa satu kotak berwarna merah.
"Kirana.. aku mungkin bukan lelaki romantis aku juga bukanlah seorang puitis.. Aku tidak pandai merangkai kata-kata.. tapi Kirana,aku punya banyak cinta untukmu,aku berharap kamu bisa menemaniku dalam suka maupun duka sampai nanti kita menua bersama..",ucap Fahri sembari bersimpuh didepan Kirana.
Kirana speechless..ia tidak bisa berkata-kata lagi,rasa haru bercampur bahagia yang saat ini ia rasakan.Setelahnya Fahri membuka kotak merah yang dibawahnya.Nampak sebuah kalung emas putih dan terdapat liontin berhiaskan berlian,Kalung yang sangat sederhana tapi memiliki kesan mewah.
"Woww.. ini untuk Kirana mas..",ucap Kirana takjub.
"iyaa sayang.. maaf aku tidak memberimu cincin,karena saat ini aku tidak sedang melamarmu,bagiku kau sudah menjadi istriku, belahan jiwaku.. jadi aku ingin memberikan sesuatu yang spesial untukmu.. apa kau menyukainya??".
"Kirana suka mas... ini cantik bangett...".
Fahri bangun dan memasangkan kalung itu ke leher Kirana,sungguh saat itu juga Kirana ingin waktu itu berhenti sebentar saja, bagaimana tidak Fahri yang terkesan dingin,sekarang berubah menjadi sosok yang romantis untuk Kirana.
"Cantikkk..",bisik Fahri ketika sudah selesai memasangkan kalung ke leher Kirana.
"terima kasih sayang..",ucap Kirana yang kini wajahnya tengah merah merona.
Mereka saling memandang satu sama lain,Fahri memeluk Kirana dan setelah itu ia mendaratkan bibirnya ke bibir mungil Kirana yang sudah membuat candu dirinya.Ciuman yang sangat lembut dan semakin dalam membuat Kirana tak sadar mengeluarkan ******* halus dari bibirnya.Fahri mengakhiri ciumannya sebelum ia semakin menuntut.Ia mengusap bibir kirana dengan ibu jarinya,menghapus sisa-sisa salivanya.
"Mau berdansa..",ajak Fahri
"aku..aku tidak bisa berdansa",elak Kirana.
Fahri mengulurkan tangannya,dan mau tidak mau Kirana menurutinya,Mereka mulai berdansa diiringi suara deru ombak membuat suasana malam itu semakin syahdu untuk kedua insan yang sedang dimabuk asmara.
Setelah mereka selesai dengan makan malam romantis mereka,Fahri membawa pulang Kirana ke villa,mereka melihat Riko dan Vita sudah tidur jadi mereka langsung naik ke atas,Fahri sengaja memilih kamar diatas untuknya dan Kirana,karena kamar itu kedap suara.
Malam itu keromantisan mereka masih berlanjut di villa.Fahri berkali-kali mennggempur pertahanan Kirana, menyerangnya dengan penuh kelembutan,tidak ada n@fsu dalam pergumulan mereka yang ada hanya cinta.
Entah berapa kali Kirana mencapai puncak kenikmatannya begitu pula dengan Fahri,entah sudah berapa kali ia menyemburkan benih-benihnya kedalam rahim Kirana.Seakan tidak ada lelahnya mereka mengulangnya lagi dan lagi,hingga pukul 2 dinihari mereka baru memejamkan matanya.
Flashback off.
"Maaf ya.. aku bangunnya kesiangan",ucap Kirana yang melihat Vita mengoles roti dengan selai strawberry.
"Nyantai aja lagi Kii.. ehh,semalam kalian kelihatannya romantis banget,ceritain dong", jiwa-jiwa emak rumpi Vita mulai kepo
"ya.. gitu dehhh..",Kirana tersenyum mengingat keromantisan Fahri semalam.
__ADS_1
"Ahh.. Kirana nggak asyik bangett ihh...",Vita pura-pura merajuk.
"hahh... ini pasti dikasih mas Fahri semalam iya kan",mata Vita membelalak melihat kalung Kirana dan tidak sengaja matanya melihat tanda merah di leher Kirana.
"Cihh... pantas saja kesiangan.. kalian habis lembur semalem",cibir Vita.
"hahaha.. ", bukannya menjawab Kirana malah tertawa.
"Terus.. kamu sama mas Riko gimana",tanya Kirana yang saat ini juga sedang mengoles roti dengan selai coklat.
"Gimana apanya..",tanya Vita sambil memakan rotinya.
"Kalian.. apa kalian sudah jadian?",tanya Kirana to the point.
uhuk-uhuk
Vita tersedak,Kirana segera memberikan minum untuk Vita.
"pelan-pelan dong Vita makannya",ucap Kirana.
"Terima kasih Kii ..",ucap Vita setelah meminum air pemberian Kirana.
"jadinya gimana??",Kirana melanjutkan pertanyaannya yang belum mendapat jawaban dari Vita
"Ihh Vita.. yang tadi..kalian sudah jadian?",tanya Kirana kesal.
"Kamu itu ada-ada saja.. aku sama mas Riko tuh nggak ada hubungan apa-apa,kita berteman ehh bukan berteman.. apa yaa namanya.. emm.. pokoknya aku sama mas Riko nggak ada hubungan apapun,titik",jelas Vita.
"Bukannya kalian sama-sama suka ya.. kenapa nggak jadian saja?".
"Kirana.. kamu tuh salah..."
"aku tau Vit.. aku ini sahabatmu jadi aku tau, walaupun kau tidak pernah menceritakan apapun kepadaku tapi aku tahu,kamu sangat mencintai mas Riko",tutur Kirana.
"Sayangnya aku saja yang mencintai..."
"Kata siapa??mas Riko juga mencintaimu Vita.. hanya saja kalian yang terlalu gengsi untuk mengakuinya".
"Entahlah Kirana.. saat ini aku hanya tidak ingin berharap lebih,takut kecewa.. aku jalani saja seperti ini biarkan seperti air mengalir",jawab Vita.
"Lagi ngobrolin apa sihh.. sepertinya asyik banget?",Fahri datang tiba-tiba dan mencium kening Kirana.
"ahh biasa.. masalah cewek.. ohh iyaa aku sudah bikinkan roti coklat untukmu,nihh akk...",Kirana menyuapkan roti coklat ke mulut Fahri
"Terus saja terus.. kalian nggak capek apa dari semalam sudah romantis-romantisan, mesra-mesraan..",cibir Vita.
__ADS_1
"sayang.. kenapa dengan sahabatmu satu ini, kenapa dia sentiment sekali..",tanya Fahri.
"udah biarin.. dia lagi berduka separuh hatinya digondol sama kucing garong",ucap Kirana asal sembari tertawa.
"whatt??",Fahri mengernyitkan dahinya tak mengerti yang dimaksud Kirana.
"Mas Fahri nggak usah dengerin Kirana.. Kirana tu suka ngarang",seru Vita.
"terserahlah.. kalian para cewek.. aku pusing.. cepatlah bersiap-siap kita akan ke Parangtritis hari ini,aku tunggu di mobil bareng Riko yaa...",Fahri berlalu meninggalkan Kirana dan Vita.
🍁🍁🍁
Sesampainya di parang tritis Kirana dan Vita dibuat takjub oleh keindahan alam yang disuguhkan di depan mereka.
"it's so beautiful..",ucap Kirana takjub.
"iya Kii.. benar-benar indah",timpal Vita.
Kirana dan Vita langsung berlari bermain dipinggiran ombak,mereka berdua berlarian,bermain air,sungguh mereka sangat menikmati momen tersebut.
Fahri dan riko melihat keduanya pun mengulas senyum.
"Mereka seperti anak-anak",cibir Riko.
"justru aku suka.. padahal dengan hal sederhana seperti itu saja mereka sangat bahagia",jawab Fahri.
Puas bermain air Vita dan Kirana mendekati Riko dan Fahri.
"Kamu mau naik itu.. atau itu..",Fahri menunjuk motor ATV dan Kuda.
"Naik kuda kayaknya lebih seru.. tapi sama mas Fahri yaa",ucap Kirana manja.
"baiklah sayang.. apa yang nggak buat kamu,kita berkeliling pantai dengan berkuda",ucap Fahri sembari menarik tangan Kirana agar berlari mengikutinya.
Tinggallah Vita dan Riko.
"kamu mau juga??",tanya Riko.
"Aku??",Vita menunjuk dirinya sendiri.
TBC..
nyicil dulu Yee,nanti siangan lagii...
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1