Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bagian#21


__ADS_3

"Kii.. mau pulang bareng gak?",tanya Vita


"Eh.. gak Vita soalnya aku dijemput",tolak Kirana.


"Ohh .. ya sudah aku duluan yaa".


"Okeee".


Sudah hampir 15 menit Kirana menunggu Fahri. Tapi tak kunjung terlihat batang hidungnya. Tapi Kirana tetap setia menunggu dan pucuk dicinta ulampun tiba,terlihat sebuah mobil mewah melaju dari arah kanan dan berhenti didepan kirana.


Kirana terlihat sangat antusias dan bergembira sekali karena orang yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. senyum merekah pun tak lepas dari bibir Kirana,tapi senyum itu mendadak luntur bersamaan dengan turunnya seseorang dari balik kemudi dan berubah menjadi ekspresi kekecewaan.


"Siang non Kirana,maaf saya terlambat jemput ya",ucap pak dirman.


"Gak apa-apa pak",jawab Kirana dengan senyum yang dipaksakan.


"Mari non,,silahkan",pak Dirman membukakan pintu mobilnya.


"Emm.. mas Fahri memang kemana pak?tadi katanya mau jemput Kirana",tanya Kirana .


"Ohh.. tuan mendadak ada urusan non,jadi bapak yang disuruh jemput non Kirana".


"Oh gituu...".


"Non,mau mampir ke suatu tempat barangkali?",tanya pak Dirman.


"Gak pak.. kita Langsung pulang saja".


"Baik non".


*****


Flashback on


Sementara di kantor Fahri, Fahri dan Riko baru saja kembali dari luar,mereka baru selesai meeting dengan klien.


Dretttt...dretttt..


ponsel Riko berbunyi,Riko melihat si pemanggil yang ada dilayar ponselnya dan melihat ke arah Fahri yang berjalan disampingnya.


"Bos duluan saja yaa... Aku mau angkat telepon dulu".ucap Riko.


"Hemmm",Fahri mengangguk dan berlalu ke arah ruangannya.


Sementara Riko berjalan kesuatu tempat dan mengangkat teleponnya.


"Yaaa,katakan.."


"...."


"Jadi kau sudah menemukannya?".


"..."


"Okeee,terus awasi mereka".


"..."


"Jangan lupa share lokasinya setelah ini keponselku".


Riko menutup teleponnya,dan tergesa-gesa berlari ke ruangan Fahri.


"Bosss...huh..huh..huhh",ucap Riko dengan nafas terengah-engah.


"Ada apa?Eh..kenapa kamu seperti habis dikejar hantu saja,hahhaha".Fahri merasa lucu melihat Riko yang terlihat seperti habis lari maraton.


"Bos..huh..ada berita penting,huh..huh",ucap Riko dengan nafas yang masih belum teratur.


"Berita penting?? Apa itu.. bicara yang jelas jangan seperti itu!".

__ADS_1


"Tunggu bosss,hausss...",Riko langsung menyambar segelas air putih di meja Fahri.


"Ehhh.. itu punya ku... Kau inii,tidak ada sopan-sopannya sama atasan,sudah masuk tidak ketuk pintu dulu sekarang minumku pun kau tenggak",geram Fahri.


"Hehehe.. maaf bos keburu haus",ucap Riko cengengesan.


"Haus sih haus tapi jangan minumku juga yang kau minum".


"Sudahlah bos jangan merajuk seperti anak kecil,nanti aku ambil kan minum lagi khusus buat bos, hehehe..",gurau Riko.


"Sudahlah.. berita penting apa yang mau kau katakan?"


"Alamakk sampai lupa",Riko menepuk jidatnya,"Bos orang suruhanku sudah menemukan keberadaan Claudia dan Sherly ",lanjut Riko.


"Benarkah?",tanya Fahri serius.


"Iya boss.. aku sudah mendapatkan lokasi tempat tinggal Claudia dan Sherly sekarang".


"Dimana??".


"Bos mau kesana,Orang suruhanku masih ku suruh mengawasi disekitar lokasi tempat tinggal Claudia".


"Kita kesana sekarang",ucap Fahri sambil beranjak dari kursi kerjanya.


"Siap boss"


Fahri dan Riko menaiki mobil dan menuju ke tempat tinggal Claudia dan Sherly sekarang,ditengah perjalanan Fahri teringat sesuatu,Kirana pasti sudah menunggunya,dia sendiri yang bilang akan mengantar jemput Kirana,ini sudah waktunya Kirana pulang sekolah.


"Oh my God..",gumam Fahri sembari menepuk jidatnya sendiri.


"Ada apa bos?",tanya Riko.


"Aku lupa,tadi aku janji mau menjemput Kirana,pasti kirana sudah menunggu".


"Tenang bos,aku sudah menelepon pak Dirman tadi,aku suruh pak Dirman untuk menjemput Kirana".


"Good job Riko",ucap Fahri lega.


Flashback off.


sesampainya di suatu tempat,Riko dan Fahri berhenti didepan sebuah rumah.


"kamu yakin ini rumah Claudia?",tanya fahri.


"menurut lokasi yang dikirimkan orang suruhanku sihh benar ini rumahnya bos,sebentar lagi orang suruhanku kemari bos,kita tunggu dulu".


Fahri melihat rumah itu,sangat jauh dari kata mewah bahkan jauh dari kata sederhana. Mustahil Claudia bisa hidup ditempat seperti ini mengingat Claudia yang tidak pernah hidup susah.


"Bos..",suara Riko membuyarkan lamunan Fahri.


Fahri melihat Riko sudah bersama dengan seorang lelaki.


"Darimana lelaki ini muncul,kenapa aku tidak melihatnya tadi",tanya Fahri bingung.


"ya elahhh bosss...bagaimana mau melihat lha situ sibuk nglamun dari tadi",Riko memutar bola matanya malas.


"hahh.. siapa yang melamun",elak Fahri.


"tuh kan.. masih ngeless aja.. sudah ah boss,kenalkan ini Johan orang suruhanku yang aq suruh mencari keberadaan Claudia".


"Fahri".


"Johan".


Fahri dan johan bersalaman.


"jadi apa benar Claudia dan Sherly tinggal disini,kau tidak salah orang kan?",tanya Fahri kepada Johan.


"tidak bos.. saya sudah mengawasi rumah ini dari 2 hari yang lalu,memang benar Claudia tinggal disini tapi saya melihatnya sendirian saya tidak melihat Sherly disini".

__ADS_1


"okee, terimakasih infonya,dan ini bagianmu,kau boleh pergi sekarang",Fahri menyerahkan amplop coklat ke Johan.


"terima kasih bos".


"Riko,ayo kita ke rumah itu, setidaknya aku ingin membuktikan kalau orang yang tinggal disitu benar-benar Claudia atau orang lain".


"siap bos".


Jauh di lubuk hati Fahri berharap orang yang tinggal ditempat itu bukanlah Claudia,Fahri tidak bisa membayangkan putri semata wayangnya harus hidup di tempat seperti itu.


sesampainya didepan rumah,Fahri seperti enggan untuk mengetuk pintu.Fahri belum siap kalau ternyata memang benar yang tinggal dirumah itu Claudia.


"kau saja yang ketuk pintunya",Fahri menyuruh riko.


tok..tok..tok..


belum ada sahutan dari si empunya rumah.


sekali lagi Riko mengetuk pintu,tok..tok..tok...


"yaaa... tunggu",terdengar sahutan dari dalam rumah.


"suara itu seperti suara ...",batin Fahri.


"siapa sihh siang-siang bertamu ke rumah o...",Claudia membulatkan matanya ketika melihat orang yang berada didepannya adalah Fahri.


Claudia dengan cepat ingin menutup kembali pintu rumahnya,tapi Fahri bisa menahannya.


"tunggu Claudia,aku ingin bicara",ucap Fahri berusaha menahan pintu agar tetap terbuka.


"tidak ada yang perlu dibicarakan,pergi kalian dari sini",jawab Claudia sembari tetap mencoba menutup kembali pintunya.


"Claudia,kau tidak bisa seperti ini,ayo kita bicara baik-baik"


"aku tidak mau berbicara denganmu lagi,pergii... pergi..!!!",teriak Claudia histeris.


"bos sebaiknya kita pergi dari sini",Riko mengajak Fahri untuk meninggalkan tempat itu.


"Tapi rikoo..."


"pergi...pergii.. pergii kaliaann",teriak Claudia.


"bos,ayo kita pergi sebelum warga mendatangi kita dan mengira yang tidak-tidak ke kita".


seketika Fahri melepaskan pintu yang ditahannya tadi dan caludia segera menutup dan menguncinya dari dalam.


"bos kita bisa datang kesini lagi lain waktu,mungkin Claudia belum siap bertemu dengan bos",ucap Riko.


Fahri hanya diam tanpa kata,entah apa yang ada dipikirannya.


"bos,mari kita kembali ke mobil".Riko membawa Fahri ke mobil.


dalam perjalanan terlihat Fahri masih diam,Riko mengerti apa yang sedang difikirkan Fahri.Fahri hanya mengkhawatirkan anaknya itu saja.


"bos,aku antarkan pulang yaa".ucap Riko memecahkan keheningan.


"Tidak,aku ingin ke apartemenmu saja,jangan bawa aku pulang ke rumah".ucap Fahri dan diangguki oleh Riko.


Kebiasaan Fahri ketika ada masalah adalah selalu menyendiri untuk menenangkan hatinya.Dia tidak ingin pulang kerumah dalam keadaan emosi,dia tidak ingin orang lain terkena imbas dari luapan emosinya.


TBC dears....


haii.-haii..


maaf yaa lama up nya dikarenakan author sedang ada sedikit kerjaan,hehehe..(halahh..alasan ajha lu Thor...)


author usahakan up setiap hari ya dears,jangan lupa like dan coment nya serta vote yang banyak yaa...


Oia favoritkan juga yaa.. biar tidak ketinggalan episode berikutnya...

__ADS_1


terima kasih yang sudah membaca dan setia menunggu up episode selanjutnya...


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2