
Mbok Darmi segera membukakan pintu ketika mendengar suara mobil Fahri sudah datang. Dan iapun kaget melihat Kirana yang ikut pulang ke rumah.
"Non Kirana akhirnya pulang juga",ucap mbok Darmi yang terlihat senang dengan kedatangan Kirana.
Kirana hanya menyunggingkan senyum,tidak seperti biasanya,kali ini dia sedikit canggung dengan suasana rumah Fahri.Merekapun masuk ke dalam.
"Paa.. aku langsung ke kamar yaa,aku mau bersih-bersih dulu,badanku lengket semua",ucap Sherly sambil berjalan ke kamarnya.
"tunggu..",teriak Kirana, seketika membuat Sherly berhenti berjalan dan menoleh ke arah Kirana.
"Ya momy..",ucap Sherly.
"Aku tidur sama Sherly yaaa",ujar Kirana.
"Lho.. kok sama Sherly sihh,terus papa gimana?",tanya Sherly.
"Tunggu..dari tadi kalian ini aneh banget,papa sama momy lagi marahan yaa?",lanjut Sherly bertanya.
"TIDAKKKK!!!",jawab Fahri dan Kirana secara bersamaan.
"Ciyehhh kompak bangett sihh...",goda Sherly dan berhasil membuat Fahri dan Kirana salah tingkah.
"Ehemm.. Sherly bukannya kamu kalau tidur banyak tingkah yaa.. kalau kamu tidur sama momy Kirana apa gak takut kalau pas lagi enak-enaknya tidur kamu tidak sengaja menendang momymu",ucap Riko.
"Ehh enak aja siapa bil..", Sherly tidak melanjutkan perkataannya setelah mendapat tatapan tajam dari Riko.
"Iyaa.. lagian ranjang Sherly sempit kalau untuk tidur berdua gak cukup,momy tidur sama papa aja yaa",ucap Sherly sambil mendengus kesal dan berlalu ke kamar sambil menyebikkan bibirnya disamping Riko.
"Oh begitu yaa", ucap Kirana.
"ya sudah bos aku permisi dulu yaa,sampai jumpa besok",Riko pamit untuk pulang.
"Jangan lupa besok jemput aku agak awal",ujar Fahri memperingatkan Riko.
Fahri menaiki tangga menuju kamarnya sementara Kirana masih berdiri diam mematung dibawah tangga.
"Apa kau masih mau berdiri disitu?",tanya Fahri menghentikan langkahnya.
"Aku..".
"Masuk kamar..",perintah Fahri.
Kirana bergegas berjalan menaiki anak tangga menyusul Fahri.Sampai di kamar ternyata Fahri sudah berada di kamar mandi untuk bersih-bersih, sedangkan Kirana ia hanya diam bingung.
"Apa yang harus aku lakukan?",gumamnya.
__ADS_1
Kreekkk..
terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka,dan memperlihatkan Fahri yang baru saja selesai mandi dengan memakai handuk sebatas pusar sampai lututnya dan mengekspos dada bidang miliknya.dengan rambut yang agak basah menambah kesan cool pada diri Fahri.
deg..deg..deg..deg..
Suara jantung Kirana berdetak tak karuan melihat suaminya bertelanjang dada dia hanya menoleh dan menutup matanya rapat-rapat.
"oh tuhan..ada apa dengan jantungku ini",batin Kirana seraya memegang dadanya.
Fahri yang mengetahui Kirana seperti itu,sengaja menghampirinya dan menggodanya.
"Kenapa kau memejamkan matamu?",bisik Fahri tepat ditelinga kirana dan berhasil membuat bulu kuduk Kirana berdiri.
Kirana yang melihat Fahri tiba-tiba ada didepannya pun dibuat kaget.Sontak ia membelalakkan matanya dan segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ahhhh... mas Fahri minggir",teriak Kirana.
"Heii ada apa?",Fahri meraih kedua bahu Kirana dan mengguncangnya.
"Sudah sana pakai bajumu dulu",ucap Kirana dan masih menutup wajahnya dengan tangannya.
Fahri menyingkirkan tangan Kirana dari wajahnya sambil berkata didepan wajahnya"Kau bahkan sudah pernah melihatku seperti ini sebelumnya"
Nafas Fahri yang beraroma mint segar membuat Kirana terlena dan membuat jantungnya semakin bergemuruh.
"Dulu ataupun sekarang tetap sama",Fahri membawa tangan Kirana dan mengarahkan ke dadanya.
"Rasakan jantungku masih berdetak kencang ketika berada didekatmu sama seperti pertama kali aku bertemu denganmu",
Ucapan Fahri memaksa Kirana untuk memberanikan diri membuka matanya dan memandang penuh dalam ke arah mata Fahri mencari kebohongan dalam tatapannya tapi tidak ia temukan.
"Kirana..aku mencintaimu dulu,sekarang dan selamanya",lanjut Fahri.
Kirana tak kuasa menatap mata Fahri ia takut terlena dengan ucapan manis Fahri.Kirana membuang mukanya ke arah lain,tapi Fahri memegang dagu Kirana dan mendongakkannya hingga membuat Kirana kembali menatap wajah Fahri.
"Apa yang masih membuatmu ragu??Sherly??bahkan dia sangat menyayangimu kau pun tahu itu".
"Aku..Bu..butuh.. Wak.."
"Berapa lama lagi aku harus menunggu??berapa lama lagi aku harus memberikanmu waktu",potong Fahri.
Fahri mengambil nafas dalam sambil memejamkan matanya.
"Baiklah.. aku tidak akan memaksa lagi.. besok aku akan meminta Riko untuk mengurus semuanya",ucap Fahri kemudian membalikkan badannya berjalan menjauhi Kirana.
__ADS_1
"tunggu...",Kirana berlari ke arah Fahri dan memeluknya dari belakang.
"Aku mencintaimu..aku mencintaimu..aku mencintaimu mas Fahri..hikss..hiks..",ucap Kirana sambil menangis.
"Maafkan aku dan semua keegoisanku,aku yang salah.. aku yang kekanak-kanakan,hiks..",lanjut kirana dan semakin mengeratkan pelukannya.
Fahri membalikkan badannya dan menangkup wajah Kirana yang dipenuhi dengan air mata kemudian membawanya kedalam pelukannya,Fahri mengelus halus rambut Kirana ya g tergerai indah,tanpa suara dan tanpa kata.Ia hanya ingin membuat Kirana merasa tenang dengan perbuatannya.
"Aku janji.. aku akan menyayangi Sherly seperti anakku sendiri.. kebaikan Sherly telah membuka mata hatiku dan membuatku menyampingkan egoku",ucap Kirana dalam. tangisnya.
"A..aku..".
"Sssstttt.. diamlah,kau sudah banyak bicara",ujar Fahri seraya mencium pucuk kepala Kirana dan berusaha menenangkan Kirana.
bukannya diam Kirana malah menangis sejadi-jadinya.Kirana merasa bersalah karena lebih mementingkan egonya dan mengorbankan perasaannya dan suaminya.
"bodohnya aku.. terlalu egois dan sudah menyia-nyiakan keluargaku sendiri",ucap Kirana dalam tangisnya.
Fahri melepaskan pelukannya, kemudian mengangkat wajah Kirana untuk menatapnya,dan menghapus air mata di pipi Kirana.
"Sudahlah.. jangan menangis lagi,anggap ini semua sebagai ujian pernikahan kita",Ucap Fahri sembari mengecup kening Kirana.
Fahri menggendong Kirana dan merebahkan tubuh Kirana diranjangnya.
"Tidurlah..",ucap Fahri sambil menyelimuti tubuh Kirana dan mengecup.keningnya.
Setelah itu Fahri menuju ke kamar mandi untuk berganti pakaian,karena dari tadi ia hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.
Sementara Kirana merasa lega karena telah mengeluarkan semua isi hatinya dan juga karena permasalahannya dengan Fahri sudah berakhir.
Tadinya dia berfikir Sherly tidak akan menerimanya dan akan bersikap dingin kepadanya tapi ternyata dia salah, Sherly sangat ramah bahkan dia memperlakukan Kirana layaknya ibunya sendiri.Walaupun usia Sherly dan Kirana hanya berbeda beberapa tahun tapi Sherly tetap menghormati kirana sebagai ibu sambungnya.
"Aku berjanji akan menyayangi mas Fahri dan Sherly sepenuh hatiku", gumamnya sebelum matanya terpejam dan terbawa ke alam mimpi.
Fahri yang keluar dari kamar mandi dan melihat Kirana sudah tertidur pulas ikut merebahkan dirinya di samping kirana.fahri memiringkan tubuhnya,salah satu tangannya digunakan sebagai bantalan kepalanya,dia memandangi wajah polos Kirana yang sembab,wajah yang ia rindukan beberapa hari ini dan sekarang sudah berada didepannya.Fahri membelai lembut pipi Kirana hingga akhirnya matanyapun ikut terpejam membawanya ke alam mimpi.
TBC dears..
Alhamdulillah bisa up lagii...
semoga bisa kembali up tiap hari yaa readers...
jangan lupa like,komen dan berikan rate 🌟 🌟🌟🌟🌟 yaaa...
please berikan vote yang banyak dan jangan lupa favoritkan juga biar tidak ketinggalan up episode selanjutnya..
__ADS_1
Author ucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan para readers semuanya...
happy reading dears 🤗😘