
Kirana membuka matanya terlebih dahulu,ia melihat Fahri tidur disampingnya sambil memeluknya.Ia pun melihat jam di dinding yang ternyata sudah pukul 5 sore.
"Sudah sore rupanya..",gumam Kirana.
Kirana memindahkan tangan Fahri yang melingkar diperutnya dengan pelan,ia pun menggeser tubuhnya dan berjalan menuju ke kamar mandi,untuk menyegarkan badannya ia pun mandi dibawah guyuran air dari shower,Hingga ia tak menyadari ada seseorang menyelinap masuk kedalam..
Kirana memejamkan matanya,merasakan setiap tetesan air yang membasahi tubuhnya,dan tanpa ia sadari seseorang memeluknya dari belakang dan melingkarkan tangannya diperutnya
"Ah..",Kirana membuka matanya kaget.
"Mas Fahri...",ucap Kirana setelah mengetahui seseorang itu adalah Fahri.
"Kenapa kau berjalan sendirian ke kamar mandi? kenapa tidak membangunkanku?",tanya Fahri sambil membenamkan kepalanya di tengkuk Kirana.
"Aku tidak ingin merepotkan..".
"sssttt... ",Fahri membalikkan tubuh Kirana sehingga kini keduanya saling berhadapan.
"Apa masih sakit?",tanya Fahri sembari mengelus pipi Kirana.
"Emm..sudah lebih baik",jawab Kirana lirih sambil menundukkan kepalanya karena malu.
Fahri mengangkat dagu Kirana,hingga mata keduanya saling bertemu dan saling memandang.
"Malam ini aku akan ke Bali",ucap Fahri tiba-tiba.
"Hah.. kenapa mendadak sekali?",Kirana memanyunkan bibirnya seperti tidak terima Fahri akan meninggalkannya.
"Proyek yang ada di Bali mengalami sedikit kendala dan aku harus kesana sayang,Riko juga baru memberitahukannya",jelas Fahri.
"Tapi.. ".
"Aku hanya sebentar...",ucap Fahri seraya memberikan kecupan singkat di bibir Kirana.
"berapa lama?",tanya Kirana.
"Mungkin 2 atau 3 hari".
Tak ada jawaban dari Kirana,yang nampak hanya rasa kekecewaan yang terlihat jelas dari wajahnya.
"eitss.. jangan sedih dong,sepulang dari Bali nanti kita jalan-jalan yaa",bujuk Fahri.
Tapi Kirana tetap diam,tak ingin menjawab apapun.ia masih tidak rela harus berpisah dari Fahri, walaupun itu untuk masalah pekerjaan.
Fahri mengecup lembut bibir Kirana,bak gayung bersambut kiranapun membalasnya, sehingga kecupan itu menjadi ciuman panas diantara mereka.
Hingga mereka mengulangi lagi pergulatan panas mereka dibawah guyuran air,dinginnya air tak dirasakan oleh dua insan yang sedang dimabuk cinta itu,suara gemericik air menambah syahdu suasana kala itu.
Kalau saja Fahri tidak ingat kalau akan melakukan perjalanan bisnisnya ke Bali,ia tidak akan mau mengakhiri kegiatannya dengan Kirana.
Setelah melakukan kegiatan mandi plus-plus nya Fahri dan Kirana memakai bajunya.Tiba-tiba Kirana memeluk Fahri dari belakang sembari menangis.Sontak membuat Fahri terkejut.
"Jangan tinggalin Kirana..",ucap kirana dalam isaknya.
Fahri membalikkan tubuhnya dan memeluk Kirana.mengelus rambut Kirana dan menciumi pucuk kepala Kirana.
"Aku janji begitu selesai tugasku,aku akan segera kembali", ucap Fahri menenangkan Kirana.
"Sudah yaa jangan menangis.. Riko sudah menungguku dibawah",lanjut Fahri.
Kirana melepaskan pelukannya dari Fahri, terlihat matanya sembab karena habis menangis.
__ADS_1
"Nanti sampai sana langsung kabari Kirana ya",ucapnya manja.
"Iya janji.. sudah jangan nangis lagi,aku berangkat dulu yaa',ucap Fahri dan diangguki oleh Kirana.
"I Love You",Fahri mencium singkat bibir kirana.
"I Love You too,mas Fahri hati-hati yaa",jawab Kirana.
"Kamu juga jaga diri baik-baik ya..",ujar Fahri dan diangguki oleh Kirana.
Fahri keluar dari kamar dan menemui Riko.
"Ayo ko...",ucap Fahri.
"Sudah siap boss..", tanya Riko.
"Yaa.. penerbangan kita kurang 2jam lagi,aku tidak mau terlambat yaa,semoga jalanan lenggang dan tidak macet",tutur Fahri.
"Siap bos,kita berangkat sekarang",jawab Riko.
Fahri dan Riko berangkat menuju bandara diantar oleh pak Sakir.Kirana yang melihat dari kaca jendela dari kamarnya meneteskan air matanya,entah kenapa hatinya terasa sakit ketika jauh dari Fahri.
"Ya Tuhan.. tolong jaga mas Fahri ku.. entah sejak kapan aku mulai mencintainya dengan sangat,bahkan melebihi cintaku pada diriku sendiri",gumam Kirana disertai dengan derai air matanya.
*****
Fahri dan Riko sudah berada di bandara Ngurah Rai Bali,dan akan melakukan perjalanan ke hotel tempat mereka menginap.
"Ko,pinjam ponselnya.. punyaku lowbat,aku mau mengabari Kirana kalau kita sudah sampai Bali",ucap Fahri.
"oke boss..",Riko mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya.
"Ya sudahhh nanti saja aku teleponnya,kalau sudah sampai hotel",ujar Fahri merasa agak sedikit kecewa karena belum bisa mengabari Kirana.
Sementara Kirana,sudah hampir 3 jam lebih ia menunggu telepon dari Fahri tapi tak ada satu panggilan pun masuk entah itu dari Fahri ataupun Riko.
"Mas Fahri kok belum ngabarin juga sihh.. sudah sampai apa belum,mas Riko juga",gumam Kirana sambil melihat ponselnya,menggulir-nggulir layar ponselnya.
"Apa aku telepon aja yaa.. tapi.. takutnya nanti malah ganggu pekerjaannya lagi.. bisa jadi kan mas Fahri dan mas Riko ketemu atau makan malam sama klien,ah aku tunggu telepon dari mereka saja dehh",Kirana meletakkan hp nya di samping bantalnya.
Ia tidur dan memiringkan kepalanya menghadap ke arah ponselnya,sambil berharap ada panggilan masuk dari Fahri.
dretttt...dretttt..dretttt...
ponsel kirana bergetar,bergegas ia bangun dan mengambil ponselnya berharap yang meneleponnya adalah Fahri tapi ternyata panggilan dari Laras.
"Hallo kakk Laras",sapa Kirana.
"Hallo dekk.. eh,kenapa kok suara kamu seperti nggak bersemangat gitu sihh?",tanya Laras.
"Ah.. nggak.. nggak ada apa-apa kak",jawab Kirana.
"Beneran??".
"Iyaa kakak ku yang cantik,yang bawel nggak percayaan banget sihh".
"Ohh ya sudah kalau nggak ada apa-apa... ehh,gimana kemarin?",tanya laras antusias.
"hah..Kemarin??emang ada apa dengan kemarin?",tanya Kirana balik.
"Ahh..Kirana kamu itu telmi atau emang beneran polos sih",ucap laras geram.
__ADS_1
"apaan sih kakk,Kirana beneran nggak ngerti..".
"itu.. soal lingerie,kamu sudah pakai di depan Fahri belum?".
"oh itu.. emm.. sudah..",jawab Kirana malu-malu.
"Terus..terus.. ".
"Terus nabrakk dehh,hahaha",jawab Kirana asal sembari tertawa.
"ih.. Kirana beneran nggak lucu dehh.. terus gimana Fahri",tanya Laras kesal.
"hehehehe..maaf kak.. ya gituu mas Fahri",jawab Kirana malu.
"Gitu gimana??",tanya Laras penasaran.
"Yaa gituu",Kirana masih mengulangi jawabannya.
"Kalian sudahhh...",Laras tidak meneruskan pertanyaannya.
"Iyaa.. ",jawab Kirana.
"Serius dekk",tanya Laras memastikan.
"Iya kak Laras..",Kirana tersenyum malu.
"Alhamdulillah akhirnya.... ahhh,kakak jadi lega,ehh tunggu..tunggu kamu yang buka segel kenapa kakak yang jadi lega ya,hahah".
"Ih kak Laras mah ...",ucap Kirana manja.
"ehh.. ngomong-ngomong Fahri dimana? jangan-jangan ada disebelah mu lagii".
"Mas Fahri lagi ada kerjaan di Bali sama mas Riko",jawab Kirana tak bersemangat.
"ohh yaa.. kapan berangkatnya?",tanya Laras.
"Tadii jam 7 malam, sebenarnya Kirana lagi nungguin telepon dari mas Fahri,kirain tadi yang telepon mas Fahri,eh ternyata kakak".
"Jadi kamu nggak suka nih kakak yang nelepon".
"bukan begitu.. Kirana malah seneng,dari tadi Kirana kesepian nggak ada temannya".
"Ciyehhh... baru ditinggal beberapa jam saja sudah rindu",goda Laras.
"Ihh,kak Laras apaan sihh".
"Ya sudah kalau gitu kakak tutup teleponnya yaa.. takutnya pangeran kesayanganmu nanti telepon malah nggak tahu,jaga diri baik-baik yaa..".
"Iya kakak...".
"oke byee.."Laras mengakhiri panggilannya.
Kirana kembali meletakkan ponselnya di sebelah bantalnya.Dan karena terlalu lama menunggu panggilan dari Fahri atau karena kelelahan,tanpa ia sadari ia terbawa ke alam mimpi
TBC dears..
please dukung karya author like,coment dan vote yang banyak yaaa...
jangan lupa berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟 dan favoritkan juga yaa..
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1