
Kirana menangis tersedu-sedu dikamarnya,sakit karena luka ditangannya tak sebanding dengan sakit hatinya karena bentakan Fahri, lebih-lebih Fahri lebih mempercayai Claudia daripada istrinya sendiri.
Fahri yang melihat Kirana meringkuk dalam Isak tangisnya tak tega,ia pun segera menghampiri Kirana.
"Sayang.. maafkan aku ya..aku tidak bermaksud membentakmu tadi",Fahri mengelus rambut kirana.
Kirana membalikkan tubuhnya,menatap wajah Fahri sangat dalam,tapi ia kembali meringkuk dalam tangisnya.
"Kirana,sayang.. aku tau kamu pasti sangat kecewa,tapi aku benar-benar minta maaf,aku mencintaimu Kirana,sungguh...",Fahri membalikkan tubuh Kirana agar mereka saling berhadapan.
Kirana hanya diam dalam isaknya, sebenarnya ia masih kecewa dengan sikap Fahri tadi,tapi ia terlanjur sangat mencintai suaminya itu,sehingga rasa kecewa itu terhapus dengan banyaknya cinta darinya.Kirana memeluk suaminya itu,ia kembali menangis dalam pelukan Fahri,menumpahkan semua beban dihatinya,ia menangis sejadi-jadinya dan sanganane histeris.
"Heii.. cupp.. kenapa kamu malah menangis seperti ini,aku tahu aku yang salah,aku minta maaf yaa,kamu benar,kamu tidak salah...",Fahri mencium pucuk kepala Kirana.
Fahri melepaskan pelukan kirana,ia mengambil tangan Kirana dan melihatnya,luka yang sebenarnya akan kering itu kembali basah karena ia gunakan untuk menahan tangan Claudia yang akan menamparnya tadi.
"Pasti ini sakit sekali yaaa",Fahri menatap wajah Kirana yang sembab.
"Kita ke dokter yaa",tapi Kirana menggeleng dengan cepat dalam isaknya.
"Kalau gitu aku obatin yaa,aku ambil salepnya dulu",Fahri mengambil kotak obat yang berada diatas nakas.
Fahri mengoleskan salep ke luka Kirana,Sungguh sebenarnya ia merasa kasihan dan tidak tega melihat kondisi istrinya itu,tidak hanya fisiknya yang terluka,tapi psikisnya pun terluka.
"Aauwwhhh..",pekik Kirana.
"Mana yang sakit..",Fahri meniupi tangan Kirana yang penuh dengan luka itu.
"Mas Fahri.. aku.. aku.. tidak...".
"Sssttt... Sudah jangan banyak bicara,aku tahu,aku yang salah.. kau sama sekali tidak bersalah",Fahri menaruh telunjuknya dibibir Kirana.
"Aku mencintaimu Kirana,sangat mencintaimu.. sungguh... Maafkan aku yaa,sayang",ucap Fahri.
Kirana mendengar perkataan Fahri malah semakin menangis,ia terharu dengan sikap manis Fahri untuknya.
"Kamu mau memaafkan aku kan sayang?",tanya Fahri dan diangguki oleh Kirana.
Fahri lekas memeluk Kirana,ia membubuhi ciuman bertubi-tubi dipucuk kepala Kirana.
__ADS_1
"Terima kasih yaa,kau sudah memaafkanku..",ucap Fahri.
Kirana menengadahkan kepalanya,menatap lekat wajah suaminya itu.Fahri merasa gemas dengan wajah imut istri kecilnya, walaupun matanya sembab dan bengkak tapi masih terlihat sangat imut.
"Kamu tahu dua hari aku tidak bersamamu terasa seperti bertahun-tahun,aku merindukanmu sayang,aku merindukan wajah ini,wajah yang selalu hadir dalam mimpiku,yang selalu membayangiku kemanapun aku pergi",Fahri mengelus lembut wajah Kirana dan Kirana hanya tersenyum mendengar perkataan Fahri.
Rasanya tak ada bosannya mengamati wajah istrinya itu,tangannya mengabsen setiap inci yang ada di wajah Kirana,dan berhenti di bibir Kirana,ia mengelus bibir mungil yang berwarna merah jambu itu seakan menggodanya,meminta untuk segera dicium.Ketika Fahri ingin mendaratkan ciumannya ke bibir Kirana tiba-tiba..
Tok..tok..tok..
Riko mengetuk pintu kamar Fahri dan langsung saja menerobos masuk sehingga tidak sengaja melihat pemandangan itu.
"Astaga.. kalian ini pagi-pagi sudah mengotori mata suciku",Riko menutupi matanya dengan kedua tangannya.
Fahri dan Kirana sontak kaget,dan Kirana merasa sangat canggung,Ia terlihat salah tingkah.beda dengan Fahri walaupun ia juga terlihat salah tingkah tapi ia segera bisa menetralisirnya.
"Lagian sudah tahu kamar orang kenapa main masuk sembarangan",tukas Fahri.
"Nah itu dia masalahnya,aku lupa kalau bos sudah nikah.. maaf ya boss",ucap Riko.
"Tahu ahh",ucap Fahri.
"Eh.. eh.. siapa kamu ngatur-ngatur hidup saya,sudah bosan kerja sama saya yaa", ucap Fahri.
"Waduh bahaya niihh,jangan dong boss,kalau saya nggak kerja anak,istri makan apa?",ucap Riko memelas.
"Cihh,kayak sudah punya anak,istri saja",ledek Fahri.
"Hehehe ini lagi proses pencarian boss kuhh..",ucap Riko.
"Sudahlah.. apa tujuanmu datang ke kamarku dan mengganggu ku",tanya Fahri.
"Emm.. cuma mau pamit saja bos,hehehe".
"Ya sudah gih sana pulang",ucap Fahri.
"Kirana,mas Riko pulang dulu yaa",Riko sengaja berpamitan kepada Kirana juga,karena dia tahu Kirana masih canggung.Kirana hanya senyum kikuk ke arah Riko.
Riko menutup pintu kamar Fahri dan Kirana tapi ia kembali masuk lagi ke dalam.
__ADS_1
"boss,kalau masih mau lanjut kangen-kangenannya jangan lupa dikunci ya pintunya,biar nggak ada yang nyelonong masuk lagi",setelah itu Riko segera menutup pintunya cepat-cepat.
"RIKO!!",teriak Fahri dan didengar oleh Riko.
Riko merasa puas mengerjai bos dan istrinya itu,tidak hentinya dia tertawa sambil menuruni anak tangga,tapi mendadak tertawanya berhenti melihat Claudia yang menikmati kopi hangatnya diruang tamu.
"ish..ish..ish.. berasa seperti nyonya rumah yaa.. hmm,asyik yaa",sindir Riko.
Claudia yang kaget mendengar suara Riko,sontak tersedak sehingga kopinya tumpah mengenai bajunya.
"Jangan lupakan kodratmu,kau itu cuma MANTAN NYONYA BESAR disini", ucap Riko dan memberikan penekanan pada kata-kata terakhirnya.
"Mantan kau bilang?kau tunggu saja sebentar lagi aku yang akan menjadi nyonya besar kembali disini",ujar Claudia tidak mau kalah.
"Wooiii.. bangun-bangun... tidurmu kurang miring,hahaha*,ledek Riko.
"jangan kebanyakan mimpi deh yaa..", lanjut Riko.
"Kau yang jangan kebanyakan bicara,lihat saja kalau aku kembali menjadi nyonya besar di rumah ini,kau orang yang pertama yang aku depak dari kehidupan Fahri",seru Claudia.
"Woyyy ... wanita halu,serah lu dahh serahhh mau ngomong apa,hahahah dasar wanita ular pinter halu juga sekarang",Riko berlalu meninggalkan Claudia sambil tertawa mengejek.
Claudia yang mendapat perlakuan seperti itu sangat kesal dan geram.ia mengepalkan tangannya dan menghentak-hentakkan tangannya.
"Awas saja kau riko",gumam Claudia.
Sementara Vita yang dari tadi melihat adegan itu berusaha menahan tawanya.Ia tidak menyangka kalau Riko juga sangat membenci Claudia.Setidaknya ia punya teman untuk membuka kedok Claudia di depan Sherly dan Fahri.
"Sebenarnya gue sebel sih sama tuh orang,tapi kalau kerja sama buat ngancurin Claudia gue mau dahh",gumam Vita.
Vita seperti mendapat angin segar, mendapatkan ia tidak sendirian, ternyata banyak juga yang dipihak Kirana, sebenarnya ia merasa kasihan dengan sahabatnya itu,sudah cukup penderitaan yang dialami Kirana, saatnya semuanya berakhir.
TBC dears..
senengnya bisa up 2x sehari..
jangan lupa like ,komentar dan vote yang banyak yaaa..
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1