Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#29


__ADS_3

Fahri membawa Sherly untuk duduk di ruang keluarga.Sherly masih saja bergelayut manja di lengan papanya,seakan tak ingin terpisahkan lagi.


"Papa.. kenapa papa nikah tidak bilang-bilang sama Sherly?",tanya Sherly.


"Oh itu.. emmm.. papa hanya menikah biasa saja sayang,tidak ada perayaan apapun hanya ijab qobul saja dan waktunya pun mendadak,sedangkan Sherly waktu itu sudah tidak tahu tinggal dimana,papa juga mencari Sherly waktu itu tapi Sherly sudah pindah dari rumah mama Claudia",Fahri mencoba memberikan penjelasan kepada Sherly dengan hati-hati.


Sherly hanya diam,mencoba mencerna perkataan Fahri.Fahri merasa gelisah dengan diamnya Sherly,dia takut Sherly tidak menyetujui pernikahannya dengan Kirana.


"Sherly sudah bertemu dengan istri papa?",tanya Fahri hati-hati.


"Iya..",Sherly menganggukkan kepalanya.


"Menurut Sherly bagaimana dengan istri papa?".


"Cantik,putih sepertinya orangnya baik,ehmm...lebih cocok jadi Kakak Sherly sihh... harusnya papa dapat yang agak tuaan dikit atau gak yang seumuran sama papa,hahaha", Sherly menjawab pertanyaan Fahri dengan tertawa.


"hah,kau fikir papamu ini sudah tua apa?",Fahri pura-pura merajuk.


"Memang papa sudah tua kan, hahaha",ledek Sherly sambil lari.


"kamu ini,awas yaaa...", Fahri mengejar Sherly.


Suasana yang seperti ini yang Fahri rindukan,bercanda dengan putri kesayangannya,main kejar-kejaran, ledek-ledekan,dan masih banyak lagi yang biasa Fahri kerjakan dengan Sherly.


"Kena kamu yaaa",Fahri menangkap tubuh Sherly dan menggelitiknya.


"Ampun pa.. ampun.. hahaha",ucap Sherly tak tahan dengan rasa geli ditubuhnya.


"Sherly janji gak bakal ngatain papa lagi, ampun",lanjut Sherly.


"Janji..??",ucap Fahri.


"yaa.. janjii", Sherly menautkan kelingkingnya dengan kelingking Fahri.


"Okee.. papa capek main kejar-kejaran sama kamu",ucap Fahri yang merebahkan dirinya di kasur lantai yang ada di ruangan itu.


"Tuh kan.. itu karena faktor U papa", Sherly mulai menggoda papanya lagi.


"ehhh... mau digelitikin lagi",tangan Fahri sudah siap menerkam mangsanya.


"no.. tidak papa",jawab Sherly sambil menjauh takut papanya menggelitik tubuhnya.


"Sini kamu..",ucap Fahri yang masih merebahkan dirinya sambil melambaikan tangannya ke Sherly menyuruhnya mendekat.


"No.. papa pasti mau menggelitik aku lagi iya kan?",tukas Sherly.


"Tidak sayang,sini papa cuma pengen ngobrol dengan Sherly".


Akhirnya Sherly mendekat,ikut merebahkan diri di samping papanya.


"Sherly sayang,kamu tidak marah kan?".


"Marah kenapa pa?"


"Karena papa sudah menikah lagi",jawab Fahri hati-hati.


"Kenapa Sherly harus marah?? Sherly malah senang papa jadi ada temannya tidak kesepian lagi,biar tidak jalan sama om Riko terus,hahaha".


"Jadi Sherly tidak marah?",Fahri mencoba memastikan untuk bertanya sekali lagi.


"Tidakk,hanya saja....", Sherly tidak meneruskan kata-katanya.

__ADS_1


"Hanya saja kenapa sayang?",Fahri mulai takut dengan jawaban Sherly.


"Emmm.. hanya saja.. Sherly bingung harus manggil apa ,secara dia lebih cocok jadi kakak Sherly,hehe".


Fahri menghela nafas lega, setidaknya anaknya mau menerima Kirana sebagai istri dari papanya.Sekarang tinggal mengahadapi Kirana, meluruskan kesalahpahaman antara dia dan Kirana.


Terdengar suara mobil pak Dirman yang masuk ke garasi rumah Fahri,Fahri segera bangkit dari tidurnya,ingin memastikan apakah Kirana kembali dengan pak Dirman.


"Sherly sebentar yaa.. papa mau menemui pak Dirman dulu",ucap Fahri dan diangguki oleh Sherly.


Fahri bergegas menyusul pak Dirman ke Garasi.


"Pak Dirman.."


"Iya tuan.."


"Kirana tidak ikut pulang?",Fahri celingukan mencari keberadaan Kirana.


"Anu tuan.. kata non Kirana,bapak disuruh pulang duluan,non Kirana masih ingin berlama-lama dirumah mbak Laras",jawab pak Dirman.


"Ya sudah.. bapak boleh pergi".


"Permisi tuan".


Fahri memutuskan pergi ke rumah Laras untuk menjemput Kirana.Sampai didepan rumah Laras,Fahri memencet bel rumah Laras.


Kirana yang tadinya ingin membuka pintu mengurungkan niatnya karena dia melihat bayangan Fahri dari balik kaca.


"Siapa dekk.. ",tanya Laras yang sudah berada dibelakang Kirana.


"Mas Fahri kakk..".


" Kok gak dibukakan pintu sihh".


"Tolong bilang sama mas Fahri Kirana lagi tidur,Kirana mau ke kamar Kirana dulu".


"Kirana kamu harus bicarakan masalah kalian baik-baik,biar tidak ada kesalahpahaman lagi",tutur Laras.


"Iya kak,tapi nanti .. saat ini Kirana sedang malas bertemu dengan mas Fahri,Kirana mau ke kamar dulu",ucap Kirana sambil berlalu menuju ke kamarnya.


"Anak itu...",Laras menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya.Setelahnya Laras membukakan pintu untuk Fahri.


"Fahri".


"Laras..apa Kirana ada disini?".


"Iyaa,Kirana sedang ada di kamarnya,emm.. Fahri kau harus sedikit berjuang lebih keras lagi untuk meluluhkan hati Kirana dan meluruskan kesalahpahaman kalian",ucap Laras ragu.


"Kau sudah tau masalahnya?",tanya Fahri.


"Ya..Kirana sudah menceritakan semuanya,akirana hanya salah faham,Cobalah berikan pengertian,aku yakin kirana akan mengerti dan mau menerima".


"Aku akan menemuinya", ucap Fahri.


"Yaa.. cepat selesaikan masalah kalian",tutur Laras.


Fahri menghampiri Kirana yang berada di kamarnya.Kirana berpura-pura tidur ketika mendengar pintu kamarnya dibuka oleh seseorang.


Fahri berjalan ke arah Kirana yang tidur diatas ranjang,dia duduk ditepi ranjang tepat disamping kiranana berbaring.


"Aku tahu kau hanya berpura-pura tidur,bangunlah",ucap Fahri tenang.

__ADS_1


Kirana masih tak bergeming dari tidurnya.


"Kirana bangunlah...",Suara Fahri agak meninggi,membuat Kirana bergidik ngeri.


Kirana meringsut bangun dari tidurnya,matanya beradu tatap dengan mata Fahri.Sejenak suasana menjadi hening,tak ada satupun dari mereka yang ingin memulai obrolan terlebih dahulu.


Fahri menghela nafas kasar,dan mengalihkan pandangannya ke arah lain sebelum dia mulai berbicara.


"Kirana,aku tahu kau pasti kecewa denganku,aku minta maaf".


Kirana masih diam,tak mengeluarkan sepatah katapun,tatapan matanya pun kosong.


"Aku tak berniat menyembunyikan apapun darimu,akupun sudah menceritakan semuanya padamu,tentang masa laluku,tentang statusku",lanjut Fahri masih dengan mode tenang.


"Tapi mas Fahri tidak pernah cerita kalau... ternyata.. putri mas Fahri sudah besar,aku fikir Sherly masih kecil",elak Kirana sambil menangis.


"Kau tidak pernah bertanya padaku..",tukas Fahri.


"Karena aku fikir Sherly masih kecil",ucap Kirana penuh penekanan diantara tangisannya.


"Kirana.. bukannya kau pernah bilang kau mau menerimaku dengan semua masa laluku?",ucapan Fahri mulai melemah, tangannya menggapai tangan Kirana dan menggenggamnya.


"Tapii itu... aku... ah entahlah...",Kirana tidak bisa melanjutkan ucapannya,dia hanya terisak dalam tangisnya.


"Kirana,Sherly anak yang baik.. hanya saja kau belum mengenalnya",ucap Fahri.


"Sherly saja mau menerimamu, menerima pernikahan kita.. masa' kau tidak mau membuka sedikit saja hatimu untuk Sherly?",tanya Fahri hati-hati.


"Aku... aku belum bisa,aku belum siap",ucap Kirana terbata-bata.


"Kirana... aku mohon mengertilah sedikit,demi pernikahan kita,kau pernah bilang kan kau akan mempertahankan pernikahan kita apapun yang terjadi",Fahri memegang kedua bahu Kirana dan sedikit mengguncangnya.


"Tapi itu... maaf mas Fahri aku butuh waktu,ini semua terlalu sulit bagiku,dan semuanya terlalu mendadak",ucap Kirana sembari terisak menahan tangisnya.


"Baiklah.. aku tidak akan memaksamu",Fahri bangkit dari duduknya.


"Kau berhak memutuskan apapun tentang hidupmu,kau masih muda dan masa depanmu masih panjang.. seperti yang sudah pernah aku katakan padamu,kau boleh meninggalkanku kapan saja kau mau",ucap Fahri dengan suara bergetar,Fahri berdiri membelakangi Kirana menyembunyikan genangan air mata yang sudah siap jatuh dari peraduannya.


Fahri berjalan keluar dari kamar Kirana,sebelum membuka pintu,fahri menghentikan langkahnya.


"Kalau kau berubah fikiran,kau boleh datang ke rumahku kapan saja kau mau.. pintu rumahku selalu terbuka untukmu",ucap Fahri tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Kirana.


Setelah itu Fahri melangkahkan kakinya keluar dari kamar Kirana.Disaat Fahri menutup pintu kamar Kirana seketika itu pula tangis Kirana pecah.Kirana menangis meraung-raung sejadi-jadinya,hatinya hancur.


TBC dear..


Happy weekend readers..


Terus dukung author yaa..


dengan cara berikan like dan vote yang banyak yaa...


Berikan rate 🌟🌟 🌟 🌟🌟


Dan coment terbaik kalian...


Jangan lupa baca juga karya author yang satunya lagi tidak kalah serunya judulnya


DILEMA CINTA DAN DENDAM SEORANG KARATEKA


Dan untuk pemenang vote tertinggi,author umumkan setelah ini yaaa...

__ADS_1


Happy reading dears 🤗😘


__ADS_2