Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#26


__ADS_3

Fahri dan Kirana kembali ke hotel pukul 8 malam.Fahri segera membersihkan dirinya,sementara Kirana lebih tertarik untuk membongkar barang-barang dan oleh-oleh yang baru saja ia beli untuk kakaknya Laras dan Doni serta Raka keponakannya, tak lupa Vita juga ia belikan,Mbok Darmi dan pak Dirman pun juga dapat.


Fahri sudah selesai mandi,dia tampak lebih segar.Fahri menghampiri Kirana yang duduk diatas ranjang dan terlihat tampak bahagia.


"Apa kau senang hari ini?",tanya Fahri.


Kirana mengangguk dan tersenyum.


"Terima kasih mas Fahri",ucap Kirana.


"Untuk?".


"Semuanya.. hari ini aku bahagia sekali",jawab Kirana dan tak hentinya bibirnya mengulaskan senyuman.


"Benarkah?".


"Iyaa...",Kirana mengangguk mantap.


"Karena aku sudah membuat mu bahagia jadi aku boleh minta hadiah ku?,tanya Fahri tersenyum penuh arti.


"Hadiah??oh tentu saja,aku juga sudah membelikan untuk mas Fahri juga,ini...",Kirana memberikan baju yang baru ia beli tadi dipusat oleh-oleh untuk Fahri.


"Bukan ini Kirana",elak Fahri.


"Terus mas Fahri minta apa?",tanya Kirana.


"Ya sudah kamu mandi dulu sana,seharian diluar apa kau tidak gerah".


"Hehehe,iya sihh.. ya sudah Kirana mandi dulu yaa".


Kirana membereskan barang-barangnya ke tempat semula dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Fahri menuju ke arah balkon dan melihat pemandangan pantai pada malam hari,ditemani cahaya rembulan dan suara deburan ombak serta semilir angin Pantai yang menambah syahdu suasana malam itu.


"Mas Fahri",kirana menghampiri Fahri yang berada di balkon.


Fahri membalikkan badannya,menatap kirana dan keduanya mengulaskan senyum.


"Ayo kesini",Fahri mengajak Kirana untuk bergabung dengannya.


"Mas,suasana pantai pada malam hari terlihat lebih tenang yaa..", ucap Kirana memulai pembicaraan.


"Iyaa,beda sekali ketika siang atau sore hari,terlihat lebih ramai".jawab Fahri yang masih tetap menatap pemandangan didepannya.


"Mas Fahri apa kita akan kembali ke Jakarta besok?".


"Iyaa, pekerjaanku di kantor sudah menungguku".


"Oh",Kirana hanya ber-oh ria.


"Kenapa,apa kamu masih ingin tinggal disini",tanya Fahri.


Kirana tidak menjawab dia hanya tersenyum.

__ADS_1


"Aku janji lain waktu kita akan kesini lagi",ucap Fahri sambil menggenggam tangan Kirana berusaha meyakinkan Kirana.


Kirana mengangguk dan tersenyum.


"Aku mau hadiahku sekarang", ucap Fahri.


"Hadiah a..."


Belum sempat menyelesaikan perkataannya,Fahri sudah membungkam bibir Kirana dengan bibirnya.Entah mengapa bibir Kirana seakan menjadi candu untuk Fahri,tadi pagi baru saja ia mencicipinya dan sekarang dia sudah melakukannya lagi.


Fahri mencium bibir Kirana dengan lembut,mengulum dan menyesapnya.Fahri terlihat begitu lihai dengan permainan lidahnya sementara Kirana dia begitu polos,dia berusaha mengimbangi ciuman Fahri, walaupun terlihat sangat kaku.


Mereka berdua saling menyalurkan perasaan cintanya dibawah sinar cahaya bulan,ditemani suara deburan ombak dan semilir angin pantai,yang membuat mereka semakin terlena termakan suasana yang begitu syahdu.


Fahri menggiring Kirana untuk masuk kedalam kamar tanpa melepaskan ciuman mereka.tangan Fahri melingkar di pinggang ramping Kirana dan satunya lagi berada di tengkuk leher Kirana seakan ingin memperdalam ciuman mereka.


Fahri mendorong pelan Kirana keatas ranjangnya,sehingga posisi Kirana sekarang terlentang.Fahri segera memposisikan dirinya diatas Kirana,mereka saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya mereka berciuman lagi.


Ciuman Fahri turun ke leher jenjang Kirana,Fahri memberikan sebuah tanda kepemilikan disana.Tangan Fahri tak tinggal diam menelusuri setiap inchi tubuh Kirana,mata Fahri fokus dengan benda bulat nan kenyal yang ada didepannya,entah sejak kapan tangan Fahri sudah berada dibalik piyama Kirana dan bergerilya di gundukan benda kenyal itu.Fahri mulai meremas-remas dengan lembut yang memberikan sensasi aneh untuk Kirana.


Perlakuan Fahri membuat darah Kirana berdesir hebat,mata Kirana terpejam merasakan nikmatnya sentuhan yang diberikan Fahri.


"Ahhh....",satu erangan lolos dari bibir kirana dan justru menambah gairah Fahri.


Fahri melepaskan kancing Kirana satu persatu,dan kini gundukan benda bulat nan kenyal itu terpampang nyata dihadapannya,dengan rakus Fahri melahap gundukan itu dan satu tangan yang lainnya memilin-milin titik inti pada benda bulat nan kenyal itu.


"Ahhh..mas Fahri...",Kirana mengerang pelan dan melampiaskan rasanya dengan menjambak rambut Fahri.


Ketika tangan Fahri mulai bergerilya ingin masuk kedalam celana piyama Kirana,Kirana seketika menahannya.Sepertinya kesadaran Kirana sudah kembali.


Fahri menatap Kirana penuh tanya,matanya memandang Kirana sayu dan penuh harap.


"Mas Fahri,sepertinya kita sudah melampaui batas",ucap Kirana.


"Hah..melampaui batas yang seperti apa?Kita ini sudah menikah secara sah,sudah sewajarnya kan?",jawab Fahri masih dengan posisi diatas Kirana.


"Aku belum siap,aku takut hamil,aku masih ingin sekolah,setidaknya tunggu sampai aku lulus sekolah",ucap Kirana hati-hati.


Fahri membenarkan posisinya,dia kini duduk ditepi ranjang dan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Oke,aku tidak akan memaksamu",ujar Fahri seraya menghela nafas kasar.


Fahri hendak bangun dari duduknya,tapi kemudian tangannya ditarik oleh Kirana.


"Mas Fahri..maafkan Kirana",Kirana merasa bersalah dengan Fahri,matanya berkaca-kaca.Kirana takut Fahri akan kecewa dengannya.


"Tidak apa-apa,tidurlah besok kita terbang pagi",ucap Fahri datar.


"Mas Fahri mau kemana?",tanya Fahri yang berjalan menjauhinya.


"Aku keluar sebentar,kau tidurlah",ucap Fahri seraya menggunakan kaos oblongnya dan keluar dari kamar.


Kirana merutuki kebodohannya telah menolak hak Fahri atas dirinya,tapi sungguh itu karena Kirana benar-benar belum siap secara lahir batin.Dia takut kalau nanti akan hamil dan berpengaruh dengan sekolahnya.Dia tidak mau sampai putus sekolah.

__ADS_1


*****


Keesokan paginya Fahri ternyata sudah bangun terlebih dahulu daripada Kirana,dan terlihat sudah rapi.


"Sudah bangun,bersiaplah kita tidak punya banyak waktu,kita dapat penerbangan paling pagi",kata Fahri.


Kirana segera bergegas untuk bersiap-siap setelah menikmati sarapan paginya,Kirana dan Fahri menuju bandara menggunaka taxy.1 jam kemudian mereka sudah tiba di bandara Soekarno Hatta.


Fahri mengendarai mobilnya sendiri yang sengaja diantarkan ke bandara oleh orang suruhannya.Suasana hening selama perjalanan Fahri dan Kirana.


"Mas Fahri.. Kirana minta maaf",ucap Kirana memberanikan diri membuka suara.


"Maaf?untuk apa?",Fahri mengernyitkan dahinya.


"Emm.. soal... semalam..".


"Oh itu,lupakan saja,aku yang seharusnya minta maaf sama kamu,maaf yaa semalam aku tidak bisa menahan diri",ucap Fahri.


"Mas Fahri gak marah kan sama kirana",tanya Kirana hati-hati.


"ya gak lah..",jawab Fahri sambil tertawa.


"oh yaa,setelah mengantar kamu sampai rumah aku langsung ke kantor yaa,ada berkas yang harus ditandatangani",lanjut Fahri.


"iya mas,oh ya nanti Kirana mau ke tempat kak laras mau main sekalian ngasih oleh-oleh".


"istirahatlah dulu kamu pasti capek,nanti siang kamu bisa minta tolong pak Dirman untuk mengantarkan ke tempat Laras",jawab Fahri dan diangguki oleh Kirana.


Tak terasa mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan rumah.


"Kamu masuk sendiri gak apa-apa kan?",tanya Fahri.


"gak apa-apa mas",jawab Kirana.


Ketika ingin membuka pintu mobilnya,tangan Kirana ditahan oleh Fahri.


"Kirana tunggu..",Fahri mendekatkan bibirnya ke bibir Kirana dan memberikan ciuman singkat.


"I love you",ucap Fahri setelah menghadiahi sebuah ciuman ke Kirana.


Wajah kita bersemu merah, jantungnya berdetak tak beraturan.sejenak dia lupa bagaimana caranya bernafas.


"I love you too",ucap Kirana sebelum melangkahkan kakinya keluar dari mobil Fahri.


Fahri menaikkan sudut bibirnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah polos istri kecilnya.


TBC dears


please klik like dan coment yaaa,jangan lupa vote yang banyak dan berikan rate 5.


oia favoritkan juga yaa,agar tidak ketinggalan up selanjutnya.


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2