Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#57


__ADS_3

Vita mengambil nasi serta lauknya dan tak lupa menyertakan buah-buahan juga,Ia menaruhnya di nampan.


"Makanan buat siapa mbak Vita?",tanya mbok Darmi.


"oh,ini buat Kirana mbok",jawab Vita.


"Lho,non Kirana kenapa?non Kirana sakit?",tanya mbok Darmi.


"Tangan Kirana tersiram teh panas tadi pagi mbok",jelas Vita.


"Ya Tuhan.. terus gimana keadaan non Kirana sekarang?",tanya mbok Darmi.


"Kedua tangannya melepuh mbok,jadi nggak bisa ngapa-ngapain deh",jawab Vita dengan ekspresi wajah sedih.


"Ya sudah mbok,aku antar makanan ini dulu ya ke Kirana",lanjut Vita.


"Yaa mbak Vita..",jawab mbok Darmi.


tok..tok..tokk...


Vita mwngetuk pintu kamar Kirana..


"Yaa.. masuk",teriak Kirana dari dalam.


Vita membuka pintu kamar kiraana,ia melihat Kirana yang duduk diranjangnya.


"Kenapa Kii.. ko' murung gituu,pasti tanganmu sakit sekali yaa?",tanya Vita.


"ah..nggak kok sudah agak mendingan,dua atau tiga hari juga bakalan sembuh",jawab Kirana tersenyum.


"Lantas kenapa mukamu murung seperti itu?".


"Aku hanya memikirkan mas Fahri kok tumben dari tadi pagi sampai sekarang belum telepon atau kirim pesan sama sekali".


"Mungkin mas ganteng sibuk Kii, positif thinking saja",ucap Vita.


"Iya yahh.. ahh kamu bawa apa itu?",tanya Kirana yang melihat Vita memegangi nampan.


"Ini makan malam untuk mu,kamu pasti lapar kan?",ujar Vita dan diangguki oleh Kirana.


"Aku suapin yaa..",tanya Vita.


"Boleh..",Kirana mengangguk dan sangat antusias.


Vita menyuapi Kirana dengan telaten, sesekali Vita menggoda kirana,gelak tawa keduanya mengundang Sherly yang tidak sengaja lewat didepan kamar Kirana.Kebetulan pintu kamar Kirana terbuka sedikit, sehingga suara tawa Vita dan Kirana terdengar sampai luar.Sherly diam-diam mengintip dari balik pintu,terbersit rasa menyesal dihatinya karena sudah membela mamanya,padahal dia tahu kalau mamanya tadi memang yang sengaja menumpahkan teh panas itu ketangan Kirana.


tok..tok..tok..


Sherly memberanikan diri mengetuk pintu, sehingga membuat Vita dan Kirana menghentikan gurauannya.


"boleh Sherly masuk?",ucap Sherly.


Vita dan Kirana saking berpandangan.


"Masuklah",jawab Kirana.


"bagaimana keadaan mommy?", Sherly berjalan kearah Kirana.


"Seperti yang kamu lihat,aku baik-baik saja",jawab Kirana sambil tersenyum.

__ADS_1


"bagaimana dengan tangan mommy?", Sherly memperhatikan tangan Kirana.


"Oh ini.. besok juga sudah sembuh",jawab Kirana.


"ehemm.. Kii,aku taruh ini kedapur dulu yaa",sela Vita dan diangguki Kirana.


Setelah Vita keluar dari kamar, Sherly memberanikan diri meminta maaf kepada Kirana.


"Mommy.. Sherly minta maaf atas nama nama, Sherly tau ini semua salah mama, tapi mama aslinya baik, Sherly janji kejadian ini nggak akan terulang lagi,mommy mau kan maafin Sherly",pinta Sherly


"Sherly.. kamu itu nggak salah,nggak seharusnya meminta maaf",jawab Kirana.


"Sherly tahu,pasti mommy kecewa banget sama Sherly",ucap Sherly sembari terisak.


"emm.. sayang mommy boleh minta tolong?",ucap Kirana mengalihkan pembicaraan.


"minta tolong apa mommy?".


"tolong ambil kan ponsel mommy,pencet nomor papa dong,tangan mommy nggak bisa..",Kirana tidak melanjutkan kata-katanya.


Sherly memencet nomor papanya dan melakukan video call dengan sang papa.


"lho kok video call sih sayang",tanya Kirana.


"Nggak apa-apa kan mommy,biar mommy bisa ngelihat wajah ganteng papa",goda Sherly.


"Kamu apa sihh..",wajah Kirana bersemu merah mendengar perkataan Sherly.


"tuhh..sudah terhubung nihh",ucap Sherly.


"Hallo honey... ",sapa fahri.


"Maaf ya dari tadi pagi aku nggak ngasih kabar soalnya jadwal aku hari ini full banget,ini saja aku baru saja nyampai hotel,mandi dan tadinya mau nelepon kamu,eh kamu udah nelepon duluan,pasti kangen yaa sama aku",goda Fahri.


Sementara Kirana hanya tersenyum kikuk sambil melirik Sherly.


"Sayang kamu kok diam saja sihh,kamu marah yaa..".


"Eng.. Enggak..",jawab Kirana cepat.


"Terus kenapa,kok diam saja.. kamu pasti sangat merindukan suamimu yang ganteng ini yaa.. don't worry honey,nanti kalau sudah sampai rumah kita kangen-kangenan yaa,pokoknya kita main sampai puas,sampai pagi juga nggak apa-apa, hahaha",goda Fahri.


"Mas Fahri !!!",pekik Kirana


"Kenapa sayang??",tanya Fahri


"Emm... di..sini.. a..da.. Sherly",jawab Kirana.


"Apaa?!!",Fahri kaget


"Haii papa...", Sherly mengarahkan layar ponsel nya kearah wajahnya.


"Haii.. sa..yang... sejak kapan kamu di dekat mommy mu",tanya Fahri canggung.


"Sejak tadi,orang Sherly yang bantuin mommy video call ke papa",jawab Sherly.


"Memang kenapa??kok minta bantuan Sherly?".


"Tangan mommy sakit jadi nggak bisa buat ngapa-ngapain",jawab Sherly.

__ADS_1


"Sakit??Sakit kenapa??mana mommy??",tanya Fahri.


Sherly mengarahkan ponselnya ke arah Kirana.


"Kenapa tanganmu sayang??",tata Fahri.


"Nggak apa-apa sayang",jawab Kirana.


"Kata Sherly sakit,nggak bisa buat ngapa-ngapain".


"Ahh,ituu..sherly terlalu membesar-besarkan saja, hehehe",Kirana mencoba memaksa tersenyum.


"mana coba lihat tanganmu!".


"Ahh.. sayang kamu sudah makan belum,pasti kamu seharian capek banget jadwalmu kan padat sekali,ya sudah kamu istirahat gih".


"Coba lihat tanganmu..".


"Sayang ka.."


"Aku mau lihat tanganmu,coba lihat!!!",ucap Fahri dengan nada tinggi dan penekanan.


Kirana kaget mendengarnya,ia ragu untuk menunjukkan tangannya kepada Fahri.


"Kirana..",ucap Fahri.


Dan akhirnya Kirana memberanikan diri memperlihatkan tangannya ke Fahri.


"Astaga.. kenapa tanganmu seperti itu",nampak kepanikan terlihat dari wajah Fahri.


"Inii.. ini.. tidak sengaja terkena air panas sayang,emm.. tapi ini..ini.. sudah tidak apa-apa kok,sudah tidak sakit juga,besok juga sudah kering,sudah sembuh",ujar Kirana mencari alasan.


"Luka seperti itu kamu bilang tidak apa-apa,Kirana.. kenapa kamu ceroboh sekali sih,kenapa sampai bisa tanganmu tersiram air panas..",nampak kekecewaan dari raut wajah Fahri.


"Maaf sayang.. aku.. aku..",Kirana tidak bisa melanjutkan kata-katanya,air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja membasahi pipinya.


"Sudahlah.. maafkan aku,aku hanya panik saja tadi.. kamu sudah ke dokter?",tanya Fahri lembut,kali ini Fahri sudah berhasil mengontrol emosi nya.


Kirana menggeleng di dalam Isak tangisnya.


"Aku.. aku hanya mengoleskan salep ke lukanya",ucapnya lirih.


"Sudahlah,jangan menangis.. besok aku akan pulang,nanti kita periksakan lukamu ke dokter yaa,sekarang istirahatlah,love you honey",ucap Fahri setelah itu ia mematikan panggilan videonya.


Sherly merasa bersalah karena ia tidak sengaja memberi tahu ayahnya tentang kondisi tangan Kirana.


"Mommy maafkan Sherly ya.. lagi-lagi semua ini gara-gara Sherly,kalau saja tadi Sherly tidak bilang sama papa..".


"sudahlah Sherly ini semua bukan salahmu,mommy baik-baik saja.. sekarang Sherly boleh kembali ke kamar Sherly,karena mommy mau istirahat",ucap Kirana lembut.


"baik mommy", Sherly keluar dari kamar Kirana.


TBC dears.


terima kasih kepada readers yang sudah setia dengan karya author.


jangan lupa like,coment dan vote yang banyak yaa..


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2