Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#144


__ADS_3

"Taruh saja di atas meja..nanti aku minum",ucap Fahri sembari mengambil baju ganti di lemari.


"Makan malamnya sudah siap..",ucap Kirana selanjutnya,ia tidak berani menatap ke arah Fahri,hanya menundukkan wajahnya kebawah.


"Ohh..ya sudah,kau mandi saja dulu..nanti kita makan malam bareng..",jawab Fahri.


Kiranapun segera mengambil handuk dan baju gantinya dan segera masuk ke dalam kamar mandi.Beberapa menit kemudian Kirana sudah menyudahi ritual mandinya.Kirana melihat Fahri sudah tidak berada di kamar dan ia bisa bernafas dengan lega.Setelah ia menyisir rambutnya dan mengikatnya Cepol ke atas,ia segera keluar dan menuju ke meja makan,dan disana sudah ada Fahri yang menunggunya.


"Maaf ma..aku kelamaan ya..",ucap Kirana.


"It's okey..",jawab fahri singkat.


Kirana melayani Fahri dengan baik,ia mengambilkan nasi beserta sayur dan lauk Pauknya dan memberikan ke suaminya.Fahri langsung menyantapnya dengan lahap dan hal itu tak luput dari pandangan Kirana.Kirana tersenyum,ia bahagia melihat suaminya makan dengan lahap.


"Emm..kamu tidak apa-apa kan untuk beberapa hari ini kita masih harus tinggal di kota ini,soalnya aku masih ada urusan yang harus diselesaikan..",ucap Fahri disela kegiatan makannya.


"Iyaa mas..",jawab Kirana.


Dan setelah itu tak ada lagi obrolan diantara mereka.Fahri sebenarnya sangat merindukan moment-moment seperti dulu,tak adalagi kecanggungan seperti saat ini.Bibirnya sebenarnya ingin sekali memanggil Kirana dengan panggilan sayang..tapi entah kenapa ia ragu untuk mengungkapkannya.


Setelah acara makan malam mereka selesai,Fahri memilih menyelesaikan pekerjaan kantor yang dibawanya pulang tadi di ruang tv.Sementara Kirana ia membersihkan meja makannya dan setelah itu mencuci piring-piring kotor yang digunakannya untuk makan tadi.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya,Kirana kembali bingung.Apa dia ikut bergabung dengan suaminya atau langsung ke kamar saja.Sebenarnya ia ingin sekali bergelayut manja bersama suaminya saat ini tapi aura-aura kecanggungan diantara mereka masih sangat kuat.


"Ehemm..kau tidur duluan saja,aku masih harus menyelesaikan pekerjaan ku sebentar lagi..."ucap Fahri yang tahu Kirana sedang berdiri disudut ruangan itu.


Kirana tidak menyahut,tapi ia segera berlalu ke kamarnya dan menutup pintu kamar sedikit lebih kencang.


brakkk..


Membuat Fahri terkejut dan menatap ke arah kamarnya.

__ADS_1


"Ada apa dengannya??apa dia sedang marah??",Fahri meraup wajahnya kasar.


Kemudian ia menata kembali dokumen-dokumen yang dibawanya tadi,ia lebih memilih menghampiri istrinya yang terlihat merajuk,itu lebih gawat dan berbahaya daripada harus menghadapi klien penting yang cerewet dan banyak maunya.


Sementara Kirana, merebahkan dirinya ditempat tidurnya,entah kenapa hatinya sangat sakit.Ia merasa hubungannya dengan Fahri lebih dingin daripada sewaktu pertama kali mereka menjalani pernikahan Mereka.


Kirana meneteskan air matanya,ia kecewa dengan dirinya sendiri,kecewa karena tidak bisa jujur mengungkapkan perasaannya kepada suaminya.Ia menelungkupkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya dibalik bantal.


Fahri membuka pintu kamarnya melihat Kirana dengan posisi seperti itu dan melihat tubuh istrinya itu bergetar.Dia tahu kalau istrinya itu sedang menangis.Ia pun menghampiri Kirana dan duduk ditepi ranjang.


Tangan Fahri mengulur,ingin menyentuh punggung Kirana tapi ia urungkan,ia takut Kirana tidak menerima ketika ia sentuh.


"Kamu kenapa menangis??apa tadi aku sudah menyakitimu??",tanya Fahri hati-hati.


Kirana masih diam tapi ia malah semakin menangis sejadi-jadinya.


"Aku minta maaf..jika tadi perkataan ku ada yang membuatmu sakit hati..",Fahri meminta maaf walaupun dia tidak tahu letak kesalahannya dimana.


"Kirana...",Fahri memanggil nama Kirana dan memberanikan diri menyentuh punggungnya dan mengelusnya mencoba menenangkan Kirana.


Tak disangka,Kirana berbalik dan langsung duduk mensejajarkan dirinya dengan Fahri,ia mengusap air matanya kasar dengan kedua tangannya.Netranya menatap dalam kearah suaminya.


"Mas Fahri memanggil Kirana??",tanya Kirana dalam isaknya.


Fahri hanya mengangguk,ia sedikit terkejut dengan perubahan sikap Kirana.Tapi sepersekian detik kemudian Kirana berhamburan ke pelukan Fahri sembari menangis.


"Mas Fahri..maafkan Kirana...Kirana memang salah..Kirana menyesal mas..tapi Kirana nggak bisa kalau mas Fahri bersikap dingin ke Kirana lagi...huahahah",ucap Kirana dalam tangisnya.


Sontak hal itu membuat Fahri merasa kaget,ia membalas pelukan Kirana,mencoba menenangkan istrinya tersebut.


"Kamu tidak salah apa-apa..",ucap Fahri sembari mengelus punggung Kirana.

__ADS_1


"Aku salah mas..aku sudah menolak mas Fahri ketika ingin menciumku,tapi aku sudah sadar mas...apa yang aku lakukan itu salah,mas Fahri pasti bersikap dingin seperti ini karena itu kan...",tanya Kirana masih dalam isaknya.


Fahri tersenyum mendengar penuturan istrinya itu,kemudian ia melepaskan pelukannya kepada kirana.ia memegang kedua bahu aliran.


"Sayang..lihat mataku..",ucap Fahri lembut.


Kirana memberanikan diri menatap wajah suaminya,matanya yang sembab membuat Fahri merasa semakin bersalah kepada Kirana.


"Maafkan aku ya...maafkan suamimu yang tidak peka ini..kamu mau kan memulai semuanya dari awal lagi...",ucap Fahri.


Kirana masih terisak,ia tidak mengiyakan ataupun menolak,ia masih menatap wajah suaminya itu dengan lekat,wajah yang ia rindukan kini bisa dia lihat sangat begitu dekat.Panggilan sayang yang didengarnya lagi dari mulut suaminya masih terngiang di telinganya.


Kirana mengangkat tangannya dan meletakkannya di wajah Fahri,ia meraba setiap inchi wajah Fahri, memastikan dan meyakinkan dirinya bahwa ini benar-benar nyata.Kemudian ia tersenyum dalam tangisnya.


"Shhtt...sekarang jangan menangis lagi,aku tidak mau melihat istri tercintaku sedih seperti ini..",ucap Fahri seraya mengangkat dagu Kirana.


Kemudian Fahri menghapus sisa-sisa air mata di pipinya,ia melihat wajah istrinya yang terlihat lebih tirus dari biasanya.Ada perasaan bersalah di dalam hatinya,tapi ia tak mau menunjukkan kesedihannya kepada Kirana,cukup ia pendam sendiri di hatinya.


"Apa kamu tahu sayang..rasa cinta ini akan tetap sama tidak akan pernah berkurang sedikitpun dan malah bertambah lebih banyak cinta untukmu..Aku mencintaimu sampai kapanpun dan lebih dari apapun...",ucap Fahri.


Kemudian ia mencium kening Kirana,kedua mata kanan dan kirinya,hidungnya,dan kedua pipinya.Dan terakhir ia melihat ke arah bibir mungil berwarna merah jambu itu.kirana memejamkan matanya ketika Fahri menempelkan bibirnya dengan bibir milik Kirana.


Fahri melakukannya dengan sangat lembut dan hati-hati,ia ingin membuat Kirana menikmati ciumannya tanpa ada rasa trauma didalamnya.Fahri sedikit m3Lum@tnya dan menyesapnya dalam-dalam,sungguh ia pun sebenarnya merindukan bibir Kirana yang seakan sudah menjadi candu untuknya...


TBC dears...


huhh.. akhirnya hari ini aku up 3 bab ya..


biarin aja ngegantung kayak gini... author mau istirahat dulu,dilanjut besok lagi yaa...


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2