
Sudah 3 hari Kirana berada di rumah sakit,tapi Fahri tak nampak menunjukkan batang hidungnya.Kirana merasa ada yang aneh,ada yang ditutup-tutupi dari dirinya.
"Apa mungkin mas Fahri kecewa sama aku,karena aku tidak bisa menjaga calon bayi kita",Kirana bergumam.
"Andai kau tau mas.. aku pun sakit,aku juga sedih harus kehilangan calon bayi kita",Kirana mulai menangis entah untuk keberapa kalinya.
Setiap malam,ketika ia merasakan kesepian melanda dirinya,ia selalu menangis.Mungkin di depan orang-orang ia terlihat tegar tapi sebenarnya hatinya sangat rapuh.
Besok dokter sudah membolehkannya pulang,dan dia berharap Fahri akan menjemputnya.Iapun segera memejamkan matanya,berharap mimpinya jadi kenyataan.
Keesokan harinya ia sudah bersiap untuk pulang,ia hanya menunggu seseorang untuk menjemputnya.Senyumnya mengembang Ketika pintu dibuka,tapi senyum itu berangsur pudar ketika kenyataan tak sesuai ekspektasi.
"Sudah siap pulang??",tanya Riko.
Kirana mengangguk pelan,ia menghela nafas.
"Mas Riko apakah sherly sudah dibolehkan pulang?",tanya Kirana.
"Sherly masih belum boleh pulang Kii..".
"Aku mau menjenguk Sherly,boleh kan??aku juga sudah sehat".
Merasa tidak mendapat jawaban, akhirnya Kirana menanyakan ruangan pasien yang bernama Sherly kepada bagian informasi,setelah Kirana tau dimana ruangannya,Kirana bergegas menuju ke ruangan itu.
Sementara Riko tidak bisa mencegahnya,ia mengikuti Kirana dari belakang.Ketika Kirana sudah menemukan ruangan Sherly,Riko memanggilnya.
"Kirana tunggu..".
Kirana menoleh ke arah Riko.
"Kirana kita pulang sekarang,ini bukan ruangan Sherly,kita salah kamar..",ucap Riko.
"bukan ruangan Sherly gimana,tadi orang yang berada di bagian informasi jelas-jelas bilang kalau ini ruangan Sherly".
"kii.. aku mohon kamu jangan masuk,kita pulang saja..",Riko tidak mau Kirana terkejut melihat kondisi Sherly saat ini.
Tapi Kirana tak menghiraukannya,ia tetap membuka pintu itu.
"Sher..ly..",Kirana tercekat.
ia begitu kaget ketika melihat Fahri yang duduk disamping ranjang Sherly dan menggenggam tangan Sherly.Sementara Sherly terbaring dengan banyak peralatan medis yang menempel ditubuhnya.
Kirana menutup mulutnya agar suara tangisannya tak terdengar,ia perlahan berjalan mendekati Sherly,Kirana melihat ke arah Fahri dan Sherly secara bergantian.
"Sherly.. apa yang terjadi kepadamu?",Kirana menangis didekat Sherly.
__ADS_1
"Sherly.. maafkan mommy.. mommy tidak bisa menjaga Sherly.. Sherly begini gara-gara mommy",tangisan Kirana semakin tidak bisa dibendung.
"Sherly.. bangun sayang.. Sherly....",Kirana menghapus air matanya kasar dengan kedua tangannya.
Kirana berganti menatap Fahri,Ia mendekati Fahri.
"Mas Fahri kenapa bohong sama Kirana,mas Fahri bilang Sherly baik-baik saja.. kenapa kalian semua bohong sama Kirana",Kirana melihat Fahri dan Riko secara bergantian.
"Mas Fahri jahat banget sama Kirana..mas Fahri tega...",Kirana memukuli dada Fahri.
Riko mencoba menenangkan Kirana,ia menahan tangan Kirana agar berhenti memukuli Fahri.
"Kirana.. kita tidak ada maksud untuk berbohong kepadamu,kita tidak mau kamu banyak fikiran,kamu sendiri baru sembuh jadi kita tidak mau fikiran kamu semakin terbebani
mendengar kondisi Sherly seperti ini",jelas riko.
Kirana masih menangis,ia kembali mendekati Sherly,ia mengusap pelan pipi Sherly.
"Sherly.. ayo bangun sayang, mommy disini.. Sherly..".
tanpa disadari Claudia yang datang dari luar melihat Kirana mendekati Sherly, iapun menarik lengan Kirana dan menghempaskannya dengan kasar membuat Kirana jatuh terhuyung-huyung untung saja Fahri sigap menangkapnya.
"Dasar perempuan tidak tau diuntung,belum puas kau menyakiti Sherly,hahh.. gara-gara kamu Sherly jadi seperti ini!!",ucap Claudia penuh emosi.
"Claudia jaga ucapanmu",tukas Fahri.
"kecilkan suaramu Claudia!!",Fahri menahan emosinya.
"Aku hanya berkata sebenarnya,apa yang kau harapkan dari perempuan ini hahh..menjaga dirinya dan calon bayinya saja dia tidak bisa apalagi menjaga Sherly,ibu macam apa itu?",ucapan Claudia makin tak terkendali.
"Claudia kau benar-benar...",Fahri melayangkan tangannya siap untuk menampar Claudia
"apa-apa.. mau tampar,ayo tampar.. aku tidak takut,biar Sherly tau,papanya sebenarnya seperti apa!!",ucap Claudia menantang.
"Kauu!!",Fahri menggeram.
"Sudahlah boss.. kau jangan terbawa emosi,kita keluar",Riko memenangkan Fahri.
Fahri menarik tangan Kirana,ia membawanya mengikuti langkahnya.Riko yang melihatnya segera berlari menyusul mereka.Ia takut terjadi apa-apa dengan mereka.
"Boss..",Riko memanggil Fahri tapi tak digubris oleh Fahri.
Fahri mempercepat langkahnya,ia memaksa Kirana untuk masuk ke mobilnya.Setelah itu ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Mas Fahri.. jangan seperti ini,Kirana takut...",ucap Kirana.
__ADS_1
Tapi Fahri sama sekali tak mendengarkan kata-kata Kirana.
"Mas... Kirana mohon.. Kirana takut..",Kirana menangis.
Fahri menepikan mobilnya dipinggir jalan,hening.. tak ada yang bicara,hanya Isak tangis Kirana saat ini.
Fahri memeluk tubuh Kirana seketika,air mata Kirana tumpah,ia semakin menangis menjadi-jadi.
"Maafkan aku Kirana.. ",bisiknya.
"Aku akan mengantarmu pulang ..",Fahri melepaskan pelukannya dan memasang wajahnya senormal mungkin.
Ia kembali mengemudikan mobilnya kali ini dengan kecepatan sedang, keduanya saling terdiam sampai akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah.
Fahri mengantarkan Kirana ke dalam kamarnya.
"Mas Fahri..aku benar-benar minta maaf",Kirana berlari memeluk Fahri dari belakang.
"aku tidak pernah ingin menyelakai Sherly, sewaktu di taman dipusat kota,aku dan Sherly berjalan bersama ke arah parkiran tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah kami,aku hanya ingin menyelamatkan Sherly aku mendorong Sherly ke samping..",Kirana menjelaskan kronologi kejadian waktu itu.
"Mas Fahri aku tau kamu kecewa sama aku.. aku juga kecewa dengan diriku sendiri,aku belum bisa jadi ibu yang baik untuk Sherly,aku juga belum bisa jadi istri yang baik untukmu,aku gagal menjadi seorang ibu..",Kirana semakin terisak.
Fahri membalikkan badannya,ia membawa Kirana ke dalam pelukannya.
"Mas Fahri.. aku tahu kamu sedih kehilangan calon bayi kita,sama halnya denganmu mas..aku lebih sedih,aku sedih karena aku tidak bisa mempertahankan bayi kita,aku tidak menjaga anak-anak kita,aku ini ibu yang gagal...",tangis Kirana pecah.
"Sudah cukup.. jangan salahkan dirimu lagi",ucap Fahri,ia mencoba menenangkan Kirana.
Ia menuntun Kirana ke ranjangnya,ia merebahkan tubuh Kirana.
"berhentilah menangis.. istirahatlahh..kau baru saja sembuh,bahkan tubuhmu belum pulih",Fahri menghapus air mata Kirana.
Ketika Fahri ingi berdiri,Kirana menahan tangan Fahri.
"Mas Fahri.. apa mas Fahri marah sama kirana?",tanya Kirana.
Merasa tidak ada jawaban,Kirana menanyakannya lagi.
"Mas Fahri kecewa sama Kirana??",tanya Kirana sekali lagi.
"istirahatlah.. ",Fahri melepaskan tangan Kirana.
Kirana tersenyum getir,melihat Fahri melangkah pergi meninggalkannya di kamar sendirian.
TBC dears..
__ADS_1
author tidak bosan-bosannya meminta kalian untuk selalu dukung karya author.
happy reading dears