
Nampak Vita juga membalas ciuman Riko,ia tidak memungkiri kalau ia juga sangat merindukan sentuhan dari Riko.Malah terlihat sangat kalau Vita lebih menggebu-gebu daripada Riko,tadinya Riko ingin bermain dengan pelan dan lembut,namun istrinya itu sudah terbakar gairahnya dan sangat agresif membuat Riko harus mengimbangi keagresifan istrinya tersebut.
Riko menyudahi ciuman mereka ketika keduanya sudah kehabisan nafas.Tidak menunggu waktu lama untuk Riko membawa sang istri terbang ke awang-awang menikmati kenikmatan surgawi yang haqiqi.
Penyatuan dan pelepasan yang tidak hanya sekali menjadi bukti betapa keduanya teramat sangat merindukan satu dengan yang lain.
...πππ...
Sementara di ujung kota lainnya,Fahri masih berjibaku dengan pekerjaannya di anak perusahaan yang berada di kota itu,sudah hampir satu bulan Fahri berada di kota itu,tapi tak ada tanda-tanda ia akan kembali pulang.
Selama dia berada di kota lain,selama itu lah dia berusaha mati-matian memendam kerinduannya terhadap Kirana.Dan selama itu pula Fahri merasa jika Kirana sudah mulai terbiasa akan ketidak hadiran dirinya.
Tapi di sisi lain,Fahri berharap Kirana akan menghubunginya dan berkata jika ia merindukan suaminya dan ingin sekali suaminya itu pulang.Tapi harapan tinggal harapan,bahkan Kirana sama sekali tak pernah menghubunginya membuat kekecewaan Fahri semakin dalam.
Sama halnya dengan Fahri, sebenarnya Kirana juga sama,ia sangat merindukan suaminya tersebut,namun Kirana masih takut jika menghubungi Fahri duluan.
Laras dan Doni yang faham akan keadaan pasangan tersebut menjadi gemas sendiri, sama-sama rindu tapi tidak saling mengungkapkan,hanya dipendam keduanya.Mereka pun akhirnya menyusun rencana supaya Kirana dan Fahri bisa bersatu kembali.
Laras dan Doni sengaja mengajak Kirana ke kota dimana Fahri sekarang berada.Setelah sampai di depan perusahaan Fahri yang di kota tersebut,Doni segera mengajak Laras dan Kirana serta Arka ke ruangan Fahri.Namun, sebelumnya Doni mendatangi ke resepsionis terlebih dahulu dan mengatakan kalau dia sudah ada janji dengan Fahri.
Resepsionis perusahaan Fahri segera menghubungi Fahri,dan Fahri berkata agar tamunya langsung saja menuju lantai atas.Fahri fikir Doni ke kota tersebut hanya sendirian,dia tak mengajak Kirana dan Laras serta Arka untuk turut serta.
Sementara Kirana mulai mencurigai kedua kakak nya tersebut.
"Kak,ini perusahaan siapa sih..kenapa kita kesini dulu,katanya mau liburan??",tanya Kirana.
"Iya Kii..sebelum liburan kita kesini dulu yaa..",jawab Doni.
Setelah berada di depan ruangan CEO,Doni mengetuk pintunya terlebih dahulu,dan setelah mendengar kata dari dalam untuk mempersilahkan masuk,Doni membuka pintu ruangan tersebut.
Dan nampak Fahri berjalan mendekati ke arah pintu ingin menyambut Doni yang notabennya adalah kakak iparnya.
"Hai..Don,wahh long time no see ya..",Fahri berhambur memeluk Doni.
Tapi sepersekian detik kemudian ia melihat Laras dan Arka dan disusul dengan Kirana dibelakangnya.Hal itu membuat Fahri sedikit terkejut karena doni tak memberitahunya jika ia akan membawa keluarganya beserta istrinya ke kantornya.
"Haii adik ipar...",ucap Laras basa-basi sembari melambaikan tangannya,menyadarkan Fahri dari rasa terkejutnya.
__ADS_1
"Oh,haii Laras.. apa kabar??",tanya Fahri kemudian menyalami Laras.
"Seperti yang kau lihat..aku baik,dan kau terlihat sangat sibuk sekali ya...",ledek Laras.
"hehe.. seperti yang kau lihat juga",jawab Fahri dengan senyum getirnya.
Kemudian Fahri menatap ke arah Kirana,ada rasa rindu yang membuncah di dalam kalbunya.Fahri merasa bahagia bisa bertemu dengan belahan jiwanya tapi dia juga merasa canggung dengan pertemuan yang mendadak seperti ini bahkan ini diluar rencananya.
Sama halnya dengan Fahri,Kirana juga merasa demikian,ia terlihat canggung.Ingin rasanya ia menyapa suaminya terlebih dahulu tapi lidahnya serasa keluh.
"Heii..kenapa kalian saling diam,bukannya saling menyapa atau kangen-kangenan??bukankah sudah sebulan lebih kalian tak bertemu??pasti rasanya rindu sekali yaa...",goda Doni.
Fahri hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Ia hanya melihat ke arah Kirana sekilas dan buru-buru berdehem untuk mengusir kegugupannya.
"Ehemm...kenapa jadi ngobrol di depan pintu,ayo silahkan masuk..",ucap Fahri mempersilahkan masuk.
Doni dan laras yang menggendong Arka serta Kirana memasuki ruangan Fahri.
"Apa kami tidak mengganggu??",tanya Laras setelah duduk di sofa.
"Hari ini jadwalku tidak terlalu padat...",jawab Fahri.
"Tidak usah repot-repot Fahri..aku dan Laras hanya sebentar..",ucap Doni.
Fahri yang tak mengerti hanya menatap ke arah Doni dan laras secara bergantian.
"Heii..kenapa kau menatap ku seperti itu..aku dan Laras ada acara reuni bersama teman-teman sekolah kita dulu.. rencananya sih kami akan ke Bali 3 hari 2 makan,karena memang acaranya diadakan disana..",ucap Doni menyampaikan maksudnya.
"Nah..jadi kedatangan kami kesini ya mau mengantarkan Kirana kesini,karena tidak mungkin juga kami meninggalkan Kirana sendirian di rumah,jadi lebih baik Kirana disini bersama kamu..',timpal Laras.
"Kakak..kenapa tidak memberitahu ku terlebih dahulu??",protes Kirana.
"Kakak belum cerita yaa...ahh,iya..kakak lupa..",ucap Laras bohong.
"Ya sudah sihh sudah terlanjur disini jadi nggak apa-apa kan fahri kalau aku nitip Kirana??",tanya Laras.
"Ohh..Ten..tentu saja...Kirana kan istriku sudah seharusnya kan Kirana menjadi tanggung jawabku,kalian pergi saja..tidak masalah kirana bisa tinggal disini bersamaku..",ucap Fahri.
__ADS_1
Setelah sedikit berbincang-bincang akhirnya Doni dan laras berpamitan kepada Fahri,Fahri akan mengantarkan mereka sampai ke lobby tapi mereka menolaknya.
Dan sekarang tinggallah Fahri dan Kirana berdua di ruangan itu.Keduanya masih saja merasa canggung,sejak dari tadi bahkan mereka belum bertegur sapa.
Akhirnya Fahri memberanikan diri untuk memulai percakapan terlebih dahulu.
"Bagaimana kabarmu??",tanya Fahri memulai obrolan mereka.
"Aku??aku..baik..mas Fahri sendiri bagaimana kabarnya??",tanya Kirana dengan wajah yang menunduk.
"Aku juga baik..",jawab Fahri.
Setelah itu hening tak ada lagi pembicaraan yang keluar dari mulut keduanya.Fahri melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.Sudah jam 3 sore,kurang satu jam lagi jam kerjanya berakhir.
"Apa tadi kau sudah makan siang??",tanya Fahri.
"Sudah..sebelum kesini kak Doni mengajak kami makan siang..",jawab Kirana.
"Apa kau butuh sesuatu??aku akan menyuruh OB untuk menyiapkannya untukmu..",ucap Fahri.
"Tidak usah repot-repot..kalau boleh aku minta air mineral saja,aku haus..",jawab Kirana.
Fahri segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lemari pendingin,dan mengambilkan air mineral untuk istrinya.
"Ini minumlah...",Fahri menyerahkan satu botol air mineral untuk Kirana.
"Apa kau mau yang lain lagi??",tanya Fahri.
Kirana menggeleng kepalanya.
"Kau mau menungguku disini dulu..satu jam lagi jam kerja ku berakhir,setelah itu kita bisa pulang..",ucap Fahri.
TBC dears..
mohon maaf readers, sebenarnya kemarin author pengen up 2-3 bab sekaligus tapi ternyata kemarin author ada acara mendadakπ
Tapi author janji hari author up lagi yaa...
__ADS_1
happy reading dears π€π