
Setelah selesai menikmati bekal makanan yang dibawakan Kirana,keduanya nampak diam hingga tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.
tok..tok..tok..
"Bos... eh,ada Kirana...",ucap Riko kemudian duduk disamping Kirana.
"Tumben banget Kii.. ada apa gerangan kiranya seorang Kirana bisa sampai datang kesini..",tanya Riko yang di dranatisir penuh.
"ahh..nggak..aku hanya mengatakan bekal makan siang untuk mas Fahri..",jawab Kirana.
"cihh.. cuma buat si boss doang...untuk ku mana??",tanya Riko.
"Kau minta sendiri sana sama istrimu...sudah punya istri sendiri juga masih saja merepotkan istri orang..", sungut Fahri kesal.
"Ciyehh... ada yang cemburu nihhh,ciyehh..ciyehh..",goda Riko.
"hah.. cemburu??siapa yang cemburu...",Fahri terlihat salah tingkah.
"Ohh ya sudah...Kii,besok ada waktu nggak..",Riko merangkul pundak Vita.
"Hehh..tangannya tolong dijaga yaa...ingat istri orang!!",sungut Fahri.
"halahhh...bilang aja cemburu..gengsi bangett...",Riko mencebikkan mulutnya dan menjauhkan tangannya dari Kirana.
"Lagian ngapain nanya-nanya besok ada waktu apa nggakk.. kamu mau ngajak Kirana jalan,nggak ada yaa... ingat istri di rumah..",ucap Fahri yang semakin kesal.
Sementara Kirana tidak bicara apapun,ia hanya melihat tingkah kedua makhluk di depannya itu sangatlah kekanak-kanakan.
"Ehh siapa yang mau ngajak Kirana jalan..aku kan hanya bertanya.. huhh,dasarr..",jawab Riko kesal.
"Kii besok kamu sibuk nggakk... Vita mau minta temenin ke mall,mau nyari sesuatu katanya.."lanjut Riko.
"iyaa mas.. besok Kirana jemput Vita ke apartemennya mas Riko..emm..boleh kan mas Fahri .."ucap Kirana ragu.
Fahri menganggukkan kepalanya dan membuat senyum manis Kirana mengembang.
"ya sudah nanti biar aku bilang sama Vita..",ucap Riko.
"iya mas...",jawab Kirana.
__ADS_1
"oh iya Kii..setelah jam makan siang si bos nggak banyak kerjaan,kalian kalau mau jalan..jalan aja biar aku yang menghandle pekerjaannya..",ucap Riko.
"ohh..itu..".
"Ya sudah...aku balik duluan kalau gitu..kau handle semua pekerjaan yaa...",sela Fahri.
"giliran kayak gitu aja..gercep banget dah ahh...ya sudah si bos selamat enak-enak yaa...",goda Riko.
Fahri memukul bahu Riko,membuat Riko semakin tidak bisa untuk tidak menggoda bos sekaligus sahabatnya itu.Sebenarnya Riko baru saja tahu dari security di perusahaan Fahri,bahwa selama tiga hari ini Fahri selalu menginap di kantor dan tidak pernah pulang ke rumah.Riko curiga Fahri dan Kirana sedang ada masalah,ia ingin menanyakan langsung kepada Fahri.
Riko terkejut melihat Kirana yang tahu-tahu sudah berada diruangan bos nya itu, akhirnya ia sengaja menggoda Fahri,membuatnya sedikit cemburu dan berhasil.
Fahri mengajak Kirana keluar dari kantornya,di dalam mobil mereka kembali bungkam.Tak ada yang memulai pembicaraan hingga akhirnya Fahri menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kok berhenti disini??",tanya Kirana bingung.
Fahri tak menjawab,ia menatap mata Kirana cukup lama hingga akhirnya ia tak tahan lagi dan langsung memeluk Fahri tak ingin masalahnya dengan Kirana semakin berlarut-larut,tiga hari mereka saling berjauhan sudah seperti tiga ribu tahun tak berjumpa.
"Maafkan aku sayang..",ucap Fahri sembari menciumi pundak Kirana dengan posisi berpelukan.
"Mas..mas Fahri tidak salah..Kirana yang minta maaf,maafkan Kirana mas..maafkan sifat Kirana yang kekanak-kanakan..",ucap Kirana.
"iya mas..aku minta maaf.. tiga hari tanpa kamu rasanya hidupku hampa,benar katamu mas..yang terpenting itu kita saling mencintai,setia sekata sampai maut memisahkan akupun rela kalaupun hanya hidup berdua asalkan bersamamu...aku tidak akan membicarakan soal anak lagi..",ucap Kirana panjang lebar.
"Sayang..anak itu adalah titipan dari Tuhan,kalau kita mendapatkan nya anggap saja itu bonus dari Tuhan, kalaupun belum juga nggak apa-apa yang penting kita sudah usaha yang terbaik semampu kita, selanjutnya kita serahkan semuanya kembali kepada sang pencipta..',tutur fahri dan diangguki oleh Kirana.
"aku mencintaimu sayang...sungguh...sangat mencintaimu..",Fahri kembali membawa Kirana kedalam pelukannya.
"Aku jugaa..sangat mencintai mas Fahri...",ucap Kirana.
Akhirnya setelah perpisahan nya selama 3 hari membuat keduanya semakin berfikir dewasa tentang hubungan mereka.Setelah merasa masalah diantara mereka telah selesai,Fahri kembali melajukan mobilnya,namun kali ini arahnya tidak menuju ke rumah Fahri.
"Kita mau kemana mas..",tanya Kirana.
"nanti kamu juga akan tahu..",jawab Fahri.
"ini seperti jalanan ke..",Kirana tak melanjutkan kata-katanya.
ini adalah jalanan ke makam Sherly,Fahri mengajak Kirana ke makam Sherly.Ditengah perjalanan Fahri membeli satu bucket mawar putih dan menyimpannya di kursi belakang.
__ADS_1
Setibanya di makam Sherly,Kirana duduk dan memandangi nisan Sherly cukup lama.
"hallo sayang..papa datang lagi..tapi kali ini papa datang sama mommy..",ucap Fahri.
Setelah mereka mendoakan Sherly keduanya kembali ke rumah.Mbok Darmi sudah menyambut kedatangan mereka dengan bahagia.
"Tuan Fahri.. kemana saja tiga hari nggak pulang,kasihan non Kirana sampai-sampai nggak bisa makan,tiap hari nungguin tuan sampai malem..kadang ketiduran di sofa.."ucap mbok Darmi panjang lebar.
"oh ya...maaf sayang kamu pasti sedih banget iya kan..",Fahri mencium kening kirana,Kirana hanya tersenyum.
"aku ngantukk...", ucap Kirana manja.
"ya sudah.. mbok..nggak usah nyiapin makan malam ya..soalnya tadi kita sudah makan di luar..",ucap Fahri sebelum pergi ke kamarnya.
"baik tuan..",jawab mbok Darmi.
Sesampainya di kamar Kirana langsung membersihkan dirinya, setelah itu gantian fahri yan membersihkan dirinya.Keduanya merebahkan dirinya di ranjang sembari melakukan pillow talk.
"jadi selama tiga hari kamu tidur dimana..",Kirana memiringkan badannya menghadap ke arah Fahri,tangannya mengelus pipi suaminya itu.
"Aku tidak kemana-mana..aku tidur di kantor,disana ada ruangan khusus yang biasanya aku gunakan untuk istirahat ketika bekerja,ada beberapa pakaian ku juga disana...",jawab Fahri,ia tidur dengan menggunakan tangannya sebagai bantalan sedangkan tangan satunya ia lingkarkan di pinggang Kirana.
"terus makannya..."
"Aku beli dari luar sayang.. kadang aku delivery order..tapi masakan nya tak ada yang se enak masakanmu..',ucap Fahri.
"benarkah..kalau begitu mulai hari ini aku akan memasak buat kamu mas...",ucap Kirana sembari tersenyum,kali ini tangannya sudah mengelus lembut dada bidang Fahri yang tak tertutupi apapun.
"Sayang lakukan sesukamu..",ucap Fahri lirih,menahan hasratnya.
Sungguh lelaki mana yang tahan ketika ada seorang wanita yang tangannya bergerilya lembut di tubuhnya, menggerayangi dadanya.
"Sayang....",
cup..
Fahri mencium bibir Kirana dengan lembut dan semakin lama ciuman itu semakin menuntut,hingga keduanya saling berp@gutan.
TBC dears
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘