
Sudah tiga hari Alicya berada di rumah laras dan selama itu pula Fahri setia menemaninya disana.Laras menyarankan Kirana untuk dibawa ke psikiater dan Fahri menyetujuinya.Setelah sekali dari psikiater nampak Kirana sudah mulai mengalami perkembangan, setidaknya ia sudah mau berkomunikasi dengan orang disekitarnya walaupun ia hanya menjawab pertanyaan dengan singkat.
Fahri sudah merasa sedikit tenang karena dengan keadaan Kirana.Dan hal itu membuat Fahri berfikir untuk kembali ke kantornya lagi.
"Laras,Doni.. aku titip Kirana disini dulu yaa..sampai ia benar-benar pulih..",ucap Fahri disela sarapan paginya.
"Tenang saja Fahri.. sepertinya Kirana juga sudah mulai ada perkembangan..by the way apa rencanamu hari ini?bukankah sudah tiga hari kau tidak pergi bekerja??",tanya Doni.
"iya don, rencananya hari ini aku akan kembali ke kantor,aku percayakan Kirana sama kalian yaa..",jawab Fahri.
"Kau tidak usah khawatir Fahri,kirana amana disini...",ucap Laras.
"terima kasih Laras, Doni... aku kembali ke kamar dulu yaa,mau ngantar sarapan Kirana sekalian aku pamit sama Kirana..",ucap Fahri.
Fahri membawa nampan yang berisi sarapan pagi untuk Kirana,ia membuka kamar Kirana dan nampak Kirana seperti habis mandi,rambut panjangnya yang dicepol tinggi ke atas melihatkan leher jenjangnya dan aroma sabun yang segar menyeruak sampai ke indera penciuman Fahri.
Fahri menaruh nampan yang berisi sarapan Kirana diatas nakas,kemudian ia menghampiri Kirana yang berdiri di depan meja riasnya.Fahri memeluk Kirana dari belakang,ia menciumi tengkuk leher Kirana,mencium dalam-dalam aroma sabun yang menempel di tubuh istrinya itu.
"Sayang..hari ini aku akan pergi ke kantor,kamu baik-baik ya disini...",ucap Fahri sembari menatap mata Kirana melalui cermin yang ada di depannya.
Fahri membalikkan tubuh Kirana,hingga kini mereka saling berhadapan.
"Aku harus ke kantor,sudah tiga hari aku tidak pergi ke kantor..",ucap Fahri.
"Aku janji aku akan pulang tepat waktu...kamu nggak apa-apa kan??",tanya Fahri.
Kirana hanya menatap wajah Fahri sambil menggelengkan kepalanya.Fahri tersenyum dan langsung memeluk Kirana.Setelah itu Fahri melepaskan pelukannya,ia menatap lekat wajah istri tercintanya.Pandangannya tertuju pada bibir mungil merah jambu yang sudah beberapa hari tak disentuhnya.Ketika Fahri ingin menempelkan bibirnya ke bibir Kirana,namun Kirana memalingkan wajahnya, sepersekian detik kemudian nampak bulir air mata Kirana jatuh membasahi pipinya.tubuhnya bergetar.
"Sayang..aku..aku minta maaf aku tak bermaksud..aku hanya...",Fahri tak bisa melanjutkan kata-katanya.
Kemudian Fahri memeluk Kirana ingin mencoba menenangkan istrinya tersebut,tapi Kirana juga menghindari pelukan Fahri,ia menjauhkan tubuhnya dari Fahri,ia seperti ketakutan.
"Kirana sayang..aku minta maaf...",
Namun Kirana langsung berlari dan mengunci dirinya di dalam kamar mandi sambil menangis .
__ADS_1
"Sayang buka pintunya,aku minta maaf..Kirana...".
Fahri terus mengetuk pintu kamar mandi dan meminta maaf,namun Kirana tak juga membukakan pintunya hanya Isak tangis yang didengar oleh Fahri.Ia pun meraup wajahnya gusar dan menghela nafasnya kasar.
"Baiklah.. kalau kamu tak mau membuka pintunya tak apa,aku berangkat ke kantor dulu..jangan lupa makan sarapannya aku taruh di atas nakas..",ucap Fahri,kemudian ia keluar dari kamarnya.
Sepeninggal Fahri,Kirana tak mampu lagi menopang badannya, tubuhnya merosot di belakang pintu.Ia terduduk sembari menangis terisak,kedua tangannya menutupi wajahnya.
"Maafkan aku mas..maafkan aku..aku bukanlah istri yang baik buatmu,aku bukanlah wanita yang sempurna,aku tidak bisa memberikan mu seorang anak...",ucap Kirana dalam tangisnya.
Cukup lama ia mengurung dirinya di kamar mandi,sampai akhirnya iapun keluar dari kamar mandi dan melihat sarapan yang sudah dibawakan oleh suaminya dan diletakkan diatas nakas tanpa minat untuk menyentuhnya sedikit pun.
"Kirana...apa kau..",
Laras tak melanjutkan kata-katanya ketika ia membuka pintu kamar Kirana dan melihat Kirana yang nampak berantakan.
"Kirana..ada apa dengan mu dekk ..",Laras mendekati Kirana.
"Kakak...",Kirana memeluk Laras dan kembali menangis.
"Aku mau cerai sama mas Fahri kak...",ucap Kirana sembari menangis.
"Heii..apa yang kamu katakan Kirana??",sontak Laras melepaskan pelukan Kirana.
"Kakak,maafkan Kirana..Kirana nggak membuat mas Fahri kecewa,Kirana nggak bisa ngasih mas Fahri anak..Kirana bukan wanita yang sempurna kakk..",tangis Kirana pecah.
"Dekk,kamu tidak boleh bicara seperti itu...kamu itu bukannya tidak bisa mempunyai anak,tapi belum...kau tidak boleh berfikir seperti ini lagi..",ucap Laras.
"Tapi kakk..."
"Kirana... kalau kamu seperti ini terus,sama dengan kamu membuat kecewa Fahri sayang.. ",Laras mengusap air mata Kirana yang membasahi pipinya.
"Sekarang.. bersiap-siaplah kita ke psikiater lagi..kamu mau kan??",tanya Laras dan diangguki oleh Kirana.
"Kau harus tenang..kau tidak boleh seperti ini lagi..kau harus sembuh..",lanjut Laras.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁
Riko yang melihat Fahri datang, bergegas menghampirinya.
"Pagi bos..bos kemana saja tiga hari ini tidak datang ke kantor,aku telepon juga tidak bisa..",tanya Riko.
"Katakan schedule ku hari ini...",ucap Fahri.
"Bos, sebenarnya kemarin ada meeting dengan klien penting dan tidak bisa diwakilkan,tapi aku sudah meminta kepada klien kita untuk mengatur ulang jadwal meeting kita,dan mereka menyetujui nya..dan ada beberapa dokumen dan berkas yang harus diperiksa dan ditandangani",Riko memberikan beberapa tumpukan kepada Fahri.
"Baiklah..akan ku periksa ini dan kau boleh kembali ke tempat mu..",perintah Fahri.
Riko merasa Fahri sedang menghindarinya,dan ingin bertanya pun ia tak berani karena nampak raut wajah Fahri saat ini sedang tidak baik-baik saja.Fahri melihat ke arah Riko yang masih mematung di tempatnya.
"Apa lagi yang kau tunggu??kembalilah ke tempat mu nanti kalau sudah selesai semua aku akan memanggilmu..",ucap Fahri.
"baik bos..",jawab Riko,tapi ia masih tak bergeming dari tempatnya.
Fahri menghela nafasnya kasar..
"Apa ada yang ingin kau tanyakan...cepatlah waktuku tak banyak,aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ku dan cepat kembali pulang..",ucap Fahri.
"Boss,bagaimana keadaan Kirana??aku kemarin dari rumah dan mbok Darmi bilang Kirana sedang sakit ..",tanya Riko hati-hati.
"Apakah hanya itu yang ingin kau tanyakan??",tanya Fahri.
"iya bos..dan satu lagi kenapa kalian tinggal di rumah laras,kenapa tidak di rumahmu sendiri??",tanya riko kembali.
"Kirana tidak apa-apa,dia baik-baik saja,hanya saja ia butuh support dari keluarga nya,oleh sebab itu aku membawanya ke tempat Laras..",jawab Fahri.
TBC dears..
mohon maaf banget,baru bisa up lagi..kalau readers pengen marah author siap kokk...
terima kasih sudah mendukung karya author..
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘