
Sudah seminggu ini Fahri di luar kota,tapi tak juga nampak tanda-tanda kepulangannya.Kirana yang sudah mulai sembuh dari rasa trauma dan guncangan jiwa nya mulai merindukan sosok suaminya tersebut.Ia merasa bersalah atas kejadian tempo hari ketika Fahri ingin menciumnya dan ia menolaknya.
Sungguh saat itu Kirana hanya takut,takut mengecewakan suaminya.Tapi setelah mengunjungi psikiater beberapa kali,ia jauh lebih tenang,dan sekarang ia mulai kembali seperti Kirana yang dulu.
Hari ini adalah weekend,Doni sudah berangkat ke restoran miliknya sejak pagi,karena biasanya weekend seperti ini restoran miliknya ramai pengunjung.Sementara Laras ia sibuk menghabiskan waktu di rumah bersama Kirana dan Arka.Laras memang tak menggunakan jasa ART atau baby sitter,baginya semua pekerjaan mampu ia kerjakan sendiri.
Sebenarnya Laras ingin mengajak Kirana untuk keluar rumah sekedar berjalan-jalan ke taman atau mall,tapi Kirana menolak.Kirana masih belum percaya diri untuk bertemu dengan banyak orang,masih ada sedikit ketakutan di dalam dirinya.
Alhasil, weekend kali ini mereka habiskan di rumah,nampak Kirana dan Arka sedang asyik bermain.Laras melihat tawa Kirana lepas ketika bersama Arka,tak mau menyia-nyiakan moment seperti itu,Laras langsung mengabadikannya di dalam ponselnya.Ia sengaja mengirim foto Kirana yang sedang tertawa kepada Fahri.
Fahri yang melihat foto istrinya yang sedang tertawa lepas itu ikut menarik sudut bibirnya.Ia pun langsung melakukan panggilan video kepada Laras.
"Hai Fahri ..",sapa Laras sembari melambaikan tangannya.
"Hallo Laras..",balas Fahri sembari tersenyum.
"Astaga.. bahkan weekend kau masih saja bekerja??",tanya Laras sembari terkekeh.
"Ya begitulah...kau lihat sendiri kan??",jawab Fahri.
Melihat perubahan ekspresi wajah Fahri membuat Laras merasa tak enak,ia segera mengalihkan kameranya ke arah Kirana dan Arka yang sedang bermain.
"Apa yang mereka lakukan??",Fahri terkekeh melihat Arka yang sedang membubuhi bedak bayi di wajah Kirana.
"Seperti yang kau lihat..Arka selalu saja menjahili aunty nya..",jawab Laras.
"Tapi sepertinya kirana sangat enjoy..",ucap Fahri.
"Iya Fahri.. Kirana sudah sembuh,Kirana mu sudah kembali seperti Kirana yang dulu...",jawab Laras.
Melihat Fahri yang hanya diam dan memperhatikan istrinya tersebut,membuat Laras menawarkan fahri untuk berbicara dengan kirana.
"Apa kau mau berbicara dengannya??sudah seminggu lebih kalian tak bertemu,pastinya kau merindukannya kan??",tanya Laras.
__ADS_1
"Hahah..tentu..aku sangat merindukan nya..tapi apa dia mau berbicara denganku??",tanya Fahri.
"Kamu ini ngomong apaan sihh...jelaslah Kirana mau, seperti halnya kamu,ia juga merindukanmu...sebentar yaa...",Laras bangkit dari duduknya dan menghampiri Kirana,ia menyerahkan ponselnya.
"Siapa kak??"tanya Kirana.
"Suamimu...",jawab Laras.
"Mas Fahri??",tanya Kirana.
"memangnya kamu punya suami lain lagi selain Fahri??"Laras terkekeh,membuat Kirana memanyunkan bibirnya.
Kirana belum sadar kalau sedari tadi Fahri memperhatikannya melalui layar ponselnya.Dan ketika ia melihat layar ponsel yang dipegangnya terdapat wajah Fahri,iapun segera membulatkan matanya dan membuat Fahri merasa gemas dengan tingkah istrinya itu.
"hallo sayang...",sapa Fahri.
bukannya membalas sapaan Fahri,Kirana malah asyik membersihkan cemong di wajahnya,karena ulah jahil Arka.
"Sayang...kau kenapa?",tanya Fahri.
"sudah biarkan saja.. kau seperti itu saja terlihat sangat cantik...",ucap Fahri,dan berhasil membuat wajah Kirana bersemu merah.
"emm..mas Fahri,Ka..kapan pulang??",tanya Kirana ragu.
"Kenapa??apa kau merindukanku,hmm...",tanya Fahri.
"ahh..itu..aku..aku..."
Nampak diseberang sana Riko sudah memangil Fahri,membuat Fahri mengakhiri panggilan videonya.
"Emm..Kirana,nanti aku telepon lagi ya.. Riko sudah memanggil ku,jaga dirimu baik-baik,love you...",Fahri melambaikan tangannya kepada Kirana setelah itu ia mengakhiri panggilan videonya.
Kirana mengembalikan ponsel Laras kepada Laras,ia ikut duduk di samping Laras.
__ADS_1
"Kenapa?",tanya Laras yang melihat perubahan wajah Kirana,tapi Kirana menggeleng.
"Apa kau merindukan suamimu,hmm..."goda Laras.
"Kak Laras...apaan sihh ..",wajah Kirana bersemu merah.
"Tahu nggak dek,kakak tuh seneng kamu sudah kembali menjadi dirimu sendiri...kamu juga beruntung mempunyai seorang suami yang sangat mencintai kamu,menerima kamu apa adanya dan selalu mensupport kamu, walaupun kamu dalam keadaan terpuruk sekalipun..",Laras memeluk Kirana yang duduk di sampingnya.
"Iya kak..hanya saja Kirana yang kurang bersyukur mendapatkan suami yang baik seperti mas Fahri..",ucap Kirana sendu.
"Ehh..ingat kamu tidak boleh berfikiran seperti ini,kamu harus berdamai dengan keadaan,ingat hal-hal bahagia yang membuat fikiranmu dan juga hatimu merasa senang..kau tidak lupa kan saran dari psikiater beberapa hari yang lalu..",tutur Laras,Kirana menggeleng.
"Kirana ingat kakk...",jawab Kirana.
Di pertemukan terakhirnya dengan psikiater beberapa hari yang lalu memang Kirana disarankan untuk mengingat hal-hal bahagia yang ia lalui bersama dengan orang-orang terdekatnya,hingga fikirannya dan hatinya pun merasa nyaman dan bahagia.
Kirana sudah mulai bisa berdamai dengan keadaan walaupun terkadang perasaan takutnya menyeruak tapi ia kembali menepis dengan membayangkan hal-hal yang indah yang bisa membuatnya bahagia.
Sore harinya,Laras mengajak Kirana dan Arka untuk berbelanja kebutuhan bulanan mereka.Awalnya Kirana menolak,tapi Laras meyakinkan kalau tidak akan terjadi apa-apa.Mereka hanya belanja setelah selesai akan kembali ke rumah tepat waktu.Kemudian Kirana menyetujui ajakan Laras.
Menurut Laras,membawa Kirana ke tempat umum juga salah satu terapi yang disarankan oleh psikiater nya.Ia sengaja membawa Kirana ke mall dengan harapan Kirana mulai bisa membangun kepercayaan diri nya lagi.
Sesampainya di pusat perbelanjaan Arka merengek untuk bermain di time zone terlebih dahulu,jadi mau tidak mau Laras dan Kirana menuruti permintaan Arka,kalau tidak di turuti bisa-bisa Arka akan rewel dan mempermalukan mereka di depan umum.
Setelah puas bermain, sekarang mereka sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari, seperti perlengkapan mandi, bahan-bahan dapur dan lainnya.Kirana mendorong Arka yang duduk di troli belanjanya.Sementara Laras sibuk memilih-milih apa saja yang akan dibelinya.
Hingga ketika ia mbelokkan troli belanja nya,tak sengaja trolinya menabrak troli seorang pengunjung lainnya,sampai troli tersebut jatuh dan membuat barang belanjaan yang ada didalamnya berserakan ke lantai.Kirana ikut mengambil barang-barang yang jatuh dan memasukkan nya ke troli belanja seseorang tersebut.
"Maafkan saya..saya tidak sengaja menabraknya tadi,sekali lagi saya minta maaf..",ucap Kirana sembari menunduk.
"Kirana...",panggil seseorang tersebut yang berada dihadapan Kirana.
bersambung...
__ADS_1
author mohon maaf ya dears.. author sedang tidak enak badan,author up nya santai ya..
happy reading dears 🤗😘