
"Maafkan aku Vita.. aku tidak bermaksud..",
"Mas Riko Vita capek.. apa bisa vita kembali ke villa terlebih dahulu?",Vita memotong pembicaraan Riko.
"Oh.. okee aku antarkan yaa.. ",ucap Riko dan diangguki oleh Vita.
"Emm.. Vita kita baliknya naik taksi nggak apa-apa kan, mobilnya biar dipakai si boss,aku sudah memberi tahu mereka kalau kita pulang duluan",tanya Riko.
"nggak apa-apa mas..",Vita tersenyum.
"Oke,aku titipkan kunci mobilnya dulu yaa ke security",Riko menuju ke security yang berjaga di area parkiran.
Tadinya Vita kecewa dengan Riko,tapi ia kemudian menyadari bahwa dia dan Riko tidak ada hubungan apapun.Mungkin dirinya saja yang sudah terlewat kebawa perasaan dengan Riko.
Vita mencoba menata hatinya kembali,ia bersikap seperti biasanya,dan lebih menjaga kontak fisik dengan Riko dan juga menjaga hatinya lebih tepatnya,karena ia takut akan jatuh cinta dengan Riko.
"Heii.. kenapa melamun??",ucap Riko yang tiba-tiba sudah berada disampingnya.
"Hah.. siapa yang melamun,nggak kok.. sudah yukk",Vita beranjak dari duduknya dan diikuti oleh Riko.
Mereka berjalan disepanjang jalan,belum ada taksi yang terlihat lewat,sekalinya ada yang lewat tapi didalamnya sudah ada penumpangnya.
"Kita duduk sini dulu vit.. sambil aku pesan taksi online aja,dari pada kita lama nungguin taksi nggak ada yang lewat",ucap Riko.
"iya mas..",jawab Vita.
mereka duduk di pinggir jalan, tiba-tiba ada seorang anak kecil menghampiri Vita dengan membawa keranjang berisi kue.
"kak.. mau beli kuenya nggak.. kue nya enak lho..",ucap anak kecil itu.
"Adik cantikk.. kok malem-malem masih di jalan jualan kue?",tanya Vita sembari mengedarkan pandangannya melihat kesekitar mencari orang tua dari gadis kecil itu.
"Iyaa kak.. ibu Tasya sakit,jadi Tasya bantuin ibu buat jualin kue-kuenya",ucap gadis kecil itu yang ternyata bernama Tasya.
Riko mendekati mereka,ia melihat gadis kecil dihadapannya,sungguh hatinya merasa iba.
"Adik.. ini kuenya tinggal 10,om beli semua yaa.. ",ucap Riko.
"beneran om..", tanya
gadis kecil itu.
"iyaa..ini uangnya..",Riko memberikan 5 lembar uang berwarna merah kepada Tasya.
"Om.. ini kebanyakan",kata Tasya sambil menyerahkan uangnya kembali kepada Riko.
"Nggak apa-apa.. sisanya ambil saja buat berobat ibunya katanya ibunya lagi sakit",ucap Riko sembari mengelus kepala Tasya.
__ADS_1
"terima kasih ya om.. om baik banget deh..",ucap Tasya
"ini kan kuenya ada 10,kalau om makan sendirian pasti nggak bakal habis,gimana kalau kita makan bareng-bareng saja...",ujar Riko.
"Ini buat kak Vita,ini buat Tasya dan ini buat om..",Riko membagikan kuenya.
"Emm.. kuenya enak yaa.. siapa yang bikin",tanya Vita.
"ibu nya Tasya sendiri yang bikin.. ibu selalu bangun pagi-pagi sekali buat bikin kue,setelah itu biasanya ibu berkeliling jualan kue..",jawab Tasya polos.
"emm.. emang ayah Tasya kemana..kok ibu jualan kue sendiri?",tanya Vita penasaran.
Tasya menggeleng.
"Tasya nggak tau ayah Tasya dimana,ibu nggak pernah cerita ke Tasya,dari kecil Tasya hidup berdua dengan ibu",ucap Tasya, terlihat kesedihan diraut wajahnya.
Vita merasa tidak enak hati bertanya seperti itu.Sementara dari seberang jalan terlihat seorang wanita seperti sedang kebingungan mencari anaknya.
"Tasya.. Tasya.. kamu dimana nakk",wanita itu mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling jalan itu.
"ibu..",ucap Tasya yang melihat ibunya sedang mencarinya.
Wanita itu mendengar suara Tasya memanggilnya,ia mencari sumber suara itu.
"Tasya...",wanita itu berlari ke arah Tasya dan memeluk Tasya.
"Tasya bantu jualin kue-kue ibu,maafin Tasya ya buukk Tasya nggak pamit sama ibu,Tasya nggak tega mau bangunin ibu.. badan ibu panas,Tasya nggak mau ibu sakit",Tasya menangis.
"Tasya ...",wanita itu memeluk anak gadisnya yang berumur kira-kira 6 tahun itu.
"Tasya dengerin ibu.. ibu nggak sakit kok nak,tadi ibu hanya kecapekan saja makanya ibu tidur sebentar,lihat ibu sudah sembuh kan..",mata wanita itu berkaca-kaca.
Dan semua itu tak luput dari pandangan Riko dan Vita.
"Tapi badan ibu panas...",ucap Tasya.
"Tasya.. badan ibu panas kan memang ibu habis dari luar sayang.. ibu kan habis keliling jualan kue.. sayang.. lain kali Tasya nggak boleh seperti ini lagi yaa",ujar wanita itu.
"iya Buu.. Tasya minta maaf..",wanita itu mengangguk dan memeluk anaknya sekali lagi.
"Oh ya Bu.. tadi kuenya diborong sama om baik,Tasya dikasih uang lebih sama om baik,kata om baik uang lebihannya untuk ibu berobat",cicit Tasya dengan lucunya.
Vita dan Riko berpandangan dan saling tersenyum,ia begitu gemas gadis kecil itu,sungguh beruntung wanita itu yang begitu sangat dicintai oleh anaknya.
"Bu..ini om baik kita harus berterimakasih sana om baik",Tasya menarik tangan Riko.
Wanita itu beranjak berdirikarena tadi ia mensejajarkan dirinya dengan Tasya.
__ADS_1
"Terima kasih tu..an.."wanita itu tercekat ketika melihat wajah Riko.
Sama halnya dengan Riko,ia sangat terkejut ketika melihat wajah wanita itu.
"Kinan...",ucap Riko.
Sepersekian detik wanita itu menatap wajah Riko,tidak dirasa bulir air matanya jatuh ke pipinya dan segera ia hapus dengan kasar.
"Tasya sayang.. kita pulang yukkk",wanita itu menarik tangan anaknya dan mengajaknya berjalan mengikutinya.
"Kinan.. Kinan tunggu...",Riko memanggil wanita itu.
Tapi wanita itu semakin mempercepat langkahnya,ketika Riko ingin mengejarnya,taksi online yang dipesannya sudah datang.
"Mas.. taksinya sudah datang",ucap Vita.
"Sial..!!!",Riko mengepalkan tangannya dan ia berjalan masuk ke taksi tersebut
Didalam taksi,Vita dan Riko saling diam,Vita yang melihat kejadian tadi berfikir bahwa Riko memang kenal dengan wanita tersebut.
"Mas.. Riko kenal dengan wanita tadi... ibunya Tasya..",tanya Vita hati-hati.
"iya.. ",Riko menghela nafas kasar.
"sudah hampir 7 tahun aku mencarinya,ternyata dia ada disini..",Riko tersenyum getir.
Vita tidak berani bertanya lebih jauh lagi,karena ia takut Riko semakin emosi.Setelahnya mereka berdua dalam keheningan sampai akhirnya taksi berhenti didepan villa yang mereka sewa.
Vita keluar terlebih dahulu,ia menunggu Riko yang sedang membayar taksi.Setelah itu Riko membuka pintu villa tersebut,tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya,ia langsung pergi ke kamarnya.
"Aneh sekali...",gumam Vita.
Vita pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya juga.Ia masih penasaran ada hubungan apa antara Riko dengan wanita itu, kenapa wanita itu seperti ketakutan melihat Riko???
TBC
ada yang bisa bantu jawab???
yeahh akhirnya up 3x ya dears..
tolong dukung karya author ya readers..biar author lebih rajin up-nya.
terimakasih lho yang udah nebak jalan ceritanya duluan,silahkan dinikmati..
btw Vita sama Riko belum jadian lho ini๐
tolong hargai karya author yaa๐๐
__ADS_1