
Sudah 3 hari ini Fahri belum juga kembali ke rumah,ponselnya pun tak bisa dihubungi.Sebenarnya Kirana bisa saja menghubungi Riko atau menelepon ke kantor Fahri dan menanyakan keberadaan suaminya itu tapi ia tak mau sampai masalah rumah tangganya diketahui banyak orang.
Hari ini Kirana memasak makanan kesukaan fahri, rencananya ia akan datang ke kantor Fahri dan membawakan makan siang untuknya.Tidak ada lagi rasa gengsi atau apapun itu,ia sadar kalau sifatnya kemarin sangatlah kekanak-kanakan.
"ahh...selesai...",Kirana meletakkan makanan yang dimasaknya di wadah makanan yang akan dibawanya ke kantor Fahri.
Kirana meminta supir untuk mengantarkan nya ke kantor Fahri, beberapa menit kemudian ia sudah sampai di depan kantor Fahri.Kirana langsung masuk dan bertanya kepada resepsionis.
"Selamat siang..",sapa Kirana.
"Selamat siang nona..ada yang bisa di bantu?",tanya salah satu resepsionis tersebut.
"ehem.. apa tuan Fahri ada?",tanya Kirana ragu.
"apa nona sudah membuat janji",tanya resepsionis kembali.
"emm.. belum..",jawab Kirana.
"maaf nona.. sebaiknya nona kembali lagi besok dan membuat janji terlebih dahulu".
"tapi saya.."
"maaf nona..tuan Fahri sedang meeting dan tidak bisa diganggu..tolong anda jangan buat keributan disini atau saya akan panggil security".
Kirana terpaksa menuruti perkataan resepsionis tersebut daripada ia harus memalukan dirinya sendiri di kantor suaminya yang tentunya akan membuat reputasi Fahri sebagai seorang CEO akan hancur.
Akan tetapi ketika ia akan pergi melangkah keluar Fahri dan Riko beserta kliennya juga keluar dari ruang rapat,dan tak sengaja netra Fahri menangkap sosok yang dirasa mirip dengan istrinya itu.
"sebentar tuan...",ucap Fahri setelah menyalami klien pentingnya.
"Riko..tolong antar tuan Fang..aku ada urusan sebentar..",ucap Fahri kepada Riko.
"Tuan Fang terima kasih untuk hari ini..saya harap untuk selanjutnya kerjasama kita bisa berjalan dengan lancar...",ucap Fahri kepada klien bisnisnya itu.
Fahri menyuruh Riko untuk mengantarkan klien mereka sampai ke depan kantor.Sementara Fahri berjalan menyusul Kirana,ia sedikit mempercepat langkah kakinya agar bisa menyusul Kirana.
"Kirana...",panggil Fahri tepat dibelakang kirana.
__ADS_1
Kirana menghentikan langkahnya,ia membalikkan tuike belakang, senyumnya mengembang melihat pria yang dirindukannya selama 3 hari ini berdiri di hadapannya.
"Mas Fahri..",ucap Kirana.
Keduanya saling memandang,nampak jelas ada banyak kerinduan yang terpancar dari kedua netra mereka.Cukup lama mereka saling diam hingga akhirnya Fahri berdehem untuk mengusir kecanggungan diantara mereka.
"Ehemmm...kamu..",Fahri tak melanjutkan kata-katanya ia nampak ragu dengan pertanyaan nya sendiri.
"Emm..aku bawa makan siang untuk mas Fahri...",Kirana menunjukkan bekal makan siang yang dibawa nya kepada Fahri.
"Ohh...ayo ikut keruangan ku...",Fahri mengajak Kirana keruangan nya.
Fahri berjalan seiringan,tak ada obrolan diantara mereka,keduanya hanyut dalam fikirannya masing-masing.
"Kenapa kamu tadi tidak jadi masuk dan malah ingin keluar...",ucap Fahri tiba-tiba memecah keheningan diantara mereka.
"Emm..tadi katanya mas Fahri sedang meeting dengan klien penting",jawab Kirana.
"apa kau tidak bisa menunggu ku sampai aku selesai.."
"tapi kata resepsionis di depan tadi..mas Fahri sangat sibuk dan tidak bisa diganggu..",jawab Kirana jujur.
Kirana mengangguk dengan ragu.Setelah itu Fahri diam, wajahnya terlihat sangat marah,bahkan ia berjalan agak sedikit cepat.Dan setibanya di meja resepsionis Fahri menggebrak meja itu dengan tangannya.
Braakkkk!!
"Ma..maaf tuan ada yang bisa di bantu?",tanya resepsionis tersebut.
Dan mata resepsionis itu menangkap bayangan wanita yang diusirnya tadi berdiri di belakang tubuh Fahri.Ia fikir Fahri marah karena membiarkan wanita itu masuk dan dia segera membuat pembelaan terhadap dirinya.
"Maaf tuan..saya sudah menyuruh wanita ini untuk keluar dari kantor ini tapi sepertinya wanita ini masih disini..apa perlu saya panggil security??", resepsionis tersebut mengangkat gagang telepon nya dan siap memencet nomer yang terhubung dengan meja security.
"Berani kau menyuruh security untuk mengusir nya dari sini maka aku sendiri yang akan mematahkan tanganmu!!", hardik Fahri penuh penekanan dan membuat resepsionis itu semakin ketakutan ia menaruh kembali gagang telepon itu ke tempatnya.
"Kau tau wanita yang kau suruh keluar dari kantor inii...dia ini ISTRIKU!!!",bentak Fahri dan membuat resepsionis itu terkejut bukan main.
"Kau ingat wajahnya baik-baik..untuk saat ini kau ku maafkan tapi kalau berbuat seperti itu lagi aku tidak segan-segan memecatmu detik itu juga!!",ucap Fahri tegas.
__ADS_1
"Ma..maafkan saya tuan saya benar-benar tidak tahu...",ucap resepsionis itu menyesal.
"Nona..maafkan saya,saya benar-benar tidak tahu kalau nona adalah istri dari CEO di perusahaan ini..",pinta resepsionis tersebut dengan menangkupkan kedua tangannya di dadanya memohon kepada Kirana untuk memaafkannya.
"Sa..sayang... sudahlah aku tidak apa-apa,lebih baik kita ke ruanganmu sekarang..",Kirana bergelayut manja di lengan suaminya,mencoba menenangkan Fahri agar tak lagi emosi.
Sebenarnya ia ragu melakukannya mengingat 3 hari ini hubungan mereka tidak begitu baik ditambah lagi tidak ada komunikasi dari keduanya.Fahri menurut dengan perkataan Kirana,ia akhirnya melanjutkan langkahnya dan berjalan ke ruangannya dengan Kirana yang berjalan disampingnya masih dengan tangan yang bergelayut manja di lengan Fahri.
Fahri membukakan pintu untuk Kirana,keduanya sampai di ruangan Fahri.Kirana duduk disofa sembari membuka bekal makan siang untuk Fahri.
"Dimakan mas...",ucap Kirana.
Fahri mendaratkan pantatnya disamping Kirana,ia mengambil makanan yang dibawa Kirana untuknya dan menyuapkan suapan pertama kemulutnya.
"Lezat",batin Fahri
Selama 3 hari Fahri selalu makan makanan di luar dan hal itu membuatnya rindu dengan masakan Kirana yang biasa disantapnya.Fahri makan dengan sangat lahap dan tanpa Kirana sadari ia menahan senyum saat melihat Fahri makan bak orang yang berpuasa selams seminggu.
uhuk-uhuk..
Fahri nampak tersedak karena memakan terlalu terburu-buru.Kirana dengan sigap memberikan minum untuk Fahri.
"Terima kasih...",ucap Fahri setelah meminum air pemberian Kirana dan dibalas anggukan dan senyuman oleh Kirana.
"Apa kamu sudah makan..",tanya Fahri yang lupa menanyakan Kirana sudah makan atau belum.
Kirana menggeleng,Fahri menepuk jidatnya sendiri.
"bodoh..",batinnya.
"Makanlah...kita makan berdua..",Fahri mengarahkan sendok ke mulut Kirana.
Kirana membuka mulutnya ragu.Akhirnya keduanya memakan bekal makanan yang dibawa oleh Kirana bersama-sama.Fahri melihat ada bekas makanan disudut bibir Kirana,iapun berinisiatif untuk mengelapnya.Dan hal sekecil itu berhasil membuat darah Kirana berdesir,ia terlihat sangat gugup mendapatkan perlakuan seperti itu.
TBC dears...
holla readers..mohon maaf kemarin author tidak up,tapi hari ini author janji akan double up tapi agak Sorean atau maleman ya dears..
__ADS_1
jangan lupa dukung terus karya author klik like,komen,hadiah,vote dan favoritkan..
happy reading dears 🤗😘