
Kirana memilih merebahkan dirinya dan memejamkan matanya,ia masih kesal dengan Fahri.Kirana mendengar pintu yang sedang dibuka,ia pura-pura tidur dan membelakangi Fahri.
"Aku tahu kamu sedang pura-pura tidur sayang...",ucap Fahri sembari duduk di tepi ranjang.
"Mumpung weekend bagaimana kalau kita jalan-jalan,kamu mau jalan kemana aku temani...",Fahri mencoba merayu istrinya.
Namun Kirana sama sekali tidak menyahut,ia malah menutupi wajahnya dengan selimut dan menutup telinganya dengan bantal.
"Kamu kenapa sihh??",tanya Fahri dengan tidak berdosanya.
"tau ah..",Kirana bangun dari tidurnya dan hendak berdiri tapi tangannya ditarik oleh Fahri
"Mau kemana??",tanya Fahri.
"Mau ke dapur nyuci piring..",jawab Kirana ketus.
"Aku tadi sudah mencuci dan membereskan meja makannya..",ucap Fahri.
"Ya sudah...",Kirana tetap melangkahkan kakinya,tapi lagi-lagi Fahri menghentikan nya.
"Mau kemana lagi??",tanya Fahri.
"nih orang nggak peka banget sih,nggak tahu orang lagi kesel apa malah diajakin ngobrol terus",gumam Kirana dalam hatinya.
"Mau kemana kekk...disini panas..",ucap Kirana sembari mengibaskan tangannya.
"Panas??? perasaan kamar kita ber-AC,kalau kamu kepanasan tinggal naikin suhunya,gampang kan...",ucap Fahri sembari tersenyum lebar.
Kirana tak memperdulikan Fahri,ia mencoba membuka dua kancing bajunya dan menunjukkan belahan dada Kirana beserta isinya yang seakan ikut menyembul keluar.
"Kenapa masih panas ya...apa aku ganti baju saja??",gumam Kirana dan masih bisa di dengar oleh Fahri.
Kirana mulai membuka bajunya dan melepaskan semuanya di depan Fahri hanya meninggalkan kain yang menjadi sarang gundukan kenyal miliknya dan segitiga Bermuda yang menutupi lembah kenikmatan miliknya.
Fahri yang melihat pemandangan di depannya,menelan salivanya sendiri dengan kasar.Namun Kirana yang mengetahui itu seakan ingin menggoda Fahri,ia terlihat berjalan lenggak-lenggok berpura-pura mencari sesuatu.
Fahri yang sudah tidak tahan segera menghampiri Kirana dan memeluknya dari belakang.
"Sayang..apa kau sengaja menggoda ku,hmm...",tanya Fahri sembari menciumi tengkuk leher Kirana.
"Apa sih..Kirana cuma mau ganti baju,ini lagi nyari bajunya..",jawab Kirana beralasan.
"Kenapa kau jadi nakal seperti ini,hmm...",tangan Fahri tidak diam ia mer emas gundukan yang menantang nya tersebut dan terlihat pas dengan tangannya, sementara bibirnya sibuk menciumi leher dan pundak Kirana.
"Mas Fahri,ahh...",Kirana ingin melepaskan diri dari Fahri.
__ADS_1
Tapi sayangnya tenaga Fahri jauh lebih besar dari Kirana,Fahri menggendong Kirana dan merebahkannya diatas ranjang.Kemudian ia mengungkung tubuh Kirana dibawahnya.
"Kita lanjutkan yang tadi ya,hmm...",ucap Fahri dan langsung menyambar bibir Kirana.
Ciuman Fahri yang semula lembut,semakin menuntut,dan kini ciuman itu turun ke ceruk leher Kirana,Fahri menyesapnya dalam-dalam hingga meninggalkan bekas kemerahan di leher tersebut.
Tangan Fahri tak tinggal diam,tangan nakal itu sudah bergerilya kesana kemari dan bertengger di antara kedua pangkal paha Kirana,entah sejak kapan baju yang melekat di tubuh Kirana hilang entah kemana.Jari-jari terampil Fahri memaksa menyeruak masuk ke dalam lembah yang sudah basah.
"Mas...engghhh...",Lenguh Kirana.
Nampak Kirana juga sudah terbawa permainan Fahri.Ia pun menggeling tak karuan,Fahri yang sedari tadi sudah menahan hasr atnya langsung saja melakukan penyatuan,tapi baru saja miliknya terbenam sempurna di lembah kenikmatan itu,terdengar suara bel pintu yang terus berbunyi.
"Mas..ada yang datang..",ucap Kirana.
Fahri tak menggubrisnya,ia ingin melanjutkan aktivitasnya itu,baru saja ia hendak menghentakkan pinggulnya,bel pintu itubkembali berbunyi.
"Astaga..siapa sih berisik sekali..",keluh Fahri.
"Sebaiknya mas Fahri lihat dulu siapa yang datang ..",ucap Kirana.
"Tanggung sayang...",elak Fahri.
Namun suara bel tersebut masih saja berbunyi membuat Fahri mau tak mau harus rela mengeluarkan miliknya yang masih on,dan segera memakai celana boxer miliknya.
"Siapa sihhh...",omel Fahri sembari membuka pintu.
"Astaga ngapain kau kesini!!!",Fahri malah membentak seseorang yang berada di depannya dengan membawa beberapa kantong plastik ditangannya.
Senyum yang dari tadi mengembang mendadak luntur melihat wajah kesal Fahri yang memarahinya.
"Astaga bos.. jauh-jauh aku datang kesini,aku khawatir sama bos,sudah sebulan lebih betah banget disini,nggak balik-balik...",omel Riko balik.
"Ck..kau itu datang diwaktu yang tidak tepat..",sungut Fahri.
"Cihh..emang lagi ngapain sihh,jangan bilang bos lagi nyembunyiin cabe-cabean yaa...inget boss sudah punya istri,aku aduin sama Kirana biar nyahokkk..",cerocos Riko.
"berisik bangett...",Fahri meninggalkan Riko yang masih berdiri di depan pintu.
"Bos,apa aku nggak dipersilahkan masuk,aku sudah bawain makanan banyak ini..emang ya gk ada akhlak sama sekali...",seru Riko sembari mengekor dibelakang Fahri.
Fahri duduk di sofa sembari memegangi kepalanya yang pusing,sedikit lagi ia akan mereguk manisnya percintaan bersama Kirana tapi semuanya gagal total gara-gara kedatangan Riko.
"Bos,aku sudah jauh-jauh lho kesini,malah dicuekin...",ucap Riko yang melihat wajah Fahri yang masam.
"Nggak ada yang nyuruh datang juga kan..",sahut Fahri sinis karena ia masih kesal dengan Riko.
__ADS_1
"Ya ampun bos...kau itu mencurigakan sekali sihh...aku jadi curiga jangan-jangan kau benar-benar nyembunyiin wanita lain disini",ucap Riko curiga sembari mengedarkan pandangannya ke setiap sudut apartemen Fahri.
"Astaga kau ini..",Fahri semakin pusing dengan ocehan Riko.
Riko menelisik tajam ke arah Fahri yang hanya bertelanjang dada dan menggunakan boxer saja.Ia benar-benar curiga dengan sosok yang ada didepannya saat ini.
"Heii..kenapa??kenapa kau melihat ku seperti itu...",tanya Fahri yang menyadari tatapan Riko seperti sedang mengulitinya.
"Bos..jelaskan padaku sekarang,wanita mana yang sudah berhasil membuat hatimu berpaling dari Kirana..kau benar-benar sudah mengkhianati Kirana bos,aku tidak menyangka..",ucap Riko dengan wajah seriusnya.
"Siapa yang sedang mengkhianati siapa sihh??aku tidak mengerti maksudmu!!",bentak Fahri.
"Tuhh kan..dari sikapmu saja aku sudah tahu bos,kau ini sedang menyembunyikan sesuatu dariku...kau tidak pintar berbohong bos..",ucap Riko.
Hingga pandangan Riko jatuh kepada pintu kamar yang tertutup rapat membuatnya semakin curiga,Fahri yang mengikuti pandangan Riko mulai panik,pasalnya tadi ia meninggalkan Kirana dengan tubuh polosnya.
"Heii..kau mau kemana??",tanya Fahri yang melihat Riko beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Fahri segera menyusul Riko dan berdiri di depan pintu kamarnya menghadang Riko yang ingin membuka pintu kamarnya.
"Mau ngapain..",tanya Fahri.
"Aku hanya ingin memastikan kalau tidak ada wanita lain disini..",jawab Fahri.
"Ngacoo kamu...",seru Fahri.
"Ya sudah minggir kalau gitu,nggak usah takut gitu mukanya..",ucap Riko.
"Nggak..ini kamarku,privasi ku,kau jangan seenaknya keluar masuk ke kamarku..",ujar Fahri.
"Minggir bos...",sungut Riko dengan tatapan tajamnya.
"Waduhh baru kali ini ada bawahan berani galak sama bos nyaa...sudah bosan hidup kamu!!",sungut Fahri.
"Biarlah boss demi kebenaran aku rela mau kau pecat sekalipun aku rela,aku hanya tidak rela Kau mengkhianati Kirana...",jawab Riko sembari mendorong tubuh Fahri untuk menyingkir dari hadapannya.
"Tunggu!!!",tangan Fahri terulur ingin menghentikan Riko yang mau membuka handle pintu kamar nya,namun usahanya sia-sia Riko sudah berhasil membukanya,bahkan ia menyeringai sebelum masuk ke kamar Fahri.
TBC dears..
hallo readers... author sudah up nihh
jangan lupa like,komen dan bunga sekebon yaaa,vote dan favoritkan juga biar author lebih semangat lagi nulisnya.
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1