Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#159


__ADS_3

Kirana sudah berbaring di ranjang pasien,dan terlihat dokter tersebut dibantu oleh perawat yang mengoleskan gel di perut Kirana.Kemudian dokter mulai menggerak-gerakkan alat USG nya.


"Wahhh...selamat ya. tuan Fahri,nyonya Kirana.. sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua..",ujar dokter tersebut.


"Serius dokter??",tanya Fahri.


"Iyaa tuan..saat ini usia kehamilan nyonya Kirana Memasuki usia kehamilan 7 minggu, ukuran janin masih sangat mungil, kira-kira sebesar buah ceri..",ujar dokter tersebut dan terlihat Fahri dan Kirana menatap layar USG dengan penuh haru.


"Tapi tunggu tuan.. sepertinya nyonya Kirana hamil bayi kembar, lihatlah ada dua kantung janin di dalam rahimnya...",lanjut dokter tersebut.


"Benarkah dok..",tanya Fahri semakin antusias.


"Iya tuan...",jawab dokter sembari mempersilahkan Kirana untuk kembali duduk karena pemeriksaan sudah selesai.


"Apa selama ini tidak ada tanda-tanda kehamilan, seperti mual, muntah seperti itu??",tanya dokter.


"Tidak ada dok..hanya saja memang akhir-akhir ini kami berdua doyan banget makan sampai-sampai lihatlah badan kami berdua terlihat lebih berisi sekarang..",Jawab Kirana.


"Malah bagus itu..berarti nyonya bisa menerima semua makanan..pastikan nutrisi untuk ibu dan bayi tercukupi ya nyonya..".


"Dan...ada yang mau ditanyakan...",tanya dokter.


"Tuan Fahri,apa Anda tidak ingin bertanya..biasanya para calon ayah sangat antusias untuk menanyakan sesuatu..",tanya dokter.


"Sebenarnya ada dokter..tapi saya sedikit malu untuk bertanya..",jawab Fahri sembari tersenyum.


"Wahh jangan malu bertanya nanti bisa sesat di jalan lho...",ujar dokter tersebut seraya terkekeh


"Apa yang ditanyakan tentang kegiatan olahraga malam kalian??",tanya dokter itu vulgar.


"Kalian masih bisa melakukannya kok,hanya saja jangan terlalu divorsir..ingat ada 2 janin di dalam rahim istri anda..",ujar dokter itu terkekeh.


"Baik dokter..",jawab Fahri sedikit merasa malu.


"Ada yang ingin ditanyakan lagi..",tanya dokter.

__ADS_1


"Tidak dokter saya rasa cukup...",ujar Fahri.


"Baik saya akan memberikan resep vitamin untuk nyonya Kirana..dan ingat jangan terlalu bekerja berat mengingat Anda sedang mengandung bayi kembar,usahakan istirahat yang cukup dan jangan lupa penuhi nutrisi untuk ibu dan bayinya..kembali kesini satu bulan lagi..",dokter tersebut memberikan resep kepada Kirana.


"Terima kasih dokter...",ucap Kirana dan Fahri bersamaan, kemudian mereka pamit undur diri dari ruangan dokter tersebut.


Sepanjang perjalanan Fahri tidak berhentinya tersenyum sembari mengelus perut Kirana.Kirana tak kalah bahagianya,senyum di bibir nya terus mengembang hingga akhirnya mereka sampai rumah.


"Mbok...mbok Darmi..",Fahri berteriak memanggil mbok Darmi.


"Mas,pelankan suaramu...",protes Kirana.


"Maaf sayang..tapi aku tidak sabar untuk memberitahu simbok tentang kabar bahagia ini..",jawab Fahri.


"Mbok..."


"Iya tuan..ada apa yaa.. ",mbok Darmi berlari menghampiri Fahri dan Kirana.


"Mbok..saya dan Kirana punya kabar baik..",ujar Fahri.


"Mbok..Kirana hamil,Kirana hamil bayi kembar mbok..dua...anak ku dua mbok..",ucap Fahri antusias.


"Hamil??non Kirana hamil..bener non..",tanya mbok Darmi dan diangguki oleh kirana.


"Ya Allah.. syukur Alhamdulillah..",mbok Darmi menangis haru.


Bagaimanapun mbok Darmi adalah sala satu orang yang sangat tahu dan faham betul hubungan antara kedua majikannya selama ini.Dari mulai awal sampai sekarang,tidak salah kalau diapun ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Fahri dan Kirana.


"Mbok,mulai sekarang tolong awasin Kirana yaa..jangan biarkan dia kecapekan apalagi sampai melakukan pekerjaan yang berat-berat..",ujar Fahri yang mulai protective.


"Siap tuan..",jawab mbok Darmi.


Dan semenjak Fahri mengetahui kalau Kirana sedang hamil,ia lebih over protective terhadap Kirana.Ia tak mau kejadian dimana mereka harus kehilangan bayi yang dikandungnya terulang lagi.


"Sayang..aku hanya ingin mengambil minum sebentar..",rengek Kirana.

__ADS_1


"Ya sudah kamu diam saja disini biar aku ambilkan..",ujar Fahri yang langsung berlalu dan pergi.


Begitulah setiap harinya,Fahri tak membiarkan Kirana untuk beraktivitas berlebihan.Ia rela menjadi kaki dan tangan untuk Kirana.Seperti saat ini ketika Kirana berada di kamar dan kebetulan airnya habis,ia ingin mengambil minum namun dilarang oleh Fahri.Fahri rela ke dapur mengambilkan Kirana minum.


Setelah selesai mengambilkan minum Fahri bergabung lagi dengan Kirana,ia mulai memainkan ujung rambut Kirana dan menggulungnya begitu terus berulang,kadang ia mencium telinga Kirana.


"Sayang..jangan seperti itu,geli..",protes Kirana tapi Fahri tak menghiraukan nya.


"Sayang...",Kirana membalik badannya dan berhadapan langsung dengan Fahri.


Fahri yang sudah seminggu sejak ia mengetahui istrinya hamil tidak pernah berhubungan badan lagi dengan Kirana dengan alasan takut melukai twins pun akhirnya mulai luluh,saat ini ia sangat menginginkan istrinya tersebut.


"Sayang..",Kirana tak bisa meneruskan perkataannya lagi karena detik berikutnya Fahri sudah membungkam Kirana dengan bibirnya.


Fahri nampak sangat menikmati ciuman itu,sama halnya dengan Kirana yang juga sangat menikmatina.Keduanya saling memejamkan matanya,merasakan kenikmatan yang hampir seminggu sama-sama tak didapatkannya dan kini mereka saling mereguk manisnya cinta tersebut.


"Aku mau menjenguk baby twins,boleh kan,hmm..??",tanya Fahri dengan suara paraunya dan mendapat anggukan dari Kirana.


Tidak menunggu lama,Fahripun segera melancarkan misinya.ia pun melepaskan semua baju yang menempel di tubuh Kirana dan membuangnya secara asal.Dan nampaklah lekukan tubuh Kirana yang terlihat sangat sek si bagi Fahri.


Mata Fahri berbinar,bak singa kelaparan melihat gundukan kenyal yang ukurannya semakin besar dan menggugah selera.Iapun langsung melahap kedua gundukan tersebut secar bergantian hingga membuat kirana Mendes ah perlahan.


"Ahh..sayang pelan..pelan..nghh...",ucap Kirana disela Des ahannya.


Puas memainkan gundukan tersebut,bibir Fahri terus ke bawah dan berhenti di perut Kirana,ia memberikan ciuman bertubi-tubi di perut kirana.Kirana yang melihat hal itu ikut tersenyum,betapa ia merasakan Fahri sangat amat mencintainya dengan tulus.


Tangan Fahri tak ikut diam iapun menyusuri lembah kenikmatan yang sudah mulai basah.Fahri menenggelamkan wajahnya di bagian inti istrinya itu, lidahnya berhasil menerobos ke dalam dan mengoyak semua isi yang ada di dalamnya.Sementara tangannya mempermainkan benda bulat yang menyerupai kacang di bagian lembah kenikmatan tersebut.


"Ahh..ahh..sayang...ahh..",bibir Kirana tak berhenti Mendes ah merasakan kenikmatan yang tiada Tara itu.


Dan hal itu membuat Fahri semakin bersemangat untuk memberikan kenikmatan yang lebih untuk Kirana.Fahri pun mulai melepaskan semua pakaiannya sendiri tanpa tersisa.Dan mulai menyentuh Kirana lagi,menyusuri setiap lekukan tubuh Kirana dengan bibirnya.Ia benar-benar mengagumi tubuh Kirana yang terlihat lebih padat berisi dan semakin sek si.


TBC dears..


lunas yaa double up nya..jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya readers..

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2