
Keesokan harinya,Kirana dan Vita sudah bersiap-siap untuk sarapan,pagi ini mereka tidak lagi sarapan dengan roti selai seperti biasanya.Sudah ada nasi beserta lauk pauknya.Pagi ini terakhir mereka di Jogja jadi mereka ingin menikmati sarapan ndeso yaitu nasi putih,sambel pecel lengkap dengan sayur mayurnya,tempe goreng,dan telur mata sapi,serta satu lagi yang tidak boleh ketinggalan yaitu kerupuk.
Kirana dan Vita membeli via delivery order,kemudian mereka menata nya kembali di meja makan.Fahri yang terlihat habis mandi, menghampiri mereka.
"Sayang... kamu kok nggak bangunin aku sih",Fahri mencium pipi kirana.
"Aku nggak tega banguninnya.. habis mas Fahri pulas banget tidurnya",ucap Kirana sembari memberikannya secangkir teh hangat.
"Pagi bos... pagi Kirana.. pagi sayang ..", sapa Riko yang baru saja keluar dari kamarnya
uhuk-uhuk..
Fahri tersedak ketika minum teh hangat yang diberikan Kirana.
"pelan-pelan sayang..",Kirana mengusap halus punggung Fahri.
"tunggu-tunggu.. barusan kamu bilang apa?",tanya Fahri kepada Riko.
"bilang apa??",tanya Riko balik.
"yang tadi.. pas kamu baru saja keluar dari kamar??",tanya Fahri penasaran.
"ohh itu pagi bos...",ucap Riko.
"bukan yang itu yang satunya lagi..",
"pagi Kirana... emang kenapa sih boss??",tanya Riko.
"Ck..bukan yang itu Riko.. yang satunya lagi,yang paling belakang sendiri kamu bilang selamat pagi buat siapa??",tanya Fahri.
"ohh yang itu.. pagii... saaa..yang",ucap Riko dan terdengar lirih dibagian belakang,Riko mulai tersadar,ia segera menutup mulutnya.
"nah itu.. maksudnya sayang....",Fahri tidak melanjutkan pertanyaannya.
Fahri dan Kirana menatap ke arah Vita dengan tatapan penuh intimidasi.
"Heii.. kenapa kalian melihatku seperti itu..hehehe",jawab Vita yang merasa tidak enak karena sahabatnya dan suami dari sahabatnya itu menatapnya dengan tatapan curiga.
"Mas Riko... emm...bisa bantu jelaskan kepada Kirana dan mas fahri",Vita meminta bantuan Riko agar mau menjelaskan semuanya kepada Fahri.
Dan kini tatapan mata Kirana dan Fahri berganti menatap ke arah Riko dan seperti siap menguliti riko hidup-hidup.
"busyeett.. serem amat!!",Riko terkejut melihat ekspresi wajah Kirana dan Fahri.
"Jangan banyak alasan... cepat jelaskan!!",ucap Fahri dengan tegas.
__ADS_1
"ehh.. iya bos.. sebenarnya.. emm.. tadi malam aku melamar Vita",ucap Riko dengan hati-hati.
Tampak Fahri mengernyitkan dahinya,tanda tak mengerti.
"melamar maksudmu.."
"Iya boss,aku melamar Vita untuk menjadi istriku...",jawab Riko.
"ahhhh... Vita selamat yaaa... aduhh ikuy senang dengarnya",Kirana memeluk sahabatnya itu.
Berbeda dengan Fahri,ia masih saja mengintrogasi Riko.
"terus.. kapan kalian akan menikah",jawabnya dengan muka datar.
"seminggu lagi bos.. rencananya pulang dari sini,aku mau melamar Vita secara resmi di depan kedua orang tuanya", ucap Riko dengan hati-hati takut Fahri akan memarahinya.
"okee", jawab Fahri singkat.
"Hah.. oke?? maksud bos.."
" ya sudah..",ucap Fahri sembari menyuapkan nasi pecel kedalam mulutnya.
"ya sudah gimana sih bos.. jadi bos nggak marah kan??",tanya Riko .
"kenapa harus marah... lagian memang seharusnya kalian cepat-cepat menikah,kan kalau nikah enak.. bebas mau ngapa-ngapain juga losss... ya nggakk sayang",Fahri tertawa sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Kirana.
"auhhh sayang... sakitt...",rengekk Fahri manja.
"ehemmm.... ini nihh... seperti ini kalau lama-lama liat yang kayak gini aku kan juga pe.. ngen",ucap Riko dan melirihkan ucapannya di bagian yang terakhir sendiri.
Fahri dan Kirana tergelak mendengar ucapan Riko,sementara Vita merasa tidak enak,ia tersenyum canggung,tapi tidak dengan Riko ia bersikap biasa saja,mungkin karena usianya yang sudah dewasa,jadi bahan candaan yang seperti itu bukan lagi hal yang tabu bagi dirinya.
Suasana sarapan pagi itu terasa berbeda,terasa lebih hangat dan suasana kebersamaan seperti ini lah yang mereka rindukan.Saking serunya mereka bersenda gurau sampai lupa waktu,mereka lupa bahwa akan kembali ke Jakarta siang ini.
"Astaga.. penerbangan kita kurang 1 jam lagi nihh", ucap Riko
"tenang.. masih ada waktu,jarak bandara dengan villa ini hanya butuh waktu 20 menit",ucap Fahri.
Akhirnya mereka bersiap-siap untuk ke bandara,dan benar saja sampai dibandara mereka langsung check-in selang beberapa menit kemudian mereka sudah menaiki pesawat dan kembali ke Jakarta.
Sampai di bandara Soekarno Hatta,Riko bergegas keluar terlebih dahulu,karena ia akan ke parkiran untuk menyiapkan mobilnya terlebih dahulu.Sebelum ke Jogja Riko memang sengaja meninggalkan mobilnya di parkiran bandara.Sementara Fahri,Kirana dan Vita menunggu koper mereka keluar dari bagasi pesawat.
Beberapa menit kemudian,fahri,Kirana dan Vita sudah berada di depan bandara dan terlihat Riko pun sudah berada di belakang kemudi mobilnya dan menghampiri mereka.
Sepanjang perjalanan mereka terlibat obrolan yang sangat seru,mengingat kembali apa saja yang mereka lakukan di Jogja selama satu Minggu kemarin.
__ADS_1
"seru banget... pokoknya lain kali kita harus kesana lagi,berempat atau mungkin berlima",ucap Vita tiba-tiba.
"kok berlima??",tanya Kirana heran.
"ya kan.. siapa tau nanti kita kesana lagi pas kamu sudah punya anak,hehe..",jawab Vita sambil nyengir.
"Dan bisa juga berenam..",sahut Riko.
"kok berenam ?? ohh.. siapa tau anak Kirana kembar iya kan,hehehe",ucap Vita.
"Ck.. sayang Fahri dan Kirana itu tidak mempunyai gen kembar,jadi kecil kemungkinan punya anak kembar",jawab Riko, sekarang ia tak sungkan lagi memanggil Vita dengan panggilan sayang.
"terus...",tanya Vita tak mengerti.
"hmm.. itu pun kamu tak tahu..yang satu lagi pastinya anak kita dong sayang..",Riko mencubit pipi Vita gemas,dan membuat rona wajah Vita semakin memerah.
"ehemm.. belum juga nikah sudah mikirin anak,huhh dasar bucin..",ledek Fahri.
"ehh.. kayak sendiri nya nggak bucin aja",cibir Riko.
"alahh... sama-sama bucin juga!!",ucap Vita dan Kirana bersamaan.
"ya sudah sih nggak apa-apa bucin sama istri sendiri mah halal..",ucap Fahri sembari memeluk dan mencium Kirana.
"Mas Fahri ihh.. bener-bener nggak bisa lihat sitkon", kirana mencubit lengan Fahri.
"auhh.. sepertinya kamu sekarang hobby sekali mencubit q yaa..",Fahri malah menciumi pipi Kirana berkali-kali.
"mas Fahri... ",Kirana mendengus kesal.
"terus dehh.. terus..",cibir Riko
"tuh kan.. kalau udah halal mahh enak, mau ngapain aja bebas,ya nggak vit...",Fahri menggoda Vita.
"Ihh..k.. kok jadi nanya a..aku sihh.. nggak tahu ahhh...",jawab Vita sembari menyembunyikan wajahnya ke samping,ia memilih melihat ke arah kaca mobil yang ada di sampingnya.
Sementara Riko,Riko hanya tersenyum melihat Fahri yang terus menggoda Vita.Ia merasa lucu melihat Vita yang salah tingkah ketika digoda Fahri.
TBC dears..
hai-hai readers... author kembali lagi nihh,mas yaa untuk 2 hari kemarin author tidak up🙏
hayoo siapa disin yang kangen sama author... ehh salah Ding.. siapa yang kangen sama pasangan Fahri-kirana dan pasangan Riko-vita,cuungg...
jangan lupa like dan komennya ya dears.. hadiah dan vote nya juga boleh...
__ADS_1
Oia mampir juga di novel author yang satunya yaa Terpaksa Menikahi CEO Tampan
happy reading dears 🤗😘