Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#47


__ADS_3

Sepulang dari mengantar Fahri,Riko melajukan mobilnya ke apartemennya.Tanpa sengaja dijalan dia melihat seorang gadis yang digoda oleh segerombolan preman jalanan.Tadinya Riko tak terlalu peduli,tapi lama-lama jiwa manusiawinya tergugah.


Riko turun dari mobilnya dan memberikan pukulan tepat dipipi salah satu preman yang berusaha melecehkan gadis tersebut.Preman itupun tidak terima dan akhirnya terjadilah baku hantam diantara mereka,Riko dikeroyok oleh ketiga preman tersebut, beruntung Riko bisa melepaskan diri,dan berhasil membekuk ketiga preman itu hingga mereka terkapar.


Riko mendekati gadis itu yang sedang menangis dan duduk bersimpuh sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Tenanglah,tidak usah takut lagi..mereka sudah ku habisi",ucap Riko.


Perlahan gadis itu membuka tangannya yang digunakan untuk menutupi wajahnya.Betapa kagetnya Riko dan gadis itu setelah bertatapan beberapa saat.


"KAMU!!",ucap keduanya bersamaan.


"Kamu ngapain malam-malam jalan sendirian diluar",tanya Riko kepada gadis itu.


"Aku.. aku.."


"Apa??pantas saja preman-preman itu menggodamu,mana ada cewek baik-baik keluar rumah malam-malam,oh..aku tahu jangan-jangan kau baru saja pulang dari party yaa,kasihan Kirana punya temen tapi gak beres kayak kamu",ucap Riko seenaknya.


PLAKKK!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Riko,bukannya ucapan terima kasih tapi malah tamparan yang ia dapatkan.


"Jaga bicara anda,saya fikir anda sudah melampaui batas",ucap Vita.


"Melampaui batas yang bagaimana??kau memang .."


"Saya tahu anda jauh lebih terhormat dari saya,tapi saya tidak seburuk yang anda bayangkan,saya keluar malam juga terpaksa untuk membeli obat untuk ayah saya di apotik sana,bukan tanpa alasan",ucap Vita sambil menunjukkan kantong plastik yang berisi obat-obatan.


"Jangan karena satu kesalahan saya anda langsung menjudge saya",lanjut Vita dengan nada kesal.


"Kamu ini ditolongin bukannya terima kasih malah ngomel-ngomel nggak jelas",sahut Riko.


"Saya tidak minta anda untuk menolong saya",elak Vita.


"Kamu ini,kalau saya tidak datang tepat waktu mungkin kau sudah dilecehkan sama preman-preman tadi",ucap Riko tak kalah kesal.


"Sudahlah,mimpi apa semalam aku bisa ketemu sama gadis berandalan ini,hihh",Riko bergidik sambil berjalan meninggalkan Vita.

__ADS_1


Sementara Vita masih mematung ditempatnya,dia masih kesal karena Riko mengatainya yang tidak-tidak.Tapi disisi lain dia takut kalau ada preman lainnya yang datang mengganggu.


"Tunggu!!",ucap Vita dan berhasil membuat Riko berhenti.


"Maafkan aku,aku yang salah.. terima kasih karena sudah menolongku tadi",Vita menghela nafasnya kasar.


"Akhirnya kau mengaku salah juga kan?",Riko menoleh ke arah vita sembari terkekeh.


"Aku minta maaf,aku yang salah..",Vita menunduk tidak berani memandang ke arah Riko.


Riko meninggalkan Vita dan berjalan kearah mobilnya,namun dihadang oleh Vita.


"Tunggu!!".


"Apalagi sihh,iya..iya..sudah aku maafkan,ya sudah aku mau pulang,cepat minggir",Riko menggeser tubuh Vita dari hadapannya.


"Apa kau tidak mau memberikan aku tumpangan?aku takut kalau ada preman yang datang mengganggu lagi",ucap Vita.


Riko tampak berfikir terlebih dahulu tapi setelah itu dia menganggukkan kepalanya.


Riko membuka kaca mobilnya,"kau mau pulang atau masih mau tetap disitu".


"Ahh iyaa..",Vita bergegas membuka pintu mobil Riko dan masuk kedalam mobilnya.


Riko mengantarkan Vita sampai depan rumahnya.Tak lupa Vita mengucapkan terima kasih kepada Riko karena sudah memberikan tumpangan kepadanya.


*****


Sementara di rumahnya Claudia sedang mengorek informasi tentang istri baru Fahri melalui Sherly.Claudia mendekati Sherly yang saat itu sedang duduk santai di sofa sambil membaca majalah.


"Sherly sayang kamu lagi apa?',tanya Claudia basa-basi.


"Oh mama,lagi baca majalah ma.. kenapa?"


"Ahh.. tidak,mama cuma tanya saja..emmm.. Sherly tahu tentang istri baru papa?",tanya Claudia hati-hati.

__ADS_1


"Oh momy Kirana.. ya jelas Sherly tahu dong", Sherly menjawab pertanyaan Claudia dengan mantab.


"Memang Sherly nggak takut yaa sama istri baru papa, Sherly tahu nggak biasanya ibu tiri itu kan jahat,baiknya kalau didepan papa saja,kalau dibelakang papa bisa-bisa Sherly habis dimakan hidup-hidup",Claudia mulai memprovokasi Sherly.


"Tapi momy Kirana beda,momy baik,mau dibelakang ataupun didepan papa juga baik, perhatian sama Sherly,malah momy Kirana bukan hanya bisa jadi mama tapi bisa jadi sahabat juga buat Sherly, Sherly kalau ada apa-apa selalu curhat sama momy", Sherly membanggakan Kirana.


"Sialan.. perempuan itu sudah berhasil masuk kedalam hidup Sherly terlalu jauh,aku nggak akan tinggal diam,enak saja dia mau menggantikan posisiku",batin Claudia.


"Memang istri papamu seperti apa yaa orangnya,mama kok belum tahu sih yang mana ya orangnya?".


"Mama sudah pernah ketemu kok.. waktu mama ke tempat papa kemarinan,pas Sherly,papa dan momy Kirana sedang sarapan".


"Yang mana yaa.. setahu mama disana ada mbok Darmi sama ada seorang gadis mungkin masih sekolah SMA,terus yang mana istri papamu,apa gadis itu anak tiri papamu? ", Claudia berusaha mengingat-ngingat


"Bukanlah maa..itu bukan anak tiri papa tapi istri papa ya gadis itu,istri baru papa masih gadis,masih sangat muda,iya kan maa..", lagi-lagi Sherly membanggakan Kirana.


"Hah.. kamu yang benar sayang, masak istri papa gadis itu, usianya hanya beda beberapa tahun dengan kamu",Claudia tak percaya dengan Sherly.


"Memang iyaa.. kalau nggak percaya coba besok mama ke rumah papa,atau nggak mama anterin Sherly nanti weekend Sherly pas ke tempat papa",ucap Sherly.


"Masak iya mas Fahri nikah sama anak ingusan kayak gitu,nggak..ini nggak boleh dibiarin, apa-apaan masak aku kalah sama anak ingusan yang benar saja",batin Claudia kesal.


"Emm.. ya sudah Sherly jangan malam-malam bobo nya,mama mau ke kamar dulu yaa", Claudia meninggalkan Sherly dan berjalan menuju ke kamarnya.


"okee maa",jawab Sherly.


Dikamar Claudia memikirkan kata-kata Sherly,ia berjalan mondar-mandir sambil salah satu tangannya memegangi kepalanya.


"Aku harus cari tahu,kenapa gadis itu bisa menikah dengan Fahri",gumam Claudia.


"Jangan-jangan dia hanya mengincar harta Fahri,pasti iyaa.. logikanya mana ada gadis seumuran dia mau menikah dengan Fahri yang usianya jauh lebih tua,malah lebih cocok menjadi ayahnya,gilaaa..ini gak bisa dibiarin", Claudia terus saja mengoceh.


"besok pagi aku mau memastikan sendiri,aku akan ketempat Fahri,Fahri nggak boleh sama dia,Fahri harus jadi milikku kembali,enak saja dia mau merebut Fahriku,sampai matipun aku nggak akan rela",lanjut Claudia kembali.


TBC dears..

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2