Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#68


__ADS_3

sudah hampir seminggu Kirana tidak pernah bertatap muka dengan Fahri.Fahri pergi ketika Kirana masih tertidur pulas dan kembali pada saat Kirana sudah terlelap.


Kirana merasa semakin kesal, kecewa dan marah.Ia merasa diabaikan dan tidak diperhatikan.Ingin rasanya ia melupakan amarahnya,tapi ia tidak bisa.


beruntungnya beberapa hari kemarin Laras dan anaknya menginap di tempat Kirana jadi dia tidak merasa kesepian,tapi setelah laras dan Arka kembali ia merasakan kesendiriannya.hidupnya seperti hampa dan kosong, seperti tidak ada artinya.


"Sudah hampir satu minguuu...", ucapnya geram.


"Mas.. Fahrii.. ",Kirana tidak melanjutkan kata-katanya,hatinya terlalu sakit,dadanya terasa sesak,hanya air matanya yang jatuh.membasahi pipinya.


Ia meringkuk sendirian di kamarnya.Dan iapun tertidur karena kebanyakan menangis.Seperti biasanya Fahri kembali ketika Kirana sudah terlelap.Ia melihat mata kirana yang sembab dan pipinya yang basah.fahri menyingkirkan anak rambut Kirana yang menutupi wajah istrinya.


Fahri akhirnya ikut tidur disebelah Kirana dan membawa tubuh Kirana dalam pelukannya.


"Maafkan aku sayang..",ucap Fahri dan mencium kening Kirana sangat dalam.


Keesokan harinya Kirana merasakan tubuhnya sangat berat, seperti ada yang menindih,ia membuka matanya pelan-pelan.kirana mengerjapkan matanya berkali-kali,ia mengucek matanya memastikan apa yang dilihatnya itu nyata bukan mimpi.


Ia melihat Fahri ada disampingnya,sedang memeluknya,Ia beranikan diri menyentuh pipi Fahri dengan telunjuknya.Membuat sang pemilik pipi terbangun.Mata mereka bertemu, keduanya saling pandang,Kirana masih syok dan merasa tidak percaya kalau yang didepannya itu benar-benar suaminya.


"Sayang... kenapa?",tanya Fahri tanpa rasa bersalah.


Kirana masih tidak bergeming,ia hanya bengong menatap Fahri.


"Heiii.. ada apa??",Fahri mencondongkan kepalanya ingin memberikan ciuman untuk istrinya.


"eitsss.. tunggu..",Kirana menjauhkan tubuhnya dari Fahri.


"Kenapa sayang??",tanya Fahri heran dengan sikap aneh istrinya.


"Aku tidak sedang berhalusinasi kan.. ini bukan mimpi kan.. oh Tuhan.. jangan sampai aku gila karena cinta",ucap Kirana gusar.


"Sayang kamu kenapa??",Fahri menangkup pipi Kirana dengab kedua tangannya.


"Ahh..ini beneran seperti nyata.. ia memegang pipiku seperti nyata,,ohh.. yaa.. psikiater.. aku sepertinya butuh psikolog,aku nggak mau gila Tuhan",Kirana bangun dan memandang wajahnya dicermin.


"Menyedihkan sekali sihhh...",ia merasa sedih melihat wajahnya sendiri


yaa.. Kirana belum sadar bahwa yang tidur bersamanya benar-benar Fahri,ia mengira itu hanya bayangan Fahri.Dia merasa karena saking kangennya dengan suaminya sampai-sampai ia berhalusinasi tentang suaminya.


Fahri menghampiri Kirana,ia memeluk Kirana dari belakang,dan menciumi leher Kirana.

__ADS_1


"Sayang.. kamu tidak sedang berhalusinasi,kamu juga tidak sedang bermimpi,ini beneran aku",ucap Fahri lirih sambil menciumi leher belakang Kirana.


Kirana membalikkan badannya,manik mereka bertemu lagi,ia menangkup pipi Fahri dengan kedua tangannya.memperhatikan dengan seksama wajah suaminya.


"Mas Fahri..",Kirana mengelus pipi Fahri.


"Iya sayang...",jawab Fahri.


Tangisan kiranapun pecah,ia tidak bisa lagi menahannya,ada rasa marah,benci,kecewa,kesal tapi ia bahagia bisa bertemu lagi dengan suaminya,ia terlalu rindu dengan suaminya.


"Maafkan aku sayang.. aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku,aku sudah mengabaikanmu".


"Kenapa mas Fahri tidak pernah menghubungiku,apa tidak ada waktu hanya untuk sekedar menelepon sebentar atau mengirim kabar lewat pesan?",Kirana mencecar pertanyaan untuk Fahri.


"Kemana kamu selama ini,aku fikir sudah tidak ingat jalan pulang",Kirana tertawa hambar dalam tangisnya.


"Kamu sudah berhasil membuat hidupku berantakan,menahan rindu yang teramat dalam",lanjut Kirana masih dalam amarahnya.


"Kamu jahat banget mas.. kamu sudah memporak porandakan hatiku",Kirana menangis tersedu-sedu sambil memukul-mukul dada bidang suaminya.


"Kirana.. sayang... aku tidak kemana-mana,setiap hari aku tidur bersama kamu sayang",Fahri menahan tangan Kirana yang tengah memukulinya.


"Bohong.. ",cetus Kirana.


"Sayang.. setiap malam aku selalu tidur disampingmu,memelukmu,aku selalu menjagamu setiap malam",Fahri mencoba menenangkan Kirana


"Sayang.. maafkan aku.. kemarin-kemarin aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku",Fahri membawa Kirana kedalam pelukannya.


"Mas Fahri jahat..Kirana kecewa sama mas Fahri",Kirana masih saja menangis tersedu-sedu di pelukan Fahri.


Fahri sepertinya sudah kehabisan kata-kata,ia memilih diam dan menenangkan Kirana dengan memeluknya dan menciumi pucuk kepala Kirana.


Ia melihat lingkar hitam dimatanya,dan badannya pun sedikit kurusan,matanya yang sembab menandakan betapa seringnya ia menangis.


Tiba-tiba Kirana menjauhkan tubuhnya dari Fahri dan melepaskan pelukannya.Ia menutup hidungnya, kepalanya serasa pusing.


"Mas Fahri bau bangett sihh..Kirana sampai pusing nihh nyium bau mas Fahri",gerutu Kirana.


Fahri mengendus tubuhnya sendiri,"apanya yang bau sihh", gumamnya.


"Stop.. jauh-jauh dari Kirana,Kirana pusing tauu",ucap Kirana yang melihat Fahri akan mendekatinya.

__ADS_1


Kirana merasa perutnya mendadak mual dan kepalanya semakin pusing,ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi di perutnya.


Fahri yang khawatir,menyusul Kirana kedalam kamar mandi.


"Sayang .. kamu nggak apa-apa?",Fahri mendekati Kirana


"Mas Fahri.. sudah dibilang jangan dekat-dekat Kirana,mas Fahri itu bau..Kirana nggak suka",jawab Kirana kesal.


Kirana berlalu melewati Fahri, sementara Fahri masih mematung ditempatnya.Ia sama sekali tidak bisa mencerna perkataan Kirana.Akhirnya Fahri memutuskan untuk mandi,siapa tau setelah mandi Kirana mau menerimanya.


Setelah selesai mandi dan berganti baju,serta tidak lupa memakai parfum Fahri menghampiri Kirana yang terbaring di ranjangnya.


"Sayang.. kamu nggak apa-apa..",tanya Fahri hati-hati.


"Mas Fahri ihh.. nggak ngerti banget,mas Fahri nggak usah deket-deket Kirana dehh,Kirana nggak suka baunya mas Fahri",jawab Kirana.


"Sayang.. aku sudah mandi lho ini,sudah ganti baju pakai parfum,masak iya masih bau",ucap Fahri gusar.


"nggak tau ahh Kirana pusing..",jawab Kirana singkat.


"Mas Fahri mending keluar dehhh.. Kirana nggak tahan baunya,nanti kalau Kirana muntah lagi gimana?",lanjut Kirana.


"Ya Tuhan..apa salah Dan dosaku,kenapa istriku jadi nggak mau deket-deket sama akuu",batin Fahri .


Mau tidak mau Fahri menuruti permintaan Kirana,Iapun keluar dari kamarnya meninggalkan Kirana yang sedang berbaring di ranjangnya.


"Ya sudah.. aku keluar dulu yaa.. kalau butuh apa-apa aku dibawah",ucap Fahri.


"Ya sudah sana pergi..",ucap Kirana memunggungi suaminya.


"Dihh.. kenapa jadi gue yang diusir sana istri gue sendiri sihh",gumam Fahri.


"Mas Fahri cepat keluarrr!!!aku masih bisa nyium bau mas Fahri disini", seru Kirana.


"Ehh.. iya aku keluar,kamu istirahat ya sayang",Fahri bergegas meninggalkan kamarnya.


TBC dears...


selalu dukung author ya readers..


yang minta double up sudah lunas yaa,ini author kasih bonus up 1x lagi

__ADS_1


sehari bisa 3x up yaa.. mumpung otak author lagi encer๐Ÿ˜


happy reading dears ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜


__ADS_2