Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#69


__ADS_3

"Non.. ini sarapannya,kata tuan non Kirana sakit",mbok Darmi meletakkan nampan yang berisi sarapannya di atas nakas.


Kirana yang sedang meringkuk,menyadari kedatangan mbok Darmi.


"Mbok.. boleh bawa keluar aja nggak makanannya,Kirana pusing niihh,baunya bikin Kirana mual",ucap Kirana malas.


"Kok.. seperti tanda-tanda...",gumam mbok Darmi.


"Mbokkk... Kirana mohon bawa keluar aja ya makanannya,beneran kepala Kirana pusing banget",ucap Kirana.


"Ehh.. iyaa.. non.. simbok bawa ke dapur lagi yaa",ujar mbok Darmi


"Mbokk.. tolong panggilkan mas Fahri yaa",pinta Kirana.


"Iyaa non..",jawab mbok Darmi sembari menutup pintu kamarnya.


Selang beberapa menit,Fahri kembali ke kamar.mendapati istrinya masih dalam posisi yang sama,meringkuk didalam selimutnya.


"Sayang.. kata mbok Darmi kamu nggak mau makan kenapa?",Fahri mengelus rambut Kirana.


"Mas Fahri.. dibilang jangan dekat-dekat Kirana,Kirana pusing nyium bau mas Fahri",ucap Kirana kesal.


"Lho.. kan kamu yang nyuruh mbok Darmi manggil aku kesini sayang'",ucap Fahri sekali lagi.


"Iyaa.. tapi Kirana pusing tiap dekat sama mas Fahri,jauhan dikiit duduknya",ucap Kirana manja.


"Nih bocah.. maunya apa sihh??",batin Fahri mulai kesal


Fahri duduk di sofa,jauh dari Kirana.


"Sayang.. kita ke dokter yuukk.. sepertinya ada yang salah sama indera penciumanku",ajak Fahri.


"Kepala Kirana pusing bangett mas..huuhhuu",Kirana mulai menangis karena sakit kepalanya yang tak kunjung reda ditambah badannya yang teramat lemas karena tidak kemasukan makanan sama sekali.


"Sayang.. aku terus harus gimana??kamu kalau aku deketin nggak mau..",Fahri pusing sendiri, sementara Kirana masih menangis.


Fahri menelepon dokter Risa,untuk mengecek keadaan istrinya.Tak lupa dia juga menelepon Riko,karena dia benar-benar bingung menghadapi istrinya.


Tak lama kemudian,Riko pun mengetuk pintu kamar,Fahri membukakan pintunya.


"Tega banget sihh boss.. kita kan sedang libur weekend,bos juga yang memberikan saya cuti 3 hari setelahnya,kenapa sekarang mendadak menelepon saya?",cerocos Riko protes.


"Kau disini saja sementara waktu,kepala ku pusing",jawab Fahri singkat.


Sementara Kirana masih menangis,sembari memegangi kepalanya.


"Tuh anak orang dibuat nangis kenapa, bukannya di diemin bos malah duduk disini, bener-bener dehh",ucap Riko heran.


"Auu ahh.. gue serba salah,kalau dideketin dia tuhh marah-marah,tapi kalau ditinggal nyariin,coba sana Lo yang diemin",ujar Fahri frustasi.

__ADS_1


"lha.. ada-ada aja,yang suaminya gue apa dia sihh?",gumam Riko.


"Kirana.. kenapa??kamu sakit??",tanya Riko yang menghampiri Kirana.


"Mas Riko..kepala Kirana sakit,perut Kirana mual,badan Kirana lemes bangett",Kirana berhambur ke pelukan Riko.


"Waduhh.. gawat nihh,kenapa jadi ginii",gumam Riko yang sudah mendapat tatapan tajam dari Fahri karena sudah berani menyentuh istrinya.


"Ehemmm..",Fahri berdehem, memberikan peringatan ke arah Riko.


"Ehhh.. Kirana sudah jangan menangis,kamu minum dulu sebentar lagi dokter Risa kesini",Riko mencari alasan agar bisa melepaskan pelukan Kirana dan mengambilkan gelas yang berisi air di atas nakas lalu memberikan kepada Kirana.


Akhirnya dokter Risa sampai di tempat Fahri.Dia mulai memeriksa Kirana,mengecek tensi darah dan sebagainya.


"Kapan terakhir dapat",tanya dokter Risa setelah melakukan pemeriksaan.


"Emm.. sepertinya bulan lalu dokk..bulan ini saya belum dapat",jawab Kirana.


"Okee..nggak ada masalah yang serius",ucap dokter Risa sembari tersenyum dan melihat ke arah Fahri yang duduk menjauh.


"Hahh..kok bisa dok,mungkin indera penciuman nya bermasalah atau gimana,karena setiap saya deketin katanya saya bau terus jadi pusing, padahal saya sudah mandi, sudah ganti baju dan pakai parfum juga",jelas Fahri panjang lebar.


"Itu hal yang biasa tuan..mungkin di trisemester pertama nyonya Kirana akan mengalami morning sickness",jelas dokter Risa.


"Maksud dokter apa sihh.. maaf saya kurang faham",ucap Fahri.


"Selamat yaa tuan nyonya Kirana positif hamil,dan usia kehamilannya memasuki Minggu ke-empat".


"Iyaa.. jadi wajar kalau nyonya Kirana agak sensitif itu karena pengaruh hormon".


"Dan untuk pemeriksaan lebih lanjutnya bisa langsung ke dokter SpOG yaa... ohh ya tolong dijaga pola makannya yaa, karena ibu hamil harus mendapatkan nutrisi dan gizi yang cukup",lanjut dokter Risa.


"Untuk tuan Fahri sabar yaa.. nyonya Kirana nggak mau dideketin itu semua karena bawaan bayi nanti juga akan kembali seperti biasanya".


"Tapi sampai kapan dokk.. saya sudah benar-benar stress rasanya",ucap Fahri gusar.


"Sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.. mungkin sebulan,2 bulan atau sampai melahirkan,karena itu sifatnya bawaan jadi saya kurang tau",jawab dokter Risa tersenyum.


"Apa?? sampai melahirkan?? berarti selama 9 bulan dongg",Fahri meraup mukanya kasar.


"Sabarr bosss",Riko menepuk pundak Fahri pelan.


"saya permisi dulu tuan..",dokter Risa pamit.


"saya antar dokk",Riko mebawakan tas dokter Risa dan mengantarkannya sampai ke depan rumah.


Dikamar itu hanya tinggal Fahri dan Kirana.Kirana masih saja memalingkan mukanya tidak mau memandang Fahri.


"Sayang... makan dulu yaa,habis itu minum obatnya",ucap Fahri lembut.

__ADS_1


"Suruh mas Riko saja mas yang bawain makannya..mas Fahri duduk aja disitu,jangan kemana-mana,jangan dekat-dekat juga",jawab Kirana.


"Riko,cepat bawakan makanan buat Kirana!!",seru Fahri.


"Lhaa.. kenapa saya.. kan ada mbok Darmi??",jawab Riko


"Kirana maunya eluuu...",jawab Fahri agak sedikit kesal.


"Kirana kenapa nambah-nambahin masalah gue aja sihh,repot banget dehh bumil",gumam Riko kesal.


Dengan terpaksa Riko mengambilkan Kirana makan dan menaruhnya diatas nakas.


"Kirana inii makanannya dimakan dulu,gue taruh di atas nakas",ujar Riko.


"Mas Riko bisa bantu Kirana duduk nggak.. kepala Kirana pusing bangett", ucap kirana memelas.


"Lhaa.. bisa dibunuh hidup-hidup gue sama si boss,minta bantuin duduk sama si boss aja dehh,jangan nambah-nambahin masalah gue dehh",ucap Riko panik.


"Mas Riko...",Kirana mulai menangis.


"Riko.. cepat lakukan",seru Fahri dari kejauhan,tampak tatapan matanya sangat mengintimidasi.


"Waduhhh.. bener kan... dari sejak tadi gue ditelpon perasaan gue udah nggak enak banget",gumam Riko sembari membantu Kirana duduk.


"Terima kasih mas Riko..",Kirana menatap Riko dan menoleh ke arah suaminya sekilas.


Kirana merasa tidak tega dengan Fahri,ini seperti tidak adil buatnya.tapi mau bagaimana lagi setiap dekat dengan Fahri dia merasakan pusing dan mual.


Kirana mulai menyuapkan makanannya ke mulutnya,tapi hanya beberapa suapan,ia sudah ingin memuntahkannya kembali.


"Sayang.. kamu kenapa?",tanya Fahri yang sedari tadi khawatir.


"nggak apa-apa.. mas Fahri diam disitu saja jangan kesini",jawab Kirana.


"mas.. aku pengen makan ice cream coklat",ucap Kirana tiba-tiba.


"aku belikan yaa..",jawab Fahri.


"jangan mas Fahri tetap disitu saja biar mas Riko saja yang beli",ucap Kirana.


Fahri mengirimkan pesan ke ponsel Riko untuk membelikan es krim coklat untuk istrinya.Sementara Riko yang berada di ruangan baeah lagi-lagi menggerutu kesal,pasalnya ini weekend harusnya dia libur tapi tetap saja Fahri menyuruhnya datang ke rumahnya.


"Begini amat dehh nasib guee... mau istirahat sebentar aja kagakk bisa",Riko mengasihani dirinya sendiri.


TBC dears..


hallo dears..


tolong dukung author dengan cara like,komen dan jangan lupa favoritkan juga yaa..

__ADS_1


jangan lupa vote juga yaa..


terima kasih, happy reading dears 🤗😘


__ADS_2