Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#143


__ADS_3

Sembari menunggu Fahri menyelesaikan pekerjaannya,Kirana mengedarkan pandangannya ke semua sudut ruangan Fahri.Ia melihat suaminya itu sangat serius dengan beberapa dokumen yang ada ditangannya.Kirana mencuri-curi pandang hanya untuk sekedar melihat wajah Fahri dengan jelas,wajah yang ia rindukan selama sebulan terakhir ini.


Menyadari Kirana sedang memperhatikannya,Fahri mendongakkan kepalanya,ia berfikir Kirana membutuhkan sesuatu dan tidak berani untuk memanggilnya.Kirana gelagapan saat Fahri mendongakkan kepalanya dan mengetahui kalau ia sedang mencuri pandang kepadanya.


"Ada apa??",tanya Fahri.


"Ah..ada apa?? maksudnya..??",tanya Kirana yang tak mengerti maksud Fahri.


"Kenapa kau melihat ke arahku terus-menerus..",tanya Fahri.


"Hah..aku..aku..",


"Apa kau membutuhkan sesuatu?",sela Fahri.


"Hahh..iya..aku..aku mau ke toilet,tapi aku..tidak tahu tempatnya..",jawab Kirana bohong.


"Kau bisa masuk keruangan itu,itu adalah ruangan untuk aku beristirahat,dan ada kamar mandi di dalamnya..",ucap Fahri sembari menunjuk ke dalam ruangan kecil yang ada di ruangan kerjanya.


Kirana mengangguk,kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut.Ada satu buah tempat tidur yang ukurannya hanya cukup untuk satu orang,mungkin itu dipergunakan Fahri untuk beristirahat ketika mulai merasa penat dengan pekerjaannya.


Kirana mulai masuk ke dalam dan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangan tersebut.Ia mencuci tangannya di wastafel dan melihat wajahnya di kaca yang ada di dalam toilet tersebut.


"Mas Fahri.. kenapa terlihat sangat berbeda??kenapa dia kembali seperti dulu lagi..dingin banget bahkan dari tadi dia tidak memanggil namaku sama sekali atau biasanya dia akan memanggilku sayang..tapi tadi dia sama sekali tak melakukannya..",gumam Kirana sembari melihat bayangannya sendiri di cermin.


"Apa dia masih marah ya gara-gara penolakan ku waktu itu ketika mas fahri ingin menciumku dan aku malah memalingkan wajahku ke samping..", Kirana mulai berasumsi.


"Aku harus apa kali ini Tuhan..",ucap Kirana gusar.


Ia mulai mematikan kran air nya,dan kembali keluar.Ketika di ruangan istirahat Fahri,ia melihat kearah jam yang menempel di dinding ruangan tersebut.

__ADS_1


"Setengah jam lagi..tapi kenapa terasa sangat lama..",gumam Kirana.


Ia pun merapikan penampilannya dan kembali duduk di sofa,ia melirik ke arah Fahri sekilas yang masih saja sibuk dengan tumpukan kertas yang ada di depannya.


Kirana mengeluarkan benda pipih yang ada di dalam tasnya,ia pun diam-diam mengambil foto Fahri diam-diam.Dia tersenyum melihat hasil jepretan yang diambilnya.Suaminya nampak tampan ketika terlihat serius seperti itu.Ia pun mengunggahnya di story wa miliknya dengan caption semangat bekerja sayang❤️


Fahri yang melihat Kirana terus mengulas senyum sembari menatap layar ponselnya pun sedikit penasaran.Tapi ia tak mau berfikiran negatif tentang istrinya,mungkin saja Kirana sedang berkirim pesan dengan Laras.


Tiba-tiba ponsel Kirana berdering,menandakan ada notifikasi pesan masuk,dan benar saja Laras sedang mengomentari story wa yang baru saja diunggahnya.


✉️kak Laras:


Ciyehh..ciyehh..pastinya tambah semangat dong kan sudah ditungguin ayank bebebnya🤗😘


Kirana hanya tersenyum melihat isi pesan dari Laras tanpa ingin membalasnya.


"Kita pulang sekarang..",ajak fahri.


Kirana mendongakkan kepalanya dan langsung bergegas bangkit dari duduknya.Fahri membuka pintu ruangannya dan keluar dari ruangan tersebut diikuti Kirana di belakangnya.Fahri menarik tangan Kirana dan menggenggam tangan Kirana agar bisa berjalan berdampingan dengannya.


Kirana merasa terkejut ketika Fahri menggenggam tangannya dengan erat,ia melihat kearah tangan yang digenggam oleh Fahri, sepersekian detik kemudian Kirana tersenyum,ia merasa dadanya serasa bergemuruh dan berdetak lebih kencang tapi setidaknya ia merasa lega karena Fahri masih memperlakukannya dan menjaganya dengan baik


Sesampainya di mobil,Fahri membukakan pintu mobil untuk Kirana.Sepanjang perjalanan mereka berdua saling diam,hingga akhirnya Fahri memulai pembicaraan terlebih dahulu.


"Apa ada sesuatu yang ingin kau beli??",tanya Fahri.


Kirana menatap Fahri bingung.


"Emm..di apartemen tidak ada apa-apa,aku tidak mempunyai bahan makanan apapun yang bisa dimasak,barangkali kau membeli sesuatu untuk dimasak??emm..atau kau mau kita delivery makanan saja untuk makan malam kita??",tanya Fahri kemudian.

__ADS_1


"hah..emm..kita beli bahan makanan saja nanti biar aku yang memasak..dan,emm...aku..aku juga mau beli beberapa baju karena tadi aku tidak bawa baju ganti,apakah boleh?",tanya Kirana ragu.


"Hmm..",Fahri mengangguk.


"Ya sudah sekalian saja nanti kita belanja keperluan di dapur sekaian beli beberapa baju untukmu",ucap Fahri.


Beberapa menit kemudian Fahri sudah sampai di pusat perbelanjaan di kota tersebut.Setelah membeli keperluan dapur, mereka membeli beberapa baju untuk Kirana.Setelah selesai berbelanja Fahri membawa Kirana ke apartemennya yang ada di kota tersebut.Awal-awal ia berada di kota tersebut memang tinggal di hotel karena ia fikir hanya beberapa hari saja disana,tapi ternyata lumayan lama ia tinggal di kota tersebut dan membuatnya kembali berfikir lebih baik menempati apartemen miliknya saja.


"Masuklah..",ucap Fahri yang membukakan pintu apartemennya.


Kirana masuk kedalam apartemennya dengan membawa beberapa paper bag dan kantong belanjaan.Kemudian ia mengedarkan pandangannya dan melangkahkan kakinya ke arah dapur,disusul oleh Fahri di belakangnya yang sudah membantunya membawa beberapa kantong belanjaan yang berisi keperluan dapur.


Kirana segera menata beberapa sayuran,daging dan lainnya di kulkas yang ada di dapur.Dan meletakkan bebeapa bumbu dapur lainnya di tempatnya.


"Aku mau ke kamar dulu ya..mau mandi",ucap Fahri yang melihat Kirana masih sibuk di dapur.


Kirana hanya mengangguk,kemudian ia mulai bertempur dengan peralatan masaknya.Ia berfikir untuk malam ini ia akan memasak yang simple saja,Ia hanya memasak sayur SOP dengan ayam goreng dan tempe goreng,ia memasaknya untuk 2 porsi tentunya untuk dirinya dan suaminya.


Setelah selesai memasak dan menatanya di meja makan,Kirana masuk ke kamar dan membawa satu cangkir teh hangat untuk Fahri.Ketika Kirana membuka pintu kamarnya ia mendapati pemandangan yang sudah lama tak memanjakan matanya.


Nampak Fahri dengan rambut basahnya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk hanya sebatas pinggang dan memperlihatkan dada bidangnya dan roti sobek di perutnya.Membuat jantung Kirana berpacu lebih cepat,ia menelan salivanya sendiri dengan susah payah.


"Emm...ma..maaf..aku hanya ingin mengantarkan ini u..untuk mas Fahri..",ucap Kirana terbata-bata karena gugup.


TBC dears..


Sudah double up dong...mana nih hadiah buat author beh dong kembang setamannya..


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2