Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#60


__ADS_3

Tok..tok..tok..


"Tuan,non Kirana..makan malam sudah siap",mbok Darmi mengetuk pintu.


"Iyaa mbok, sebentar lagi kami turun",sahut Fahri dari dalam kamarnya.


"Sayang,kamu tunggu di kamar saja yaa.. nanti aku bawakan makan malammu ke kamar",ucap Fahri sambil membelai rambut Kirana.


"Nggak mas,aku ikut ke bawah,aku jenuh dari kemarin di kamar terus",jawab Kirana.


"Ya sudah,kita turun sekarang.. pasti semuanya sudah nungguin kita untuk makan malam",ajak Fahri.


Fahri dan Kirana menuruni anak tangga menuju ke meja makan.


"Papa...", Sherly berlari ke arah Fahri dan berhambur ke pelukannya.


"Haii.. gadis kecil papa, gimana kabarmu sayang?",tanya Fahri.


"Baik pa.. Sherly kangen banget sama papa", ucap Sherly manja.


"Papa juga kangen banget sama Sherly.. okee,kita makan malam dulu, setelah makan kita lanjutkan ngobrolnya",ujar Fahri.


"Oke papa", Sherly memberikan jempol untuk papanya.


Fahri menarikkan kursi untuk Kirana,dan membantunya duduk.Biasanya Kirana yang selalu melayani Fahri di meja makan,tapi kali ini ia tidak bisa melakukannya.


"Fahri biar aku ambilkan untukmu yaaa..", Claudia menawarkan diri untuk membantu Fahri mengambilkan nasi beserta lauknya.


"Tidak usah Claudia,aku bisa sendiri",Fahri menolak tawaran Claudia dan mengambil nasi sendiri.


"Sayang kita makan sepiring berdua tak apa kan,aku suapin kamu yaa",ucap Fahri kepada Kirana.


"Maafkan aku mas,aku merasa jadi istri yang tidak berguna",raut wajah Kirana menjadi sedih.


"Heii.. sudah,jangan diteruskan lagi..",Fahri mengelus pipi Kirana dengan ibu jarinya.


"Sekarang buka mulutnya,aaa...",Fahri mulai menyuapi kirana,sungguh pemandangan seperti ini membuat semua mata yang melihat pasti iri lebih-lebih Claudia.


"ahh.. kalian so sweet banget sihh,iya kan Sherly..",ucap Vita dan diangguki oleh Sherly.


"Sherly baru tahu kalau papa punya sisi romantis juga",goda Sherly.


"Hushh.. anak kecil dilarang komentar",sahut Fahri.


"Ahh papa selalu seperti itu, Sherly ini sudah besar pa.. sudah SMP", Sherly pura-pura merajuk.


Suasana makan malam saat itu lebih seru karena obrolan antara ayah dan putrinya,ditambah lagi Vita yang suka sekali menjahili Sherly dan Kirana,gelak tawa mewarnai meja makan malam itu,semua tertawa senang tetapi tidak untuk Claudia,ia sangat kesal berada disana,ia merasa seperti diabaikan padahal sebenarnya Claudia yang tidak ingin masuk dalam obrolan mereka.

__ADS_1


"Ehemm.. saya sudah selesai makannya,saya permisi ke kamar duluan",ucap Claudia tiba-tiba berdiri dari duduknya dan ingin meninggalkan meja makan.


"Tunggu Claudia..",Fahri menghentikan langkah Claudia.


"Sekarang aku sudah berada di rumah,jadi kau tidak perlu lagi menginap disini,besok kau boleh pulang ke rumahmu",lanjut Fahri.


"Kau mengusirku Fahri?",ucap Claudia tidak percaya.


"Aku tidak mengusirmu,kau sendiri kan yang bilang pada Kirana kalau selama aku tidak berada di rumah kau akan tinggal di rumahku juga untuk menjaga Sherly,dan sekarang aku sudah disini jadi kau bisa meninggalkan rumahku besok",jawab Fahri santai.


"Fahri.. pasti istrimu sudah mengadu yang tidak-tidak padamu",ujar Claudia.


"Tidak,dia tidak pernah mengadu apapun kepadaku,aku tahu dari..."


"Sherly mama.. Sherly yang bilang ke papa,kenapa mama bisa nginap disini,itu kan yang mama katakan kemarin,mama tidak ingin ada orang yang menjahati Sherly selama papa tidak dirumah",jawab Sherly polos.


"Astaga Sherly...,ahhh...", Claudia mengepalkan tangannya dan berlalu meninggalkan meja makan dengan wajah kesal.


"Apa Sherly salah ngomong?",tanya Sherly.


"Tidak sayang.. kau sudah benar",jawab Fahri lembut.


"Terus kenapa mama marah?",tanya Sherly.


"Mamamu tidak marah Sherly.. ia hanya


"Benarkah?",tanya Sherly.


"Tidak usah kau pikirkan sayang,mari kita lanjutkan makan malam kita",ucap Fahri.


Claudia kembali dengan membawa tas yang berisi baju-bajunya.


"Mama mau kemana??",tanya Sherly yang melihat Claudia membawa tas besar.


"Mama mau pulang sayang, sepertinya keberadaan mama memang tidak diperlukan lagi disini", Claudia sengaja memasang wajah melasnya di depan Sherly.


"Kau tidak perlu meninggalkan rumahku ini sekarang juga Claudia..",ucap Fahri.


"Iya mama.. besok saja",pinta Sherly.


"Tidak sayang,besok ataupun sekarang sama saja",jawab Claudia


"Baiklah,aku akan menyuruh supir untuk mengantarkan kamu pulang",ujar Fahri.


"Tidak usah Fahri,aku sudah pesan taksi online,kau tidak perlu repot-repot",ucap Claudia.


Dan Fahri hanya mengangguk-angguk.

__ADS_1


"Ya sudah.. aku permisi dulu.. selamat malam", Claudia melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Fahri.


"Sialan.. pasti perempuan itu sekarang merasa diatas puncaknya,awas saja kau Kirana.. jangan panggil namaku Claudia kalau aku tidak bisa memisahkan mu dari Fahri",gumam Claudia.


"Aku harus memikirkan rencana yang lain untuk menyingkirkan perempuan itu",lanjut Claudia.


Taksi online yang dipesannya sudah datang dan Claudia pun segera menaikinya,di dalam taksi ia memikirkan rencana jahatnya untuk Kirana.Sepertinya ia sudah mempunyai rencana besar untuk memisahkan Kirana dan Fahri.


"Kali ini aku pasti berhasil dan tidak akan gagal lagi", Claudia pun tersenyum jahat membayangkan rencana yang akan ia buat untuk menyingkirkan Kirana.


*****


Usai makan malam,Fahri dan Kirana memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


"Sayang.. aku bersihkan lukamu lagii yaa,setelah itu aku oleskan salepnya,dan besok kita ke dokter",ucap Fahri.


"Tidak usah ke dokter sayang.. beberapa hari lagi juga sembuh kok",tolak Kirana.


"Sayang.. sekarang itu sudah ada teknologi canggih,dengan sekali treatment lukamu itu akan langsung sembuh,jadi kamu tidak perlu menunggu berhari-hari,kamu juga tidak lagi merasa kesakitan",jelas Fahri.


(anggap saja ada yaa perawatan semacam itu dikodekteran😅,kita berhalusinasi dikit😁)


Tampak Kirana berfikir sejenak,setelah itu ia menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Baiklah..",ucap Kirana.


"Lagian sayang.. sebenarnya aku kangen banget sama kamu,kalau tanganmu seperti ini kan...",Fahri tidak meneruskan perkataannya.


"Kenapa??mas fahri jijik sama tangan Kirana",tanya Kirana.


"Bukan.. bukan seperti itu hanya saja mas tidak tega melihat luka ditanganmu,lagian kalaupun mas minta sekarang kamu bersedia..",suara Fahri mendadak seperti angin malam yang mencekam bagi Kirana.


Kirana menelan salivanya, sepertinya ia merasa salah bicara,mendadak ekspresinya terlihat sangat tegang.Fahri yang melihat perubahan ekspresi wajah istrinya itu merasa sangat lucu.


"Hhahha.. tenang sayang,aku tidak akan meminta jatahku malam ini,tapi besok.. setelah tanganmu sembuh",bisik Fahri dan sedikit membuat hati Kirana lega.


"Kamu persiapkan diri baik-baik ya.. besok tidak akan memberimu ampun,aku sudah menahan ini terlalu lama.. jadi jangan salahkan kalau besok malam kita bertempur sampai pagi",bisik Fahri sekali lagi.


Sontak Bulu kuduk Kirana kembali berdiri,merinding mendengar perkataan Fahri.


"terlalu lama?? padahal cuma dua hari saja,ahhh...",batin Kirana.


Ia benar-benar tidak bisa membayangkan akan dikerjai Fahri habis-habisan.


TBC dears..


jangan lupa like,coment dan vote yang banyak please...

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2