Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#107


__ADS_3

"udah biarin aja sayang.. biasanya yang modelan kayak mereka gini sih jodoh",goda Fahri.


Dan timpali dengan gelak tawa Fahri dan Kirana,membuat Riko dan Vita semakin kesal.


"Ehh.. sudah sore nihh,balik yukk... ",ajak Fahri.


"bentar bos aku nunggu Kinan sama Tasya dulu, mungkin sebentar lagi mereka kembali..",jawab Riko.


"Ya sudah aku tunggu di parkiran yaa... yukk sayang.."jawab Fahri dan mengajak Kirana ikut serta dengannya.


"Vita.. kamu mau ikut kita apa mau disini sama mas Riko??"tanya Kirana kepada Vita karena melihat Vita yang belum beranjak dari duduknya.


"hah... akuu?? yaa jelas ikut... kalian lahhh",jawab Vita dan bangun dari duduknya.


"ya sudah ayo..mas Riko kita duluan yaa",ajak Kirana dan berpamitan kepada riko dan diangguki oleh Riko.


Selepas Fahri,Kirana dan Vita pergi,tak berapa lama Kemudian Kinan dan Tasya datang.


"Dimana yang lainnya..",tanya Kinan ketika tak melihat yang lainnya.


"oh..Mereka nunggu di parkiran..",Jawa Riko.


"Om Riko setelah ini kita mau kemana lagi.. belanja sudah.. makan sudah.. emm.. apalagi yaa..", nampak Tasya seperti orang dewasa sedang berfikir.


Riko mendekati Tasya, mensejajarkan dirinya dengan gadis kecil itu.


"Emang Tasya mau kemana lagi.."tanya Riko sembari memegang bahu tasya dengan kedua tangannya",tanya Riko.


"emm.. kemana yaa ..".


"terserah.. om Riko ngikut Tasya saja ..",jawab Riko.


"Tasya.. ini kan sudah sore,kita pulang saja yaa.. lagian Tasya kan pasti sudah capek, kapan-kapan kalau ada waktu lagi kita jalan-jalan lagi",ucap Kinan.


"Tapi kan om Riko nggak tinggal disini terus..",jawab Tasya.


"Terus kenapa?? Tasya kan bisa sama ibu jalan-jalannya..",jelas Kinan mencoba memberikan pengertian kepada Tasya.


"Kinan.. nggak apa-apa kalau Tasya masih ingin jalan-jalan,lagian aku juga yang salah harusnya hari ini full aku menemani kalian tapi tadi mendadak ada pertemuan dengan klien",ucap Riko tak sampai hati menolak keingin Tasya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas,justru aku berterima kasih sama mas Riko karena sudah berbaik hati kepada kami..",


"ya sudah om.. Tasya nggak apa-apa kok,habis ini kita pulang saja.. tapi bentar lagi ya om,aku mau main itu dulu, sebentar saja..",Tasya berlari ke arah wahana mainan yang ingin dinaikinya.


"Tasya..",Kinan akan melarang tapi Riko menggelengkan kepalanya,memberikan kode kepada Kinan supaya membiarkan saja Tasya bermain sebentar.


"Kinan.. tiga hari lagi aku akan kembali ke Jakarta.. aku harap kau merubah keputusanmu,ikutlah denganku Kinan.. ",ucap Riko tiba-tiba.


"Mas.. kita kemarin sudah membicarakan tentang ini.. dan keputusan ku masih sama mas.. aku masih ingin tinggal disini,aku hanya ingin hidup damai disini mas.. tanpa tekanan dari keluarga ku dahulu,lagi pula mereka akan sangat marah jika melihat aku kembali ke kota mereka..",jelas Kinan.


"Kinan.. menikahlah denganku.. aku akan bertanggung jawab,aku akan menerima kamu apa adanya.. aku juga akan menganggap Tasya seperti anak ku sendiri..",Riko memegang kedua tangan Kinan.


"Mas.. pernikahan itu tidak main-main,bertanggung jawab saja tidak cukup.. semua harus dilandasi dengan rasa cinta..",jelas Kinan


"Aku tau.. mas Riko adalah orang yang sangat bertanggung jawab, tapi untuk cinta... apa mas Riko masih mencintaiku??",tanya Kinan.


Riko diam.. saat ini memang dia sangat bingung dengan perasaannya,disaat ia bersama Kinan,tapi bayangan Vita selalu muncul tiba-tiba diotaknya.


"Kinan,aku...".


"Jangan memaksakan perasaan mas.. aku tau,mas Riko sudah tidak mencintai ku lagi..".


"Aku juga menyayangimu mass,tapi sebagai sahabat.. ".


"Kinan maafkan akuu...",Riko memeluk Kinan,ia menyadari memang rasa cinta untuk Kinan dihatinya sudah tidak ada lagi.


Riko menyayangi Kinan,tapi mungkin ia hanya prihatin dengan kehidupan Kinan selama ini,ia hanya tidak mau Kinan hidup menderita lagi.


"Mas Riko.. kamu tidak perlu minta maaf.. mas Riko tidak salah apa-apa.. perasaan tidak bisa dipaksakan mas,kita masih bisa saling menyayangi walaupun hanya sekedar menjadi sahabat",ucap Kinan masih dalam pelukan Riko.


Kinan sadar,ia tak boleh egois.Dia mengubur rasa cintanya dalam-dalam dan membiarkannya perlahan hilang bersama dengan berjalannya waktu.Mereka berpelukan cukup lama,hingga tak menyadari ada sepasang netra yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan, kemudian ia pergi meninggialkan tempat itu dengan mengusap air matanya kasar.


Kinan melepaskan pelukan Riko,Ia menghapus air matanya yang begitu saja keluar tanpa permisi.


"Mas Riko berjanjilah.. kau akan menjadi sahabatku selamanya..",ucap Kinan sembari mengacungkan kelingkingnya ke arah Riko.


"Sahabat sejati..",Riko menautkan kelingkingnya dengan kelingking Kinan.


"Sahabat sejati..",dan diiringi dengan gelak tawa dari mereka berdua.

__ADS_1


"ibu sama om Riko kenapa tertawa sendiri.. Tasya nggak diajak",ucap Tasya yang tiba-tiba datang dari belakang mereka.


bukannya menjawab Riko dan kinan malah menggelitiki badan tasya.membuat Tasya merasa geli di tubuhnya.


"aaa... ibu.. om Riko hentikan...hahahah",Tasya berteriak menyuruh Riko dan ibunya untuk berhenti menggelitikinya.


🍁🍁🍁


"Sudah... kok cepet banget",yang Kirana yang melihat Vita sudah kembali kemobil.


"Sudah",jawab Vita singkat.


"Ada apa vita,kok kamu keliatan sedih,kamu habis nangis yaa?",tanya Kirana lagi.


"heii.. mana ada,lagian ngapain aku nangis,hahah aneh banget deh kamu Kii...ini tuh tadi pas aku jalan kan anginnya kenceng nah kelilipan deh mataku kena debu",jawab Vita bohong.


Flashback on


Dalam perjalanannya ke parkiran mobil bersama Riko dan Kirana,mendadak Vita ingin buang air kecil.


"Mas Fahri..Kirana.. kalian duluan aja yaa.. aku pengen ke toilet bentar", ucap Vita.


"Mau aku temenin nggak..",tanya kirana


"Alahhh.. nggak usah nanti ada yang ngambek lagii,ya udah ahh keburu pipis dicelana dehh guee",jawab Vita sembari berlari menuju toilet.


Setelah selesai menunaikan hajat buang air kecilnya Vita merasa haus,ia putuskan untuk membeli minum terlebih dahulu sebelum kembali ke parkiran.Ternyat tak sengaja ia melihat Riko dan kinan berpelukan sangat erat,sangat terlihat sekali keduanya seperti tidak bisa terpisahkan.Dan seketika itu juga buliran air mata Vita jatuh membasahi pipinya.


"Bodohnya aku kalau berharap mas Riko suka sama aku... ",gumam Vita.


"Dan bodohnya aku sudah tertipu dengan mbak Kinan,bukankah dia sendiri yang bilang mas Riko mencintaiku dan sudah tidak mencintainya lagi,tapi apa inii.. kenapa mereka saling berpelukan seperti itu..",Vita merasa kecewa karena ia merasa awalnya kinan seperti mendukung hubungan Vita dan Riko malah kenyataannya berbanding terbalik yang Vita lihat sekarang keduanya sedang bermesraan.


Vita pun menghapus air matanya secara kasar dan berlari pergi meninggalkan tempat itu, kerongkongannya yang tadinya kering sekarang mendadak rasa hausnya itu sudah hilang.


flashback off.


TBC dears..


segini dulu yaa.. nanti sore lagi..

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2