
Dari sejak kepergian mas Doni semalam mata ku tetap terjaga, seperti tidak ada rasa kantuk sama sekali,fikiranku benar-benar kacau.ditambah lagi mas Doni sama sekali tidak memberikan kabar sampai pagi ini.
Aku memutuskan untuk tidak pergi sekolah,karena aku fikir percuma saja raga ku disekolah tapi fikiranku tak tau entah kemana.ku tatap handphone ku berulangkali siapa tau ada panggilan masuk dari mas Doni,tapi ternyata hasilnya nihil.
Kak Laraspun sama sedihnya dengan ku,kak Laras pun terlihat gelisah dan mondar-mandir sambil menggendong raka,dan terlihat sangat berantakan,tapi kak Laras sebisa mungkin menyembunyikan kesedihannya dariku,dia berusaha tetap terlihat tegar demi anak dan adiknya.
Tiba-tiba ada suara sirine ambulance,dan terlihat mas Doni pulang mengendarai motornya diikuti mobil ambulance dibelakangnya memasuki pekarangan rumah kita.
Aku dan kak Laras berlari keluar,tampak mas Doni dengan wajah tegarnya,berusaha kuat untuk keluarganya.mas Doni memelukku,kak Laras dan Raka,kami berpelukan dalam tangis.
"Kalian yang sabar yaa,harus kuat,ayah dan ibu pasti sedih kalau melihat kita terlalu berlarut-larut..",ucap mas Doni kepadaku dan kak Laras.
Aku dan kak Laras menangis histeris ketika jenazah ayah dan ibu di keluarkan dari mobil ambulance dan dimasukkan kerumah duka.Untuk terakhir kalinya aku dan kak Laras melihat jenazah ayah dan ibu sebelum dimakamkan.Hatiku terasa pilu dan sesak yang mendalam.
Setelah mengurus pemakaman jenazah ibu dan ayah,aku,mas Doni dan kak Laras kembali ke rumah. Rasanya sunyi,sepi tak ada lagi canda tawa ayah dan ibu.
"Kirana,kamu istirahat dulu,kata Laras kamu belum tidur dari semalam",ucap mas Doni.
"Iya mas.. kak Laras kemana?",tanyaku
"Laras sedang menidurkan Raka,kamu istirahat lah",jawab mas Doni.
"He'emm.."
Akupun berlalu kekamarku,aku masih tidak percaya secepat ini ibu dan ayah pergi meninggalkan ku untuk selamanya.padahal baru saja aku kembali berkumpul dengan keluarga ku lagi.tidak tahu seberapa banyak air mata yang menetes dari mataku sampai akhirnya aku tertidur entah sejak kapan.
Kulihat sudah jam 5 sore,aku ke dapur untuk mengambil minum karena tenggorokan ku terasa kering.terlihat kak Laras sedang memasak di dapur. Dan mas Doni bermain dengan Raka diruang tamu.
"Kamu sudah bangun dek?",tanya kak Laras yang melihatku.
"Iya kak..",jawabku sambil menuangkan air minum kedalam gelas yang ada diatas meja.
"Kak...",aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku seakan ada sekat dalam tenggorokan ku ,air mata ku jatuh tak tertahankan,aku menangis sejadi-jadinya.
Kak Laras mematikan kompornya,dan menghampiriku, memelukku dan mengelus rambutku.
__ADS_1
"Sudah tidak usah banyak bicara,kakak tahu apa yang kamu rasakan dek",ucap kak Laras dengan suara bergetar,aku merasakan kak Laraspun menangis,tapi kak Laras tidak menunjukkan itu semua dihadapanku,kak Laras menghapus air matanya dengan kasar ,melepaskan pelukannya namun kedua tangannya masih memegang kedua tanganku dan menatapku serius.
"Dengarkan kak Laras,kita sudah tidak punya orang tua lagi,kakak harap kamu bisa mengikhlaskan ini semua sayang,kamu boleh menganggap kakak dan mas Doni sebagai pengganti ayah dan ibu, walaupun kakak tahu ayah dan ibu tidak bisa tergantikan.kakak sayang sama kamu,kamu Adek kakak satu-satunya",ucap kak Laras
"Kirana dengar kakak,kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan,karena itupun tidak bisa merubah takdir yang sudah terjadi,kita harus tetap bisa menjalani kehidupan ini walaupun sekarang tanpa ayah dan ibu",lanjut kak laras
Aku kembali menangis dalam pelukan kak laras. Mas Doni dan Raka menghampiri kami.
"Ante..Napa..angis?",tanya Raka dengan bahasa cadelnya.
"Enggak.. Tante Kirana gk nangis kok,ini tadi kelilipan terus Tante minta tolong mama buat niupin mata Tante",jawabku sambil menghapus air mata ku kasar.
"Ya udah.. aka mau maen bola ma ante"
"Ayo siapa takut.." jawabku sambil menggendong raka,"kita mau maen bola dimana?",tanyaku
Raka menunjuk ke pekarangan depan
"Oke kita kesana",ucapku riang, seketika beban dihatiku hilang ketika bersama Raka.
Mas Doni dan kak Laras tersenyum dari dalam rumah melihatku dan Raka sedang bermain dan tidak jarang aku menjahilinya,Raka terlihat menggemaskan ketika ku janili,dan itu malah membuat ku tertawa.
*****
"Makan dulu yukk Kirana,Raka,mas Doni",ajak kak Laras
Kami makan dalam hening,kak Laras makan sambil menyuapi Raka.
"Besok aku mau ke ruko, membereskan barang-barang kita,besok pasti rentenir itu ke ruko lagi",ucap mas Doni tiba-tiba.
"Mas,aku gak mau kalau sampai rumah makan itu tutup itu satu-satunya usaha keluarga kita,sumber penghidupan kita", ucapku
"Sudahlah Ki,darimana kita dapat uang 300juta itu,nanti kita bisa mulai usaha lagi dari nol,mas Doni masih ada sedikit modal,nanti kita bisa buka delivery order,sementara kita jualan lewat online",jawab mas Doni.
"Pokoknya kirana gak mau,kalian sudah susah payah membesarkan tempat itu dan sekarang tiba-tiba mau ditutup,apapun akan Kirana lakukan untuk mendapatkan ruko itu kembali", tukas ku dan berlalu pergi meninggalkan mereka dimeja makan.
__ADS_1
"Kirana..", terdengar suara mas Doni memanggil ku agak berteriak.
"Sudahlah mas,biarkan Kirana tenang dulu",bujuk kak Laras.
*****
"Kirana sarapan dulu..",ucap kak Laras yang melihatku sudah bersiap-siap ke sekolah.
"Kirana gak lapar kak,Kirana makan disekolah saja nanti",jawabku datar
"Kalau gitu minum susunya, setidaknya jangan biarkan perutmu kosong",bujuk kak Laras
Akupun meminum susu coklat yang dibuatkan kak Laras.
"Aku antar yaa..", tanya mas Doni
"Kirana berangkat sendiri aja mas, assalamualaikum...",jawabku berlalu pergi.
"Wa'alaikumsalam.. sudahlah mas,biarkan kirana sendiri dulu",ucap kak laras.
*****
"Kirana aku turut berdukacita cita ya..kamu yang sabar",ucap Vita
"Iya Vita,makasih",jawabku
"Maaf ya Ki,Aku benar-benar gak tau,pantas kemarin kamu gk masuk,aku baru tau semalam dari mama,katanya habis takziah dari rumah kamu",lanjut Vita
"Udah gak pa-pa vita",jawabku dengan tersenyum
"Kamu benar-benar gadis yang tegar Ki",ucap Vita sambil memelukku.
Aku hanya diam dan membalas pelukan Vita,aku berusaha tegar dalam keadaanku yang seperti ini,belum saatnya Vita tahu keadaan Ju yang sebenarnya ,aku tidak mau sahabatku iku sedih karena masalahku.
TBC
__ADS_1
Sumpah aku nulis ini sambil nangis lho..
Happy reading dears 🤗😘