Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#118


__ADS_3

Setelah mendapat lampu hijau dari Vita,Riko mulai beraksi lagi.Dia segera menindih tubuh Vita,matanya sayu menandakan g@irah dalam dirinya sedang bergejolak.


Riko membenamkan wajahnya diantara gundukan itu,entah kenapa kedua benda kenyal itu sekarang menjadi favoritnya,mungkin karena bentuk nya yang besar dan bulat atau karena yang lainnya.Memang ukuran milik Vita lebih besar daripada milik gadis seusianya.


Tak tahan hanya berdiam di antara kedua gundukan itu,ia pun melahap puncak kejayaan yang sudah berdiri tegak seakan menantang untuk segera di lahap,sementara tangan satunya terus saja merem@s dan sesekali memilin gundukan satunya.


"ahhhh..",s@tu des@han lolos dari bibir Vita.


perlahan demi perlahan bibir Fahri turun ke bawah, lidahnya menelusuri rawa-rawa mencari letak goa kenikmatan itu.Setelah menemukannya lidahnya kembali menari dengan sangat liar disana,tidak jarang ia menyesapnya hingga menimbulkan gelenyar aneh dalam diri Vita dan mebuat Vita mengeluarkan teriakan-teriakan manja dari bibirnya.


"Ahh.. mas Riko...uhhhh... stop..uhh",des@han dan er@ngan Vita semakin membuat Riko menjadi sangat liar.


"Sayang... panggil aku sayang...",ucap Riko disela-sela aktivitas nya.


"Uhh.. sayang... please.. aku sudah...ahh... tidak tahan...ngghhh...",racau Vita.


Riko mengakhiri permainan lidahnya,ia memposisikan dirinya dan bersiap untuk membidik sasaran yang ada di depannya.


"Kamu siap sayang??",tanya Riko lirih.


Vita hanya mengangguk malu


Riko segera membuka segitiga Bermuda nya dan sekarang terpampang jelas milik Riko tanpa tertutup sehelai benang pun.Vita membelalakkan matanya melihat cacing raksasa milik Riko.


"Ke..kenapa sebesar itu..",ucap Vita tanpa sadar dan di dengar oleh Riko.


"Apa kamu mau menyentuh nya terlebih dahulu,hmm..",goda Riko.


Tanpa menunggu persetujuan dari Vita,Riko mengambil tangan Vita dan mengarahkannya ke miliknya.Refleks Vita menyentuh cacing raksasa itu,mengelusnya perlahan dan..


"Woww... ",ucap Vita tanpa sadar,melihat milik Riko yang semakin membesar dan semakin tegang setelah mendapat sentuhan lembut dari nya,entah ia mengagumi atau apa,matanya membulat, mulutnya mengangah.


"Kau menyukainya,hmm..",tanya Riko tanpa rasa malu.


pertanyaan macam apa itu,Wajah Vita semakin memerah menahan rasa malu.Ia hanya mengangguk sembari tersenyum malu.


Riko kembali mencium bibir Vita dengan rakus,tapi kali ini Vita sudah bisa mengimbanginya,tangannya bergerilya diatas benda kenyal favoritnya,sedangkan cacing raksasa nya sudah bersiap untuk bertempur di goa kenikmatan Vita.

__ADS_1


Riko menghentakkan pinggulnya mencoba menerobos masuk goa kenikmatan itu,tapi seakan ada dinding penghalang di dalam nya cacing raksasa itu tak bisa menembus ke dalam.Tak patah semangat ia mencobanya kembali,tapi bidikannya malah meleset.


"Ahhh.. sayang... sakit...",ucap Vita lirih.


"Tahan yaa.. kita coba sekali lagi...",ucap Riko.


Ini adalah percobaan ketiga cacing raksasa milik Riko menerobos masuk ke dalam goa kenikmatan Vita.Ia mencoba menghentakkan pinggulnya sedikit lebih kuat,dan...


"ahhhh... sayang kenapa sesakit ini... tolong hentikan..hentikan..ahh",teriak Vita histeris.


"ssshhtt... sayang mana bisa.. ini kepalanya sudah masuk..tanggung banget..",elak Riko


Sudah kepalang tanggung,h@sratnya sudah di ubun-ubun malah di suruh berhenti,kali ini Riko tak mau mengalah.Riko mendorong dan menghentakkan pinggulnya Lagi kali ini lebih kuat dari yang tadi sehingga cacing raksasa nya berhasil masuk sempurna ke dalam goa kenikmatan tersebut bersamaan dengan darah segar yang keluar dari sana.


"Ahhh... sayang... sakitt...hikss...",teriak Vita sembari menangis.


"Ssshhtt.. sayang tahan sebentar ya.. aku janji aku akan pelan-pelan",bujuk Riko.


"Tapi ini sakit sekali sayang,hiks..",Vita masih saja menangis merasakan bagian bawahnya yang terasa perih,sakit dan panas.


Bukannya menjawab Riko malah membungkam bibir Vita dengan bibirnya,Ia menyesap dan m3Lum@t bibir Vita,hingga suara tangisannya sudah tak terdengar lagi.Perlahan Riko mencoba melakukan pergerakan di bawah sana,Ia memaju mundurkan pinggulnya.


Riko masih memompa dengan perlahan,membuat Vita terbiasa dengan kehadiran cacing raksasanya di goa kenikmatannya.Dan benar saja Vita mulai mendes@h merasakan sensasi yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Sa..sayang sepertinya a..aku pengen pipis..ahhh",racau Vita.


"Kita keluar bersama sayang...",bisik Riko lirih.


Riko semakin mempercepat genjotan dibawahnya,ia memaju mundurkan cacing raksasanya dengan sangat cepat,peluh bercampur keringat membanjiri tubuh keduanya.hingga mereka merasakan sesuatu yang berdenyut di bawah sana.


"Aaahhhh...nghhhh...", keduanya meng3r@ng dan meL3nguh secar bersamaan.


Sungguh ini adalah kali pertamanya untuk mereka,dan rasanya seperti ada kupu-kupu berterbangan di perutnya,menggelitik namun asyik,rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,walaupun Vita merasakan sakit di awal pertempuran mereka,tapi rasa sakit itu semakin lama berganti menjadi nikmat yang tiada Tara.


Riko ambruk menindih tubuh Vita,mereka sama-sama masih saling merasakan sisa-sisa percintaan mereka.hingga beberapa menit kemudian ia mencabut cacing raksasanya yang sudah mengkerut setelah meledakkan lahar yang ada didalamnya.


Riko merebahkan diri di samping Vita,ia membalikkan tubuh Vita hingga keduanya saling berhadapan,Riko mencium kening Vita sangat dalam.

__ADS_1


"Terima kasih sayang... aku mencintaimu..",ucap Riko masih dengan nafas yang memburu.


"Aku pun mencintaimu sayang...",jawab Vita yang sama seperti Riko,nafasnya masih terengah.


"Apa masih sakit??",Riko menyentuh liang yang sudah memberikan kenikmatan surgawinya.


"iya...",Vita mengangguk malu.


"Tapi aku masih ingin..."ucap Riko.


"tapi.."


"Kali ini tidak sesakit yang tadi sayang.. ",sela Riko


"Tapi sepertinya kau tadi juga menikmatinya kan..",goda Riko.


Lagi-lagi pertanyaan bodoh yang sengaja ia lontarkan membuat Vita menjadi malu untuk mengakuinya,memang awalnya ia sempat ingin menolak dan menghentikan pertempuran nya tadi,karena rasa sakit yang teramat sangat dan tidak bisa ditahannya.Tapi Riko memaksanya untuk menahan sedikit lagi,belum tau saja Vita kalau hasr@t seorang laki-laki sudah diubun-ubun bahkan tak makan seminggu pun ia rela asal bisa menuntaskan has@tnya.


"Sayang.. lihatlah..",Riko meletakkan tangan Vita pada cacing kisut yang sudah berubah menjadi cacing raksasa lagi.


Vita lagi-lagi dibuat terperangah,ia membelalakkan matanya,kenapa bisa secepat itu??


"Sayang.. bolehh??",Riko memegang milik Vita.


Melihat Wajah Riko yang memelas dan matanya yang sayu membuat Vita tak tega untuk menolaknya,Ia pun mengangguk menyetujui permintaan Riko.


Dan terlihat senyum sumringah di bibir Riko,bak anak kecil yang mendapatkan mainan baru,ia pun segera melancarkan aksinya.Pertempuran sengit itu kembali di mulai entah berapa ronde mereka melakukannya semalam.Yang jelas mereka baruh menyudahinya ketika jam di dinding menunjukkan pukul 3 pagi.


TBC dears..


haii author up lagi yaa...


sudah nggak penasaran lagi kan sama malam pertama Riko Vita.. ya begitulah yaa,namanya pengantin baru pasti rasanya Inging melakukanya lagi dan lagi seakan tak ada bosannya 🤭


Sepertinya novel ini bakalan tamat sebentar lagi,jadi biar nggak kepanjangan dan readers juga nggak bosan bacanya.Tapi author masih nunggu moment yang tepat biar jadi happy ending.


terima kasih para readers atas dukungan kalian semua.

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2