Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#115


__ADS_3

Dua hari kemudian,sesuai dengan janjinya,Riko membawa keluarga besarnya ke rumah Vita untuk melamar Vita.Dan pastinya Kirana dan Fahri pun tak ketinggalan,mereka datang bersama rombongan keluarga besar riko.


Kedatangan keluarga besar Riko bersama rombongan juga sudah ditunggu-tunggu oleh Vita beserta keluarganya.Dalam acara lamaran tersebut juga sekalian membahas tanggal pernikahan Riko dan Vita.


Dan sesuai kesepakatan bersama antara keluarga besar Riko dan keluarga Vita acara pernikahan mereka dilangsungkan lima hari lagi.karena Riko ingin pernikahannya segera dilangsungkan,jadi mereka hanya mengadakan resepsi sederhana saja yang dihadiri oleh kerabat dan teman sejawatnya saja.


Dan hari ini adalah hari dimana Riko akan mengucapkan janji suci nya kepada Vita,nampak sekali dari raut wajahnya bahwa ia benar-benar sangat gugup.melihat Riko yang mondar-mandir tidak jelas membuat Fahri gemas sendiri.


"Ko,bisa duduk nggak sih.. gue pusing ngliat Lo mondar-mandir nggak jelas",ucap Fahri.


Riko menghampiri Fahri dan duduk disebelahnya.


"Bos.. sumpah gue tegang banget nih..",ucap Riko panik.


"udah Lo rileks aja.. coba tarik nafas dalam-dalam terus hembuskan perlahan,ulangi beberapa kali biar Lo lebih rileks dan tenang..",tutur Fahri.


Riko menuruti nasihat Fahri tersebut,ia menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan,ia melakukan nya beberapa kali sesuai dengan apa yang dikatakan Fahri.


"Mas Riko, penghulunya sudah datang,anda disuruh bersiap-siap",ucapa salah seorang kerabat Riko.


"iya mbakk.. kami segera ke sana",jawab Fahri.


"Aduhh gimana nih bos,gue deg-degan banget..",Riko terlihat sangat panik.


"udah.. Lo tenang saja ketika lo sudah di depan penghulu nya nanti.. Lo lakukan apa yang gue katakan tadi,dan jangan lupa bismillah..",ucap Fahri sebelum mereka menuju ke meja penghulu.


Riko menuju ke meja penghulu di dampingi oleh Fahri dan Doni sebagai saksi dalam pernikahannya.Dan waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba,Riko mengucapkannya ijab Kabul nya dengan sangat lantang hingga terdengar kata SAH dari para saksi.


Terlihat Vita didampingi oleh Kirana keluar menghampiri Riko yang kini sudah sah menjadi suaminya.Vita nampak terlihat sangat cantik dan elegan dengan berbalut kebaya putih, sedangkan Kirana tampil sangat anggun di sebelah Vita.


Acara ijab kabul telah usai,dan lanjut dengan resepsi pernikahan mereka.Terlihat Riko dan Vita sangat bahagia menjadi raja dan ratu sehari.


"Wihh.. akhirnya halal juga yaa... selamat yaaa Riko,Vita.. ",ucap Doni yang datang bersama Laras dan anaknya.


"Selamat ya Riko,Vita.. semoga kalian langgeng sampai kakek nenek,oh yaa cepet dapat momongan juga yaa..",Laras juga memberikan selamat kepada Riko dan Vita.


"Terima kasih kak Laras,kak Doni.. terima kasih juga sudah mau menyempatkan waktu untuk hadir di pernikahan kami",ucap Riko.

__ADS_1


"Vita.. selamat yaa.. semoga samawa until Jannah",ucap Kirana.


"Terima kasih Kii...",ucap Vita sembari tersenyum.


"Selamat ya Riko, Vita.. akhirnya si kanebo kering sama si gadis bar-bar bisa juga bersatu",ucap Fahri


Ucapan Fahri memancing gelak tawa mereka yang ada disana.


Setelah memberikan selamat kepada kedua mempelai,Doni,Laras,Fahri dan Kirana mencicipi hidangan yang ada.


Terlihat Kirana yang memperhatikan Riko dan Vita dari tempat duduknya,dan bibirnya tak berhenti mengulas senyum.


"kok senyum-senyum sendiri...",ucap Fahri yang datang dari belakang.


"Ah.. mas Fahri ngagetin aja..",Kirana memukul lengan Fahri.


Fahri menatap dalam wajah Kirana,ia merasa bersalah pada istrinya tersebut.


"Ada apa?? kok ngelihatin Kirana kayak gitu,ahhh Kirana tau.. pasti Kirana hari ini cantik banget yaa... ahh mas Fahri harus ngasih tips yang besar nih sama MUA yang udah dandanin Kirana sampai jadi cantik kayak gini",cicit Kirana.


"sayang..kamu nggak dandan aja udah cantik,apalagi dandan kayak gini malah lebih cantik..",ucap Fahri.


"Sayang.. lihat deh mas Riko dan Vita sudah seperti raja dan ratu sehari ya.. yang satu terlihat ganteng yang cewek cantik banget..",ucap Kirana,sedari tadi netranya tak lepas dari Riko dan Vita.


"Sayang..maafin aku ya..",Fahri menggenggam tangan Kirana.


"Maaf??maaf untuk apa mas.."tanya Kirana heran.


"Dulu kita nikahnya nggak seperti ini,nggak ada resepsi pernikahan juga..pesta apalagi..", Ucap Fahri.


"Hah.. iyaa.. bahkan foto pernikahan juga kita nggak punya",ucap Kirana,raut wajahnya yang dari tadi ceria berubah menjadi sendu.


"Sayang...",Fahri semakin erat menggenggam tangan Kirana.


Fahri tahu Kirana pasti sedih,tapi ternyata tidak.. Kirana kembali tersenyum.


"Mas.. kamu kenapa,aku bercanda lagi,hahah",Kirana tertawa melihat wajah Fahri yang nampak menyedihkan.

__ADS_1


"sayang.. aku nggak peduli pernikahan kita dulu seperti apa,intinya aku sekarang bahagia sama kamu..",ucap Kirana sembari tersenyum ke arah Fahri.


Mungkin pernikahan Fahri dan Kirana bukanlah pernikahan impian mereka berdua.Fahri terpaksa menikahi Kirana untuk menolong Kirana dari rentenir tua yang mau menjadikan Kirana sebagai istrinya yang kesekian,sedangkan Kirana juga terpaksa menerima dinikahi oleh Fahri,karena ia pun tidak mau dijadikan istri oleh rentenir tua itu.


Namun seiring berjalannya waktu benih-benih cinta tumbuh diantara mereka,walaupun perjalanan cinta tidak semulus jalan tol tapi akhirnya mereka berdua bisa melewatinya.Sudah banyak air mata yang menetes dari mata Kirana selama ia menjadi istri Fahri,sehingga membuat Fahri merasa saat ini waktunya ia untuk merubah kesedihan Kirana menjadi sebuah kebahagiaan.


Fahri berharap rumah tangganya semakin bahagia dengan Kirana,demikian pula dengan Kirana ia berharap yang sama dengan apa yang diharapkan oleh Fahri.


"terima kasih sayang.. kamu sudah sangat sabar menghadapi aku selama ini",ucap Fahri.


"Sayang...",Kirana menatap Fahri manja.


"Jangan menatapku seperti itu sayang.. aku tidak tahan kalau kau terus menatap ku seperti itu",bisik Fahri lirih.


"Terus.. kamu maunya aku menatap kamu kayak gimana?? seperti ini...",Kirana memelototi Fahri.


"Hahah.. bukan seperti itu juga sayang.. kalau kamu kayak gitu,yang ada aku malah takut",ucap Fahri sembari tertawa.


"nanti malam kita belah duren juga yaa...",bisik Fahri tepat di telinga Kirana.


"ihh mas fahri apaan sihh..",Kirana sudah terlihat Salah tingkah,wajahnya sudah merah merona.


"Ya udah sihh.. lagian semenjak dari Jogja kita belum pernah bercocok tanam lagi kan gara-gara kamu kedapatan tamu...",ucap Fahri lirih..


"hah.. bercocok tanam apaan sihh??emang kita mau nanam apa??",tanya Kirana polos.


"nanam benih... mau??",Fahri menaik turunkan kedua alisnya sembari tersenyum.


"ihh mas Fahri mesum banget sihh...",Kirana menutup wajahnya malu


TBC dears..


hai readerss.. lunas yaa double up nya..


jangan lupa minta jempol dan komennya dong... jangan pelit-pelit buat ngasih hadiah dan vote nya yaa..


terima kasih sudah mendukung karya author,jangan lupa mampir juga ke karya author yang satunya Terpaksa Menikahi CEO Tampan ceritanya nggak kalah seru lho

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2