Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#22


__ADS_3

"Non, sebaiknya non Kirana makan dulu,ini sudah larut, sepertinya tuan tidak pulang,mungkin ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan tidak bisa ditinggal",mbok Darmi menghampiriku yang duduk di teras depan rumah.


Aku memang belum makan malam,sengaja menunggu kepulangan mas Fahri.Kulihat jam ditanganku benar saja ini sudah pukul 11 malam,mungkin benar kata mbok Darmi,mas Fahri tidak pulang malam ini.Ku putuskan untuk masuk ke dalam rumah.


"non,makan dulu...",ucap mbok Darmi.


"Tidak usah mbok,aku mau langsung tidur saja", ucapku dan berlalu ke kamar.


Kupejamkam mataku tapi entah mengapa rasanya sulit sekali terpejam,fikiranku hanya tertuju kepada mas Fahri. Dimana dia sekarang,ahhh... aku mengacak rambutku gusar.


Ku lihat ponselku berharap ada telepon atau pesan masuk dari mas Fahri,dan rasanya itu sia-sia karena aku baru sadar bodohnya aku karena sampai sekarang pun aku masih belum tahu nomer ponsel mas Fahri.


Dretttt... Dretttt...


Tiba-tiba ada panggilan dari mas Riko,bagaikan menemukan oase digurun pasir,aku segera menjawab panggilan dari mas Riko.


"Hallo Kirana".


"Yaa.. mas Riko".


"Kamu belum tidur,tunggu apa kamu sedang menunggu Fahri ?".


"Emmm.. iya mas",jawabku sambil malu-malu


"Kii.. sebenarnya Fahri dan aku sedang lembur,ada pekerjaan yang harus diselesaikan,mungkin malam ini Fahri tidak bisa pulang,jadi kamu tidak usah menunggunya".


"ohh.. begitu yaa".


"iyaa... sebaiknya kau segera tidur".


"iya mas".


"oke, selamat malam".


"selamat malam".


Ada perasaan lega karena sudah mengetahui kabar mas Fahri, walaupun bukan dia sendiri yang menelepon setidaknya bisa menjawab kekhawatiran ku.Tapi ada perasaan lain juga.. entah kecewa atau apa ini,yang jelas hatiku berasa sangat kecewa,tidak tahu apa yang aku kecewakan.


Dari tadi otakku hanya berisi dengan bayangan mas Fahri saja. Padahal baru semalam dia tidak pulang,tunggu.... jangan bilang aku merindukannya? ataukah.. ahhh.. tidak apa aku sudah benar-benar jatuh hati padanya.aarghhhh.... entahlah aku berharap malam segera berganti pagi,aku berharap aku segera bertemu dengan mas Fahri. Ya... benar aku merindukan mas Fahri,aku merindukan suamiku.


*****


flashback off


"bos,apa kau benar-benar akan menginap disini?".


Fahri tidak menjawab sama sekali.


"bos,kali ini statusmu beda bos,kau sudah menjadi seorang suami,kau punya istri yang mungkin sekarang masih menunggu kepulanganmu".


ucapan Riko menyadarkan Fahri,ya dia tidaklah single,ada Kirana di rumah,istri yang mungkin belum ia cintai,tapi bagaimanapun Kirana adalah istrinya yang sah menurut hukum dan agama. Rasanya tidak benar apa yang dilakukannya sekarang.


"kau telepon Kirana sekarang",perintah Fahri ke Riko.


"kenapa tidak kau saja bos yang telepon?".


"Kau saja.. bilang kita lembur malam ini,ada pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga aku tidak bisa pulang malam ini".


"kau menyuruhku bohong bos".


"bohong demi kebaikan boleh kan?".


"baik untukmu bosss,tapi tetap saja namanya bohong tetap saja bohong",Riko menggerutu.


"telepon sekarang atau bonus bulan ini hangus!"


"ehhh.. ni ababil kenapa suka sekali ngancem-ngancem yaa.."

__ADS_1


"buruaaannn..."


"iya..iya.. sabar Napa ini lagi nyari kontaknya".


Riko pun menelepon Kirana memberitahukan perihal Fahri yang tidak pulang malam ini. Selesai menelepon Riko menghampiri Fahri kembali yang tiduran dikamarnya.


"sudahh..."


"beress boss,tenang saja kalau sama bang riko",Riko menaik turunkan alisnya sambil nyengir kuda.


"oh ya ko,besok aku mau kembali ke rumah Claudia".


"Bos yakin???".


"iyaa,aku harus tau keadaan Sherly dan keberadaannya,dan apa kau sudah dapat info kenapa Claudia bisa sampai tinggal dirumah itu".


"iya boss menurut keterangan Johan,setelah berpisah dari bos, Claudia tetap menjalin kasih dengan sekretaris nya itu dan ternyata Claudia hanya dimanfaatkan saja,semua harta Claudia dikuras habis, bahkan perusahaan Claudia sampai bangkrut".


"keterlaluan",Fahri mengepalkan tangannya meluapkan emosinya.


"Dan apa kau juga dapat info dimana keberadaan Sherly?"


"sementara baru itu bos,, Johan juga masih berusaha mencari tahu keberadaan Sherly".


"oke..besok kau urus pekerjaanku,aku mau menyelesaikan urusanku dengan Claudia".


"siap bos,sekarang lebih baik bos tidur,sudah malam bos".


"hemmm".


keesokan harinya...


"Ko, gue langsung berangkat yaa",ucap Fahri sembari merebut roti dari tangan Riko.


"eehhh roti gue ituu bosss..",jawab Riko kesal.


"dasar bos rese".


"Oia,gue ke kantor agak siangan yaa,Lo bisa kan menghandle semua pekerjaan gue?".


"Alahh.. biasanya juga gimana bos",sahut Riko mencibir.


"hahahah yaudah gue berangkat yaaa...".


"hati-hati boss".


"okay,don't worry bro".


Fahri mengemudikan mobilnya ke arah jalanan rumah Claudia,dia sengaja datang pagi-pagi.Sampai didepan rumah Claudia Fahri segera turun mobilnya.


tok..tok..tok..


tidak ada respon dari si empunya rumah.


tok..tok..tok..


masih tidak ada respon,Fahri mencoba mengetuk pintu sekali lagi.


tok..tok..tok..


tetap tidak ada jawaban, sepertinya memang tidak ada orang,ketika Fahri ingin kembali dan membalikkan badannya, muncullah Claudia dengan membawa tas belanjaan yang berisi sayuran sepertinya habis pulang dari pasar.


kaget melihat Fahri yang sudah berada didepan rumahnya, Claudia berusaha kabur tapi Fahri berhasil menahannya.


"kali ini kamu tidak bisa lolos Claudia".


"lepaskan aku Fahri", Claudia meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari Fahri.

__ADS_1


"Tidak akan!! katakan dulu dimana sherly!!".


"Sherly tidak ada disini,puas kamu!!lepaskan aku Fahri".


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu,bahkan aku bisa lebih kasar dari ini!!".


"Cukup!!hentikan Fahri,lepaskan aku.. oke kita bicara baik-baik".


"Oke".


"Oke, lepaskan aku,aku janji tidak akan kabur".


akhirnya melepaskan Claudia.


"ayo masuk", Claudia membukakan pintu untuk Fahri.


"Duduk".


"Cepat katakan,jangan basa-basi dimana kau sembunyikan Sherly".


"Aku tidak menyembunyikan Sherly, Sherly tinggal di asrama di luar kota,aku terpaksa menitipkannya disana karena aku sudah tidak mampu lagi membiayai sekolahnya",ucap Claudia terisak.


"hidupku hancur,pria itu ternyata hanya memanfaatkanku saja,dia menguras habis hartaku dan perusahaanku bangkrut",lanjut Claudia dan masih terisak.


"Kenapa kau tidak cerita semuanya kepadaku bahkan kau malah menghindari ku,mengucilkan dirimu seperti ini?".


"Untuk apa aku cerita padamu toh kita sudah tidak ada hubungan apa-apa,kau bahkan mungkin akan menjadikanku bahan tertawaan setelah apa yang aku lakukan padamu dan mungkin ini karma untukku,hu..hu..hu..",Claudia menangis sejadi-jadinya.


"Aku masih ayah dari Sherly,jadi aku berhak tau apa yang terjadi dengan putriku,dan kalau kau berfikir aku menertawakanmu,kau salah besar,aku justru iba dengan semua yang terjadi padamu",jelas Fahri.


"Tinggalkan rumah ini,aku akan memberikan rumah yang layak untukmu,dan untuk Sherly keluarkan dia dari asrama itu,sekolahkan dia di sekolahnya yang dulu",lanjut Fahri.


"kau tidak usah mengasihani ku,aku tidak mau hidup dari belas kasihan orang lain".


"Kau tidak boleh egois Claudia,Sherly masih anakku,aku berhak memberikan kehidupan yang layak untuknya".


Claudia masih terdiam tak bergeming.


"Oke,anggap saja itu rumah pemberianku untuk Sherly,dan kau boleh menempatinya dengan Sherly,untuk masalah biaya sekolah Sherly biar aku yang tanggung,kau juga boleh bekerja di kantor ku kalau kau mau, bagaimana?",lanjut Fahri.


"Okee.. aku terima tawaranmu",ucap Claudia.


"Oke jadi kapan kau jemput Sherly",tanya Fahri.


"Minggu ini Sherly ada ujian kenaikan kelas,mungkin setelah ujiannya selesai".


"Baik,selama liburan Sherly akan berada di rumahku,deal".


"Oke deal".


"Oh yaa satu lagii... weekend Sherly juga harus tinggal di rumahku,kamu tidak boleh melarang-larangnya lagi".


"Okeee,aku setuju".


"baiklah sepertinya urusanku sudah selesai,aku permisi dulu,maaf mengganggu waktumu".


Fahri keluar dari rumah Claudia dengan perasaan bahagia dan lega,dia tidak sabar menunggu Minggu depan untuk bertemu dengan putri semata wayangnya.


TBC dears..


haii dears...


jangan lupa like,coment dan rate 5 ya dears..


vote yang banyak juga agar author lebih semangat lagi nulisnya.


dan satu lagi.. jangan lupa favoritkan yaaa...

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2