
Kirana yang baru saja menyegarkan tubuhnya dengan mengguyur sekujur tubuhnya di bawah shower pun terusik dengan keributan yang terjadi di luar kamar.Kirana semakin penasaran,Setelah ia berganti baju dan memakai handuk yang dililitkan di atas kepalanya yang basah,ia pun segera melangkahkan kakinya kearah sumber keributan tersebut.
Bersamaan pintu yang dibuka dari luar,Kirana juga membuka pintu dari dalam kamar,begitu kagetnya ia melihat Riko yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan Fahri yang duduk tersungkur sembari mengulurkan tangannya dan berteriak.
"Mas Riko,mas Fahri...ada apa??",tanya Kirana bingung.
"Kirana??jadi cabe-cabeannya itu kamu ...",ucap Riko.
Sementara Fahri,ia bernafas lega karena Kirana sudah memakai baju lengkapnya tidak seperti apa yang dipikirkannya.
"Hahh...maksud mas Riko apa ya??",tanya Kirana bingung.
"Astaga,nih mulut nyerocos aja nggak ada remnya",gumam Riko yang langsung menutup mulut sendiri,ia merutuki kebodohannya yang tidak bisa mengontrol kata-kata yang baru saja keluar dari mulutnya.
"Ehemm...maaf Ki,aku fikir...aku fikir...",Riko bingung mencari alasan yang tepat.
"Haduhhh...mas Riko fikir apa??sudah ahh..aku mau ngeringin rambut aku dulu",Kirana menutup pintu kamarnya tepat didepan Riko.
brakk..
Suara pintu yang ditutup membuat Riko sedikit terkejut.
"Eh.. busyeett..", ucap Riko refleks.
Suara tawa Fahri pecah melihat tingkah konyol Riko.
"Ck..bos,kau benar-benar ingin mempermalukan ku di depan Kirana ya??kenapa nggak bilang kalau Kirana berada disini??",ucap Riko.
"Salah sendiri nggak nanya..",jawab Fahri cuek.
"Cihh..aku fikir...".
"Apa??Kamu fikir aku main belakang sama wanita lain...dasar piktor banget sihh jadi orang",ucap Fahri dengan mencebikkan bibirnya.
"Ohh yaa.. jangan lupa persiapkan surat pemecatan untuk dirimu sendiri yaa..",sindir Fahri.
"Astaga bos..tadi aku kan bilangnya rela dipecat kalau bos ada main di belakang Kirana..",ucap Riko kelabakan.
Fahri tak memperdulikan perkataan Riko,ia memilih duduk di meja makan membuka satu persatu kantong plastik yang dibawa Riko ke apartemennya.
__ADS_1
"Boss..tolong fikirkan lagi yaa...lagian niatku tuh baik, jauh-jauh kesini bawain banyak makanan untuk bos,masak iya mau dipecat tega banget..",cicit Riko
Sementara Fahri malah asyik makan makanan yang dibawakan oleh Riko tanpa memperdulikan,dan Riko masih saja memohon untuk tidak dipecat,bahkan sampai bersimpuh.Tapi Fahri seakan acuh, sekali-kali ia mengerjai sekretaris sekaligus asisten pribadinya asyik juga fikirnya.
"Ada apa nihh..kenapa mas Riko sampai duduk bersimpuh seperti itu?",tanya Kirana yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Kirana,tolong bujuk si boss untuk membatalkan rencananya untuk memecatku..ini juga semua gara-gara aku belain kamu",pinta Riko yang sekarang sudah bersimpuh di bawah kaki Kirana.
"Ehh..eh..mas Riko kenapa seperti ini sihh??",Kirana kaget karena Riko merangkak dan bersimpuh didepan kakinya.
"Oh iyaa..dipecat??Kenapa dipecat??kenapa gara-gara Kirana?",tanya Kirana bingung.
"Ya karena aku belain kamu..aku rela dipecat kalau bos ada main dibelakang sama cewek lain...aku nggak mau si bos main dibelakang mu..",ucap Riko.
"Ohh jadi mas Fahri ada main sama cewek lain di belakangku??pantas saja betah banget disini..",Kirana menatap tajam ke arah Fahri.
"Waduhh..kenapa jadi seperti ini??bukan sayang...ihh mana mungkin aku mengkhianati mu..aku kan cinta banget sama kamu..",ucap Fahri yang segera menghampiri Kirana yang sedang merajuk.
"haduhh celaka tiga belas ni mah...bukan gitu maksudnya Kirana,bos nggak selingkuh,itu tadi aku mikirnya kayak gitu,ternyata nggak..aku fikir yang di dalam kamar tadi wanita lain,aku nggak tahu kalau kamu disini,aku fikir kamu masih di rumahnya Laras..",jelas Riko panjang lebar.
"Tau ahh...Kirana pusing..",Kirana berlalu meninggalkan Riko dan Fahri yang saling berpandangan.
"Tau ahh... ini semua gara-gara kamu, pokoknya kamu yang harus bujuk kirana,jelaskan sama dia supaya nggak ada salah faham lagi..",ucap Fahri.
"kok jadi aku bos..Kirana kan istrinya bos..",elak Riko.
"Nah yang nyebabin ini semua siapa??kamu kan??ya sudah pokoknya nggak mau tahu bantu aku buat bujuk kirana..bisa nggak dapat jatah lagi nanti malam",Fahri menggerutu.
"ya sudah ahh,aku mau istirahat dulu,gila aja nyetir sendirian dari Jakarta kesini,badanku pegel-pegel nih bos..nanti aja aku bantuin jelasin ke Kirana,lagian puasa Semalam doang bos nggak apa-apa lah...",seru riko.
"Semalam gundulmu...sebulan lebih nih puasa...baru juga mau buka puasa kamu udah kesini aja,ganggu...", ucap Fahri kesal.
"Hahaha berarti tadi bos lagi nganu-nganu sama Kirana ya??Wah sebulan berpuasa udah kayak puasa ramadhan aja...rasanya gimana bos sudah lama nggak bercocok tanam,pasti gurih-gurih nyoiii...",goda Riko tak bisa menahan tawanya.
"Rasanya nanggung..",jawab Fahri ketus.
"Lho..kok nanggung sih bos?",tanya Riko heran.
"Gimana nggak nanggung,baru juga nyelup kamu udah datang aja,resee emang...",Fahri semakin kesal pada Riko.
__ADS_1
"hah... astaga kalau itu mah bukan nanggung lagi,pasti rasanya puyeng sampai ke ubun-ubun,pantas saja dari tadi uring-uringan,hhhahah",Riko tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Fahri yang terlihat sangat kesal.
"Dihh malah tertawa..puas banget kayaknya,awas aja aku potong gajimu 25%",ucap Fahri sinis.
"hahh...potong gaji???berarti nggak jadi dipecat dong...yeahhhh...",Riko bersorak gembira.
"Baru kali ini ada gitu orang dipotong gajinya malah seneng banget..",ucap Fahri.
"Biarin dehh potong gaji,penting nggak jadi di pecat ..",ucap Riko sembari tertawa.
"ohh gitu ya sudah..jadi kalau kamu nggak bisa bujuk kirana supaya nggak marah lagi sama aku,aku potong gajimu 75%..",seru Fahri.
"Lha..kenapa jadi 75%??tadi cuma 25%??",tanya Riko yang mendadak senyum di wajahnya luntur
"Terserah sihh..mau dipecat??potong gaji 75%??atau bujuk kirana supaya nggak marah lagi dan gaji kamu full...",ucap Fahri.
"Full???berarti nggak potong gaji kan??",tanya Riko.
"Ya..asalkan kamu berhasil membujuk Kirana?",jawab Fahri.
"Kayaknya aku milih pilihan yang terakhir aja deh bos..tapi nanti ya bos aku capek banget soalnya mau istirahat dulu...",Riko berjalan ke arah kamar yang bersebelahan dengan kamar Fahri dan Kirana
"Ehh..mau kemana??",Fahri menarik kerah baju Riko dari belakang sehingga membuat Riko menghentikan langkahnya.
"Astagaa si boss...mau istirahat lah...",jawab Riko.
"istirahat disana...",Fahri menunjuk sofa yang ada di tengah.
"lhaa kenapa di sofa??kan ada kamar satu lagi...",tolak Riko.
"itu mau aku pake buat istirahat,kamarku sudah dipakai Kirana.. pastinya ia sudah menguncinya dari dalam...",jawab Fahri.
"ihhh boss kita sekamar aja gimana???masak Iyya aku tidur di sofa..",ucap Riko.
"idih ogah tidur sekamar sama lu..masak iya mau adu pedang kita,gue masih normal juga keless...",Fahri berlalu pergi meninggalkan Riko yang terlihat kesal.
TBC dears..
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1