Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#50


__ADS_3

"Hoamm... jam berapa ini? sepertinya aku tertidur lama sekali",Kirana terbangun dari tidurnya.


"Hahh.. sudah jam 2 siang",Kirana membelalakkan matanya.


"kenapa mas fahri tidak membangunkanku sih,aku jadi bolos sekolah hari ini",gumam Kirana kesal.


Kirana memperhatikan tubuhnya yang polos dan hanya ditutupi selimut,ia pun berdecak.


"Yang semalam itu sungguhan... aku sudah benar-benar menyerahkan milikku yang paling berharga untuk suamiku",gumam Kirana.


Kirana merasa badannya lengket dan lelah sekali ia ingin membersihkan dirinya ke kamar mandi agar segar kembali.Ketika ia ingin berdiri tapi kemudian Kirana terjatuh dan terduduk dibawah ranjangnya.


"Aauwwhh.. kenapa sakit sekali",gumamnya.


Kirana mencoba berdiri lagi dan terjatuh lagi,Kirana meringis kesakitan, bertepatan dengan fahri masuk ke kamarnya.


"Sayanggg.. kamu kenapa?",Fahri berlari menghampiri Kirana.


"Kamu jatuh?",tanya Fahri lagi.


"Emm..aku..aku..",Kirana malu mengakui bahwa ia kesusahan berjalan ke kamar mandi.


"Kamu mau ke kamar mandi?",tanya Fahri dan diangguki oleh Kirana.


Seketika Fahri langsung membopong tubuh Kirana yang berbalut selimut itu dan sukses membuat Kirana terperanjat kaget,ia pun mengalungkan tangannya di leher Fahri dan matanya tak berhenti memandangi wajah Fahri.


Fahri mendudukkan tubuh Kirana diatas closed,setelah itu ia mengisi bathtub dengan air hangat,kemudian Fahri membopong dan menurunkan tubuh Kirana dibathtub yang sudah berisi air hangat.


"berendamlah dulu untuk mengurangi rasa sakitnya,kalau sudah selesai panggil aku,aku ganti baju sebentar",Fahri meninggalkan Kirana di kamar mandi.


lebih dari 30 menit Kirana berada di kamar mandi, sebenarnya ia sudah ingin keluar dari kamar mandi,tapi lagi-lagi ia kesusahan untuk berjalan,dan ia tidak enak harus merepotkan Fahri.Beruntungnya Fahri peka,ia pun menghampiri Kirana ke dalam kamar mandi.


"Sudah selesai?",tanya Fahri dan diangguki Kirana.


Fahri membantu Kirana keluar dari bathtub setelah itu Fahri mengeringkan tubuh Kirana dengan handuk.


"Biar aku saja ",ucap Kirana tapi tidak dihiraukan oleh Fahri.


Fahri tetap membantu mengeringkan tubuh Kirana dengan handuk.Kemudian Fahri memakaikan jubah mandi Kirana,setelah itu Fahri membopong Kirana ke kamarnya dan mendudukkannya di tepi ranjang.

__ADS_1


Fahri melihat roti bakar dan susu yang dibawakannya tadi pagi masih utuh.


"Kamu belum makan?",tanya Fahri sambil membelai rambut Kirana dan dijawab dengan gelengan oleh Kirana.


"Maaf.. aku baru bangun",ucap Kirana lirih,ia takut Fahri akan marah karena ia terlambat bangun.


Tapi nyatanya Fahri tidak marah ia malah menyunggingkan senyumnya dan mengelus lembut pucuk kepala Kirana.


"Aku akan membawakan yang baru untukmu",Fahri membawa nampan yang berisi makanan tadi pagi untuk diganti yang baru.Kirana tertegun melihat sikap Fahri yang semakin halus dan sangat perhatian kepadanya.


"*kalau mas Fahri sebaik ini padaku,aku benar-benar tidak rela kalau sampai mantan istrinya merebutnya kembali",batin Kirana.


"Ya Tuhan.. aku benar-benar sudah gila jatuh cinta sama om-om keren yang bahkan lebih pantas jadi ayahku,tapi kenapa mukanya benar-benar masih terlihat muda tidak nampak tua sedikit pun, jangan-jangan dia operasi plastik lagii",batin Kirana menerka-nerka*.


Fahri kembali membawa sandwich dan susu coklat hangat untuk Kirana.Fahri yang melihat Kirana melamun mencoba menjahilinya,ia meletakkan nampannya pelan-pelan dan menghampiri Kirana seraya memeluknya dari belakang.


"Sayang.. kamu mengagetkanku",ucap Kirana yang kaget ketika tangan Fahri sudah melingkar diperutnya.


Fahri membubuhi ciuman dipipi Kirana secara bertubi-tubi.


"I love you,honey",bisik Fahri tepat di telinga Kirana dan berhasil membuat bulu kuduk Kirana merinding.


Kirana memegang dagu Fahri, mengarahkannya ke kanan dan ke kiri,melihat sekitar wajahnya tidak ditemukannya bekas sayatan atau apapun itu.


"ini sih memang beneran asli,bukan oplas",batin Kirana setelah memeriksa wajah Fahri.


"Kamu kenapa sih sayang.. lihat wajahku sampai segitunya,iyaa..aku tahu aku ini ganteng,keren tapi nggak gitu juga kali ngelihatnya",goda Fahri.


"Ih kamu apa-apaan sihh",Kirana melepaskan tangannya dari wajah Fahri dan mukanya terlihat memerah karena malu.


"Kenapa?",Fahri mengangkat dagu Kirana yang tertunduk malu.


"Aku sebenarnya.. cuma ingin memastikan mas fahri itu operasi plastik atau tidak,kenapa wajah mas Fahri bisa terlihat jauh lebih muda dari umurnya,ternyata aku salah.. emang wajah mas Fahri orisinil dari sananya",ucap Kirana seraya memanyunkan bibirnya yang membuat Fahri semakin gemas.


"Hahhaha",Fahri justru tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Kirana.


"Kok mas Fahri tertawa?",tanya Kirana heran.


"Lha terus,kamu mau aku marah-marah",jawab Fahri.

__ADS_1


"Ehh..jangan dong..",ucap Kirana cepat.


"Ya sudah makan sandwichnya dulu,habiskan yaa.. perutmu pasti lapar dari pagi belum makan iya kan",ujar Fahri dan diangguki oleh Kirana.


Fahri melihat Kirana yang memakan sandwichnya dengan lahap,tersenyum sendiri.


"Ya Tuhan,istri kecil kesayanganku ini benar-benar sangat polos",batin Fahri.


"Pelan-pelan sayang.. nanti kamu tersedak",ucap Fahri sembari membenarkan rambut Kirana yang menutupi wajahnya dan menyelipkannya ke telinganya.


"Oh tuhan.. suamiku so sweet banget sihh,aduhh ini mah aku yang bisa-bisa klepek-klepek sama om-om satu ini",batin Kirana.


"Sudah kenyang, mau lagii,aku ambilkan yaa?",tanya Fahri setelah melihat Kirana menghabiskan sandwich dan susunya,


"ehh.. sudah,hehe.. kalau terlalu banyak makan bisa-bisa nanti Kirana gendut,hehe"ucap Kirana malu-malu.


"nggak masalah gendut juga,aku tetap cinta kok",ucap Fahri sambil mengedipkan sebelah matanya dan sukses membuat Kirana salah tingkah dan tersipu malu.


"Gimana.. masih sakit?",tanya Fahri tiba-tiba.


"Emm.. sedikit",jawab Kirana pelan,ia malu Fahri sampai memperhatikan hal sedetail itu.


"berbaringlah biar aku pijat".


"Hah",kirana tak mengerti dengan maksud Fahri.


Fahri menghela nafas,setelah itu membaringkan tubuh Kirana.


"Berbaringlah seperti ini.. aku pijitin yaa,pasti badan kamu capek iya kan?",Fahri memulai memijit kaki Kirana.


setelah memijit kedua kaki Kirana,Fahri menyuruh Kirana untuk tengkurap dia akan memijit punggung Kirana,dan menyuruh Kirana melepaskan jubah mandinya.


Kirana tengkurap dan menutupi bagian tubuh bawahnya dengan selimut sebatas pinggang.Fahri mulai memijat punggung Kirana.Pijatan Fahri membuat Kirana semakin rileks, otot-ototnya yang terasa tegang seketika mengendur.Dan tanpa Kirana sadari ia pun terbawa ke alam mimpi.


Fahri yang melihat Kirana tertidur sangat pulas,akhirnya menyudahi pijatannya dan membalikkan tubuh kirana,kemudian menyelimutinya sampai dada.Fahri mencium kening Kirana dan setelah itu ikut membaringkan tubuhnya di samping Kirana.


TBC dears.


terimakasih para readers semuanya sudah setia mendukung karya author.

__ADS_1


Happy reading dears 🤗😘


__ADS_2