
Riko bukanlah tipikal orang yang romantis ataupun puitis maka dari itu dia tidak tahu harus mengawali pembicaraan nya mulai dari mana dulu.Bibirnya yang selalu lantang berbicara malam ini seakan terasa keluh.
"Vita...",Riko memberanikan diri memanggil Vita.
Merasa namanya dipanggil,Vita menoleh kearah Riko,senyumnya luntur ketika melihat wajah serius Riko.
"Vita..",panggil Riko sekali lagi dan kali ini kedua tangan Riko sudah menggenggam tangan Vita.
"Yaa..",Vita bingung harus menjawab apa,karena ini kali pertama Riko akan berbicara dengannya dengan wajah yang serius.
Riko menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya pelan,untuk mengusir kegugupannya.
"Vita..Will you marry me??",Riko mengucapkannya secara lantang,ia tak peduli Vita akan menertawakannya atau menolaknya,yang penting ia sudah mengungkapkannya.
"A..apa..",Vita terkejut dengan pertanyaan Riko,Ia hanya takut salah mendengarnya.
"Vita.. aku tahu mungkin ini terlalu mendadak dan ini mungkin membuatmu terkejut.. tapi aku sadar di usiaku yang sekarang ini bukan waktunya untukku berpacaran seperti anak abg,dan aku bukanlah orang yang suka bermain-main dalam menjalani hubungan,aku ingin menjalani hubungan serius denganmu,aku ingin melabuhkan hatiku kepelabuhan terakhir ku yaitu kamu...",Riko menggenggam tangan Vita,dan menatapnya dalam penuh cinta,seakan ingin membuktikan perkataannya itu bukan main-main.
"Aku mencintaimu Vita... Aku sangat mencintaimu.. ", ucap Riko.
Sejujurnya Vita sangat bahagia atas pernyataan cinta Riko,apalagi Riko juga sudah memintanya untuk menikah dengannya.Namun ia mendadak jadi bodoh,bibirnya keluh bahkan untuk membalas pernyataan cinta dari rikopun ia tak sanggup.
"Vita.. aku tahu kamu pun sebenernya mencintai ku kan??",Riko mengelus pipi Vita dengan ibu jarinya.
"A..aku..aku ..",Vita gugup benar-benar suaranya seperti tercekat.
"ssshhtt...",Riko mengarahkan telunjuknya ke bibir Vita.
Entah siapa yang memulai,saat ini kepala mereka sudah saling berdekatan,bahkan nafas keduanya saling menerpa ke permukaan kulit mereka.Mata mereka terpejam ketika bibir keduanya bertemu dan saling menempel.
Keduanya saling meresapi bibir masing-masing,dan semakin dalam hingga satu Des😘Han lolos dari bibir Vita.Riko seperti sudah terbawa suasana dia mendorong tubuh Vita hingga tubuhnya menempel di dinding yang ada di tempat itu.
Riko semakin bereksplorasi,ia bermain sangat lembut,lidahnya mengabsen setiap inci yang ada ditinggal mulut Vita.Tangan kanannya ia gunakan untuk menahan tengkuk leher Vita agar ciumannya semakin dalam,dan tangannya satunya sudah berhasil melepas dua kancing kemeja yang paling atas,yang dikenakan Vita.
Vita semakin terbuai, terhanyut dalam buaian yang diberikan Riko,ia semakin terlena dengan kelembutan Riko.Riko yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya, takut berbuat yang lebih,hingga ia harus mengakhiri pagutannya.ia mengusap lembut bibir Vita dengan ibu jarinya.
Nafas keduanya masih memburu,Riko menempelkan keningnya di kening Vita.Kemudian Riko memeluknya.
"I love you Vita..",bisik Riko tepat di telinga Vita.
"I Love You too..",jawab Vita,sungguh ia malu sekali ketika menyatakan perasaannya kepada Riko.
Riko melepaskan pelukannya,ia menatap wajah Vita kemudian senyumnya mengembang.
"Jadi...",tanya Riko.
"Ja..jadi..apa..",tanya Vita kembali.
"Kamu mau menikah denganku kann??",tanya Riko memastikan.
__ADS_1
Kali ini Vita tidak berani menjawabnya langsung,ia hanya mengangguk dan malu-malu.
"yeahhh...",riko bersorak.
"Minggu depan??",
"hah.. ke.. kenapa secepat ituu??",tanya Vita terkejut.
"Lebih cepat lebih baik kann..",jawab Riko.
"I..iyaa sihh.. ta..tapi..",
"Lagi pula aku tidak menjamin bisa menahan diri kalau selalu dekat sama kamu..",bisik Riko.
Tubuh Vita meremang mendengar perkataan Riko.
"Setelah dari Jogja aku akan menemui orang tuamu..",lanjiut Riko.
"Tenang saja.. orang tuamu pasti setuju kok,lha wong mantunya ganteng gini,ya pasti maulahh..",ucap Riko sembari tertawa dan membanggakan dirinya.
"Ihh.. percaya diri sekali anda..",Vita mencebikkan mulutnya.
"Emangnya kamu mau kalau orang tuamu tidak menyetujui hubungan kita..",tanya Riko.
"heheh.. nggak sihh..",jawab Vita sembari nyengir.
"ihh.. mas Riko aku bukan gadis penggoda tauu",sungut Vita.
"Teruss... apa dong gadis bar-bar??".
"Ih apaan sihh.. nggak ada yang lebih bagus lagi apa emangnya.. misalnya Vita cantik gitu",
"hahah.. tapi kamu nggak cantik..",
"ya sudah kalau nggak cantik,trus kenapa mau sama Vita..".
"nggak tau.. mungkin kamu pakai pelet kalii,hahah",Riko tertawa terbahak-bahak.
"sembarangan..",vita memukul lengan Riko.
" uhh.. gitu aja ngambek..",Riko mencoba memeluk Vita tapi ditepis oleh Vita.
"Sayang... aku tuh cuma bercanda",Riko mencoba merayu Vita.
"Kamu tuh cantik luar dalam,makannya aku suka.. ".
"Luar dalam?? maksudnya apa nihh..",sungut Vita
"Duhh.. salah ngomong lagi dehh...maksudnya nihh kamu cantik bukan hanya wajahnya saja,tapi hatimu juga cantik sayang",
__ADS_1
"beneran nihh..",
"iyaa.. sayang.. udah ah ngambeknya nanti aku beliin balon",
"idihh buat apaan balon.. mbak Kinan aja kamu beliin rumah,motor,masih kamu kasih tabungan juga kan,masak aku cuma balon..",protes Vita.
"ohh.. jadi masih cemburu sama Kinan nihh",goda Riko.
"nggak siapa yang cemburu.. ",
"tuh kan.. hidungnya kembang kempis,ketahuan banget kalau lagi bohong",goda Riko.
"ihh.. maa Riko rese banget siihh",Vita memukul lengan Riko.
Riko berlari dan dikejar oleh Vita,layaknya anak kecil mereka saling berkejaran.
"Haduhh sudah sayang.. aku capekk bangettt",Riko menyerah.
"hah..aku juga capek mas",Vita berusaha mengatur nafasnya.
Keduanya saling pandang dan akhirnya tertawa bersamaan,Mereka merasa lucu dengan tingkah laku mereka yang seperti anak kecil saling kejar mengejar.
"Sudah malam pulang yuukk... besok kita kan harus kembali ke jakarta,kamu juga kan harus istirahat",ajak Riko.
"Iya mas..",jawab Vita.
Akhirnya mereka kembali ke villa,sepanjang perjalanan ke villa Riko dan vuta tak berhenti menyunggingkan senyuman manis mereka.setelah tiga puluh menit kemudian mereka akhirnya sampai di villa.Nampak Villa sangat sepi sudah dipastikan Fahri dan Kirana sudah berada di alam mimpi.
Vita masuk ke dalam villa disusul oleh Riko di belakangnya.sebelum Vita masuk ke kamarnya Riko menarik tangan Vita,ia mengecup singkat bibir Vita.
"Good night sayang.. mimpi indah yaa",bisik Riko sambil mengelus pucuk kepala Vita.
"I love you...",ucap Riko kembali.
"I Love you too..",balas Vita.
Kemudian mereka saling pandang dan berpelukan.
"Terima kasih untuk hari ini ya sayang... terima kasih sudah mau menjadi labuhan terakhir hatiku,aku janji aku akan selalu setia menyayangimu selamanya,sampai kita menua bersama",ucap Riko.
TBC
haduhh maaf ya readers, author up nya telat banget nihh
jangan lupa mampir novel author satunya yaa.. Terpaksa Menikahi CEO Tampan
happy reading dears 🤗😘
p.
__ADS_1