Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#38


__ADS_3

Suara gelak tawa antara Kirana dan Sherly menggema memenuhi seluruh ruangan disetiap sudut rumah.Fahri yang mendengar itu menjadi terusik dan mulai penasaran apa yang dilakukan anak dan istri kecilnya itu.


Fahripun menuruni anak tangga,mencari keberadaan Kirana dan Sherly,ia mencari di setiap sudut rumah dan ternyata keduanya sedang berada di taman belakang rumah.Fahru mengintip dari kejauhan apa yang dilakukan keduanya.Kirana terlihat sedang mengepang rambut Sherly,sambil bercengkrama satu sama lain,tak jarang Sherly mengusili Kirana punz, sebaliknya,sehingga menciptakan gelak tawa diantara keduanya.


Pemandangan yang sangat jarang Fahri temukan,bahkan Fahri tidak pernah membayangkan anak semata wayangnya dan istri kesayangannya bisa sebegitu akrabnya.Fahri tersenyum dalam diamnya.Dia hanya mengawasi dari kejauhan dan tak berniat untuk mengganggu mereka.


Mbok Darmi yang melihat majikannya sedang mengawasi anak dan istrinya itupun mendekati Fahri.


"Gak nyangka ya tuan,non Sherly dan non Kirana bisa seakrab itu,seperti ibu dan anak sungguhan",ucap mbok Darmi tiba-tiba dan mengagetkan Fahri.


"Iya mbok",jawab Fahri singkat dengan sebuah senyuman tersimpul di bibirnya dan matanya yang tak lepas memandang dua orang kesayangannya yang sedang bersenda gurau bersama.


"Rasanya lama sekali aku tidak melihat Sherly sebahagia ini mbok",lanjut Fahri.


"Iya tuan.. pun dengan non Kirana,selama tinggal disini baru kali ini simbok lihat non Kirana bisa tertawa lepas seperti itu",jawab mbok Darmi.


"Walaupun umur mereka cuma beda beberapa tahun saja,tapi non kirana bisa bersikap dewasa seperti layaknya ibu ke anak,dan non Sherly pun tidak sungkan untuk bermanja-manja kepada non Kirana",mbok Darmi sangat antusias menceritakan kedekatan antara Sherly dan Kirana.


"Semoga selamanya seperti itu mbok,mereka bisa selalu kompak dan saling menyayangi satu sama lain",ujar Fahri.


"Aamiin.. simbok selalu berdoa untuk kebahagiaan keluarga tuan Fahri,dan semoga tuan dan non Kirana segera diberikan momongan biar kebahagiaan keluarga ini semakin lengkap",jawab mbok Darmi.


"Terima kasih yaa mbok",ucap Fahri.


"Sama-sama tuan.. yo wis kalau gitu simbok tak ke belakang dulu melanjutkan pekerjaan simbok",pamit mbok Darmi.


Fahri kembali ke kamarnya,ia merebahkan diri di ranjang miliknya.Suasana hatinya lebih tenang dan lega dari biasanya.Ia pun memejamkan matanya dan mulai masuk ke alam mimpinya.


Setelah puas bermain bersama Sherly,kirana kembali ke kamarnya.Melihat Fahri yang sedang tidur pulas Kirana memutuskan untuk membersihkan dirinya.Setelah acara mandinya selesai, ternyata Fahri masih belum bangun juga,Kirana berinsiatif untuk membangunkan suami tercintanya itu.


"Mas..bangun,ini sudah sore bahkan sudah hampir petang",Kirana menggoyang-goyangkan lengan Fahri tetapi Fahri masih saja tidak bergeming.


Kirana memandang wajah fahri dengan seksama,baru kali ini dia memandang wajah suaminya dengan jarak sedekat ini,wajah yang selama ini ia kagumi,yang biasanya ia hanya curi-curi pandang jika ingin melihatnya,dan selalu menundukkan kepalanya karena terlalu malu untuk bertatapan secara langsung.Kirana memang tak punya nyali untuk memandang wajah Fahri.


"Sudah puas kau memandangi suamimu yang tampan ini",ucap Fahri tiba-tiba dan mengagetkan Kirana.

__ADS_1


Kirana segera memundurkan badannya tapi tangannya langsung ditarik oleh Fahri dan alhasil tubuh Kirana jatuh ke dada bidang milik Fahri.Saat ini mata mereka bertemu pandang sangat dekat bahkan hanya dalam jarak beberapa senti saja.


Kirana segera tersadar dan berusaha melepaskan diri dari Fahri.Tapi Fahri malah memeluknya dengan sangat erat.semakin ia meronta pelukan Fahri semakin erat.


"Mas Fahri,lepaskan.. ini sangat sesak,aku tidak bisa nafas",ucap Kirana.


"Sebentar... sebentar saja seperti ini",pinta Fahri.


Fahri memejamkan matanya sembari memeluk Kirana yang berada diatasnya,menindih tubuhnya.entah refleks atau apa,dan tak tahu keberanian dari mana yang membuat Kirana tiba-tiba mengelus rambut Fahri dan turun ke pipinya.Fahri menikmati sentuhan yang diberikan Kirana kepadanya.Ia berharap Kirana mengajaknya dan memulainya terlebih dahulu.


"mas Fahri.. kita makan yukk,Kirana lapar",ucap Kirana dibarengi dengan bunyi kriukk diperutnya.


Fahri membelalakkan matanya,bukan rayuan gombal atau kata-kata romantis yang ia dapat malah ajakan makan.


"oh God.. kenapa Kirana tidak peka sekali,dia ini benar-benar polos atau hanya pura-pura polos sihh?",batin Fahri.


"Mas.. mas Fahri melamun ya?",Kirana menepuk pelan pipi Fahri.


"Hahh.. oh,tidak.. okee ayo kita makan",Fahri melepaskan pelukannya dan segera bangun dan meninggalkan Kirana sendiri di kamar.


Kirana menuruni anak tangga menyusul suaminya,ternyata Fahri dan Sherly sudah berada dimeja makan,menunggu Kirana.Pada saat makan malam pun Fahri mendadak cuek tidak seperti biasanya,hanya Sherly yang menghidupkan suasana malam itu.


Selesai makan malam,kirana dan Sherly duduk santai diruang keluarga.


"Papa sinii... ", Sherly melambaikan tangannya dan mengajak Fahri untuk bergabung dengannya dan Kirana.


"Papa masih ada kerjaan,papa keatas dulu ya",tolak Fahri dan berlalu pergi menaiki tangga menuju ruang kerjanya.


"Papamu kenapa sih..dari tadi aneh banget",ucap Kirana membuka obrolan .


"Apanya yang aneh,perasaan momy saja kali",jawab Sherly.


"Kamu lihat gak sih tadi papa cuek banget".


"Cuek gimana sih mom,dari tadi papa tuh biasa saja".

__ADS_1


"Ih Sherly..momy tuh serius..",ucap Kirana Sambil memajukan bibirnya.


"Sherly juga serius momy..memang momy sama papa lagi berantem?",tanya Sherly balik.


"Enggak sihh",jawab kirana.


"Tuh kan,orang gak ada apa-apa kok,perasaan momy aja kali".


"Iyaa.. mungkin momy saja yang terlalu berlebihan,maafin momy yaa".


"Kok minta maaf ??"


"Yaa karena momy sudah berprasangka buruk sama papamu,hehehe".


"Momy lucu banget sih,Kirana sayang banget sama momy",Sherly memeluk tubuh Kirana.


"Momy juga sayang banget sama Kirana",ucap Kirana dan mereka tertawa bersama.


"ya sudah kita tidur yukk sudah malam,lagian momy juga sudah ngantuk banget",lanjut Kirana.


"Oke.. malam mom",Sherly mencium pipi Kirana dan pergi ke kamarnya untuk tidur.


Kirana tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak sambungnya itu yang walaupun sudah beranjak remaja tapi masih seperti anak kecil.Kirana bahkan menyesal pernah menolak Sherly waktu dan hampir tidak mau menerimanya.Sekarang Kirana malah bersyukur dengan adanya Sherly di rumah,suasana rumah jadi semakin hidup dan tidak sepi seperti dulu,Kirana jadi punya teman bercanda dan ngobrol,karena perbedaan umur yang tidak begitu jauh membuat Kirana dan Sherly lebih nyambung dalam segala hal,baik itu tentang fashion ataupun obrolan yang lainnya.


TBC dears...


hai para readers...


mohon maaf sekali ya untuk beberapa hari yang lalu author yang telat up dan lama up nya,itu semua karena author benar-benar sedang ada kesibukan yang lainπŸ™


yang bilang niat gak sih bikin ceritanya,ya pasti niat dong sayang.. author juga manusia yaa,kadang ada up dan down nya,kadang sehari bisa nyelesaiin beberapa bab,kadang sama sekali gak ada ide blass,dan mentok disitu saja.be smart readers ya dears...


Mohon maaf sebesar-besarnya ya readers..


terima kasih karena sudah selalu setia dengan karya author,tetap dukung karya-karya author yaa...

__ADS_1


happy reading dears πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2