
Vita mengerjapkan matanya, mengedarkan pandangan ke semua sudut ruangan.
"dimana aku??", sepertinya Vita lupa semalam ia bermalam di apartemen Riko.
"ohhhh..",ia memegang kepalanya yang tidak sakit.
Ia baru ingat kalau semalam ia harus menginap di tempat Riko karena hujan yang tak kunjung reda dan malam yang semakin larut.Ia segera membuka selimutnya memastikan baju yang dipakainya masih lengkap.
"huft.. selamat",ia bernafas lega setelah melihat baju yang dikenakannya masih menempel ditubuhnya.
Tapi tak lama kemudian ia menutup seluruh wajahnya dengan selimut.Ia teringat tingkah bodohnya semalam.
"benar-benar yaa... apa yang ada di otakku semalam", gumamnya kesal.
"bagaimana ini.. ",Vita merasa belum siap kalau harus bertemu Riko pagi ini,karena rasa malunya.
tiba-tiba pintu diketuk,dan seorang wanita paruh baya masuk dengan membawa paper bag di tangannya.
"non vita ya..",ucap seorang wanita paruh baya itu.
"benar.. anda siapa",tanya Vita.
"saya Ijah non,saya tiap pagi datang ke apartemen tuan Riko untuk bersih-bersih",jelas mbok Ijah.
"tapi semalam.. saya nggak melihat embokk",tanya Vita.
"saya hanya datang bersih-bersih setiap pagi,setelah semuanya beres saya pulang, biasanya siang atau nggak sore",jelas mbok Ijah.
"ohh..",Vita hanya ber oh ria.
"ohh yaa.. hampir saja saya lupa,ini ada titipan dari tuan Riko untuk non",mbok Ijah menunjukkan paper bag yang dibawanya.
"ohh yaa.. mbok.. maaf bisa taruh diatas sofa saja",ucap Vita.
Vita merasa malu karena dirinya hanya menggunakan kemeja milik Riko,jadi ia memutuskan untuk bersembunyi dibalik selimut nya dan menyuruh mbok Ijah untuk meletakkan paper bag nya diatas sofa.
"ohh.. ya mbok,mas Riko nya kemana yaa..",tanya Vita.
"Tuan sudah berangkat tadi pagi-pagi sekali.. ",jawab mbok Darmi.
"mau kemana pagi-pagi sekali.. ini kan weekend,ahh ngapain juga aku mikirin si kanebo kering paling juga lagi jalan-jalan sama ceweknya", batin Vita.
"simbok permisi dulu ya non.. ",ucap mok Ijah.
__ADS_1
"ehh.. iya mbok",jawab Vita.
Setelah mbok Ijah keluar dari kamarnya,Vita turun dari kamar tidurnya,berjalan ke arah sofa,dan melihat isi paper bag itu.Vita tersenyum melihat isi paper bag itu,ada satu buah dress yang cantik banget.
"seleranya boleh juga.. dress nya cantik,aku suka",gumam Kirana.
Ia menempelkan dress itu dibadannya dan berdiri didepan cermin sambil tersenyum.Ia mulai berlenggak-lenggok di depan cermin dan tak sengaja menyenggol paper bag tadi,dan paper bag itu terjatuh sehingga membuat isi yang di dalamnya keluar.
"apa itu.. aku fikir cuma drees saja",Vita mengambilnya.
"ahhh... keterlaluan!!",Vita mengeram ketika melihat sesuatu yang ada dipaper bag itu.
"bagaimana bisa ia membelikanku satu set pakaian dalam juga,ihhh benar-benar..",ucap Vita kesal,ia benar-benar sangat malu.
setelah membersihkan dirinya dengan sangat terpaksa Vita memakai dress dan satu set pakaian dalam pemberian Riko,karena pakaiannya yang semalam masih belum begitu kering.
Vita keluar dari kamar Riko dengan membawa tasnya,Ia berniat akan pulang ke rumahnya.
"non Vita,mari sarapan dulu",ucap mbok Ijah yang melihat Vita sudah rapi.
"nggak usah mbok, sepertinya aku mau pulang saja..",jawab Vita.
"non,tadi tuan pesan sama saya.. non Vita disuruh sarapan dulu katanya, sebelum non Vita keluar",ucap mbok ijah.
dengan sangat terpaksa Vita menurutinya,mbok Ijah sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Vita jadi Vita tinggal memakannya.
"non vita ini beruntung banget lho.. semenjak simbok bekerja disini selama 5 tahun,tuan belum pernah membawa perempuan ke apartemennya",ucap mbok Ijah.
"hahh.. serius mbok",tanya Vita penasaran.
"iya non.. non vita pasti wanita spesial buat tuan..",ucap mbok Ijah.
"cih.. spesial dari Hongkong.. ahhh.. gue bener-bener belum siap ketemu lagi sama si kanebo kering..",batin Vita.
Vita mempercepat sarapan pagi nya agar cepat selesai.Setelah itu ia berpamitan dengan mbok Ijah bahwa ia akan pulang.
🍁🍁🍁
"boss.. ini weekend tapi kenapa masih saja merepotkanku?",ujar Riko geram karena Fahri meneleponnya pagi-pagi dan menyuruhnya ke rumahnya.
"padahal aku kan masih mau di apartemen sama Vita.. ehh.. lho.. apaan sihh kenapa jadi mikirin bocah bar-bar itu",Riko bermonolog dalam hatinya dan tanpa sadar ia mengulas senyum di bibirnya.
"mas Riko.. kenapa senyum-senyum sendiri",tanya Kirana.
__ADS_1
"ehh.. mana ada??masak iyaa.. kamu salah lihat kali Kirana.. masak iya aku senyum-senyum sendiri emang aku sudah gila apa",elak Riko dan memasang mukanya senormal mungkin.
"iyaa..aku gila.. aku pengen cepet-cepet pulang dan bertemu dengan Vita.. lho.. kok jadi Vita sih,ihh benar-benar otak ku sudah mulai error",batin Riko.
"Sudahlah.. oh ya Riko hari ini antarkan kami ke makam Sherly,setelah itu antarkan kami ke tempat Claudia,Kirana ingin bertemu dengannya",ucap Fahri membuyarkan lamunan Riko.
"ba..baikk boss",ucap Riko gelagapan.
"kamu baik-baik saja kan??",tanya fahri.
"iya bos aku baik-baik saja.. ",jawab Riko.
"ya sudah kita berangkat sekarang",ajak Fahri.
Riko mengemudikan mobilnya menuju pemakaman,ia berjalan menuju makam Sherly.Kirana membawakan bunga untuk Sherly yang ia letakkan di batu nisan Sherly.
"Sherly... mommy kangen sama Sherly",tak terasa air mata Kirana menetes dipipinya.
Fahri merangkul tubuh Kirana,ia pun merasakan hal yang sama dengan Kirana,tapi untuk saat ini ia lebih tegar dan sudah bisa menerima.
Suasana haru tampak terlihat waktu itu,Riko pun tak tahan untuk tidak meneteskan air matanya.Ia pun sangat rindu dengan Sherly,ia mengingat seringkali ia menggoda gadis itu tapi tidak mengelak ia juga sangat menyayangi Sherly.
Setelah puas terhanyut dalam ingatannya bersama Sherly,mereka meninggalkan pemakaman Sherly dan menuju ke kantor polisi dimana Claudia ditahan.
Claudia sangat terkejut mendapati Kirana yang mengunjungi dirinya.
"Kirana ..",ucap Claudia lirih.
"Kirana maafkan akuu.. aku menyesal.. aku benar-benar sangat berdosa.. kau boleh menghukum aku Kirana...hukum aku seberat-beratnya", Claudia memegang tangan Kirana dan memukul-mukulkanya ke tubuhnya.
Riko dan Fahri tampak menenangkan Claudia,Riko memegangi tubuh Claudia, sementara Fahri membawa Kirana ke dalam pelukannya.
"maafkan aku Kirana..aku menyesal.. aku sudah jahat sama kamu..huhhu",Claudia menangis sejadi-jadinya.
"aku sudah memaafkanmu mbakk.. kamu jangan terus-terusan meminta maaf.. ",ucap kirana.
"aku bersalah padamu Kirana.. dosaku sungguh besar.. bahkan aku tega membuat putri kandungku meninggal dunia", Claudia meraung-raung saat mengingat Sherly.
TBC dears..
tetap dukung karya author yaaa...
like,komen,dan jangan lupa favoritkan serta vote dan kasih hadiah yang banyak biar author lebih semangat nulisnya.
__ADS_1
untuk 3 Minggu ini author agak sibuk di dunia nyata ya dears..maaf kalau up nya agak telat.
happy reading dears 🤗😘