Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#121


__ADS_3

"aunty cama om ayii kenapa ngomongnya bicik-bicik",cicit Arka dan seketika membuat Fahri dan Kirana terkejut dan melongoh memandang ke arah Arka.


"hah.. em.. Arka sayang.. emm.. tadi aunty sama om Fahri sedang memilih ini iya ini..aunty bingung kira-kira Arka mau dibacain dongeng yang mana yaa.. hehehe",Kirana mencoba beralasan,iamenunjuk beberapa buku yang ada di depannya.


"Emm.. Arka mau dibacain yang mana ya.. ",Kirana mengerucutkan bibirnya sembari menaruh telunjuknya di dagunya nampak seperti berfikir.


Ahh.. bibir itu membuat Fahri semakin gemas,ingin sekali Fahri meraupnya.


"Sayang..apa kau sedang menggodaku..",bisik Fahri lirih.


"Mas Fahri.. jangan mulai dehh..",Kirana menyikut lengan Fahri.


"Auhh.. kamu sekarang berani yaa.. persiapkan dirimu,aku akan menghukummu",bisik Fahri dengan senyum smirknya.


"Mas..",


"Aunty.. aka.. mau ba..ca yang ini",Arka menunjuk satu buku dengan gambar jerapah.


Kirana yang ingin melayangkan protes kepada suaminya ia urungkan.


"baiklahh.. sekarang Arka Bobo disini,nanti aunty bacakan dongengnya..",Kirana menepuk bantal disebelahnya menyuruh Arka untuk tidur disana.


"Sini-sini biar om Fahri bantu...",Fahri menggendong Arka dan merebahkan nya di tempat yang ditunjuk Kirana.


Kirana turut merebahkan dirinya disebelah Arka, kemudian ia mulai membacakan dongeng untuk keponakan satu-satunya tersebut,Sementara Fahri sudah berpindah duduk di sofa, ia sedang membuka benda pipih berukuran 16" yang ada didepannya,Fahri sedang memeriksa beberapa pesan yang masuk ke emailnya.


Terlihat Arka sudah beberapa kali menguap,sebelum ia benar-benar memejamkan matanya.Fahri yang melihat Kirana sangat telaten dengan Arka begitu terkagum.Ia menutup laptopnya dan ikut bergabung dengan mereka.


"sayang.. Arka sudah tertidur..",bisik Fahri.


"oh ya..",Kirana segera bangun memastikan apakah keponakannya itu benar-benar sudah tidur.


"Ihh.. kamu manis sekali sihh kalau lagi tidur gini..",Kirana terlihat sangat gemas dengan arka.


"Makasih sayang.. ",ucap Fahri sambil mengedipkan mata genitnya.


"Ihh.. bukan kamu mas..",Kirana memutar bola matanya malas.


"Apa aku tidak manis??",tanya Fahri.


"nggak..."


"serius??".


"dua rius".

__ADS_1


"Kamu mulai nakal yaa...",Fahri menggelitik perut Kirana dan berhasil membuat Kirana tertawa.


"hahh.. mas Fahri geli..hentikan..hahah",


Namun Fahri tidak menghiraukannya ,ia tetap menggoda istri tersayang nya tersebut.


"Sayang.. please..hentikan nanti arka bangun",ucap Kirana sembari menahan rasa gelinya.


Fahri menghentikan aksinya,ia lupa sekarang ia tidak sedang berdua,ada Arka diantara mereka.


"upsh.. aku lupa sayang..",Fahri menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Keduanya kini sedang merebahkan diri di ranjang milik mereka,nampak Kirana sedang mengelus rambut Arka yang sudah terlelap.


"Sayang.. lihatlah wajah Arka kalau sedang tidur terlihat sangat damai..",Kirana tersenyum melihatnya.


"ehemm..",Fahri melingkarkan tangannya ke perut Kirana,sembari mengelusnya dari belakang.


"Sayang.. hentikan...",ucap Kirana lirih.


"emmm...aku ingin",bisik Fahri dengan suara paraunya,bahkan tangannya kini sudah berpindah ke gundukan kenyal favoritnya,mer3m@s -r3m@s dan memberikan sentuhan lembut disana.


"ahh... sayang.. a..da Ar..ka.. a..ku takut ia terbangun nanti,ahh..",ucap Kirana ditengah d3s@hannya.


Fahri segera bangun dari tidurnya,kemudian ia menggendong Kirana ala bridal style.


"Disini..",Fahri merebahkan tubuh Kirana diatas sofa yang ada di dalam kamarnya.


Sepersekian detik kemudian keduanya sudah larut dalam c1uman panas mereka,saling menyesap,*3***** dan bertukar Saliva antara satu dengan yang lain.


Selanjutnya ya.. Fahri tidak melepaskan Kirana begitu saja.Terjadilah pertempuran hebat di malam itu,bahkan Fahri melepaskan benih-benih unggulannya berkali-kali di rahim Kirana.Berharap salah satu dari mereka akan berhasil membuahi sel telur milik Kirana.


Entah berapa kali mereka melakukan penyatuan dan pelepasan secara bersamaan.Setelah permainan mereka selesai,Fahri membersihkan tubuh Kirana yang tergeletak lemas akibat ulahnya.Ia memakaikan kembali pakaiannya dan setelah itu Fahri memindahkan tubuh Kirana dan membaringkannnya tepat di sebelah Arka,kemudian ia sendiri ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya tersebut,memeluknya dari belakang dan membenamkan wajahnya diceruk leher belakang Kirana.


🍁🍁🍁


Karena pekerjaan yang menumpuk dan dirinya tidak fokus dalam bekerja mengakibatkan Riko harus pulang terlambat.


"Mas Riko baru pulang.. ",tanya Vita yang melihat Riko muncul dari balik pintu apartemennya.


"hmm..maaf yaa aku pulang terlambat banyak kerjaan di kantor",Riko mencium kening Vita.


"Tapi tadi aku lihat story wa Kirana,mas Fahri sudah pulang dari tadi..",tanya Vita.


"Sayang.. Fahri kan bos nya.. lagian pekerjaan ku tadi menumpuk.. ditambah lagi kamu chat aku terus,jadi aku nggak konsen deh..",tutur Riko.

__ADS_1


"Maaf mas.. habisnya aku bosen seharian di apartemen nggak ngapa-ngapain..",ungkap Vita.


"Iyaa.. nggak apa-apa..tapi lain kali jangan seperti itu yaa.. kamu boleh menghubungi aku kalau pada waktu jam istirahat saja.. bos nggak akan mentolerir aku lagi kalau aku sampai lalai dengan tanggung jawab pekerjaan ku..".


"iya.. maafkan aku mas,ini minum dulu tehnya ",ucap Vita sembari memberikan teh hangat untuk Riko.


"ahh... terima kasih sayang..",Riko meneguk teh pemberian Vita.


"aku mandi dulu yaa.. badanku capek sekali,seminggu nggak kerja,sekalinya masuk dapat kerjaan setumpuk, haha.. ",Riko menertawakan dirinya sendiri.


"Ya sudah.. mas Riko mandi dulu nanti aku pijetin",ucap Vita


Beberapa saat kemudian,Riko sudah selesai mandi,badannya juga sudah segar kembali.


"Mas Riko mau langsung makan malam??",tanya Vita yang melihat Riko sudah memakai kaos oblong dan celana boxer.


"enggak ah..",tolak Riko.


"Mas Riko sudah makan diluar??".


"belum...",jawab Riko singkat.


"ya sudah makan dulu saja,nanti mas Riko sakit lagi kalau nggak makan..",cicit Vita.


"Tapi aku mau makannya yang lain",ucap Riko sembari berjalan mendekati Vita.


"Makan apa??padahal Vita sudah masak makanan kesukaan mas Riko lho..",jawab Vita.


"Aku maunya makan kamu..",bisik Riko di telinga Vita.


Tangannya kini sudah melingkar manja di pinggang ramping Vita,wajahnya ia benamkan diceruk leher Vita,sesekali ia menyesap nya dan meninggalkan jejak kepemilikan disana.


"Sayang... bolehh...",ucap Riko dengan suara paraunya.


Vita yang sudah terbuai dengan perlakuan Riko ,hanya menganngguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Dan seperti malam-malam sebelumnya,cacing raksasa milik riko menari-nari dalam goa kenikmatan Vita,peluh keringat bercampur jadi satu.Dua insan anak manusia saling menyalurkan h@sr@t mereka.Entah kenapa Riko seakan selalu merasa ingin melakukannya lagi dan lagi dengan Vita begitupun dengan Vita ia pun seperti tidak bisa menolak sentuhan-sentuhan lembut dari Riko yang selalu saja memberikan rasa gelombang-gelombang aneh yang dia sendiri tak pernah tahu apa namanya,yang jelas sangat nikmat.


TBC dears...


holla readers...selamat hari Minggu... hari ini author baru saja pulang dari latihan karate.


kalau readers semua kegiatannya apa hari ini??


author ucapkan banyak terima kasih untuk kalian semua yang sudah mendukung karya author..jangan lupa jempol dan komennya,kasih hadiah juga yaa,jangan lupa vote juga,maaf author agak ngelunjak 🙏😅

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2