
Setelah cukup lama mereka berciuman dan saling bertukar Saliva,Fahri menyudahi ciumannya.
"Sudah malam sayang.. sebaiknya kita masuk ke kamar,udara malam tidak bagus untuk kesehatan,dan lagi aku sudah capek banget..ditambah besok pagi aku ada meeting penting dengan klien..",ucap Fahri.
Fahri mengajak Kirana masuk ke kamar,dan ia segera meluruskan punggungnya yang terasa capek karena bekerja seharian.Kirana yang baru kembali dari kamar mandi langsung berbaur ikut membaringkan tubuhnya disebelah Fahri,ia tersenyum mendengar dengkuran halus dari sang suami kemudian ia mencium singkat kening Fahri.
"Tidurlah yang nyenyak sayang..pasti hari ini sangat melelahkan bagimu..",ucap Kirana, kemudian ia ikut memejamkan matanya.
Keesokan paginya,Kirana sudah menyiapkan baju kerja Fahri dan diapun sudah berdandan cantik sembari menunggu Fahri turun untuk sarapan pagi bersama.
Fahri terpanah melihat istrinya pagi-pagi sudah terlihat sangat cantik,saking terpanahnya ia sampai tak mengedipkan matanya.
"Sayang..kok malah melamun sihh,sini duduk..kita sarapan,katanya ada meeting pagi,nanti terlambat lho..",ucap Kirana
"Ohh,yaa...",Fahri segera berjalan ke meja makan.
Dengan telaten Kirana melayani Fahri,keduanya menikmati sarapan pagi bersama,sesekali diringi obrolan ringan dan bercandaan khas mereka.Setelaj selesai sarapan Fahri pamit kepada Kirana untuk pergi ke kantor
"Sayang...aku berangkat dulu ya.. ",ucap Fahri.
"Tunggu sebentar...",Kirana berlarian menaiki tangga dan beberapa menit kemudian kembali sudah membawa tas di lengannya.
"Ayoo...",kata Kirana.
"Lho..memangnya kamu mau kemana,kok nggak bilang..ohh mau nebeng tempat Laras yaa.. ",tebak Fahri.
"Ishh..mas Fahri,aku tuh mau ikut kamu ke perusahaan...aku bosan di rumah..boleh kan..",ucap Kirana.
"Tumben banget.. biasanya kalau diajak malah nggak mau...",jawab Fahri.
"Berarti nggak bolehh yaa..",Kirana mengerucutkan bibirnya.
"Lho ..lho..kok ngambek,boleh dong sayang..malahan aku seneng kalau kamu mau nemenin aku dikantor..seharian bersama kamu masak iya aku nggak mau..",Fahri mencolek dagu Kirana dan berhasil membuat tersenyum riang
Akhirnya mereka berdua pergi ke kantor bersama, sesampainya di kantor semua bawahan Fahri memperhatikan mereka,karena bisa dibilang ini kali kedua Kirana ke perusahaan Fahri.Melihat Fahri yang sangat hangat bersama Kirana sangat berbanding terbalik sikapnya ketika ia sendiri di kantor.
"Ciyehh..ciyeh..ada yang kerja ditemani istri nihh...",goda Riko.
"Usil banget tuh mulut...",jawab Fahri.
__ADS_1
"Tumben-tumbenan nihh Kii..",goda Riko, sementara Kirana hanya tersenyum.
"Jangan di dengerin sayang.. mulutnya udah kayak kaleng rombeng aja emang..",ucap Fahri.
"Sudah kau siapkan semuanya...semua bahan untuk meeting, dokumen-dokumen dan lainnya...",tanya Fahri.
"Siap boss..",jawab Riko.
"Sayang kamu tunggu disini dulu yaa..aku meeting dulu kurang lebih 1 jam aku akan kembali kesini...",ucap Fahri sembari mencium kening Kirana dan Kirana tersenyum sembari mengangguk.
"Ayo Koo...",ajak Fahri sembari keluar dari ruangannya kemudian diikuti Riko dibelakang nya.
Sepeninggal Fahri,Kirana hanya duduk-duduk di soffa sembari memainkan ponselnya.Bosan dengan ponselnya kemudian ia mencoba membaca majalah yang ada di atas meja hingga akhirnya ia ketiduran disofa.
Satu jam kemudian Fahri dan Riko sudah kembali ke ruangannya,mereka melihat Kirana yang tertidur di sofa.
"Ehemm...ko,kau boleh kembali ke ruanganmu sekarang..",ucap Fahri tanpa menoleh ke arah Riko.
"Siap bos..",Riko kemudian keluar dari ruangan Fahri.
Fahri mendekati Kirana,ia mendudukkan dirinya dan mensejajarkan dirinya dengan Kirana.Tangannya menyingkap helaian rambut yang menutupi wajah Kirana,ia pun tersenyum melihat wajah polos istrinya ketika sedang tidur.
"Ah..sayang,aku ketiduran...",ucap Kirana sembari bangkit dari tidurnya.
Fahri membantu Kirana yang akan duduk disofa.Kenudian ia mencium gemas pipi Kirana,sontak membuat Kirana terkejut dengan perlakuan Fahri.
"Ihh mas Fahri..apaan sihh...",Kirana memegangi pipinya yang dicium Fahri,wajahnya memerah.
Bukannya menjawab Fahri malah memberikan ciuman bertubi-tubi kepada Kirana, kemudian tangannya memeluk Kirana erat.
"Mas Fahri ihh..geli tauu...",Kirana tertawa menahan geli akibat perlakuan Fahri tapi Fahri seakan menulikan telinganya ia masih saja menciumi Kirana.
"Sayang...ada apa sihh..",tanya Kirana.
"Nggak apa-apa..aku hanya gemas saja melihatmu dan tiba-tiba ingin memakanmu..",jawab Fahri sekenanya.
Fahri mendekatkan wajahnya ke arah Kirana dan ketika keduanya akan berciuman,Fahri dikagetkan dengan suar telepon yang berderinh.Lalu keduanya menjauhkan wajahnya.Fahri berjalan ke arah meja kerjanya dan mengangkat telepon yang sudah berdering berkali-kali.
"Bos,aku sudah mengirimkan laporan hasil meeting tadi ke email-mu..",ucap Riko.
__ADS_1
"Aku akan memeriksanya..",jawab fahri.
Kemudian Fahri menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya,lalu ia membuka laptopnya sambil sesekali ia memijat pelipisnya yang terasa pening karena ada has rat yang tidak bisa disalurkan.Kirana yang melihat Fahri seperti itu kemudian menghampirinya dan memijat kepala Fahri dari belakang.
"Sayang..apa yang kau lakukan..",tanya Fahri.
"Sepertinya mas Fahri sangat lelah,aku hanya membantu meringankan kepalamu yang sedang pusing..",jawab kirana.
"Tapi bukan kepala yang itu yang pusing ..",jawab fahri.
"Lalu..yang sebelah mana??tunjukkan padaku mas,biar aku bisa membantu mu siapa tau setelah aku pijit sudah tidak pusing lagi.. ",ucap Kirana.
"Serius kamu membantu ku sayang,hmm...",Fahri menarik tangan Kirana dan membawa Kirana duduk dipangkuan nya.
"Iyaa..makanya tunjukkan bagian mana yang sakit..",ujar Kirana.
Fahri menarik tangan Kirana dan meletakkannya tepat diatas keris empu gandringnya yang sedang menegang.
"Kepala ku yang ini sayang yang pusing..",ujar fahri.
"Aku mau kamu sekarang..aku mau memakanmu disini sekarang...",lanjut Fahri dengan matanya yang sudah mulai berkabut ga irah.
"kamu akan mendapatkannya sayang.. sepertinya aku juga belum pernah kamu ajak bercinta disini..",jawab Kirana.
"Kamu tidak keberatan??",tanya Fahri sembari menciumi wajah Kirana.
Kirana menggeleng pelan sembari memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Fahri.Tangan Fahri sudah mulai sibuk membuka kancing baju yang dikenakan Kirana sementara tangan satunya lagi memeluk pinggang Kirana yang kini sedang berada dipangkuannya.
Setelah berhasil membuka kancing baju Kirana,kini dada Kirana menyembul keluar memperlihatkan isi di dalam cup warna merah terang yang seakan isinya seperti mau tumpah.Dengan rakus Fahri melahap dua gundukan kenyal dihadapannya secara bergantian, tangannya pun tak tinggal diam ikut mer emas-rem as salah satu gundukan favorit nya dan terkadang ia juga memilin-milin chococip yang tegak menantang.
bersambung dears..
author usahakan double up yaa..
jangan lupa like,komen,hadiah dan vote nya
happy reading dears 🤗😘
"
__ADS_1