Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#155


__ADS_3

Kini posisi Kirana sudah berada di pangkuan Fahri dengan kaki yang mengangkang,bahkan rok mini yang ia gunakan sudah mulai menyingkap keatas memperlihatkan segitiga bermudanya.Sementara Fahri masih senang bermain-main dengan kedua gundukan kenyal nya dan tangan Kirana melingkar di leher Fahri dengan kepala yang menengadah ke atas menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Fahri.


Fahri melonggarkan dasinya yang terasa sesak, sementara tangan satunya mencoba menyeruak masuk kedalam lembah kenikmatan yang sudah semakin basah.bibir dan lidahnya terus menelusuri ceruk leher Kirana dan memberikan kecupan dan sesapan di leher jenjang Kirana dan sudah dipastikan akan meninggalkan jejak-jejak percintaannya disana.


"Enggghhh.. sayang...ahh",Kirana meleng uh bersamaan dengan satu jari Fahri yang berhasil masuk dan bermain-main di dalam lembah kenikmatan Kirana.


Fahri menusuk-nusuk dan memajumundurkan jarinya didalam sana membuat Kirana semakin blingsatan dengan bibir yang mengagah merasakan nikmat yang tiada tara.Kirana pun mencoba meraih resleting celana Fahri dan membukanya,mencoba mengeluarkan keris empu Gandring milik Fahri tanpa harus membuka celananya,ia pun mengelus-elus milik Fahri sembari menggigit bibir bawahnya,wajah sensual Kirana membuat Fahri semakin terbakar ga i rah.


"Ahh..sayang..",Fahri mende sah ketika pusakanya dielus-elus oleh Kirana.


Ketka Fahri ingin membalik tubuh Kirana untuk duduk di kursinya, terdengar suara pintu di ketik dari luar,seketika keduanya merasa panik,apalagi keadaan tubuh Kirana yang sudah setengah tela njang.Kirana segera bersembunyi di bawah meja Fahri, sementara Fahri segera merapatkan kursinya ke meja,karena ia juga ingin menutupi pusakanya yang sudah berdiri tegak siap untuk menghujam musuhnya.


"Masukk...",sahut Fahri dengan suara beratnya ketika mendengar pintu ruangannya masih diketuk.


Dan terlihat Riko yang membawa beberapa dokumen ke arah meja Fahri.Riko duduk di depan Fahri sembari menyerahkan dokumen di bawahnya,Riko juga menjelaskan isi dari dokumen tersebut.


Sementara Kirana yang dibawah meja melihat pusaka Fahri yang masih saja berdiri tegak,langsung mendekati nya dan meraupnya kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya.Kirana sangat lihai melakukan **** *** nya bahkan lidahnya membelit dan menari-nari membuat Fahri meringis merasakan kenikmatan yang tetahan.


"Ada apa bos??",tanya Riko yang melihat perubahan wajah Fahri.


"Ohh..ehh..tidak apa-apa ah...",jawab Fahri dan sialnya satu des ahan lolos dari mulutnya begitu saja.


"Kenapa bos...kau seperti merasakan kesakitan,wajahmu pucat sekali bahkan kau sampai berkeringat di ruangan ber-ac ini..",tanya Riko yang panik dengan keadaan Fahri.


"Ti..tidak apa-apa Riko,aku hanya kebelet pengen ke kamar mandi, sebaiknya kau keluar saja,aku akan mempelajari dahulu dokumen ini kalau sudah selesai aku akan memanggilmu lagi..",jawab Fahri mencoba beralasan,ia ingin Riko cepat-cepat keluar dari ruangannya agar ia bisa segera menuntaskan has ratnya.


"Baik bos...ehh,tapi kok seperti ada yang kurang yaa..."ucap Riko sembari mengingat-ingat sesuatu.


"Apalagi Riko...",tanya Fahri seraya menggeram tertahan.

__ADS_1


"Ehh,Kirana mana bos..bukannya tadi dia tidur disini..",tanya Riko.


"Aku sudah memindahkan nya ke ruangan istirahat ku...",jawab Fahri bohong.


"ohh..saya permisi dulu boss..",ucap Riko sembari melangkahkan kakinya keluar.


"Tunggu.. tolong untuk beberapa jam ke depan jangan biarkan siapapun untuk masuk ke ruangan ku,termasuk kau..kau boleh masuk jika aku yang menghubungi mu,faham..",ucap Fahri.


"Dihh..nggak biasanya,tapi kenapa bos,kenapa nggak boleh masuk..",tanya Riko.


"Aku..aku sedikit pusing,aku hanya ingin beristirahat,ya kepalaku sangat pusing..",jawab Fahri,dan dia tidak berbohong memang kepalanya yang bawah sangat pusing apalagi Kirana sudah menservis dengan permainan lidahnya membuat kepalanya yang sudah pusing makin terasa tambah pusing.


"Apa perlu saya panggilkan dokter,bos..",tanya Riko panik,ia takut Fahri benar-benar sakit.melihat wajah Fahri yang pucat dan keringat yang mengucur deras di wajahnya.


"Tidak usah..aku hanya pusing,setelah istirahat pasti akan sembuh..dan sebaiknya kau cepat keluar biar aku bisa semakin cepat untuk beristirahat..",jawab Fahri yang mulai kesal karena Riko tak juga pergi keluar dari ruangan nya.


Dan baru saja Fahri ingin menarik Kirana dari bawah meja,Riko kembali menyembulkan kepalanya dari balik pintu, seketika membuat Fahri kaget.


"Bos..".


"Ck..apalagi Riko ..",geram Fahri.


"tidak..aku hanya ingin bertanya apa bos perlu obat??",tanya Riko.


"TIDAK!!!AKU TIDAK BUTUH APAPUN!!dan berhentilah menanyakan sesuatu karena aku hanya ingin istirahat,kau kembali lah ke mejamu!!",perintah Fahri.


Melihat wajah Fahri yang terlihat kesal dan marah akhirnya Riko menutup pintunya dan kembali ke mejanya, walaupun tak dipungkiri ia juga khawatir dengan keadaan Fahri yang seperti sedang tidak baik-baik saja tapi ia mencoba menuruti permintaan Fahri yang hanya ingin istirahat dan tidak ingin diganggu untuk beberapa jam kedepan.


Sementara di dalam ruangan nya Fahri sudah menarik Kirana untuk duduk di kursi kebesarannya dengan kaki yang terbuka lebar bertumpu pada kedua sisi kursi tersebut.Dan kini terpampang nyata dihadapan Fahri,lembah kenikmatan yang basah itu berwarna pink dan sangat menggoda Fahri untuk segera membenamkan wajahnya disana.

__ADS_1


Fahri menciumi lembah basah itu,dan menghirup dalam-dalam aroma yang membuatnya candu.Bibirnya menyesap kuat diantara kedua bibir bawah Kirana,lidahnya menyeruak masuk dan menari-nari didalam lembah tersebut tak jarang juga Fahri menyesapnya dengan kuat sehingga membuat Kirana menggelinjang dan menjambak rambut Fahri.Jari Fahri juga sangat terampil memainkan biji sebesar kacang yang berada di sana dan semakin membuat Kirana mengeluarkan teriakan-teriakan kenikmatan.


"Engghh... sayang...ahh...aku tidak kuat lagi...ahhh",racau Kirana yan merasakan gelombang kenikmatan dibawah sana dan seperti akan meledak.


Sepersekian detik kemudian Kirana sudah benar-benar tidak tahan,nafasnya terasa tersengal dan memburu dan..


"ahhh...",satu Des ahan lolos dari bibir Kirana bersamaan dengan ia mencapai puncaknya dan Kirana refleks mengangkat bo kongnya membuat Fahri semakin leluasa untuk menjelajahi isi di dalam lembah kenikmatannya dan melahap habis cairan percintaan Kirana yang tumpah di mulutnya.


Tak menunggu lama Fahri segera membuka celana nya sendiri dengan cepat sehingga saat ini terlihat keris empu Gandring nya yang sudah siap menghujam lawan di depannya.Masih dengan posisi yang sama,duduk di kursi dengan posisi kedua kakinya terbuka lebar dan bertumpu pada kedua sisi kursi tersebut.Fahri menghujamkan kerisnya ke dalam lembah kenikmatan Kirana.


Blesss..


"Ahhh...",Kirana mendesah bersamaan dengan keris Fahri yang menghujam intinya.


bersambung yaaa...


Haii readerss...


kok sepi bangett yaa...


LIKE nya mana nih?


KOMEN nya jangan lupa juga ya..


HADIAH nya juga..biar author lebih semangat lagi nulisnya.


VOTE nya juga ya readers....


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2