
"Assalamualaikum..."
Ku buka pintu rumahku,terlihat sepi tak ada satupun orang dirumah.kutelusuri ruangan satu persatu.
"Kak laras.. mas Doni..Raka..",panggilku
Tidak ada yang menyahut, akhirnya aku ambil handphone ku,aku mengirim pesan ke kak Laras.
✉️Me to kak laras
Kak Laras dimana??
📩Kak Laras to me
Kakak ada di ruko dek,sama mas Doni dan juga Raka
Ternyata mereka ada diruko,akupun bergegas mengganti pakaian seragamku dengan baju biasa dan menyusul mereka ke ruko.
*****
Sementara itu Fahri dan Riko dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta.
"Ko,nanti kita mampir ke rumah makan Bu Endah ya",ucap Fahri
"Siap boss,, sepertinya bos sudah ketagihan dengan masakan Bu Endah",canda Riko
"Sepertinya.. "jawab Fahri datar seperti mengenang sesuatu,setelah itu menghela nafas kasar.
"Setiap makan ditempat Bu Endah,aku selalu merasa makan masakan mama ku ko,belum lagi suasana di rumah makan Bu Endah berasa makan dirumah sendiri",sambung Fahri sambil tersenyum.
"Iya sihh boss,aku juga nyaman banget kalau makan disitu,apalagi Bu Endah,pak
Hendra dan Doni ramah banget jadi betah berlama-lama disana,hehehe",ucap riko
"Iya,ketulusan dan kebaikan merekalah yang membuat aku merasa punya keluarga yang utuh,kamu tahu kan aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi",jawab Fahri yang tiba-tiba raut mukanya berubah sedih.
"Sudahlah bos jangan sedih,Boss masih punya aku, sekretaris sekaligus asisten pribadimu yang paling setia",ucap Riko sambil mengedip-ngedipkan matanya manja dan berhasil membuat Fahri tertawa.
"Oia dan satu lagi..bos masih punya Sherly",sambung Riko tersenyum dan menatap Fahri sekilas.
"Iyaa.. Sherly dimana anak itu?? Apa mungkin Claudia melarangnya menemui ku lagi",ucap Fahri yang tiba-tiba teringat dengan Sherly.
"Sudahlah boss,yang penting boss sudah tanggung jawab,setiap bulan boss selalu memberikan uang bulanan untuk kebutuhan nya bahkan kalau buat Sherly sendiri itu lebih dari cukup",sahut Riko menenangkan Fahri.
Seketika keadaan didalam mobil menjadi hening,mereka larut dalam fikirannya masing-masing,Fahri memandang kearah luar kaca mobil,sementara riko fokus mengemudikan mobilnya.
Sherly adalah anak semata wayang buah cinta dari Fahri dan Claudia.Dan ketika Fahri dan Claudia berpisah Sherly tinggal bersama dengan Claudia.Biasanya setiap weekend Sherly selalu menginap di rumah Fahri tapi beberapa bulan belakangan ini Sherly tidak berkunjung ke rumah Fahri.
Setiap Fahri mencoba menghubungi claudia,tapi Claudia selalu menghindarinya,Claudia beralasan Sherly sedang fokus untuk ujian sekolahnya sehingga tidak ada waktu untuk main-main keluar rumah.
*****
Tidak butuh waktu lama untuk Kirana sampai ke ruko.
"Kak Laras..",panggil Kirana yang melihat Laras dan Raka diluar ruko
"Ki..rana,ka..ka.mu kesini",jawab Laras gugup
"Ada apa kak?",tanya Kirana penasaran
Kak Laras diam saja dan terlihat gelisah.
"Dimana mas Doni?",tanya Kirana
"Mas Doni...ada didalam dek bersama rentenir itu dan tukang pukulnya",jawab kak Laras sambil menangis.
Kirana pun berlari masuk kedalam dan diikuti Laras sambil menggendong raka dari belakang, mereka mendapati Doni sedang dipukuli habis-habisan.laras menutup mulutnya dan menangis tidak tega melihat kondisi suaminya.
"Berhenti ..",teriak Kirana
"Jangan pukuli mas Doni lagi"
"Kirana..laras..Kenapa kalian kesini,sudah kubilang pergi dari sini Laras tapi kenapa kamu malah membawa Kirana juga kesini",ucap Doni sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.
"Siapa gadis itu?",tanya rentenir tua itu.
"Aku Kirana,aku anak Bu Endah dan pak Hendra pemilik ruko ini",jawab Kirana.
"Ohh.. kebetulan sekali,apa kamu mau membayar hutang-hutang ibumu anak manis",tanya rentenir tua itu
__ADS_1
"Bukan ibuku yang berhutang,ibuku dijebak,anda tidak berhak mengambil paksa ruko ini",jawab Kirana tegas
"Cihh..peduli setan!!!! siapapun yang berhutang yang jelas sertifikat ruko ini sudah ditangan ku,sekarang juga kalian harus kosongkan tempat ini,bereskan barang-barang kalian!!",seru rentenir itu.
"Tidak mau,ruko ini milik kami,anda tidak berhak merampasnya dari kami",jawab Kirana.
"Kalau begitu berikan 300juta sekarang juga atau emmm... kalian bisa mendapatkan sertifikat ruko ini lagi tapi dengan satu syarat",ucap rentenir itu.
"Syarat a..pa??",tanya Kirana
"Kamu harus menjadi istri ketiga ku sekarang juga kita menikah didepan penghulu dan sertifikat ini akan jadi milikmu lagi",jawab rentenir itu licik
"Kirana jangan dengarkan omongan rentenir gila itu,dia itu licik",seru Doni
"Kirana,jangan sayang..lebih baik kita kehilangan ruko ini daripada melihat kamu dijadikan istri ketiga oleh rentenir tua itu",sahut Laras
"Diam kalian!!!!",teriak rentenir itu
"Biarkan gadis itu berfikir,aku yakin kamu akan menyetujuinya,iya kan manis",ucap rentenir itu sambil memegang dagu Kirana dan dihempas kan secara kasar oleh Kirana.
"Beraninya kau..",ucap rentenir itu dan bersiap melayangkan tangannya untuk menampar Kirana.Kirana pun memejamkan matanya bersiap menerima tamparan dari rentenir tua itu.belun sampai tangannya mengenai pipi Kirana, tiba-tiba
"Tunggu,hentikan semua ini.."ucap salah satu pria yang baru saja masuk ke dalam ruko.
"Siapa kamu?",tanya rentenir itu
"Aku.. aku calon suami gadis itu",jawab Fahri bohong.
"Boss..",bisik Riko,Fahri hanya menggeleng kan kepalanya menyuruh Riko diam dan tidak ikut campur.
"Benarkah..seperti itu",tanya rentenir itu ke Kirana,dan Kirana hanya diam bingung mau menjawab apa.
"Cihh..bahkan gadis itu tidak menjawabnya,kamu hanya mengada-ada saja tuan",ucap rentenir itu
"Saya tidak mengada-ada",jawab Fahri tegas
"Ohh iyaa.. baiklah nikahi dia sekarang juga kalau kau tidak berbohong,bukankah dia calon istrimu",tantang rentenir itu
"Baik.. ",jawab Fahri santai
"Okee,bayar 300juta untuk menebus sertifikat ruko ini dan segera nikahi dia sekarang juga,dan aku janji tidak akan menggangu keluarga ini lagi",ucap rentenir itu
"Oke mana nomor rekening mu",tanya Fahri. Rentenir itu memberikan nomor rekeningnya dan Fahri segera mentransfer uang 300juta ke rekening tersebut menggunakan i-banking.
"Tunggu dulu,masih ada satu syarat lagi kamu harus menikahi gadis itu,sekarang juga dan aku yang menjadi saksinya",ujar rentenir itu
"Baiklah...Riko tolong kamu Carikan penghulu dan bawa kesini",ujar Fahri
"Tapi boss.."
"Sekarang tunggu apalagi",sambung fahri
"Baik bos..",ucap Riko dan segera pergi.
Sementara itu Kirana dan Laras tampak saling berpelukan.
Fahri menghampiri Doni yang terkulai lemas dan masih dalam penjagaan kedua tukang pukul yang dibawa rentenir itu.
"Suruh anak buahmu untuk melepaskan nya",ucap Fahri ke rentenir itu.
Rentenir itu memberikan kode agar anak buahnya melepaskan Doni.
Fahri menghampiri Doni dan memapahnya untuk duduk disebuah kursi,Laras dan Kirana berlari kearah Doni dan Fahri.
"Mas Doni..",ucap Kirana sambil menangis,sementara Laras langsung memeluk suaminya dan menangis sejadi-jadinya.
"Sudahlah..kalian berhenti lah menangis,ambilkan minum dan air untuk membersihkan lukanya",ucap Fahri.
Laras dan Kirana segera ke dapur untuk mengambilkan apa yang diminta fahri. Setelah itu mereka kembali dan memberikan minum ke doni dan membersihkan luka-luka Doni.
"Banyak drama... Mana anak buahmu lama sekali,mencari penghulu saja tidak becus",cibir rentenir itu.
"Diam kau tua rentah.. lihat aku datang dengan siapa?",ucap Riko yang datang dengan penghulu.
"Oke,langsung saja mulai ijab Kabul nya",perintah rentenir itu.
"Baik disini masih ada saudara laki-lakinya silahkan mau menikahkan sendiri atau mau saya untuk mewakilinya",tanya penghulu.
"Biar saya yang nikahkan sendiri adik saya pak penghulu",jawab Doni
__ADS_1
"Saudara Fahri Setya Nugraha bin Asep Nugraha,engkau saya nikahkan dan kawinkan dengan adik saya yang bernama Kirana Putri Mahendra dengan mas kawin uang sebesar satu juta rupiah dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Kirana putri Mahendra binti mahendra dengan mas kawin tersebut tunai"
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sah.. sah..sah"
"Alhamdulillah mulai hari ini kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri",ucap penghulu,dan dilanjutkan dengan doa sebagai penutup.setelah itu penghulu itu permisi undur diri.
"Baiklah sesuai janjiku,ini sertifikat ruko ini dan aku tidak akan mengganggu keluarga ini lagi",ucap rentenir itu menyerahkan sertifikat ruko dan berlalu pergi diikuti kedua anak buahnya.
"Terimakasih tuan fahri atas bantuannya,jujur saya lebih lega menikahkan Kirana dengan tuan daripada dengan rentenir sialan itu",ucap Doni
"Sudahlah..dan lagi jangan memanggilku tuan,bukankah aku sekarang adik iparmh,panggil aku Fahri",jawab Fahri
"Tapi tuan.. emm maksudku Fahri sekali lagi terima kasih"
Fahri mengangguk.
"Dan kamu.. hari ini kamu boleh pulang bersama kakakmu,besok aku akan aku jemput,karena kamu sudah menjadi istriku,kamu harus tinggal satu rumah denganku",ucap Fahri ke Kirana
"Ba..baik.. tuan",jawab Kirana menunduk
"Oia,dimana Bu Endah dan pak Hendra,kenapa dari tadi tidak kelihatan?",tanya Riko
"Ayah dan ibu sudah meninggal karena kecelakaan bis",jawab Doni
"Innalilahi.. maaf saya tidak tahu,karena kami tadi perjalanan pulang dari Bandung dan ingin mampir kesini untuk makan tapi malah melihat kejadian tadi",ujar Riko
"Sebenarnya apa yang terjadi",sambung Riko.
Akhirnya Doni menceritakan semua nya kepada Riko dan fahri,tidak ada yang ditutup-tutupi sama sekali.Fahri mendengarkan cerita Doni sambil sesekali melirik kearah kirana, memperhatikan gadis itu yang sekarang menjadi istrinya.
"Kasihan sekali gadis itu,baru saja ditinggalkan kedua orang tuanya dan hampir saja dijadikan istri ketiga oleh rentenir itu",batin Fahri.
Setelah mengobrol sebentar akhirnya Riko dan fahri undur diri.
"Kami pulang dulu,besok kami akan jemput Kirana",ucap Riko
"Iya pak Riko,,"jawab Doni
" Santai saja Don.. jangan panggil pak,panggil saja biar lebih akrab",ujar Riko mencairkan suasana.
"Iya Riko",jawab Doni tersenyum.
Riko dan Doni meninggalkan ruko itu.
Dalam perjalanan ke rumah Fahri Riko mencoba bertanya ke Fahri alasan menikahi Kirana.
"Bos,maaf ni ya sebelumnya.. ko' tiba-tiba bos menikahi Kirana apa alasannya, jangan-jangan bos sudah jatuh cinta pada pandangan pertama ni Yee",goda Riko
"Jangan ngawur kamu.. aku menikahi Kirana karena kasihan",jawab Fahri datar
"Ahh.. yang benar boss,bukan karena dia cantik makanya bos mau-mau aja disuruh nikah sama kirana",goda Riko lagi
"Emang dia cantik yaa,,siapa tadi namanya",tanya Fahri
"Kirana bos.. masak Nama istri sendiri lupa",ucap Riko cekikikan
"Bukannya lupa,hanya saja aku belum ingat",jawab Fahri datar.
"Tidak ingat sama lupa apa bedanya sihh boss?? Aya-aya wae..",ucap Riko
"Ehh.. tapi Kirana cantik kan bos",sambung Riko
"Kamu ini.. bahkan aku belum sempat memperhatikan wajahnya,mana aku tahu dia cantik atau tidak",jawab Fahri ketus,
Riko tertawa kegirangan melihat fahri seperti nya Riko berhasil menggodanya dan membuat Fahri jengkel.
"Kamu tidur dirumahku aja ko,besok kan minggu,kantor libur dan lagi kita harus menjemput Kirana besok",ucap Fahri.
"Kantor emang libur bos tapi sepertinya pekerjaan ku tidak ada liburnya",gumam Riko dan didengar oleh Fahri
"Apa kamu bilang?? Mau bonusmu bulan ini aku potong",ancam Fahri.
"Oh,no.. jangan boss,okee deal aku tidur dirumahmu boss dan besok aku antar bos jemput kirana,puass",jawab Riko
"Oke, deal",ucap Fahri tersenyum puas.
__ADS_1
TBC
Happy reading dears 🤗😘