
Sherly mencari Kirana ke semua penjuru rumah dan akhirnya ia menemukan Kirana sedang duduk di bangku taman belakang rumah.
"Momy..", Sherly memanggil Kirana.
Kirana yang mendengar suara Sherly segera mengusap kasar air matanya dan tersenyum ke arah Sherly.
"Momy ayo kita ke mall,katanya mau membeli perlengkapan sekolah",ajak Sherly.
"Emm.. Sherly sepertinya momy tidak bisa ikut,kepala momy mendadak pusing sekalii",ucap Kirana berbohong.
"yaahh... momy gak asyik nih", Sherly memanyunkan bibirnya.
"Sherly perginya sama papa dan mama Sherly saja ya..",ujar Kirana.
"Tapi momy gimana?".
"cuma pusing ini.. dibuat tidur sebentar juga sembuh",jawab Kirana sembari tersenyum.
"apa Sherly pergi sama mama saja yaa,biar papa nungguin momy di rumah".
"Eh.. jangan.. gak usah, Sherly pergi saja sama papa dan mama,lagian Sherly sudah lama kan gak jalan bertiga sama papa dan mama Sherly",ucap Kirana.
"Iya juga sihh",jawab Sherly,kemudian Sherly memeluk Kirana dan berkata,"makasih ya momy.. momy sudah baik banget sama Sherly,momy sangat mengerti Sherly, Sherly beruntung punya momy yang bisa jadi ibu sekaligus sahabat buat Sherly".
"Sama-sama sayang,momy lebih beruntung mempunyai kamu,kamu sangat menggemaskan",Kirana mencubit hidung Sherly.
"Ahh momy...",ucap Sherly manja dan disusul dengan gelak tawa mereka.
Setelah menemui Kirana Sherly kembali ke ruang tamu,bergabung dengan kedua orang tuanya.
"Pa,ma.. kita berangkat sekarang yuukk",ajak Sherly.
"Tapi.. mom..",belum juga Fahri menyelesaikan pertanyaannya,sudah dipotong duluan oleh Sherly.
"gak ikut pa.. kepalanya pusing katanya mau tiduran di rumah saja, Sherly suruh pergi sama mama dan papa",tutur Sherly.
"Ya sudah.. lagian kita juga sudah lama juga kan gak jalan bareng",sahut Claudia antusias.
"Sebentar aku permisi dulu",Fahri berlalu menuju kamarnya
Dilihatnya Kirana sedang tidur,Fahri mendekatinya dan memandang wajah Kirana,kemudian membenarkan selimutnya setelah itu ia mencium kening istri kesayangannya itu.
"Aku pergi dulu ya.. gak akan lama kok",ucap Fahri lembut sambil mengelus pipi Kirana dengan ibu jarinya.Setelah itu Fahri keluar dari kamarnya
Kirana membuka matanya,satu tetes air mata lolos dari peraduannya.Sebenarnya ia tak rela jika suaminya harus pergi dengan mantan istrinya,tapi dia tak boleh egois,dia juga memikirkan perasaan Sherly.
*****
Sampainya di mall Sherly langsung belanja peralatan sekolah mulai dari tas,sepatu dan lainnya,dibantu oleh Claudia, Sementara Fahri lebih tertarik dengan ponselnya,ia hanya mengikuti Sherly dan Claudia dan membayar belanjaan mereka ketika sampai didepan kasir.
Setelah puas berbelanja, Sherly mengajak Fahri untuk makan dulu sebelum pulang kerumah.
__ADS_1
"Pa kita makan dulu yukk",ajak Sherly
"Tapi nanti.."
"Sudahlah Fahri turuti saja apa kata Sherly,lagian jarang-jarang kan kita bisa kumpul bertiga seperti ini",sahut Claudia.
"iya pa, please.. ",timpal Sherly memohon.
"Oke, tapi setelah ini kita pulang yaa",jawab Sherly.
"Siap papa",jawab Sherly.
*****
Kirana terbangun dari tidurnya,ia merasa kepalanya sangat berat, perutnya terasa seperti ditusuk - tusuk jarum.Bergegas ia ke kamar mandi,dan ternyata dia kedatangan tamu bulanannya.
"Pantas saja..perutku seperti kram,badan juga gak enak banget,ternyata lagi dapet huft..",Kirana menghela nafas kasar.
Dilihatnya hari sudah sore tapi Fahri dan Kirana belum pulang juga,Kirana merasa tenggorokannya kering dia menuju ke dapur untuk mengambil minum.
"Non Kirana mau makan siang",tanya mbok Darmi tiba-tiba dan mengagetkan Kirana sehingga air yang diminumnya tumpah.
"Maaf non,simbok gak bermaksud mengagetkan non Kirana",ucap mbok darmi
"gak apa-apa mbok",jawab Kirana sambil tersenyum.
"non mau makan?",tanya mbok Darmi sekali lagi.
"Muka non kok pucat,non Kirana sakit ya".
"Cuma pusing sedikit mbok, sama perut agak kram,biasa mbok lagi kedatangan tamu".
"tuhh non badannya juga panas",ucap mbok Darmi setelah menempelkan punggung tangannya di kening Kirana.
"gak apa-apa mbok nanti juga sembuh sendiri",jawab Kirana enteng
"non, makan yaa..habis itu minum obat penurun panas dan pereda nyeri.
"gak nafsu mbok,aku balik ke kamar saja yaa.. mau buat tiduran saja semoga bangun nanti sudah baikan",ucap Kirana dan berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.
tidak lama setelah itu Fahri dan Sherly pulang,mereka pulang agak kemalaman karena mengantar Claudia pulang ke rumahnya terlebih dahulu.Sherly langsung masuk ke kamarnya karena sudah kecapekan berjalan-jalan mengitari mall.
Dan Fahripun juga langsung menuju kamarnya, dilihatnya Kirana masih tertidur pulas,ia pun mendekati Kirana dan mencium kening kirana,.Fahri merasakan suhu badan Kirana yang tinggi dan nafas Kirana yang terasa panas mengenai wajahnya.Iapun memeriksa kondisi Kirana dengan menempelkan punggung tangannya ke kening Kirana,benar saja terasa panas sekali.Bergegas ia mengambil handuk kecil dari lemari lalu membasahinya dengan air dan digunakan untuk mengompres Kirana.
"Mbok..mbok Darmi...",Fahri berteriak memanggil mbok Darmi sambil menuruni anak tangga.
"Iya tuan..",jawab mbok Darmi.
"Apa dari tadi Kirana tidur dan tidak bangun sama sekali",tanya Fahri cemas.
"Non Kirana sempat bangun tuan,tapi kembali tidur lagi, soal nya kurang enak badan".
__ADS_1
"Apa dia sudah makan?".
"Sudah simbok ingatkan untuk makan,tapi kata non Kirana gak nafsu makan soalnya kepalanya pusing dan perutnya kram,mau tidur saja katanya".
"berarti dari tadi Kirana gak makan sama sekali?".
"Iya tuan,cuma sarapan bareng sama tuan dan non Sherly tadi pagi".
"kirana Sudah minum obat apa belum mbok?"
"belum tuan,sudah saya tawari juga tapi non Kirana gak mau", jawab mbok Darmi.
"Dasar keras kepala, benar-benar tidak memikirkan kesehatannya",gumam Fahri kesal sambil kembali ke kamarnya.
Diperiksanya kembali handuk untuk mengompres kirana kemudian dibasahi kembali dan diletakkan lagi dikening Kirana.
"Uhukk..uhukk..",Kirana terbangun dari tidurnya.
Dengan sigap Fahri mendekati Kirana,membantu untuk bersandar di kepala ranjangnya.
"kau mau apa?",tanya Fahri lembut.
"Aku haus",jawab Kirana singkat.
Fahri mengambil air minum yang ada diatas nakas dan membantu Kirana untuk meminumnya.
"Terima kasih", ucap Kirana.
"Kau sudah makan?",tanya Fahri.
Kirana hanya menggelengkan kepalanya, rasanya dia sangat malas untuk berdebat,jangankan untuk berdebat,bicara saja ia malas.
"Kenapa? apa kau lebih senang sakit seperti ini daripada sembuh?".
"Mulutku pahit,aku tidak nafsu makan",jawab kirana malas.
"Tapi kamu sakit Kirana".
"Sudahlah mas aku mau tidur,kepalaku pusing,aku sedang tidak Ingin berdebat",jawab Kirana sembari kembali merubah posisinya kembali tidur,dan menutup matanya.
"Dasar keras kepala",gumam Fahri.
TBC dears...
hai para readers yang Budiman,baik hati dan tidak sombong,hari ini author 2x up yaa..
terima kasih kepada readers semuanya atas dukungannya,tanpa kalian author hanya remahan rempeyek.
terus dukung karya-karya author yaa..
Happy reading dears 🤗😘
__ADS_1