
"Akhirnya kiii.. kita naik kelas XII",Vita terlihat bahagia karena dia lulus ujian kenaikan kelasnya.
"Iya Vita,aku senang usaha keras kita tidak sia-sia",jawab Kirana tak kalah bahagianya.
"Oh..yaaa...selamat yaa Kii kamu berhasil mendapatkan juara 1,pasti keluarga mu bangga sekali".
"Iyaa,Vita.. kalau saja ayah dan ibu masih hidup..",Kirana tidak bisa meneruskan kata-katanya .
"Sudahlah Kii.. ikhlaskan kepergian mereka,hanya doa yang mereka butuhkan saat ini bukan ratapan kita".
Kirana mengangguk.
"oh yaa,liburan sekolah kali ini rencananya kamu mau kemana?".
"Entahlah mungkin aku akan menghabiskan liburanku dirumah saja,kalau kamu mau kemana?".
"Sepertinya aku mau liburan di kampung nenek ku sihh pasti seru, membayangkan suasana pedesaan,sawah-sawah aduhh sudah gak sabar menunggu besok".
"Besok??"
"Iyaa.. besok aku berangkat,ehh Kirana.. aku duluan yaa ayahku sudah menjemputku,tuh".Vita menunjuk kearah ayahnya yang baru saja datang mengendarai motor.
"Hati-hati Vita",Kirana melambaikan tangannya..
Tidak lama setelah itu Fahri datang menjemput Kirana.
"Maaf ya Kirana,agak terlambat",ucap Fahri sambil membukakan pintu untuk Kirana.
"Tidak apa-apa mas",jawab Kirana tersenyum.
"Bagaimana nilai raport mu??".
"Aku dapat juara 1 mas",ucap Kirana bangga.
"Oh yaa..selamat yaa".
Kirana mengangguk penuh senyum.
"Oh ya..besok aku harus berangkat ke Bali,ada pekerjaan yang harus ku urus disana",ucap Fahri dan berhasil membuat senyum Kirana pudar dan berubah sendu
"Apa tidak bisa diwakilkan?",tanya Kirana.
"Sayang sekali tidak bisa Kirana,Harus aku yang mengurusnya".
"Dengan mas Riko?".
"Tidak,aku berangkat sendiri,Riko harus menghandle pekerjaanku di kantor".
"Berapa lama?".
"Dua hari".
"oh..yaa,bukannya besok kau sudah mulai libur sekolah?"
"iyaa",Kirana mengangguk malas.
"Kau mau ikut denganku?".
"hah,ikut dengan mas Fahri?".
"iyaa",fahri mengangguk dan tersenyum mantap.
"Maksud mas Fahri,mas Fahri mengajak Kirana ke Bali?",tanya Kirana memastikan.
"iyaaa Kirana".
"Memang boleh yaa?".
__ADS_1
"Bolehlah,siapa yang melarang,gimana mau?".
"iyaa..Kirana mau",Kirana sangat antusias.
"Ya sudah nanti aku akan menyuruh Riko memesankan 2 tiket penerbangan ke Bali paling pagi,soalnya besok pagi AQ harus bertemu klien penting di Bali".
*****
jam 8 tepat Kirana dan Fahri sampai di bandara Ngurah Rai Bali,setelah itu Fahri dan Kirana langsung menuju hotel dimana mereka akan menginap.
sesampainya di hotel,mereka dibantu oleh room boy untuk membawakan koper mereka dan menunjukkan kamar mereka.Setelah sampai didepan kamar mereka,mereka langsung masuk kedalam.
Kirana membelalakkan matanya ketika melihat isi kamar tersebut.
"ini pasti kamar VVIP,oh tuhan bagus banget kamarnya",batin Kirana.
Mata Kirana terfokus dengan jendela kamar mereka yang langsung menghadap ke arah pantai, memperlihatkan suasana pantai yang sangat indah.
"waawwww... indah banget",ucap Kirana.
"kau menyukainya?",tanya Fahri yang sudah ada dibelakangnya.
Kirana mengangguk cepat.
"oh ya Kirana..jam 10 nanti aku ada jadwal untuk bertemu dengan klien penting,kau tidak apa-apa kan aku tinggal sebentar?",tanya Fahri.
"tidak apa-apa mas",jawab Kirana sembari tersenyum.
"aku sudah memesankan makanan untuk mu,nanti akan diantar oleh pelayan hotel".
"iya mas",jawab Kirana masih dengan senyum.
"kamu tidak apa-apa kan, begitu urusanku selesai aku akan kembali ke hotel".tanya Riko sekali lagi.
"Mas Fahri,Kirana tidak apa-apa kok...mas Fahri tidak usah khawatir", Kirana mencoba meyakinkan Fahri.
"Iyaa",Kirana tersenyum dan menggelengkan kepalanya merasa lucu dengan sikap Fahri yang sedikit protective kepadanya.
Fahripun akhirnya memutuskan untuk berangkat menemui kliennya,ketika akan membuka kenop pintu kamarnya,dia urungkan.Fahri kembali berjalan ke arah kirana.Kirana mengernyitkankan dahinya.
"Apa ada yang ketinggal...",belum sempat dia meneruskan ucapannya,Kirana kaget dengan sikap Fahri yang tiba-tiba saja mencium kening Kirana dan memeluknya cukup lama.
"Aku akan segera kembali,tetaplah disini,jangan kemana-mana",bisik Fahri ditelinga Kirana.
Kirana hanya mematung,masih shock dengan perlakuan Fahri yang mencium dan memeluknya secara tiba-tiba.Tubuhnya menegang,Bibirnya keluh,dia tidak bisa berkata apa-apa.
Entah apa yang ada dipikiran Fahri, sepertinya dia tidak meninggalkan Kirana sendirian.Setelah dirasa cukup dia melepaskan pelukannya dengan Kirana.Kedua tangannya menangkup pipi kirana,matanya menatap Kirana dalam-dalam.
"Aku berangkat dulu,jaga dirimu baik-baik",ucapnya.
Setelah berpamitan untuk kesekian kalinya dengan Kirana,Fahri akhirnya benar-benar berangkat untuk menemui kliennya.
Kirana masih saja berdiri mematung,serasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia alami.
"Apa aku mimpi",Kirana menepuk-nepuk pipinya sendiri.
"Tidak ini bukan mimpi,Ya tuhan dia benar-benar menciumku",gumamnya.
"Kenapa rasanya sebahagia ini?kenapa pagi ini mas Fahri sweet sekali?aku harap sikapnya selalu manis seperti ini",Kirana memegang dadanya,seketika jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Kirana mengingat kembali ketika Fahri yang tiba-tiba mencium keningnya,dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, senyumnya tak lepas dari bibirnya,menandakan hatinya yang sedang berbunga-bunga.
Tok...tok..tok...
ketukan pintu membuyarkan lamunan Kirana.Kirana membukakan pintu kamarnya,benar dugaannya ternyata petugas hotel yang membawa makanannya.
"Makanannya mau ditaruh dimana nona?",tanya pelayan hotel itu.
__ADS_1
"Taruh di meja yang ada di balkon",jawab Kirana
Setelah meletakkan makanan yang dibawanya dimeja yang berada di balkon,pelayan hotel itu keluar dari kamar Kirana.Kirana kembali menutup kamarnya dan menguncinya.
Kirana menikmati makanannya di balkon kamarnya yang menghadap ke pantai, perasaannya hati ini sangat bahagia, bibirnya tak ada hentinya mengulaskan senyuman.
Setelah selesai makan Kirana kembali kedalam kamarnya,tiba-tiba ponselnya berdering.Terlihat nama Laras ada dilayar ponselnya.
"kak Laras?",ucap Kirana sambil tersenyum.
Kirana mengangkat panggilan dari Laras dengan sangat antusias.
"Hallo kak Laras".
"Hallo dek, aku kira kamu sudah lupa dengan kakak?".
"Mana mungkin,kak Laras kan kakaknya Kirana yang paling baik,mana mungkin aku lupa,hehehe".
"Buktinya kau sudah lama sekali tidak pernah main ke tempat kakak,jangankan main telepon juga jarang sekali".
"Kakak kemarin Kirana sibuk belajar karena ada ujian kenaikan kelas".
"Alasan saja kamu Kirana,mentang-mentang sekarang sudah menjadi nyonya besar jadi lupa dengan keluarga sendiri".
"Kakak bukan seperti itu,Kirana hanya..",Kirana tidak bisa meneruskan kata-katanya,matanya berkaca-kaca.
"hanya apa?".
"Kirana hanya ingin fokus untuk belajar,kakak jangan marah sama Kirana",Kirana menanfis.
"Kenapa kau menangis?",tanya Laras diujung teleponnya.
"Kirana takut kak Laras marah,Kirana minta maaf kak,kemarin Kirana jarang menghubungi kakak,Kirana.."
"Sudah-sudah kakak mengerti,kakak tadi hanya bercanda dek,hahhaha".
"kakakkkk..",Kirana mendengus kesal dia berfikir Laras benar-benar marah kepadanya.
"Hahaha.. mainlah kesini Raka menanyakanmu terus".
"Nanti sepulang dari Bali aku janji akan main kesana,dan menginap disana".
"Apa??Kau sedang di Bali sekarang".
"Iyaa.. mas Fahri ada kerjaan di Bali jadi dia mengajakku sekalian liburan".
"Rasa-rasanya sepulang dari Bali kakak akan dapat keponakan baru nihh", goda Laras.
"Kakak apaan sihh,orang Kirana masih sekolah juga",ucap Kirana malu.
"Kamu kan bisa home schooling kalau kamu beneran hamil".
"Oh kakak apaan sihh..",ucap Kirana geram.
"hahahaha".
"ih malah tertawa,nyebelin banget kakak".
"ya sudah yaaa.. jangan lupa sepulang honeymoon dari Bali main ke tempat kakak".Laras memutuskan panggilannya.
"Ih nyebelin banget sihh,siapa yang honeymoon orang cuma liburan doang",gumam Kirana.
TBC dears...
vote yang banyak ya dan berikan rate 5,jangan lupa like dan coment juga.
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1